Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
bandara supadio
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Supadio, Jarak Pandang di Bawah 1.000 Meter, 6 Pesawat Delay
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Supadio, Jarak Pandang di Bawah 1.000 Meter, 6 Pesawat Delay
Thursday, 20/08/2026

KALBARONLINE.com - Kabut asap mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam dua hari terakhir, sebanyak enam penerbangan mengalami keterlambatan akibat jarak pandang (visibility) yang berada di bawah standar keselamatan penerbangan.

Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak, Joko Wahyudi, mengatakan gangguan terutama terjadi pada penerbangan pagi.

“Benar ada kendala untuk penerbangan. Dampak dari kabut asap ini sudah mulai terasa di Bandara Supadio, terutama untuk penerbangan pagi,” kata Joko, Kamis (20/8/2026).

Menurut Joko, jarak pandang pada pagi hari sempat berada di bawah 1.000 meter. Kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan harus ditunda hingga visibility kembali memenuhi standar.

“Untuk penerbangan di atas jam 8 sudah tidak ada pengaruh karena tingkat visibility-nya sudah di atas 1.000 meter,” ujarnya.

Pada Kamis pagi, terdapat dua penerbangan yang mengalami keterlambatan, yakni rute Pontianak-Surabaya dan Pontianak-Ketapang.

“Untuk hari ini ada dua yang delay, PNK-Surabaya sama PNK-Ketapang,” kata Joko.

Sementara pada Rabu (19/8), sebanyak empat penerbangan juga terdampak. Dengan demikian, total ada enam penerbangan yang mengalami keterlambatan akibat jarak pandang rendah dalam dua hari terakhir.

Joko menegaskan, seluruh penerbangan tersebut tidak dibatalkan. Pesawat hanya mengalami penundaan keberangkatan hingga kondisi jarak pandang dinilai aman.

“Bukan gagal penerbangan, tapi delay. Jadi penerbangannya diundur karena menunggu visibility mencapai standar, yaitu di atas 1.000 meter,” jelasnya.

Joko menjelaskan, gangguan penerbangan akibat kabut asap umumnya terjadi pada pagi hari. Kondisi biasanya mulai membaik setelah matahari terbit sehingga jarak pandang kembali memenuhi standar.

“Rata-rata dari jam 6 sampai jam 7, jam 8 sudah mulai normal,” ungkapnya.

Untuk penerbangan yang tiba di Bandara Supadio pada Kamis, sejauh ini belum terdapat kendala akibat kabut asap.

Joko juga meluruskan informasi mengenai adanya pesawat yang mendarat di Pangkalpinang. Menurutnya, kondisi tersebut tidak berkaitan dengan kabut asap, melainkan faktor angin.

“Kalau persoalan landing mendadak di Pangkalpinang itu kendala angin. Jadi bukan karena asap,” tegasnya.

Pihak Bandara Supadio berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga operasional penerbangan dapat kembali normal dan tidak terjadi penumpukan penumpang di ruang tunggu.

“Kita berharap besok normal, sehingga tidak terjadi penumpukan di ruang tunggu,” pungkasnya. (Lid)

Jakarta dan Surabaya Jadi Tujuan Favorit Penumpang Bandara Supadio Selama Libur Nataru
Jakarta dan Surabaya Jadi Tujuan Favorit Penumpang Bandara Supadio Selama Libur Nataru
Tuesday, 23/12/2025


KALBARONLINE.com – Jakarta dan Surabaya tercatat sebagai dua kota tujuan paling diminati penumpang di Bandara Internasional Supadio Pontianak selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Selain dua kota besar tersebut, tujuan penerbangan menuju Ketapang, Yogyakarta, dan Batam juga masuk dalam lima besar rute favorit penumpang Bandara Supadio.

Branch Communication and CSR Department Head Bandara Supadio, Joko Wahyudi menyampaikan, tingginya minat masyarakat bepergian ke sejumlah kota tersebut berdampak pada meningkatnya pergerakan penerbangan. Bahkan pada puncak arus mudik, pihak bandara mencatat adanya penerbangan tambahan.

Pada puncak arus mudik 20 Desember 2025, Bandara Internasional Supadio mencatat adanya extra flight dari Jakarta dan Yogyakarta.

“Jumlah penumpang extra flight dari Jakarta mencapai sekitar 160 orang untuk kedatangan dan 180 orang untuk keberangkatan. Sementara penerbangan tambahan dari Yogyakarta melayani rute pulang-pergi,” ujar Joko, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, lonjakan penumpang sudah terlihat sejak 15 Desember 2025 dan terus mengalami tren kenaikan hingga 22 Desember 2025. Puncak arus mudik terjadi pada 20 Desember dengan total 8.921 penumpang.

“Jumlah ini meningkat sekitar 5,4 persen dibandingkan periode yang sama pada Nataru 2024,” katanya.

Joko menambahkan, pola puncak arus mudik tahun ini sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada Nataru 2024 puncak arus penumpang terjadi pada 21 Desember, tahun ini bergeser menjadi 20 Desember.

“Perbedaan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti jadwal libur sekolah, libur nasional, serta preferensi masyarakat dalam menentukan waktu perjalanan menjelang Natal,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak Bandara Supadio memastikan seluruh layanan berjalan optimal. Mulai dari kesiapan fasilitas terminal, pengaturan alur penumpang, hingga penguatan koordinasi dengan seluruh stakeholder.

Selain itu, Bandara Supadio juga mengaktifkan posko terpadu pengamanan Nataru yang melibatkan TNI AU, Polri, BMKG, Basarnas, Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar, dan pihak keamanan bandara.

“Pengamanan di area publik dibantu TNI dan Polri, termasuk rencana patroli K9. Sementara pengamanan di dalam terminal dilaksanakan oleh petugas Avsec sesuai SOP,” pungkas Joko. (Lid)

Libur Nataru, Tingkat Keterisian Penumpang Rute Pontianak–Kuching di Bandara Supadio Meningkat Tajam
Libur Nataru, Tingkat Keterisian Penumpang Rute Pontianak–Kuching di Bandara Supadio Meningkat Tajam
Tuesday, 23/12/2025


KALBARONLINE.com – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), aktivitas penerbangan internasional di Bandara Internasional Supadio Pontianak terus meningkat. Peningkatan paling terasa terjadi pada rute Pontianak–Kuching yang kini menjadi rute favorit penumpang.

Kepala Inspector Safety Risk and Quality Control Bandara Supadio Pontianak, Idham Rahadian menyampaikan, saat ini terdapat tiga penerbangan internasional setiap hari. Dua penerbangan melayani rute Pontianak–Kuching dan satu penerbangan melayani rute Pontianak–Kuala Lumpur.

“Trafik tertinggi penerbangan internasional tetap didominasi rute Kuching–Pontianak,” kata Idham, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, jumlah penumpang di Bandara Supadio juga mengalami peningkatan signifikan selama momentum libur Nataru. Puncaknya terjadi pada 20 Desember 2025 dengan total 8.921 penumpang yang melintas.


Trafik penerbangan internasional Bandara Supadio meningkat jelang Nataru, rute Pontianak–Kuching catat load factor di atas 90 persen (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)

Trafik penerbangan internasional Bandara Supadio meningkat jelang Nataru, rute Pontianak–Kuching catat load factor di atas 90 persen (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)​


Pada hari puncak itu, Bandara Supadio juga membuka penerbangan tambahan (extra flight) untuk sejumlah rute domestik, seperti Jakarta dan Yogyakarta.

Meski tidak ada penambahan jadwal untuk rute internasional, Idham menegaskan tingkat keterisian kursi (load factor) justru meningkat tajam.

“Untuk penerbangan internasional memang tidak ada extra flight. Tetapi tingkat keterisiannya meningkat. Biasanya sebelum Nataru hanya sekitar 70 persen, sekarang sudah di atas 90 persen,” jelasnya.

Idham menambahkan, Kuching masih menjadi destinasi internasional paling diminati penumpang dari dan menuju Pontianak.

“Untuk internasional, masih tetap didominasi rute Pontianak–Kuching dan Kuching–Pontianak,” pungkasnya. (Lid)