Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
bank mandiri
Bank Mandiri Perkuat Pembiayaan Energi Terbarukan, Dorong Ekonomi Hijau yang Inklusif
Bank Mandiri Perkuat Pembiayaan Energi Terbarukan, Dorong Ekonomi Hijau yang Inklusif
Friday, 05/12/2025


KALBARONLINE.com – Bank Mandiri terus mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong transisi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan nasional. Hingga Kuartal III 2025, pembiayaan berkelanjutan pada sektor energi terbarukan mencapai Rp13 triliun, tumbuh 29% YoY. Pencapaian ini memperlihatkan komitmen kuat Bank Mandiri dalam mendukung agenda ekonomi hijau dan prioritas pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto yang menekankan transformasi energi rendah karbon.

Senior Vice President Environmental, Social and Governance Group Bank Mandiri, Monica Yoanita Octavia, menegaskan bahwa arah pembiayaan Mandiri selalu selaras dengan kebijakan pemerintah dan prioritas strategis nasional.

“Sebagai bank nasional, kami melihat target transisi energi sebagai mandat bersama. Karena itu, kami konsisten mengikuti roadmap pemerintah melalui Program Strategis Nasional (PSN), RUPTL, RUKN, dan kebijakan energi lainnya. Dengan keselarasan ini, Bank Mandiri memperkuat kontribusi terhadap target dekarbonisasi Indonesia,” ujarnya, Rabu (4/12).

Monica menjelaskan bahwa pembiayaan energi terbarukan tidak hanya menekan emisi gas rumah kaca, tetapi juga memperkuat transformasi bisnis hijau di Indonesia. Mandiri hadir sebagai mitra transisi yang mendampingi perusahaan korporasi hingga value chain untuk menciptakan ekosistem energi terbarukan yang lebih solid.

“Pembiayaan kami tidak hanya untuk proyek besar, tetapi juga menguatkan ekosistem pendukung, dari rantai pasok hingga pelaku usaha. Dengan pendekatan menyeluruh ini, kami ingin memastikan ekosistem energi terbarukan tumbuh merata dan berkelanjutan,” tambahnya.

Pembiayaan Bank Mandiri untuk sektor energi terbarukan mencakup proyek pembangkit listrik PLTA, PLTS, PLT Mini Hydro, PLT Biomass, dan PLTP panas bumi, serta industri pendukung seperti manufaktur panel surya dan pengolahan biodiesel.

Secara keseluruhan, total pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri pada Kuartal III 2025 mencapai Rp310,05 triliun, tumbuh 8,7% YoY. Di dalamnya, pembiayaan hijau berkontribusi Rp159 triliun, meningkat 12% YoY, dengan pangsa pasar lebih dari 35% di antara empat bank besar nasional. Sektor prioritas lain juga ikut mendorong pertumbuhan, seperti produk eco-efficient Rp13,2 triliun (tumbuh 40% YoY), transportasi bersih Rp9,7 triliun (tumbuh 35% YoY), dan energi terbarukan Rp13 triliun.

Pencapaian tersebut menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai salah satu sustainability leaders sektor keuangan di Indonesia, sekaligus bukti komitmen perseroan dalam mendorong percepatan transisi menuju ekonomi rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan. (Red)

Bank Mandiri Siap Dukung Program CSR Connect Kalbar 2025
Bank Mandiri Siap Dukung Program CSR Connect Kalbar 2025
Friday, 05/12/2025


KALBARONLINE.com – Human Capital Officer Bank Mandiri Area Pontianak, Mada Kawijayaan menyambut baik program CSR Connect Kalbar 2025 yang dipelopori Journalist Collaboration Forum.

Mada berpendepat, aksi yang dilakukan JCF patut diapresiasi lantaran sangat membantu masyarakat dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan.

“Saya apresiasi sekali upaya rekan-rekan JCF dalam menyambungkan program CSR perusahaan dengan pemerintah. Artinya niat yang baik saja pahalanya sudah besar sekali,” kata Mada saat menerima audiensi pengurus JCF di kantor Bank Mandiri Pontianak, Kamis (04/12/2025).

Mada menambahkan, akan meng-eskalasikan usulan kolaborasi langsung ke pimpinan. Karena program CSR Connect Kalbar 2025 merupakan momentum untuk membangun daerah.

“Prinsipnya, Bank Mandiri patuh dengan ketentuan yang ada. Kita eksis selama ini juga karena adanya support dari Masyarakat. Makanya kita sangat peduli dengan CSR,” ucapnya.

Mada menjelaskan, selama ini CSR yang disalurkan Bank Mandiri lebih bersifat stimulus. Ia berharap, di event CSR Connect Kalbar 2025, pihaknya dapat mengetahui kebutuhan Pembangunan dari pemerintah. Sehingga bisa dipilih untuk menjadi binaan CSR perusahaan.

“Kami sifatnya lebih kepada pemberdayaan. Seperti pendampingan, pelatihan, peningkatan kompetensi atau skill yang memang dibutuhkan masyarakat. Andaipun ada pemberian berupa barang, tujuannya juga sebagai stimulus. Bagaimana masyarakat kita bisa terbantu usahanya atau kerjanya,” urai Mada.

Sementara itu, Ketua Journalist Collaboration Forum Deska Irnan Syafara menjelaskan, program CSR Connect Kalbar 2025 adalah strategi untuk percepatan Pembangunan daerah.

“Hari-hari ini kita ketahui bersama, bahwa pembangunan lamban dilaksanakan karena keterbatasan anggaran pemerintah. Sehingga kami berpandangan, perlu adanya bantuan dari luar pemerintah untuk membangun daerah,” kata Deska (**)