Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
bapenda
Bapenda dan Diskominfo Pontianak Hadir di CFD, Bayar PBB-P2 via QRIS Dapat Minyak Goreng
Bapenda dan Diskominfo Pontianak Hadir di CFD, Bayar PBB-P2 via QRIS Dapat Minyak Goreng
Monday, 13/07/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat melalui kolaborasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya bisa membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), tetapi juga memperoleh informasi seputar program pemerintah melalui SIKAP (Sosialisasi Informasi, Kebijakan, dan Akses Publik Pontianak). Program ini menghadirkan informasi kebijakan dan layanan publik secara langsung dengan pendekatan yang lebih santai dan mudah diakses.

Bekerja sama dengan Bank Kalbar, Bapenda membuka layanan pembayaran PBB-P2 menggunakan QRIS. Sebagai bentuk apresiasi, wajib pajak yang melakukan pembayaran melalui QRIS mendapatkan minyak goreng selama persediaan masih tersedia.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pontianak, Ruli Sudira, mengatakan layanan jemput pajak tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan telah menjadi agenda rutin Bapenda.

"Pemberian apresiasi kepada wajib pajak yang membayar melalui QRIS merupakan salah satu upaya kami untuk mengenalkan layanan pembayaran pajak secara digital. Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa pembayaran pajak di Kota Pontianak kini semakin mudah, cepat, dan praktis," ujarnya di kawasan CFD Ayani Mega Mall, Minggu (12/7/2026).

Menurut Ruli, strategi jemput bola yang dipadukan dengan pemberian apresiasi tersebut cukup efektif meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar PBB-P2. Ia juga mengingatkan warga agar memanfaatkan waktu yang tersisa sebelum batas akhir pembayaran pada 20 Juli 2026.

"Kami berharap tingkat kepatuhan masyarakat terus meningkat. Pajak yang dibayarkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kota Pontianak," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Pontianak, Vivi Salmiarni, menjelaskan bahwa SIKAP merupakan program yang diinisiasi Diskominfo sebagai wadah kolaborasi antarperangkat daerah dalam menyampaikan informasi, kebijakan, dan layanan publik secara langsung kepada masyarakat.

"Melalui SIKAP, Diskominfo membuka ruang kolaborasi dengan seluruh perangkat daerah maupun instansi lainnya. Pada kegiatan kali ini kami berkolaborasi dengan Bapenda untuk mengingatkan masyarakat terkait batas akhir pembayaran PBB-P2 pada 20 Juli 2026, sekaligus menghadirkan layanan pembayaran di lokasi CFD agar lebih mudah dijangkau masyarakat," katanya.

Menurut Vivi, penyampaian informasi secara langsung menjadi pelengkap berbagai kanal komunikasi publik yang telah dimiliki Pemerintah Kota Pontianak. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dari sumber resmi sekaligus menyampaikan aspirasi maupun pengaduan kepada pemerintah.

Ia menambahkan, kolaborasi melalui program SIKAP akan terus diperluas bersama perangkat daerah maupun instansi lainnya agar semakin banyak program dan layanan pemerintah yang dapat diakses masyarakat secara langsung.

"Kami berharap masyarakat semakin mudah memperoleh informasi dan kebijakan pemerintah yang akurat dari sumber resmi, sekaligus memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan Pemerintah Kota Pontianak," pungkasnya. (*)

Bapenda Jemput Bola di PRP, Sosialisasikan PBB-P2 Bebas Denda ke Masyarakat
Bapenda Jemput Bola di PRP, Sosialisasikan PBB-P2 Bebas Denda ke Masyarakat
Thursday, 14/05/2026

KALBARONLINE.com –Badan Pendapatan Daerah Kota Pontianak menghadirkan layanan jemput bola kepada masyarakat dalam gelaran Pekan Raya Pontianak (PRP) di Rumah Radakng, Rabu (13/5).

Tak hanya membuka pelayanan langsung, Bapenda juga memanfaatkan momentum ramainya pengunjung PRP untuk menyosialisasikan program pembayaran PBB-P2 bebas denda.

Plh Kepala Bapenda Kota Pontianak, Mahardika Sari mengatakan, event yang melibatkan banyak masyarakat seperti PRP menjadi kesempatan strategis bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih dekat dengan warga.

Menurutnya, kegiatan seperti ini efektif untuk menyampaikan edukasi sekaligus mengenalkan berbagai program pemerintah secara langsung.

“Selain menjadi sarana sosialisasi dan edukasi, keterlibatan pemerintah di kegiatan seperti ini juga bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bapenda turut mengedukasi masyarakat terkait program penghapusan denda administrasi PBB-P2 untuk tahun 2008 hingga 2025.

Program bebas denda ini berlaku khusus bagi pembayaran melalui website ePonti menggunakan metode pembayaran QRIS.

Mahardika menjelaskan, proses pembayaran cukup mudah. Warga hanya perlu membuka website ePonti, memilih menu pembayaran PBB, lalu memasukkan NOP PBB-P2.

Setelah data muncul dan dipastikan benar, masyarakat tinggal memilih metode pembayaran menggunakan QRIS Bank Kalbar atau QRIS BCA, kemudian membuat kode pembayaran.

“Lalu klik create kode pembayaran,” jelasnya.

Ia menyebut, selama pelaksanaan PRP, cukup banyak pengunjung yang mendatangi stand Bapenda untuk mendapatkan informasi maupun edukasi terkait program PBB-P2 tersebut.

Bapenda berharap edukasi yang dilakukan langsung di tengah masyarakat dapat membuat program perpajakan daerah semakin dikenal dan dipahami warga.

Mahardika juga mengingatkan bahwa pembayaran pajak daerah merupakan kontribusi nyata masyarakat untuk mendukung pembangunan Kota Pontianak.

Sementara itu, salah satu pengunjung PRP, Adi menilai kehadiran layanan pemerintah di event seperti ini sangat membantu masyarakat.

“Harusnya kalau di kegiatan ini juga melibatkan lebih banyak lagi program pelayanan pemerintah, maka masyarakat akan semakin mudah mendapatkan berbagai pelayanan. Kadang kan kita malas juga ke kantor pemerintah. Dengan adanya pelayanan Bapenda jemput bola di PRP, ini sesuatu yang positif,” katanya.

Adi berharap ke depan semakin banyak layanan publik yang hadir di PRP, mulai dari pelayanan administrasi kependudukan hingga layanan lain seperti pembuatan paspor dan SIM.

“Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal yang baik. Sehingga di tahun depan ini bisa diwujudkan. Jadi pekan raya ini memang betul-betul bisa terasa manfaatnya buat masyarakat. Bisa dapat hiburan, kulineran dan pastinya mendapat berbagai pelayanan dari pemerintah,” tutupnya. (*)