Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
belajar daring
Asap Karhutla Belum Mereda, Sekolah PAUD hingga SMP di Pontianak Kembali Belajar dari Rumah
Asap Karhutla Belum Mereda, Sekolah PAUD hingga SMP di Pontianak Kembali Belajar dari Rumah
Sunday, 23/08/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak kembali menyesuaikan aktivitas belajar mengajar bagi peserta didik PAUD/TK, SD, SMP, dan pendidikan kesetaraan mulai Senin (24/8/2026). Kebijakan ini diambil karena kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum menunjukkan perbaikan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, keselamatan dan kesehatan anak menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil kebijakan tersebut. Sementara untuk jenjang SMA dan SMK, pengaturan pembelajaran merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

“Kita sudah mulai meliburkan kembali anak sekolah dari TK sampai SMP. Kalau SMA dan SMK menjadi kewenangan provinsi,” ujar Edi, Minggu (23/8/2026).

Menurut Edi, hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara Kota Pontianak masih belum membaik. Kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat, termasuk munculnya keluhan gangguan kesehatan, terutama bagi warga yang sensitif terhadap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Selain menyesuaikan aktivitas sekolah, Pemkot Pontianak juga menunda sejumlah kegiatan yang telah diagendakan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi aktivitas masyarakat di luar ruangan selama kondisi cuaca dan kualitas udara belum kondusif.

Kebijakan pembelajaran selama status siaga darurat kabut asap tersebut tertuang dalam surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Nomor B/400.7.15/1028/DISDIKBUD/2026 tertanggal 21 Agustus 2026.

Surat itu ditujukan kepada kepala PAUD/TK, SD, SMP, dan pendidikan kesetaraan negeri maupun swasta di Kota Pontianak.

Dalam ketentuan tersebut, mulai 24 Agustus 2026 satuan pendidikan dapat melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau daring apabila indeks kualitas udara berada pada status sangat tidak sehat atau berbahaya.

Sementara pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan apabila kualitas udara sudah berada pada kategori sedang.

Kebijakan itu mengacu pada Keputusan Wali Kota Pontianak Nomor 684/BPBD/TAHUN 2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kabut Asap Kota Pontianak akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat Tahun 2026.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak meminta kepala satuan pendidikan memastikan pembelajaran jarak jauh tetap berlangsung sesuai jadwal.

Sekolah dapat memanfaatkan sarana dan platform pembelajaran yang tersedia, baik secara sinkronus maupun asinkronus, dengan tetap memperhatikan kondisi dan kemampuan peserta didik.

Sekolah juga diminta berkoordinasi dengan guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta orang tua atau wali murid agar pembelajaran daring tetap berjalan efektif.

Perhatian khusus juga diberikan kepada peserta didik yang memiliki keterbatasan akses perangkat maupun jaringan internet.

Untuk jenjang PAUD/TK, pembelajaran dilakukan dengan melibatkan orang tua atau wali melalui kegiatan belajar di rumah. Kepala satuan pendidikan juga diminta melakukan pemantauan dan evaluasi serta melaporkan kendala pelaksanaan pembelajaran daring kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak.

Orang tua atau wali juga diminta berperan aktif mengawasi dan mendampingi anak selama pembelajaran jarak jauh. Aktivitas anak di luar rumah juga diimbau untuk dibatasi.

Jika anak harus beraktivitas di luar rumah, orang tua diminta memastikan anak menggunakan masker.

Di tengah kondisi kabut asap, Pemkot Pontianak juga menyiapkan dukungan bagi masyarakat terdampak. Salah satunya melalui Posko Segar yang menyediakan pemeriksaan kesehatan, oksigen gratis, serta bantuan kebutuhan dasar berupa beras, gula dan perlengkapan sehari-hari bagi relawan.

Edi mengajak masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan untuk memanfaatkan layanan tersebut. Puskesmas dan rumah sakit di Kota Pontianak juga disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada warga yang membutuhkan.

“Kalau ada warga atau keluarga yang sesak, ayo datang ke Posko Segar. Termasuk di puskesmas dan rumah sakit juga sudah siaga bagi warga yang sensitif terhadap ISPA,” ungkapnya.

Pemkot Pontianak juga telah menyiapkan fasilitas dan anggaran untuk mengantisipasi apabila kondisi kabut asap masih berlanjut.

Pemerintah berharap hujan segera turun agar kualitas udara membaik dan proses penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif.

“Kita harapkan segera turun hujan, jadi tidak semakin parah,” pungkasnya. (*)

Kabut Asap Masih Selimuti Pontianak, Ketua DPRD Minta Sekolah Kembali Daring
Kabut Asap Masih Selimuti Pontianak, Ketua DPRD Minta Sekolah Kembali Daring
Wednesday, 19/08/2026

KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kondisi tersebut membuat Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, meminta pemerintah mempertimbangkan kembali pembelajaran secara daring jika kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat.

Satarudin mengatakan fenomena karhutla hampir selalu terjadi setiap tahun. Meski begitu, ia menyebut kondisi di Kota Pontianak relatif aman karena hujan telah turun dalam beberapa waktu terakhir.

“Karhutla ini fenomena yang terjadi setiap tahun, pembakaran lahan. Tapi sudah kita imbau untuk tidak membakar lahan. Kalau Pontianak masih amanlah. Yang jelas sudah ada hujan, air tidak asin lagi, tapi kabut masih ada,” kata Satarudin.

Ia meminta Pemerintah Kota Pontianak mempertimbangkan kembali kebijakan pembelajaran di sekolah apabila kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi perhatian, terutama jika kondisi udara belum memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

“Saya harap Pemerintah Kota Pontianak melalui wali kota, kalau kualitas udara tidak layak untuk sekolah, diliburkan lagi sambil melihat informasi dari BMKG,” ujarnya.

Satarudin menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi kabut asap berpotensi masih terjadi hingga September mendatang. Ia berharap hujan dan angin dapat membantu mengurangi konsentrasi asap di Pontianak.

“Info-nya sampai bulan sembilan seperti ini. Mudah-mudahan ada hujan dan angin, asapnya akan lari,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama berdoa agar hujan segera turun dan kondisi udara di Pontianak kembali membaik.

“Kita sama-sama mengetuk pintu langit supaya turun hujan,” pungkasnya. (Lid)

Kualitas Udara Masih Tidak Sehat, Dikbud Kalbar Pertimbangkan Perpanjang Pembelajaran Daring
Kualitas Udara Masih Tidak Sehat, Dikbud Kalbar Pertimbangkan Perpanjang Pembelajaran Daring
Monday, 17/08/2026

KALBARONLINE.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat mempertimbangkan memperpanjang libur sekolah atau menerapkan pembelajaran daring di sejumlah daerah yang masih terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Faisal Alkadri mengatakan, kebijakan tersebut tidak akan diberlakukan serentak di seluruh wilayah. Keputusan akan disesuaikan dengan kondisi kualitas udara masing-masing kabupaten/kota.

“ Kemungkinan ada perpanjangan, tetapi tidak seluruh kabupaten. Kita lihat beberapa daerah sudah membaik dan laporan dari masing-masing kabupaten/kota malah meminta belajar luring,” kata Faisal di Pontianak, Senin.

Sejumlah daerah mulai menunjukkan kondisi yang lebih baik. Di Kabupaten Kayong Utara, misalnya, pihak sekolah telah berdiskusi bersama orang tua siswa, komite sekolah, dan tokoh masyarakat. Hasilnya, kondisi dinilai cukup kondusif untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka.

Kondisi serupa juga terlihat di Kota Singkawang setelah hujan turun dan kualitas udara mulai membaik.

Namun, pemantauan masih dilakukan di Melawi, Pontianak, Mempawah, dan Kubu Raya. Beberapa wilayah tersebut masih ditemukan titik api sehingga kualitas udara menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran.

“Pantauan kita yang masih itu di Melawi, Pontianak, Mempawah, dan Kubu Raya. Di beberapa tempat masih banyak titik api, tetapi kita pantau kualitas udaranya hari ini. Kalau tidak ada perubahan, belajar daring,” ujarnya.

Faisal berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar di seluruh Kalbar dapat kembali berlangsung normal. Pemerintah daerah bersama sekolah juga diminta terus memantau kualitas udara dengan mengutamakan keselamatan siswa. (Lid)