Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
betadine
Betadine dan PMI Kalbar Soroti Kesehatan Relawan Karhutla di Kubu Raya
Betadine dan PMI Kalbar Soroti Kesehatan Relawan Karhutla di Kubu Raya
Thursday, 01/10/2026

KALBARONLINE.com – Paparan asap, hawa panas hingga risiko gangguan pernapasan menjadi tantangan yang harus dihadapi relawan saat berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Betadine Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat. Setelah menggelar edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi relawan di Kantor PMI Kalbar, rombongan turun ke Kabupaten Kubu Raya untuk melihat sisa lahan terbakar dan bertemu langsung dengan relawan karhutla.

Country Head PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, Benyamin Wuisan, mengatakan kondisi di lapangan menunjukkan beratnya tantangan yang dihadapi para relawan.

“Kalau kita melihat kondisi di lapangan, penggunaan alat pelindung diri (APD) saja tidak selalu mudah saat melakukan pemadaman. Ada tantangan pernapasan dan hawa panas yang harus dihadapi. Karena itu, saya sangat salut kepada para relawan yang tetap berdedikasi membantu masyarakat,” ujarnya.

Menurut Benyamin, kesehatan relawan perlu menjadi perhatian karena mereka berpotensi mengabaikan kondisi tubuh ketika fokus melakukan pemadaman.

Ia mengungkapkan, bahkan ada relawan yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun kembali bertugas setelah kondisinya membaik.

“Di sinilah kita perlu memikirkan keselamatan relawan. Mereka membutuhkan dukungan bersama, termasuk kesiapsiagaan untuk memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kondisi darurat,” katanya.

Benyamin menilai pemeriksaan kesehatan berkala, kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis diperlukan untuk mengantisipasi risiko yang dihadapi relawan selama penanganan karhutla.

Ia juga mendorong pemerintah, fasilitas kesehatan, tenaga medis hingga sektor swasta untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada relawan.

“Kita harus proaktif. Jangan sampai karena terlalu fokus membantu masyarakat, para relawan justru mengabaikan kesehatan mereka sendiri. Kita perlu memastikan kondisi mereka tetap terjaga agar bisa menjalankan tugas di lapangan,” tuturnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penanganan karhutla, tetapi juga memperkuat perlindungan kesehatan bagi para relawan yang berada di garis depan penanganan bencana. (Lid)

Berjibaku Padamkan Api, Betadine dan PMI Kalbar Periksa Kesehatan 100 Relawan Karhutla
Berjibaku Padamkan Api, Betadine dan PMI Kalbar Periksa Kesehatan 100 Relawan Karhutla
Thursday, 01/10/2026

KALBARONLINE.com – Sebanyak 100 relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta distribusi air bersih di Kalimantan Barat menjalani pemeriksaan kesehatan dan edukasi pertolongan pertama.

Kegiatan yang digelar Betadine Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat itu berlangsung di Markas PMI Kalbar, Pontianak, Kamis (1/10/2026).

Para peserta terdiri dari relawan gabungan pemadam karhutla #PrayForKalimantan dan petugas distribusi air bersih PMI Kalbar.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan para relawan yang selama penanganan karhutla banyak beraktivitas di lapangan. Mereka juga mendapatkan edukasi mengenai pertolongan pertama, mulai dari penanganan luka ringan, kebersihan kulit setelah beraktivitas dengan potensi paparan kuman tinggi, hingga langkah umum merespons keluhan tenggorokan.

Berjibaku Padamkan Api, Betadine dan PMI Kalbar Periksa Kesehatan 100 Relawan Karhutla
Betadine dan PMI Kalbar memeriksa kesehatan 100 relawan karhutla serta memberi edukasi pertolongan pertama di Pontianak (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)​

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Firdaus, mengatakan pemeriksaan kesehatan juga menjadi kesempatan bagi relawan untuk menyampaikan keluhan maupun kondisi yang dialami selama bertugas.

“Keluhan setiap orang berbeda, sehingga langkah pertama adalah mendengarkan dan menilai apakah mereka memerlukan tindak lanjut,” ujarnya.

Menurut Firdaus, pengetahuan mengenai penanganan awal penting dimiliki relawan maupun masyarakat, terutama ketika menghadapi luka ringan di lapangan.

“Untuk luka ringan, relawan dan warga dapat mengingat langkah sederhana: tetap tenang, bersihkan luka dengan air bersih, gunakan antiseptik yang sesuai, lalu tutup luka dengan balutan bersih,” katanya.

Ketua PMI Provinsi Kalimantan Barat, Lismaryani Sutarmidji, mengatakan kesehatan dan keselamatan relawan perlu mendapat perhatian di tengah upaya penanganan karhutla.

Menurutnya, relawan gabungan bersama PMI selama ini tidak hanya terlibat dalam penanganan kebakaran, tetapi juga membantu masyarakat melalui layanan medis, dukungan logistik hingga penyediaan air bersih.

“Keselamatan serta kesehatan petugas dan relawan juga perlu menjadi perhatian. Kemanusiaan tidak pernah bisa berdiri sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Country Head PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, Benyamin Wuisan, mengatakan pengalaman relawan selama bertugas di lapangan akan menjadi masukan dalam pengembangan edukasi kesiapsiagaan kesehatan dan pertolongan pertama.

“Relawan hadir saat masyarakat membutuhkan bantuan. Kita juga perlu memperhatikan kesehatan mereka,” katanya.

Selain pemeriksaan terhadap relawan, kegiatan serupa dijadwalkan dilanjutkan pada Jumat (2/10) terhadap sekitar 50 warga di lokasi distribusi air bersih.

Tim juga dijadwalkan meninjau lokasi karhutla atau lahan gambut sesuai arahan keselamatan PMI serta mengunjungi instalasi pengolahan air bersih Air Penawar 81 (AP81) di Kubu Raya. (Lid)