Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
bnpb
Lapor ke Presiden, Kepala BNPB Sebut Aktivitas Warga Kalbar dan Kalteng Berjalan Normal Meski Terdampak Karhutla
Lapor ke Presiden, Kepala BNPB Sebut Aktivitas Warga Kalbar dan Kalteng Berjalan Normal Meski Terdampak Karhutla
Thursday, 24/09/2026

KALBARONLINE.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa aktivitas masyarakat di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) tetap berjalan normal meski kedua provinsi masih terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Suharyanto mengatakan, asap karhutla memang masih mengganggu akses keluar-masuk kedua provinsi, terutama penerbangan. Namun, menurutnya, aktivitas harian masyarakat seperti lalu lintas, perdagangan, hingga kegiatan di rumah makan tetap berjalan.

“Kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Jadi lalu lintas, toko-toko, rumah makan dan lain sebagainya juga biasa, Bapak Presiden, tidak ada yang terganggu. Hanya memang untuk keluar masuk khususnya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini yang sedikit terganggu,” kata Suharyanto, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/9/2026).

Meski aktivitas masyarakat disebut tetap berjalan, Suharyanto tidak memungkiri asap tebal akibat karhutla masih menyelimuti Kalbar dan Kalteng.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi belum maksimalnya pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kedua provinsi.

“Meskipun tinggal 209,78 hektar di seluruh Sumatera dan Kalimantan yang sekarang terbakar, ini kelihatannya sudah sangat sedikit, tetapi karena OMC, terutama di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat ini tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, sehingga mengakibatkan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini asapnya cukup tebal, Bapak Presiden,” ujar Suharyanto.

Menurut Suharyanto, asap tebal tersebut membuat penerbangan tidak dapat dilakukan, baik untuk mendukung pelaksanaan OMC maupun penerbangan komersial.

Ia memperkirakan penanganan karhutla dapat berakhir paling cepat pada pertengahan Oktober 2026 dan paling lambat pada minggu ketiga November 2026.

“Kami akan terus melaksanakan kegiatan dengan maksimal. Kami yakinkan ini akan berakhir ketika paling cepat pertengahan Oktober 2026 dan paling lambat minggu ketiga November 2026,” kata dia.

BNPB Tambah Armada, 3 Pesawat Kini Dikerahkan untuk OMC Karhutla Kalbar
BNPB Tambah Armada, 3 Pesawat Kini Dikerahkan untuk OMC Karhutla Kalbar
Wednesday, 09/09/2026

KALBARONLINE.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah satu unit pesawat untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

Dengan penambahan tersebut, kini terdapat tiga pesawat yang dikerahkan untuk melakukan penyemaian awan di Kalbar.

Plt Kepala BPBD Provinsi Kalbar, Ridwan, mengatakan OMC terus dilakukan sejak status penanganan karhutla ditingkatkan menjadi tanggap darurat, yakni mulai 28 Agustus hingga 10 September 2026.

“Awalnya hanya dua pesawat. Kemudian atas perintah Kepala BNPB, dilakukan penambahan satu unit pesawat lagi. Jadi, sampai hari ini ada tiga pesawat OMC yang sudah beroperasi di Kalbar,” kata Ridwan, Rabu (9/9/2026).

Ridwan mengatakan penyemaian awan dilakukan setiap hari dengan mempertimbangkan peluang terbentuknya awan hujan. Bahkan, operasi dapat dilakukan hingga sekitar pukul 23.00 WIB apabila kondisi memungkinkan.

Namun, pelaksanaan OMC tidak bisa dilakukan sembarangan. Setiap penyemaian bergantung pada analisis BMKG, terutama terkait potensi awan, peluang menghasilkan hujan, serta arah dan kecepatan angin.

“Apabila peluangnya ada, bibit awannya sudah ada, tetapi arah anginnya tidak mendukung, kita putuskan untuk tidak melakukan penyemaian. Tapi kalau potensi awannya ada dan arah anginnya mendukung, itu kita lakukan,” jelasnya.

Ridwan mengakui ketersediaan bibit awan yang dapat disemai saat ini masih minim di Kalimantan Barat, bahkan di wilayah Kalimantan secara keseluruhan.

Menurutnya, potensi awan paling tinggi terjadi pada 4–7 September. Meski demikian, berdasarkan prakiraan terbaru hingga 10 September, masih terdapat peluang untuk melakukan penyemaian.

“Memang bibit-bibit awan yang akan disemai masih minim sekali untuk wilayah Kalimantan Barat. Bahkan dapat dikatakan untuk wilayah Kalimantan secara keseluruhan,” ujarnya.

Sejumlah wilayah Kalbar telah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Hujan paling kuat terpantau di wilayah perhuluan, seperti Kapuas Hulu dan Sintang.

Namun, kondisi berbeda terjadi di Ketapang dan Kubu Raya. Dua wilayah tersebut masih memiliki titik panas dan titik api yang cukup tinggi dengan curah hujan yang minim.

“Yang masih kuat titik panas dan titik apinya adalah di daerah Ketapang dan Kubu Raya. Di sana masih sangat minim hujan,” ungkap Ridwan.

Selain Ketapang dan Kubu Raya, Kabupaten Melawi juga menjadi perhatian karena sebaran titik panas mulai meningkat dan risiko kebakaran masih tinggi.

“Yang paling tinggi tetap masih Ketapang, tetapi menyusul Melawi. Di sana juga sudah ada kebakaran lahan,” katanya.

Ridwan menegaskan penambahan armada pesawat OMC diharapkan dapat mengoptimalkan upaya pemerintah dalam membasahi wilayah rawan kebakaran. Namun, efektivitas penyemaian tetap sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi syarat untuk disemai. (Lid)

BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing Atasi Karhutla di Ketapang
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing Atasi Karhutla di Ketapang
Friday, 07/08/2026

KALBARONLINE.com – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Sinar Kuri, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, diperkuat melalui operasi udara menggunakan helikopter water bombing, Jumat (7/8/2026).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter untuk melakukan pemadaman dari udara di sejumlah titik yang masih dilanda kebakaran.

Helikopter yang digunakan dalam operasi tersebut merupakan jenis UH-60L dengan registrasi VH-L6T milik Elang Dhirgantara Candracanta. Helikopter dijadwalkan melaksanakan penerbangan atau sortie pertama mulai pukul 08.00 WIB.

Operasi penerbangan dipimpin Pilot in Command (PIC) Remy Oliver Lewis, didampingi Second in Command (SIC) Jacob Anthony Laba, serta Helicopter Landing Officer (HLO) Imam Susanto.

Target pemadaman difokuskan pada kawasan terdampak karhutla di Sinar Kuri berdasarkan hasil finalisasi briefing dan permintaan Tim Satgas Darat BNPB.

Untuk menunjang operasi, BNPB juga telah menyiapkan sejumlah titik pengambilan air (water source) dan lokasi penjatuhan air (water drop). Pengerahan helikopter ini diharapkan dapat mempercepat pemadaman, terutama di lokasi kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi atas dukungan BNPB dalam penanganan karhutla di wilayahnya.

"Saya harap operasi udara tersebut dapat mempercepat pemadaman titik api, terutama di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat," ujar Alex saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).

Menurut Alex, pemerintah daerah terus mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mendukung upaya pemadaman dan pengendalian karhutla.

Ia mengatakan, pengerahan helikopter water bombing merupakan bagian dari penanganan terpadu yang melibatkan pemerintah daerah bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, serta berbagai unsur terkait.

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Ketapang itu menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah musim kemarau dan tingginya risiko karhutla.

"Karena pencegahan merupakan langkah paling efektif menghindari meluasnya bencana," pungkasnya. (Adi LC)