Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
bola tangan
Munas PB ABTI di Pontianak Bahas Strategi Tingkatkan Prestasi Bola Tangan hingga Level Dunia
Munas PB ABTI di Pontianak Bahas Strategi Tingkatkan Prestasi Bola Tangan hingga Level Dunia
Sunday, 26/07/2026

KALBARONLINE.com – Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di Grand Mahkota Hotel, Pontianak, Sabtu (25/7/2026). Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja sekaligus merumuskan strategi pengembangan bola tangan Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat Asia maupun dunia.

Munas dihadiri pengurus ABTI dari berbagai provinsi. Sejumlah pejabat dan tokoh olahraga nasional turut hadir, di antaranya Pelaksana Tugas Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Usman Ali Mustofa, Ketua Bidang Pembinaan Hukum KONI Pusat Widodo Sigit Pudjianto, Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Harry Warga Negara, unsur Forkopimda Kalimantan Barat, serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Plt Asdep Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kemenpora, Usman Ali Mustofa. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan pemerintah saat ini tengah merevisi Peraturan Presiden tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Pada regulasi yang berlaku saat ini, cabang olahraga bola tangan belum masuk dalam daftar 21 cabang olahraga prioritas nasional.

Meski demikian, Usman menegaskan peluang tersebut masih terbuka apabila prestasi bola tangan Indonesia terus menunjukkan peningkatan di level internasional.

"Sekarang sedang dilakukan revisi Perpres DBON yang mencantumkan skala prioritas cabang olahraga. Memang bola tangan belum termasuk di dalam 21 cabang prioritas, tetapi tidak menutup kemungkinan nanti akan disesuaikan dengan capaian prestasi yang telah diraih oleh bola tangan," ujarnya.

Menurutnya, peningkatan prestasi di tingkat Asia Tenggara, Asia, hingga dunia menjadi faktor penting agar bola tangan mendapat perhatian lebih besar dalam program pembinaan olahraga nasional.

Sementara itu, Ketua Umum PB ABTI, Zulfydar Zaidar Mochtar, mengatakan Munas menjadi ajang evaluasi capaian organisasi sekaligus menyusun arah pembinaan bola tangan Indonesia ke depan. Ia menilai perkembangan olahraga tersebut dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif.

Zulfydar memaparkan, tim bola tangan pantai putri Indonesia berhasil menjadi juara Asia Tenggara dan mampu mencatatkan prestasi di level Asia. Sementara itu, tim putra berhasil mengalahkan sejumlah negara seperti Hong Kong, China, dan Kuwait. Adapun tim putri juga pernah meraih peringkat ketiga pada Kejuaraan Asia.

Pada SEA Games terakhir, tim bola tangan putra Indonesia sukses mempersembahkan medali perunggu, yang dinilai menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan olahraga bola tangan nasional.

"Target kami tidak hanya Asia Tenggara, tetapi juga Asia. Untuk bola tangan pantai kami sudah mampu berprestasi di Asia. Sekarang bagaimana bola tangan indoor juga bisa meningkat, karena kami sudah mengikuti berbagai kejuaraan Asia maupun dunia," kata Zulfydar.

Ia menambahkan, berbagai capaian tersebut menjadi modal penting agar bola tangan Indonesia semakin diperhitungkan di kancah internasional sekaligus memperkuat peluang masuk dalam program prioritas pembinaan olahraga nasional.

Melalui Munas yang digelar di Pontianak, PB ABTI berharap lahir berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat organisasi, meningkatkan pembinaan atlet usia dini, memperluas kompetisi nasional, serta mendorong lahirnya prestasi yang lebih tinggi sehingga bola tangan Indonesia mampu bersaing secara konsisten di tingkat Asia hingga dunia. (Lid)

Zulfydar Zaidar Mochtar Didukung Jadi Presiden Federasi Bola Tangan Asia Tenggara
Zulfydar Zaidar Mochtar Didukung Jadi Presiden Federasi Bola Tangan Asia Tenggara
Saturday, 25/07/2026

KALBARONLINE.com – Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI), Zulfydar Zaidar Mochtar, mengungkapkan dirinya mendapat dukungan dari sejumlah negara di Asia Tenggara untuk memimpin Federasi Bola Tangan Asia Tenggara.

Pernyataan tersebut disampaikan Zulfydar saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) ABTI 2026 yang digelar di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, dukungan itu muncul dari berbagai federasi bola tangan di kawasan yang menginginkan organisasi regional tersebut kembali aktif setelah vakum lebih dari satu dekade.

"Saya mendapat pesan dari teman-teman Asia Tenggara untuk diminta menjadi Presiden Bola Tangan Asia Tenggara. Kami telah mempersiapkan itu, mungkin dalam waktu dekat kami akan menyurati Presiden Bola Tangan Asia Tenggara, kami akan memfasilitasi pertemuan," ujarnya.

Zulfydar menjelaskan, kepengurusan Federasi Bola Tangan Asia Tenggara sudah lama tidak berjalan karena masa jabatan presidennya telah berakhir lebih dari 10 tahun lalu.

"Sudah lama, hampir lebih 10 tahun Presiden Bola Tangan Asia Tenggara masanya sudah berakhir. Dengan demikian, ketika organisasi ini kembali aktif, prestasi akan kita kaitkan dengan proses pembinaan yang lebih baik," katanya.

Sebagai langkah awal, PB ABTI kini tengah menyiapkan proses administratif dengan mengirimkan surat kepada federasi-federasi bola tangan di Asia Tenggara. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali organisasi regional sekaligus membangun sinergi antarnegara.

Ia berharap aktifnya kembali Federasi Bola Tangan Asia Tenggara dapat memperkuat kerja sama di kawasan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi olahraga bola tangan.

Menurut Zulfydar, target pengembangan bola tangan ke depan tidak hanya berfokus pada persaingan di ajang SEA Games, tetapi juga diarahkan agar atlet-atlet Asia Tenggara mampu bersaing di level Asian Games.

"Capaian kita tentu tidak hanya Asia Tenggara atau SEA Games, tetapi bagaimana bisa mencapai target di Asian Games," tegasnya.

Selain memperkuat kerja sama regional, PB ABTI juga terus mendorong pembinaan atlet, pelatih, serta pengembangan olahraga bola tangan di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi sebagai investasi untuk mencetak prestasi jangka panjang. (Lid)