Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
bps
BPS Kalbar Jamin Kerahasiaan Data Sensus Ekonomi 2026, Warga Diminta Tak Khawatir
BPS Kalbar Jamin Kerahasiaan Data Sensus Ekonomi 2026, Warga Diminta Tak Khawatir
Thursday, 02/07/2026

KALBARONLINE.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat memastikan seluruh data masyarakat yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 dijamin kerahasiaannya. Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu menerima petugas sensus yang datang melakukan pendataan.

Kepala BPS Kalbar, Muh Suchaidin, mengatakan seluruh informasi yang diberikan responden dilindungi oleh Undang-Undang Statistik dan hanya digunakan untuk kepentingan penyusunan data statistik, bukan untuk kepentingan individu maupun perpajakan.

"Kalau terkait dengan kerahasiaan, aturannya sudah jelas dalam Undang-Undang Statistik. Sampai saat ini BPS tetap berpegang teguh pada prinsip menjaga kerahasiaan data responden," kata Suchaidin, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, data yang dihimpun petugas tidak akan dipublikasikan secara perorangan. BPS hanya menyajikan hasil pendataan dalam bentuk data agregat yang menjadi dasar perencanaan, evaluasi, serta penyusunan kebijakan pembangunan.

"Yang kami sampaikan nanti adalah data agregat, bukan data pribadi seseorang. Tugas BPS adalah memotret kondisi yang sebenarnya di lapangan," ujarnya.

Suchaidin juga memastikan sistem keamanan data di BPS telah dilengkapi teknologi enkripsi. Bahkan, BPS bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menjaga keamanan sistem pengelolaan data.

Menurutnya, aplikasi Faseh yang digunakan petugas sensus telah menerapkan sistem enkripsi sehingga seluruh data yang dikirim dari lapangan tetap terlindungi.

"Data yang dikirim melalui aplikasi Faseh sudah terenkripsi. Kami juga bekerja sama dengan BSSN untuk pengamanan sistem. Bahkan BPS sudah beberapa kali melakukan pengujian keamanan dan sistem kami tetap aman," katanya.

Ia mengungkapkan, hingga kini belum pernah terjadi kebocoran data yang berasal dari sistem BPS.

Meski demikian, Suchaidin mengakui masih ada sebagian masyarakat yang awalnya menolak didata karena belum memahami tujuan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia bahkan pernah mendampingi petugas yang sempat ditolak seorang warga sebelum akhirnya bersedia memberikan data setelah mendapat penjelasan.

"Setelah dijelaskan bahwa tugas BPS hanya melakukan pendataan dan data dijamin kerahasiaannya, akhirnya warga menerima petugas dan proses pendataan berjalan lancar," tuturnya.

Karena itu, Suchaidin mengimbau masyarakat untuk menerima petugas sensus yang membawa identitas resmi. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting karena hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dalam beberapa tahun ke depan.

"Jangan khawatir memberikan data kepada petugas BPS. Data masyarakat aman, dijamin kerahasiaannya, dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik," tegasnya. (Lid)

MBG Dorong Kenaikan Harga Telur dan Ayam, BPS Kalbar Minta Antisipasi
MBG Dorong Kenaikan Harga Telur dan Ayam, BPS Kalbar Minta Antisipasi
Thursday, 08/01/2026


KALBARONLINE.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpengaruh terhadap pergerakan inflasi daerah, terutama pada komoditas kebutuhan pokok yang menjadi menu utama program tersebut.

Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin, menjelaskan bahwa bahan pangan dalam program MBG selama ini merupakan komponen penting pembentuk inflasi, salah satunya telur ayam ras.

“Kalau terkait inflasi tentu sangat berpengaruh. Karena menu-menunya adalah kebutuhan pokok. Utamanya yang kemarin kita soroti di lapangan itu terkait telur ayam ras,” ungkap Saichudin usai rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Kalbar, Senin (05/01/2026).

Ia menyebut, hingga Desember 2025 harga telur ayam ras masih menunjukkan tren kenaikan. Selain telur, daging ayam ras juga menjadi komoditas yang terdampak.

“Telur ayam ras sekarang masih tergolong meningkat harganya di bulan Desember. Kemudian juga daging ayam ras,” ujarnya.

Karena itu, Saichudin meminta pemerintah melakukan langkah antisipasi. Apalagi ke depan Kalimantan Barat diproyeksikan melibatkan sekitar 500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG, yang tentu membutuhkan pasokan bahan pangan lebih besar.

“Sekarang kan baru sekitar 200, kemarin kami survei itu sekitar 230-an SPPG. Kalau menu telur itu dua kali seminggu, berarti harus ada pemasok-pemasok yang siap,” jelasnya.

Saichudin menambahkan, pemerintah pusat juga telah menyiapkan berbagai langkah pendukung, termasuk bantuan dan dukungan bagi peternak ayam guna menjaga ketersediaan pasokan.

“Kalau saya dengar dari pemberitaan di televisi, pemerintah juga menyiapkan bantuan terkait pengadaan atau dukungan untuk peternak ayam,” katanya.

Terkait dampak terhadap inflasi, Saichudin memaparkan telur ayam ras memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen secara tahunan. Sementara daging ayam ras tercatat dalam kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau.

“Untuk yang kami rilis, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 0,36 persen dengan andil 0,13 persen. Komoditas penyumbangnya antara lain cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras,” pungkasnya. (Lid)