Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
budaya kopi
Konsul Malaysia Sebut Pontianak Mirip Buenos Aires, Sama-Sama Punya Budaya Kopi yang Kuat
Konsul Malaysia Sebut Pontianak Mirip Buenos Aires, Sama-Sama Punya Budaya Kopi yang Kuat
Tuesday, 20/10/2026

KALBARONLINE.com – Konsul Malaysia di Pontianak, Idham Zuhri, menilai Pontianak memiliki kemiripan dengan Buenos Aires, Argentina, tempat ia pernah bertugas sebelumnya. Salah satu kesamaan yang menarik perhatiannya adalah budaya menikmati kopi yang kuat dan keberadaan kafe di berbagai sudut kota.

“Di sini saya lihat kafe ada di mana-mana. Ini mengingatkan saya pada Buenos Aires. Aroma kopinya juga sangat menyenangkan,” tuturnya setelah bersilaturahmi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak, Selasa (20/10/2026).

Idham bahkan menggambarkan Pontianak sebagai kota yang memiliki suasana seperti “seribu satu kafe” karena masyarakat begitu mudah menemukan tempat untuk menikmati kopi. Menurutnya, suasana tersebut menghadirkan rasa akrab sekaligus membantu proses adaptasinya selama menjalankan tugas di Kota Khatulistiwa.

“Jadi ada satu kesinambungan yang baik. Walaupun pindah dari Buenos Aires ke Pontianak, ada suasana yang terasa dekat melalui budaya kopinya,” katanya.

Kunjungan tersebut menjadi pertemuan perkenalan Idham dengan jajaran Pemerintah Kota Pontianak sekaligus membuka ruang komunikasi dan peluang kerja sama antara kedua pihak.

Terkait agenda ke depan, Idham mengatakan pihaknya masih menyusun dan menelaah berbagai kegiatan yang berpotensi dilaksanakan bersama. Salah satu kegiatan yang telah dilakukan Konsulat Malaysia adalah demonstrasi masakan Malaysia untuk memperkenalkan sejumlah hidangan khas kepada masyarakat.

“Baru-baru ini kami melaksanakan demonstrasi masakan Malaysia, seperti roti jala dan beberapa hidangan nasi. Itu salah satu inisiatif awal, dan insyaallah akan ada lebih banyak kegiatan bersama di Pontianak,” ungkapnya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kunjungan tersebut merupakan perkenalan resmi Konsul Malaysia yang baru menggantikan pejabat sebelumnya.

Selain membahas agenda kelembagaan, pertemuan itu juga diisi dengan perbincangan mengenai berbagai hal, termasuk olahraga dan karakter Kota Pontianak.

Edi menyebut, dirinya dan Idham sempat membahas sepak bola serta pengalaman penugasan Idham di Buenos Aires. Dalam percakapan tersebut, keduanya menemukan kesamaan antara Buenos Aires dan Pontianak, yakni budaya menikmati kopi serta banyaknya kafe dan warung kopi.

“Prinsipnya tentu bukan hanya perkenalan. Ke depan kita berharap ada event-event dan bentuk kerja sama yang bisa kita lakukan bersama,” kata Edi.

Menurutnya, peluang kerja sama antara Pontianak dan Malaysia cukup terbuka mengingat kedekatan geografis Kalimantan Barat dengan Sarawak. Kedekatan tersebut menjadi potensi untuk mengembangkan hubungan di berbagai bidang, mulai dari sosial, ekonomi, hingga kebudayaan.

“Wilayah kita berbatasan langsung dengan Sarawak. Jadi secara hubungan dan akses memang dekat. Ini menjadi potensi yang bisa terus dikembangkan,” jelasnya.

Edi berharap komunikasi yang telah terbangun melalui kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Yang penting komunikasi tetap terjaga. Kalau ada peluang kolaborasi yang baik untuk kedua pihak, tentu kita terbuka,” pungkasnya. (*)