Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
bujang dare pontianak
Jibril Cisse Alindra dan Farras Dila Dinobatkan sebagai Bujang Dare Pontianak 2026
Jibril Cisse Alindra dan Farras Dila Dinobatkan sebagai Bujang Dare Pontianak 2026
Saturday, 15/08/2026

KALBARONLINE.com – Jibril Cisse Alindra dan Farras Dila dinobatkan menjadi Bujang Dare Pontianak 2026. Keduanya berhasil menjadi yang terbaik dalam malam final yang berlangsung di Hotel Ibis Pontianak, Jumat (14/8/2026) malam.

Posisi runner up 1 diraih Bujang Hexaputra Arifianto dan Dare Lathiifah Adila. Sementara runner up 2 diraih Bujang Rayhan Pratama dan Dare Agiesta Putri Shahira.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berharap para pemenang dan seluruh finalis dapat menjadi duta yang aktif mempromosikan budaya, pariwisata dan identitas Kota Pontianak. Bujang Dare bukan hanya ajang pemilihan putra-putri terbaik daerah, tetapi juga ruang pembinaan generasi muda agar memiliki wawasan, kepercayaan diri, kepedulian dan kecintaan terhadap kota.

“Bujang Dare harus menjadi representasi anak muda Pontianak yang cerdas, berkarakter, dan bangga terhadap budaya kotanya,” ujarnya.

Menurutnya, Kota Pontianak memiliki kekayaan budaya yang besar dan perlu terus dikenalkan kepada masyarakat luas. Edi berharap para pemenang Bujang Dare Pontianak 2026 mampu memanfaatkan berbagai ruang, termasuk media sosial, untuk memperkenalkan kekayaan tersebut secara kreatif dan menarik bagi generasi muda.

“Promosikan Pontianak dengan cara yang kreatif. Tampilkan budaya, kuliner, destinasi, dan cerita-cerita baik tentang kota ini agar semakin dikenal,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa tugas mempromosikan Pontianak tidak hanya melekat pada pemenang utama. Seluruh finalis, lanjutnya, memiliki peran yang sama sebagai generasi muda yang dapat membawa citra positif Kota Pontianak.

“Semua finalis adalah bagian dari wajah muda Pontianak. Setelah malam penobatan ini, peran mereka tidak berhenti, justru baru dimulai,” jelasnya.

Edi menambahkan, Pemkot Pontianak akan terus memberi ruang bagi anak muda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Ia menilai anak muda memiliki energi, kreativitas dan kemampuan komunikasi yang kuat untuk memperkenalkan potensi kota kepada publik yang lebih luas.

Selain menjadi duta budaya, Bujang Dare juga diharapkan dapat terlibat dalam berbagai kegiatan pemerintah dan masyarakat. Kehadiran mereka dinilai penting untuk menguatkan kampanye positif, mulai dari pelestarian budaya, pariwisata, kepedulian lingkungan hingga gerakan cinta produk lokal.

“Jadilah teladan bagi generasi muda. Bawa nama Pontianak dengan sikap yang baik, tutur kata yang santun, dan semangat untuk terus belajar,” pesan Edi.

Ia menyampaikan selamat kepada para pemenang Bujang Dare Pontianak 2026 dan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah mengikuti proses seleksi hingga malam penobatan. Menurutnya, setiap peserta telah menunjukkan keberanian, kemampuan dan kecintaan terhadap Kota Pontianak.

“Selamat kepada para pemenang. Terima kasih kepada seluruh finalis, panitia, dewan juri, dan semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. Mari bersama-sama mempromosikan budaya Pontianak dan menjadikan kota ini semakin membanggakan,” pungkasnya. (*)

Berani Keluar dari Zona Nyaman, Yvanna Zhafira Siap Tunjukkan Potensi di Bujang dan Dare Pontianak 2026
Berani Keluar dari Zona Nyaman, Yvanna Zhafira Siap Tunjukkan Potensi di Bujang dan Dare Pontianak 2026
Thursday, 09/07/2026

KALBARONLINE.com – Keberanian keluar dari zona nyaman menjadi langkah besar yang diambil Yvanna Zhafira dengan mengikuti ajang Bujang dan Dare Pontianak 2026. Bagi perempuan muda tersebut, kompetisi ini bukan sekadar tentang penampilan, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi diri.

Ini merupakan pengalaman pertama Yvanna mengikuti ajang yang menguji wawasan, kemampuan komunikasi, kepribadian, serta kepedulian terhadap budaya dan pariwisata Kota Pontianak.

Meski mengaku sempat merasa gugup, ia memilih menjadikan perasaan itu sebagai bagian dari proses untuk berkembang.

"Ini pengalaman pertama saya, jadi pasti ada rasa nervous. Tapi saya percaya setiap proses akan mengajarkan banyak hal. Saya ingin menikmati setiap tahapnya dan memberikan yang terbaik," ujar Yvanna.

Keputusan mengikuti Bujang dan Dare Pontianak bukan datang secara tiba-tiba. Sejak kecil, Yvanna tumbuh di lingkungan yang akrab dengan dunia pageant dan modeling. Ibunya pernah berkecimpung di dunia modeling, sementara kakak perempuannya pernah menjadi duta pariwisata.

Meski demikian, ia menegaskan keikutsertaannya bukan semata ingin mengikuti jejak keluarga. Yvanna ingin membangun perjalanan dan prestasinya sendiri melalui pengalaman yang diyakininya mampu membentuk karakter sekaligus meningkatkan kemampuan diri.

Menurutnya, ajang Bujang dan Dare Pontianak menjadi wadah yang tepat bagi generasi muda untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi positif bagi daerah.

"Saya ingin menjadikan ajang ini sebagai proses untuk terus berkembang. Menambah pengalaman, belajar dari banyak orang hebat, dan keluar dari zona nyaman. Saya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus membawa manfaat bagi lingkungan sekitar," tuturnya.

Saat ini, Yvanna tengah mempersiapkan diri menghadapi masa karantina hingga malam final. Berbagai materi terus dipelajari, mulai dari wawasan umum, pariwisata, budaya lokal, kemampuan public speaking, hingga pengembangan karakter.

Baginya, seluruh proses tersebut bukan hanya bekal menghadapi kompetisi, tetapi juga investasi untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Apa pun hasil yang nantinya diraih, Yvanna merasa keberaniannya mengambil langkah pertama sudah menjadi sebuah pencapaian.

Ia berharap dapat menampilkan versi terbaik dirinya sekaligus menjadi representasi generasi muda Pontianak yang percaya diri, terus belajar, dan mampu memberikan dampak positif bagi kota yang dicintainya. (Lid)