Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
bulog ketapang
Jaga Stabilitas Pangan, Bulog Ketapang Salurkan Beras SPHP dan Premium ke Pasar
Jaga Stabilitas Pangan, Bulog Ketapang Salurkan Beras SPHP dan Premium ke Pasar
Sunday, 06/09/2026

KALBARONLINE.com – Perum Bulog Kantor Cabang Ketapang memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng di wilayah Kabupaten Ketapang masih aman. Hal itu disampaikan setelah Bulog melakukan pemantauan pasokan dan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar.

Hasil pemantauan menunjukkan harga beras relatif stabil. Sementara itu, stok beras Bulog dan Minyakita masih tersedia di pasaran.

Pimpinan Cabang Bulog Ketapang, Jarau Matu, mengatakan Bulog tidak hanya menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat, tetapi juga terus menjaga ketersediaan beras, baik jenis medium maupun premium, serta Minyakita di pasar dan retail modern.

"Untuk mengendalikan harga di pasar, Bulog bersinergi dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Ketapang," ujar Jarau, Minggu (6/9/2026).

Menurutnya, sinergi tersebut diwujudkan melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara terjadwal di sejumlah pasar tradisional.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan beras dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

Kondisi pasokan tersebut turut dikonfirmasi sejumlah pedagang di Pasar Ratu Melati Ketapang.

Salah seorang pedagang, Manir, mengatakan pasokan beras SPHP dan Minyakita dari Bulog rutin masuk ke pasar setiap pekan.

"Pasokan beras SPHP dan Minyakita selalu rutin datang setiap minggu. Komoditas ini sangat membantu masyarakat karena harganya terjangkau," ungkap Manir.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Anin. Ia menyebut ketersediaan beras SPHP dan Minyakita hingga kini masih terpenuhi dan tidak mengalami kekosongan.

Berdasarkan pantauan di Pasar Ratu Melati Ketapang, stok beras premium Bulog maupun beras SPHP terlihat tersedia dalam jumlah cukup. Harga beras juga terpantau relatif stabil.

Di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah, keberadaan beras premium Bulog dan SPHP menjadi salah satu pilihan masyarakat karena pasokannya tersedia dengan harga relatif terjangkau.

Selain memasok pasar tradisional, Bulog Kantor Cabang Ketapang juga terus menyalurkan beras premium ke sejumlah retail modern di Kabupaten Ketapang.

Dengan langkah tersebut, Bulog berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras maupun kebutuhan pangan lainnya di wilayah Ketapang.

Bulog memastikan distribusi akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah. (Adi LC)

Stok Beras 2.200 Ton, Bulog Ketapang Prioritaskan Bantuan untuk 76 Ribu Penerima
Stok Beras 2.200 Ton, Bulog Ketapang Prioritaskan Bantuan untuk 76 Ribu Penerima
Friday, 21/08/2026

KALBARONLINE.com – Perum Bulog Kantor Cabang Ketapang memastikan stok beras untuk kebutuhan masyarakat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara masih aman hingga Kamis (20/8/2026).

Saat ini, Bulog Ketapang menguasai stok operasional sekitar 2.200 ton beras. Sebanyak 1.200 ton sudah tersedia di gudang, sementara 1.000 ton lainnya masih dalam perjalanan menuju Kantor Cabang Ketapang.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Ketapang, Jarau Matu, mengatakan stok tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pemerintah.

"Untuk stok Perum Bulog Kantor Cabang Ketapang pada saat ini di posisi 1.200 ton. Dan ada dalam perjalanan sekitar 1.000 ton. Artinya stok operasional kita itu ada di 2.200 ton," kata Jarau saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).

Meski stok dinilai aman, Bulog Ketapang kini harus mengejar kebutuhan penyaluran bantuan pangan yang jumlahnya cukup besar.

Untuk periode Juli hingga September 2026, alokasi bantuan pangan untuk masyarakat di Ketapang dan Kayong Utara mencapai sekitar 2.300 ton beras.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 76.000 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Masing-masing penerima mendapatkan 30 kilogram beras.

"Alokasi Juli sampai September. Itu penerimanya ada 76.000 penerima bantuan pangan. Dimana 76.000 ini satu orang PBP dapat 30 kilogram beras. Jadi 30 kilogram dikali 76.000, itulah sekitar 2.300 ton," jelasnya.

Artinya, kebutuhan bantuan pangan hingga September hampir menyamai, bahkan sedikit melampaui stok operasional Bulog Ketapang yang saat ini berada di angka sekitar 2.200 ton.

Untuk memastikan penyaluran tetap terpenuhi, Bulog Ketapang masih membuka pemesanan beras tambahan.

Di tengah kebutuhan tersebut, Bulog juga harus mengatur kapasitas gudang yang hanya mampu menampung sekitar 2.000 ton. Karena itu, kedatangan dan pengelolaan stok dilakukan secara bertahap.

Bantuan Pangan Jadi Prioritas

Dengan adanya batas waktu penyaluran bantuan pangan hingga 30 September 2026, Bulog Ketapang memilih memprioritaskan program tersebut dibandingkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Jarau mengatakan, SPHP untuk sementara direm karena program tersebut masih memiliki waktu penyaluran hingga Desember 2026.

"Yang kita prioritaskan saat ini jangka pendeknya karena 30 September itu harus selesai. Jadi yang prioritas kita salurkan adalah bantuan pangan. Untuk SPHP kita rem dulu. Karena kalau SPHP kan sampai bulan Desember," ujarnya.

Menurut Jarau, prioritas diberikan agar masyarakat yang masuk dalam data penerima bantuan dapat memperoleh haknya terlebih dahulu sebelum batas waktu penyaluran berakhir.

"Paling tidak masyarakat yang tidak mampu ini benar-benar sesuai data pemerintah inilah yang diprioritaskan dulu. Dan waktunya ada sampai 30 September terakhir penyaluran informasinya," katanya.

Bantuan pangan tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat penerima. Beras dari Bulog disalurkan hingga tingkat desa, kemudian pemerintah desa membagikannya berdasarkan data penerima yang telah ditetapkan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Penerima bantuan umumnya berasal dari kelompok masyarakat pada desil 1 hingga desil 4.

Distribusi Beras Terkendala Kondisi Geografis

Persoalan Bulog Ketapang bukan hanya soal ketersediaan stok. Luasnya wilayah juga menjadi tantangan tersendiri dalam mendistribusikan beras, khususnya menuju kawasan pedalaman dan kepulauan.

Sejumlah wilayah masih mengandalkan jalur sungai untuk distribusi. Saat musim kemarau, debit air yang menurun membuat pengiriman beras menuju wilayah hulu menjadi lebih sulit.

"Kalau pendistribusian sih lebih berat itu di geografis. Di Kecamatan Hulu Sungai ketika musim kering agak sulit menyalurkan beras karena debit air yang berkurang. Sangat minim daerah hulu sungai, daerah-daerah hulu yang penyalurannya melalui sungai," ungkap Jarau.

Sementara di Kabupaten Kayong Utara, tantangan distribusi lebih banyak dipengaruhi kondisi laut. Gelombang tinggi dapat menghambat pengiriman beras menuju wilayah kepulauan.

"Nah kalau Kayong Utara ini biasanya ombak laut pada saat ini besar, sedang tinggi. Nah itu yang jadi kesulitan juga tantangan alamnya untuk wilayah pulau," katanya.

Kondisi tersebut kembali berubah ketika memasuki musim hujan. Debit sungai biasanya meningkat sehingga jalur sungai lebih mudah dilalui.

Namun, akses jalan menuju wilayah pedalaman justru berpotensi menjadi kendala. Jalan yang berlumpur dapat menyulitkan kendaraan pengangkut beras mencapai wilayah tujuan.

"Kalau musim hujan biasanya akses jalan. Di sungai lancar. Cuma akses menuju ke hulu sungai ini lagi yang agak kesulitan. Kalau itu ada lumpur segala macam, sulit juga," pungkasnya. (Adi LC)

Gerakan Pangan Murah Ketapang, Dinas Ketahanan Pangan dan Bulog Salurkan 1.100 Paket Bahan Pokok
Gerakan Pangan Murah Ketapang, Dinas Ketahanan Pangan dan Bulog Salurkan 1.100 Paket Bahan Pokok
Saturday, 01/08/2026

KALBARONLINE.com – Ratusan warga memadati halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ketapang untuk mengikuti Gerakan Pangan Murah (GPM), Jumat (31/7/2026).

Program tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Ketapang, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan Perum Bulog sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Repalianto, yang hadir mewakili Bupati Ketapang.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Warga yang telah mendapatkan kupon pembelian paket pangan mulai memadati lokasi untuk memperoleh kebutuhan pokok yang telah disiapkan.

Dalam sambutannya, Repalianto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ketapang, Perum Bulog, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat beserta seluruh pihak yang telah menghadirkan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Ketapang. Program ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," kata Repalianto.

Menurutnya, Gerakan Pangan Murah menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, terutama ketika sejumlah komoditas mengalami fluktuasi harga.

Ia menilai sinergi antara pemerintah dan Bulog menjadi faktor penting agar masyarakat tetap mendapatkan bahan pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau.

Repalianto juga mengimbau masyarakat untuk tetap tertib selama kegiatan berlangsung. Ia memastikan seluruh warga yang telah menerima kupon akan mendapatkan paket pangan sesuai mekanisme yang telah ditentukan.

Sementara itu, Kepala Cabang Perum Bulog Ketapang, Jarau Matu, mengatakan Bulog mendukung penuh pelaksanaan Gerakan Pangan Murah melalui penyediaan berbagai kebutuhan pokok bagi masyarakat.

"Dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat disiapkan 400 paket lengkap yang berisi beras, gula, dan minyak goreng. Selain itu, ada 400 paket beras yang dibagikan menggunakan kupon," ujar Jarau Matu.

Ia menjelaskan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ketapang juga menyiapkan 300 paket berisi beras, gula, dan minyak goreng.

Dengan demikian, total sebanyak 1.100 paket bahan pangan disalurkan dalam kegiatan tersebut.

"Harapan kami, Gerakan Pangan Murah ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjadi upaya bersama menjaga stabilitas pangan di Kabupaten Ketapang," pungkas Jarau Matu. (Adi LC)

Jaga Harga Tetap Stabil, Bulog Ketapang Gelontorkan Beras SPHP dan Minyakita
Jaga Harga Tetap Stabil, Bulog Ketapang Gelontorkan Beras SPHP dan Minyakita
Sunday, 07/06/2026

KALBARONLINE.com – Bulog terus memperkuat upaya stabilisasi pangan di daerah melalui percepatan penyaluran Bantuan Pangan Beras serta distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Minyakita di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi di tengah dinamika harga di pasaran.

Pimpinan Cabang Bulog Ketapang, Jarau Matu, mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengantisipasi gejolak harga beras. Salah satunya melalui percepatan distribusi bantuan pangan dan optimalisasi penyaluran beras SPHP ke pasar-pasar rakyat.

“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog secara nasional mencapai sekitar 5,3 juta ton. Sementara untuk Bulog Cabang Ketapang, stok beras yang tersedia saat ini berada di angka 1.000 ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” ujar Jarau, Minggu (7/6/2026).

Ia menjelaskan, hingga 6 Juni 2026 realisasi penyaluran bantuan pangan beras untuk wilayah Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara telah mencapai 658.420 kilogram.

Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan tersebut dapat tersalurkan kepada masyarakat penerima manfaat hingga akhir Juni 2026.

Menurut Jarau, percepatan penyaluran bantuan pangan diyakini mampu memperkuat daya beli masyarakat sekaligus membantu menekan potensi kenaikan harga beras di tingkat konsumen.

Selain bantuan pangan, Bulog Ketapang juga terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP dan Minyakita melalui berbagai saluran resmi, mulai dari pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

“Beras SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga terjangkau. Karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan diperluas agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata,” tambahnya.

Pemerintah menilai kombinasi antara penyaluran bantuan pangan, distribusi beras SPHP, dan Minyakita menjadi langkah efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di pasar.

Dengan dukungan stok yang memadai dan jaringan distribusi yang luas, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan beras nasional.

Bulog juga memastikan seluruh cadangan beras pemerintah yang saat ini dikelola berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena stok beras nasional dalam kondisi sangat mencukupi. Bulog bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” tutup Jarau. (Adi LC)