Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
daniel johan
Gelar 4 Pilar di Ketapang, Daniel Johan Serap Aspirasi Petani dan Tokoh Masyarakat
Gelar 4 Pilar di Ketapang, Daniel Johan Serap Aspirasi Petani dan Tokoh Masyarakat
Sunday, 16/08/2026

KALBARONLINE.com - Anggota DPR RI Fraksi PKB Daniel Johan menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Nevada Ketapang Hotel, Kabupaten Ketapang, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan petani, tokoh masyarakat, dan kepala desa se-Kabupaten Ketapang. Selain menyampaikan nilai-nilai kebangsaan, kegiatan itu juga menjadi ruang bagi Daniel Johan untuk menyerap aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput.

Dalam pemaparannya, Daniel Johan menekankan pentingnya menjaga Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Menurutnya, kepala desa dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat. Sementara petani memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Memasuki sesi dialog, sejumlah aspirasi disampaikan masyarakat, termasuk persoalan yang dihadapi petani dalam menjalankan aktivitas pertanian.

Salah satu tokoh masyarakat sekaligus perwakilan petani, Yanto, menyoroti persoalan pupuk subsidi dan ketidakstabilan harga hasil panen.

“Kami sangat mendukung nilai-nilai Pancasila ini, Pak. Namun di lapangan, bagaimana kita bisa mewujudkan rasa keadilan itu secara nyata jika petani kecil masih kesulitan mendapatkan pupuk subsidi dan harga jual panen sering tidak stabil? Mohon arahannya, Pak Daniel,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Daniel mengatakan persoalan kesejahteraan petani berkaitan erat dengan nilai keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila.

“Terima kasih, Pak Yanto. Ini masukan yang sangat baik. Keadilan sosial adalah amanat sila kelima Pancasila, yang berarti kesejahteraan petani harus menjadi prioritas,” kata Daniel.

Terkait pupuk subsidi, Daniel menyebut pihaknya di DPR terus mendorong Kementerian Pertanian untuk menyempurnakan data penerima agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

Sementara untuk menjaga stabilitas harga hasil panen, ia menilai peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Bulog daerah perlu dioptimalkan agar dapat menyerap hasil pertanian masyarakat dengan harga yang layak.

“Ini adalah ikhtiar bersama yang membutuhkan sinergi antara legislatif, kepala desa, dan kelompok tani,” ujarnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga nilai-nilai gotong royong demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Ketapang.


Daniel Johan Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Arang Limbung
Daniel Johan Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Arang Limbung
Wednesday, 10/12/2025


KALBARONLINE.com – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Arang Limbung, Kecamatan Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam pemaparannya, Daniel Johan menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan dasar yang kokoh untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Empat Pilar Kebangsaan ini harus hadir dalam sikap toleransi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam proses demokrasi,” ujar Daniel Johan di hadapan warga.

Sosialisasi tersebut dihadiri warga setempat, tokoh masyarakat, serta kalangan pemuda yang mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka berharap memperoleh pemahaman yang lebih konkret mengenai bagaimana nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dapat dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi diskusi, Budi, salah satu tokoh pemuda, mengajukan pertanyaan terkait penerapan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi. Menanggapi hal tersebut, Daniel Johan menekankan pentingnya peran individu sebagai warga negara.

“Nilai-nilai Pancasila bisa diterapkan dengan menjadi warga yang baik, menghormati perbedaan, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan politik,” jelasnya.

Sementara itu, Bang Har, tokoh masyarakat setempat, mempertanyakan peran pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap Empat Pilar Kebangsaan. Daniel Johan menjawab bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar melalui pendidikan dan sosialisasi yang berkelanjutan, serta dengan memberikan keteladanan dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan.

“Kesadaran masyarakat akan tumbuh jika nilai-nilai Empat Pilar tidak hanya disampaikan, tetapi juga dicontohkan dalam praktik,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini ditutup dengan penyerahan simbolis Empat Pilar kepada perwakilan masyarakat Arang Limbung. Daniel Johan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat. (Red)

Ajak Warga Kelenteng Sungai Selamat Perkuat Persatuan Lewat Sosialisasi Empat Pilar
Ajak Warga Kelenteng Sungai Selamat Perkuat Persatuan Lewat Sosialisasi Empat Pilar
Wednesday, 10/12/2025


KALBARONLINE.com – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Daniel Johan, mengajak masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dan menjaga kebinekaan melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Klenteng Pekong Sungai Selamat, Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan ini diikuti masyarakat Tionghoa serta kelompok minoritas lainnya yang tinggal di sekitar kawasan Sungai Selamat. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam sambutannya, Daniel Johan menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar konsep normatif, melainkan nilai hidup yang harus diwujudkan dalam praktik sehari-hari, terutama dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.

“Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI adalah fondasi yang menyatukan kita. Nilai-nilai ini harus hadir dalam sikap saling menghormati, toleransi, dan kebersamaan, terutama di tengah masyarakat yang majemuk seperti di Kalimantan Barat,” ujar Daniel Johan.

Ia juga menekankan pentingnya peran komunitas dan tokoh masyarakat dalam menjaga kerukunan sosial serta mencegah munculnya sikap-sikap yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi dialog dan tanya jawab. Salah seorang peserta, Aliong, menanyakan bagaimana implementasi nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan secara konkret dalam kehidupan sehari-hari. Menanggapi hal tersebut, Daniel Johan menjelaskan bahwa Pancasila merupakan pedoman moral dan etika yang harus diwujudkan melalui sikap toleran, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.

“Pancasila hidup ketika kita saling menghargai, tidak mudah terprovokasi, dan ikut berperan aktif dalam membangun lingkungan yang rukun,” jelasnya.

Selain membahas Empat Pilar Kebangsaan, Daniel Johan juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai program pemerintah yang tersedia guna meningkatkan kesejahteraan, termasuk program yang menyasar kelompok minoritas agar pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Sosialisasi tersebut ditutup dengan penyerahan simbolis Empat Pilar Kebangsaan kepada perwakilan masyarakat Tionghoa. Para tokoh masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan ini dan menilai sosialisasi Empat Pilar menjadi ruang dialog yang penting dalam memperkuat rasa kebangsaan serta menjaga persatuan di tengah keberagaman. (Red)

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Daniel Johan Ajak Warga Pontianak Bijak Menyaring Informasi dan Menjaga Nilai Pancasila
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Daniel Johan Ajak Warga Pontianak Bijak Menyaring Informasi dan Menjaga Nilai Pancasila
Tuesday, 09/12/2025


KALBARONLINE.com — Anggota MPR RI, Daniel Johan, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kegiatan ini berlangsung di Café Tropic, Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, Kalimantan Barat, dan dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari ibu-ibu pengajian serta kalangan pemuda setempat.

Dalam sambutannya, Daniel Johan menegaskan bahwa pemahaman Empat Pilar Kebangsaan menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa, terutama di tengah derasnya arus informasi di era digital. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh hoaks maupun narasi yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Nilai-nilai kebangsaan harus terus kita rawat, terutama oleh generasi muda. Pancasila bukan sekadar hafalan, tetapi pedoman hidup dalam berperilaku sehari-hari, termasuk dalam bermedia sosial dan menyikapi informasi,” ujar Daniel Johan di hadapan peserta.

Ia menekankan, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kecerdasan literasi digital. Tanpa sikap kritis, masyarakat berisiko terpengaruh informasi menyesatkan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan semangat NKRI.

Kegiatan sosialisasi berlangsung hangat dan interaktif. Peserta tampak antusias berdiskusi mengenai peran masyarakat dalam menjaga toleransi, memperkuat persatuan, serta mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sosial sehari-hari. Kelompok ibu-ibu pengajian memberikan apresiasi atas kegiatan pembinaan kebangsaan ini, sementara kalangan pemuda berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan.

Salah satu peserta dari kelompok pengajian, Ibu Delimah, mengangkat persoalan tentang penguatan nilai Pancasila di lingkungan keluarga, khususnya bagi anak-anak yang kini banyak terpapar informasi dari internet.

“Pak Daniel, bagaimana cara kami sebagai ibu rumah tangga menanamkan nilai Pancasila kepada anak-anak, terutama ketika mereka banyak belajar dari internet?” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Daniel Johan menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pendidikan karakter bangsa. Ia menilai peran orang tua, khususnya ibu, sangat menentukan dalam membentuk sikap dan cara berpikir anak.

“Peran ibu sangat besar. Anak-anak perlu melihat teladan dari rumah. Biasakan dialog, diskusikan apa yang mereka lihat di internet, dan ajarkan membedakan informasi yang benar dan menyesatkan. Ketika keluarga kuat, bangsa juga akan kuat,” jelasnya.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi santai. Suasana Café Tropic yang nyaman membuat dialog berlangsung cair, sehingga peserta leluasa menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menutup kegiatan, Daniel Johan berpesan agar seluruh peserta menjadi teladan di lingkungan masing-masing dalam menjaga kerukunan, menumbuhkan toleransi, serta memperkuat nilai-nilai kebinekaan sebagai wujud nyata pengamalan Empat Pilar Kebangsaan.

Melalui sosialisasi ini, Daniel Johan berharap pemahaman masyarakat Pontianak terhadap Empat Pilar Kebangsaan semakin kuat, sekaligus mempererat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. (Red)

Daniel Johan Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Parit Baru, Tekankan Persatuan dan Perlindungan Kelompok Minoritas
Daniel Johan Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Parit Baru, Tekankan Persatuan dan Perlindungan Kelompok Minoritas
Tuesday, 09/12/2025


KALBARONLINE.com – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gedung Serbaguna Santo Petrus, Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kalimantan Barat, Selasa (9/12/2025). Kegiatan ini dihadiri warga Parit Baru, para ketua RT, serta tokoh masyarakat setempat, termasuk perwakilan kelompok minoritas yang jumlahnya cukup signifikan.

Dalam kegiatan tersebut, Daniel Johan menyampaikan materi mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan tidak boleh berhenti pada tataran teori, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Dengan begitu, kesadaran serta kecintaan terhadap bangsa dan negara akan semakin kuat,” ujar Daniel Johan dalam sambutannya.

Ia menegaskan, keberagaman yang ada di Kalimantan Barat, termasuk di Parit Baru, merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama. Menurutnya, persatuan dan kesatuan bangsa menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial, terutama di tengah dinamika masyarakat yang majemuk.

Daniel Johan juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarwarga, menghormati perbedaan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Ia menilai, nilai Bhinneka Tunggal Ika menjadi pegangan penting agar keberagaman tetap berjalan seiring dengan semangat kebangsaan.

Selain membahas nilai kebangsaan, Daniel Johan turut menyinggung pentingnya pemanfaatan berbagai program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mendorong warga, termasuk kelompok minoritas, agar tidak ragu memanfaatkan program-program tersebut demi peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Warga tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar penerapan Empat Pilar Kebangsaan, perlindungan hak warga negara, serta peran pemerintah dalam menjaga persatuan dan keadilan sosial. Partisipasi aktif juga terlihat dari peserta kelompok minoritas yang menyampaikan pandangan dan aspirasi mereka secara terbuka.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan simbolis Empat Pilar Kebangsaan kepada perwakilan masyarakat Parit Baru. Daniel Johan berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat nyata serta memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Parit Baru serta sejumlah tokoh masyarakat yang menyampaikan dukungan atas terselenggaranya sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di wilayah mereka. (Red)

Daniel Johan Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Arang Limbung Kubu Raya
Daniel Johan Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Arang Limbung Kubu Raya
Monday, 08/12/2025


KALBARONLINE.com – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Dusun Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (8/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di rumah warga setempat, Baidek, dan dihadiri masyarakat Dusun Arang Limbung dari berbagai kalangan.

Dalam kegiatan itu, Daniel Johan menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Daniel, sosialisasi Empat Pilar bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi upaya membumikan nilai-nilai kebangsaan agar benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Kami berharap melalui sosialisasi Empat Pilar ini, masyarakat semakin memahami dan mengamalkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan begitu, rasa cinta terhadap bangsa dan negara terus tumbuh dan menguat,” ujar Daniel Johan.

Acara tersebut turut dihadiri tokoh agama, tokoh adat, serta pemuda setempat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat itu menunjukkan antusiasme warga Dusun Arang Limbung untuk memahami lebih dalam nilai-nilai kebangsaan yang menjadi perekat kehidupan sosial di tengah keberagaman.

Daniel Johan juga mengingatkan bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan hanya tugas pemerintah atau aparat negara, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kita semua punya peran penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Mari kita berkomitmen mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat,” ajaknya.

Selain membahas Empat Pilar Kebangsaan, Daniel Johan turut menyinggung pentingnya sektor pendidikan dan kesehatan sebagai penopang peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia mendorong warga untuk memanfaatkan berbagai program pemerintah yang tersedia agar kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.

Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan penyerahan simbolis materi Empat Pilar kepada perwakilan masyarakat Dusun Arang Limbung. Daniel Johan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai-nilai kebangsaan.

Usai pemaparan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Warga tampak aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait Empat Pilar Kebangsaan maupun berbagai program pemerintah. Antusiasme masyarakat menjadi penanda kuat bahwa sosialisasi tersebut diterima dengan baik dan relevan dengan kebutuhan warga. (Red)

Daniel Johan Perkuat Fondasi Kebangsaan di Limbung, Tekankan Gotong Royong Petani dan Peran Pemuda
Daniel Johan Perkuat Fondasi Kebangsaan di Limbung, Tekankan Gotong Royong Petani dan Peran Pemuda
Monday, 08/12/2025


KALBARONLINE.com – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Daniel Johan, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (8/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di kediaman warga setempat, Mujito, dengan suasana akrab dan partisipasi aktif masyarakat.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut secara khusus menyasar kelompok masyarakat strategis di tingkat desa, mulai dari petani, ibu-ibu, hingga kalangan pemuda. Melalui kegiatan ini, Daniel Johan menegaskan pentingnya membumikan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi moral dan ideologi bangsa.

Dalam pemaparannya, Daniel Johan menyoroti peran masyarakat desa, terutama petani, sebagai bagian penting dalam menjaga persatuan dan stabilitas sosial. Menurutnya, nilai gotong royong yang hidup di kalangan petani merupakan cerminan langsung dari Pancasila yang harus terus dijaga.

“Empat Pilar ini adalah tali pengikat kita sebagai bangsa. Di Limbung, yang mayoritas warganya petani, nilai gotong royong yang terkandung dalam Pancasila harus terus hidup, baik di sawah maupun dalam kehidupan bertetangga,” ujar Daniel Johan.

Ia juga menekankan peran strategis pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Daniel Johan mengingatkan bahwa pemahaman yang kuat terhadap Bhinneka Tunggal Ika sangat penting, mengingat Kalimantan Barat dikenal sebagai daerah yang majemuk dengan beragam suku, agama, dan budaya.

“Keberagaman bukan alasan untuk terpecah. Justru dari Bhinneka Tunggal Ika, kita belajar bahwa perbedaan adalah kekuatan. Tugas kita bersama memastikan NKRI tetap berdiri kokoh di atas fondasi kebhinekaan ini,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta, khususnya ibu-ibu dan petani, aktif menyampaikan pertanyaan serta pandangan terkait penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari dan program pembangunan desa. Diskusi juga menyinggung peran DPR dan MPR RI dalam memperjuangkan hak-hak petani serta masyarakat desa sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.

Tuan rumah kegiatan, Mujito, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Daniel Johan di Dusun Sidomulyo. Menurutnya, kegiatan ini memberi penguatan moral sekaligus pengingat bahwa masyarakat desa merupakan bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia.

“Kami berterima kasih atas kehadiran Pak Daniel Johan. Sosialisasi ini bukan sekadar ceramah, tapi pengingat bahwa kami di Sidomulyo adalah bagian dari Indonesia dan punya peran menjaga persatuan,” ujarnya.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini ditutup dengan komitmen bersama antara Daniel Johan dan masyarakat Dusun Sidomulyo untuk terus menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, menjaga semangat gotong royong, serta merawat persatuan demi kemajuan desa dan Kabupaten Kubu Raya. (Red)