Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
dib
KIPP Luncurkan Program Desa Tangguh Bencana di Kayong Utara, Warga Dibekali Pelatihan Penanganan Kebakaran
KIPP Luncurkan Program Desa Tangguh Bencana di Kayong Utara, Warga Dibekali Pelatihan Penanganan Kebakaran
Thursday, 06/08/2026

KALBARONLINE.com – Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) meluncurkan Program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.

Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan KIPP dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di wilayah kepulauan agar lebih siap menghadapi situasi darurat. Melalui Destana, masyarakat didorong menjadi aktor utama dalam mitigasi, respons awal, dan pengurangan risiko bencana.

Sebagai langkah awal implementasi program, KIPP menggelar pelatihan penanggulangan kebakaran di Dusun Kelawar, Desa Pelapis, pada awal Agustus 2026.

Pelatihan yang diikuti masyarakat dan aparatur desa tersebut meliputi pengenalan jenis-jenis kebakaran, penggunaan peralatan pemadam kebakaran, hingga simulasi dan praktik langsung penanganan kebakaran di lapangan.

Melalui kegiatan itu, peserta memperoleh pengalaman mengoperasikan peralatan pemadam kebakaran sekaligus membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk melakukan respons cepat terhadap kebakaran hutan dan lahan, kebakaran permukiman, maupun kondisi darurat lainnya.

External Relations Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan karakteristik geografis Desa Pelapis sebagai wilayah kepulauan membuat masyarakat perlu memiliki kesiapsiagaan terhadap berbagai ancaman bencana.

"Program Desa Tangguh Bencana ini kami rancang sebagai program yang berkelanjutan. Pelatihan penanganan kebakaran merupakan tahap awal. Ke depan, masyarakat juga akan mendapatkan pelatihan mengenai kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, keselamatan di wilayah perairan, hingga teknik pertolongan dan evakuasi dasar. Harapannya, masyarakat memiliki kapasitas yang semakin lengkap menghadapi berbagai potensi risiko bencana di wilayahnya," ujar Sugeng.

Ia menambahkan, ketangguhan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga kemampuan warga untuk bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika menghadapi keadaan darurat.

Program Destana dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas yang efektif sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Ke depan, KIPP akan melaksanakan rangkaian pelatihan dan simulasi kebencanaan secara bertahap yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah Desa Pelapis.

Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas masyarakat setempat, tetapi juga menjadi contoh penguatan ketangguhan masyarakat berbasis komunitas di Kabupaten Kayong Utara sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan. (*)

DIB Mengajar Hadir di Kepulauan Karimata, Perkuat Kompetensi Guru dan Asah Kreativitas Siswa
DIB Mengajar Hadir di Kepulauan Karimata, Perkuat Kompetensi Guru dan Asah Kreativitas Siswa
Sunday, 26/07/2026

KALBARONLINE.com – PT Dharma Inti Bersama (DIB) selaku pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan melalui program DIB Mengajar yang digelar di SMP Negeri 3 Kepulauan Karimata, Desa Pelapis, Jumat (24/7/2026).

Program ini diikuti 40 siswa serta 15 guru dan kepala sekolah dari SD Negeri 02, SD Negeri 07, dan SMP Negeri 3 Kepulauan Karimata. Kegiatan menghadirkan dua agenda utama, yakni teacher training bagi para guru dan kelas literasi kreatif untuk para siswa.

Pada sesi pelatihan guru, Wahyudi yang merupakan guru, teacher trainer, penulis, sekaligus content creator pendidikan membawakan materi tentang public speaking guna menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan komunikatif.

Sementara itu, Umilia Al-Husna mengajak para siswa mengekspresikan ide dan imajinasi melalui penulisan puisi. Karya-karya tersebut nantinya akan dihimpun menjadi sebuah buku antologi.

Wahyudi mengaku terkesan dengan semangat para guru di Desa Pelapis yang tetap menjalankan tugas mendidik meski menghadapi berbagai keterbatasan.

"Jujur, perjalanan ini menjadi satu di antara pengalaman yang sangat membekas bagi saya. Yang paling saya kagumi adalah semangat para guru. Di tengah keterbatasan fasilitas, akses, bahkan listrik yang belum selalu memadai, mereka tetap hadir setiap hari dengan dedikasi yang luar biasa untuk mendidik anak-anak," ujarnya.

Menurutnya, para guru di Desa Pelapis mampu memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi para siswa.

Kesan serupa juga disampaikan Umilia Al-Husna. Ia mengaku perjalanan menuju Desa Pelapis memberinya pelajaran berharga tentang perjuangan dalam memperoleh pendidikan.

"Menjadi bagian dalam program DIB Mengajar ke Pulau Pelapis merupakan pengalaman yang begitu berarti dan sulit dilupakan. Saya berangkat dengan niat untuk berbagi ilmu, tetapi justru pulang dengan membawa pelajaran yang jauh lebih besar tentang kehidupan, perjuangan, dan arti sebuah kesempatan," katanya.

Bagi Umilia, anak-anak di Desa Pelapis memiliki semangat belajar yang luar biasa dan tidak pernah kekurangan mimpi.

"Bagi saya, anak-anak di Pulau Pelapis tidak kekurangan mimpi. Mereka hanya membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk mengenal dunia dan percaya bahwa mereka juga mampu menjadi bagian dari masa depan," tambahnya.

Kepala SMP Negeri 3 Kepulauan Karimata, Alber Gardioza, S.Pd., menilai program DIB Mengajar memberikan pengalaman baru yang bermanfaat bagi guru maupun siswa.

"Program DIB Mengajar ini luar biasa dan memberikan warna baru bagi kegiatan pembelajaran di sekolah kami. Materi yang disampaikan tidak hanya relevan, tetapi dikemas dengan metode yang kreatif sehingga sangat bermanfaat, baik untuk memperkaya wawasan siswa maupun memberikan inspirasi metode pembelajaran yang segar bagi para guru," ujarnya.

Menurut Alber, antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat, sementara para guru aktif berdiskusi dan menyerap berbagai ilmu baru yang dibagikan.

Ia juga mengapresiasi kehadiran praktisi dan influencer pendidikan yang bersedia datang langsung ke wilayah terpencil seperti Desa Pelapis.

"Kehadiran para influencer pendidikan yang mau turun tangan langsung ke Desa Pelapis ini patut diapresiasi tinggi. Ini membuktikan kepedulian nyata mereka terhadap dunia pendidikan di wilayah 3T/terpencil. Kehadiran mereka memberikan motivasi moril yang besar serta menjadi daya tarik tersendiri yang membuat anak-anak semakin bersemangat belajar," katanya.

Sementara itu, External Relations Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, menegaskan bahwa program DIB Mengajar merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional.

"KIPP percaya bahwa masa depan Kayong Utara ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, melalui DIB Mengajar kami tidak hanya ingin menghadirkan pengalaman belajar yang inspiratif bagi para siswa, tetapi juga memperkuat kapasitas guru sebagai ujung tombak pendidikan. Kami berharap kolaborasi ini dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak Kayong Utara untuk berkembang, berani bermimpi, dan siap menghadapi masa depan," ujar Sugeng.

Melalui program DIB Mengajar, KIPP terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah dan para pegiat pendidikan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus pengembangan generasi muda di Kabupaten Kayong Utara. (*)

KIPP Siapkan SDM Lokal Lebih Kompeten Lewat Pelita Penebang
KIPP Siapkan SDM Lokal Lebih Kompeten Lewat Pelita Penebang
Saturday, 30/05/2026

KALBARONLINE.com – Komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal terus diwujudkan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) melalui Program Pelita Penebang. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam membuka peluang pengembangan keterampilan dan jenjang karier bagi masyarakat sekitar kawasan industri.

Melalui pelatihan operator overhead crane bersertifikasi, program yang diinisiasi divisi Health, Safety, and Environment (HSE) dan divisi Human Resources KIPP itu menyasar tenaga kerja non-skill, khususnya yang telah terlibat dalam kegiatan operasional kawasan industri.

Head of Corporate Communications KIPP, Niken Prisca, menyebut Program Pelita Penebang hadir sebagai upaya perusahaan dalam mempersiapkan talenta lokal agar mampu bersaing dan memiliki kompetensi kerja sesuai kebutuhan industri modern.

“Pelita Penebang ini cikal bakalnya adalah merintis talenta lokal untuk bisa mendapatkan kesempatan memiliki skill yang tersertifikasi secara profesional dan memiliki peluang besar untuk bisa bergabung sebagai karyawan di Kawasan Industri Pulau Penebang,” kata Niken.

Kawasan Industri Pulau Penebang yang berada di Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, saat ini berkembang sebagai salah satu proyek strategis nasional di bawah pengelolaan PT Dharma Inti Bersama (DIB). Kawasan tersebut dipersiapkan menjadi pusat pertumbuhan industri hilirisasi bauksit yang terintegrasi.

Dalam pelaksanaannya, peserta pelatihan dipilih melalui proses seleksi yang meliputi verifikasi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara. Dari tahapan tersebut, peserta terbaik berhasil lolos untuk mengikuti pelatihan operator overhead crane pada angkatan pertama.

Tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, program ini juga membangun pemahaman peserta terkait budaya keselamatan kerja yang menjadi standar utama di lingkungan industri.

“Jadi mereka itu memiliki bekal dasar bekerja dengan aman. Itu juga sebagai komitmen perusahaan untuk menyediakan lingkungan kerja yang aman,” ujarnya.

Peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktik langsung di lapangan dengan pendampingan mentor berpengalaman. Mereka juga menjalani pembinaan fisik guna mendukung kesiapan kerja di area operasional industri.

KIPP menilai pengembangan tenaga kerja lokal menjadi salah satu investasi jangka panjang yang penting untuk mendukung keberlanjutan operasional kawasan industri di masa mendatang.

“Harapannya masyarakat lokal memiliki skill yang sangat baik, bahkan bisa melebihi tenaga kerja dari luar,” tambahnya.

Bagi peserta, program tersebut memberikan motivasi baru untuk meningkatkan kemampuan diri. Suheriduansyah (19), peserta asal Tanjung Satai, mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena ingin memiliki keterampilan tambahan yang dapat menunjang masa depannya.

“Motivasi saya ikut pelatihan ini karena mau naik skill juga dan berkembang. Saya juga ingin punya pengalaman baru,” ujarnya.

Ia mengapresiasi metode pembelajaran yang diterapkan selama pelatihan karena dinilai membantu peserta lebih cepat memahami materi yang diberikan.

“Saya terima kasih sama tim Human Resources dan tim HSE yang sudah memberikan pembelajaran dan tempat untuk naik up-skill ini,” katanya.

Peserta lainnya, Eka Pramuja (22), menilai Program Pelita Penebang membuka kesempatan bagi masyarakat lokal untuk memperoleh pekerjaan dengan prospek yang lebih baik dan stabil.

“Yang jelas mengikuti program ini untuk meningkatkan income dan menambah wawasan juga. Tidak selamanya kita begini terus, jadi ada peluang jenjang karir,” ujar warga Dusun Pintau, Desa Tanjung Satai tersebut.

Ia berharap pengalaman dan sertifikasi yang diperoleh nantinya dapat menjadi bekal penting untuk terus berkembang di dunia industri.

Melalui Program Pelita Penebang, KIPP terus mempertegas komitmennya dalam menciptakan tenaga kerja lokal yang terampil, profesional, dan siap mendukung pertumbuhan industri di Kabupaten Kayong Utara. (*)