Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
dinas lingkungan hidup
Musim Buah Picu Lonjakan Sampah di Pontianak, DLH: Volume Naik 20 Persen
Musim Buah Picu Lonjakan Sampah di Pontianak, DLH: Volume Naik 20 Persen
Tuesday, 14/07/2026

KALBARONLINE.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak mencatat timbulan sampah di Kota Pontianak meningkat sekitar 20 persen dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan tersebut dipicu musim buah yang menyebabkan volume sampah organik bertambah dan berdampak pada meningkatnya beban kerja petugas kebersihan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Usmulyono, mengatakan peningkatan volume sampah membuat petugas harus menambah ritasi pengangkutan. Bahkan, di sejumlah titik, DLH terpaksa menambah armada dan memberlakukan lembur bagi petugas lapangan.

"Tahun ini luar biasa. Semua buah turun pada bulan-bulan ini, sehingga kami mendapat limpahan pekerjaan. Paling tidak sekarang ada peningkatan sekitar 20 persen," ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Usmulyono, peningkatan timbulan sampah di Pontianak tidak hanya menambah beban pengangkutan, tetapi juga menuntut penanganan lebih cepat agar tidak terjadi penumpukan di tempat pembuangan sementara (TPS).

Di beberapa wilayah, tenaga manusia bahkan sudah tidak lagi mampu menangani volume sampah yang terus bertambah sehingga harus dibantu menggunakan alat berat.

"Kami terpaksa menambah armada angkutan, jumlah ritasi, dan petugas kami lemburkan. Kadang-kadang di satu daerah, tenaga manusia tidak cukup lagi, sehingga kami sudah menggunakan alat berat," katanya.

Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Kota Pontianak. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Tahun 2025, timbulan sampah di Kota Pontianak mencapai 480,213 ton per hari. Dari jumlah tersebut, pengurangan sampah baru mencapai 18,87 persen, sehingga sekitar 377,83 ton sampah per hari masih berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Untuk menekan jumlah sampah yang masuk ke TPA, Pemerintah Kota Pontianak terus mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di setiap kecamatan.

Melalui sistem ini, sampah yang masuk tidak langsung dibuang seluruhnya ke TPA, tetapi dipilah dan dikelola terlebih dahulu. Hanya sampah residu yang kemudian diangkut ke tempat pemrosesan akhir.

"Wujudnya TPS 3R. Jadi sampah yang masuk kita kurangi, residunya saja yang kita buang," jelas Usmulyono.

Ia menilai, jika konsep TPS 3R berjalan optimal, jumlah sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan sekaligus mengurangi beban armada pengangkut maupun petugas kebersihan.

Usmulyono menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Sesuai ketentuan, sampah merupakan tanggung jawab pihak yang menghasilkan sehingga pengelolaannya harus dimulai dari rumah tangga hingga lingkungan sekitar.

Karena itu, ia mengajak masyarakat membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan melalui bank sampah atau kelompok pengelola sampah di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, kebiasaan tersebut akan membuat pengelolaan sampah di Kota Pontianak lebih efektif, sekaligus mendukung upaya pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA.

"Pengolahan sampah harus dimulai dari rumah dan di tingkat wilayah. Kalau residunya saja yang dibuang, beban pengangkutan dan TPA akan jauh berkurang," pungkasnya. (*)

DLH Pontianak Ajak Warga Gotong Royong Bersihkan Parit dan Lingkungan
DLH Pontianak Ajak Warga Gotong Royong Bersihkan Parit dan Lingkungan
Sunday, 10/05/2026

KALBARONLINE.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak menggelar aksi bersih-bersih parit dan lingkungan di Jalan Parit Pangeran Dalam, Kompleks Pondok Pangeran I dan II, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu melibatkan warga RW 27 dan RW 28, unsur kecamatan, RT/RW, tokoh masyarakat, perangkat daerah, lembaga swadaya masyarakat hingga anggota DPRD Kota Pontianak.

Plt Kepala DLH Kota Pontianak, M Yamin, mengatakan aksi bersih parit tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan drainase yang memiliki peran penting dalam mencegah genangan dan menjaga kebersihan kota.

“Kebersihan itu sebagian dari iman. Ini menjadi titik tolak kita untuk melakukan kegiatan hari ini,” ujarnya.

Menurut Yamin, kegiatan bersih lingkungan ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga Pemerintah Kota Pontianak agar seluruh elemen masyarakat ikut terlibat menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Ia menegaskan, menjaga kebersihan Kota Pontianak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar lingkungan tetap bersih dan sehat.

“Kita harus bersama-sama membersihkan lingkungan yang ada di sekitar kita. Mudah-mudahan ke depan Kota Pontianak semakin bersih, dan itu membutuhkan partisipasi kita semua,” katanya.

Dalam aksi tersebut, DLH bersama warga menargetkan pembersihan parit sepanjang kurang lebih 500 meter. Yamin berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi bisa tumbuh menjadi kebiasaan dan kesadaran bersama.

“Saya berharap ini bukan hanya rutinitas, tetapi masuk ke dalam sanubari kita bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama,” ucapnya.

Selain menggelar aksi bersih parit, DLH Kota Pontianak juga terus melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Penataan dilakukan mulai dari tempat pembuangan sementara (TPS) hingga tempat pembuangan akhir (TPA).

“Kami dari DLH akan mencoba memanajemen dari hulu sampai hilir, supaya sampah di Kota Pontianak ini semakin tertangani dengan baik. TPA sampai TPS juga akan terus kita benahi,” jelas Yamin.

Ia turut mengapresiasi seluruh warga, tokoh masyarakat, perangkat wilayah, dan anggota DPRD yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi kunci menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam kegiatan kebersihan ini,” pungkasnya. (*)