Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
dmi pontianak
Edi Kamtono Dorong Masjid di Pontianak Jadi Pusat Pembinaan Umat dan Pemberdayaan Ekonomi
Edi Kamtono Dorong Masjid di Pontianak Jadi Pusat Pembinaan Umat dan Pemberdayaan Ekonomi
Friday, 24/07/2026

KALBARONLINE.com – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mendorong masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal itu disampaikan Edi saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) DMI Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Jumat (24/07/2026).

Menurutnya, meski kepengurusan DMI telah terbentuk hingga tingkat kecamatan dan aktif menggelar berbagai kegiatan, fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat masih perlu terus diperkuat.

"Harapan kita, masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga tempat pembinaan umat, ekonomi, dan lain sebagainya. Ini memang masih belum optimal kita rasakan," ujarnya.

Edi yang juga menjabat Wali Kota Pontianak menyebut, saat ini Kota Pontianak memiliki 347 masjid dan hampir 600 musala. Jumlah tersebut dinilai menjadi potensi besar apabila dikelola melalui program yang kreatif, inovatif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Potensi ekonomi di masjid itu sebenarnya sangat besar. Kalau ini kita koordinir dan kembangkan, bisa menjadi kekuatan umat Islam, terutama dalam pemberdayaan ekonomi," katanya.

Ia menilai, apabila setiap masjid mampu menghimpun dan mengelola dana secara produktif, maka akan tercipta kekuatan ekonomi umat yang signifikan. Karena itu, DMI diharapkan dapat membangun kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah dan berbagai pihak untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

Selain pemberdayaan ekonomi, Edi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan masjid, termasuk peningkatan kapasitas imam, takmir, pengurus masjid, serta pengelolaan kegiatan keagamaan.

"Program ke depan yang bisa kita implementasikan adalah meningkatkan kualitas pelayanan masjid kepada masyarakat, termasuk kualitas imam dan takmir," jelasnya.

Ia juga menyoroti masih adanya persoalan administrasi terkait sertifikasi lahan masjid dan tanah wakaf yang perlu segera diselesaikan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Pontianak setiap tahun mengalokasikan dana hibah sekitar Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar untuk mendukung pembangunan maupun rehabilitasi masjid. Selain itu, pemerintah juga mulai memberikan perhatian terhadap pembangunan fisik madrasah tradisional sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia.

"Kita sekarang juga fokus menangani madrasah-madrasah secara fisik, karena madrasah sangat penting untuk SDM masyarakat," katanya.

Melalui Musda DMI 2026, Edi berharap seluruh peserta dapat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masjid di wilayah masing-masing sehingga dapat dirumuskan menjadi program kerja yang lebih implementatif.

"Dalam musyawarah ini semua berkesempatan menyampaikan hal-hal untuk kemajuan ke depan, termasuk masalah yang dihadapi di masing-masing kecamatan dan masjid," ujarnya.

Ia juga berharap kepengurusan DMI Kota Pontianak ke depan mampu menjadi contoh bagi DMI di kabupaten/kota lain melalui program-program yang inovatif dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan umat.

"DMI Kota harus berusaha membuat program yang implementatif, kreatif, dan memberi dampak positif, terutama bagi perekonomian umat dan jamaah," pungkasnya. (*)

Jusuf Kalla Puji Pontianak Hijau dan Tertata, Nilai Agama Dinilai Berperan Jaga Lingkungan
Jusuf Kalla Puji Pontianak Hijau dan Tertata, Nilai Agama Dinilai Berperan Jaga Lingkungan
Thursday, 15/01/2026


KALBARONLINE.com – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, memuji penataan Kota Pontianak yang dinilainya hijau, tertata, dan mencerminkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari nilai-nilai keagamaan yang hidup dan dipraktikkan di tengah masyarakat.

Pujian itu disampaikan Jusuf Kalla saat menghadiri pelantikan Pengurus DMI Provinsi Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (15/1/2026). Dalam agenda tersebut, Gubernur Kalbar Ria Norsan kembali dilantik sebagai Ketua DMI Kalbar periode 2025–2030.

“Sepanjang jalan kita lihat, hutan-hutan kotanya terjaga. Ini mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan, dan itu bagian dari ajaran agama,” ujar Jusuf Kalla, mengaku terkesan dengan wajah Pontianak yang hijau sejak memasuki kota.

Mantan Wakil Presiden RI itu menegaskan, menjaga lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan beragama. Karena itu, ia berharap nilai tersebut terus dipegang oleh seluruh pengurus dan anggota DMI, khususnya di Kalimantan Barat, dalam menjalankan peran organisasi.

Jusuf Kalla juga mengingatkan kembali prinsip dasar DMI, yakni memakmurkan masjid dan dimakmurkan oleh masjid. Baginya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, pendidikan, sosial, sekaligus penguatan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Masjid harus hidup dengan kegiatan yang bermanfaat bagi umat, dan dari masjid pula lahir nilai-nilai kebaikan, termasuk kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial,” jelasnya.

Ia berharap kepengurusan DMI Kalimantan Barat yang baru dapat memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban umat yang religius, ramah lingkungan, dan peka terhadap persoalan sosial. Sinergi nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan dinilainya menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang juga menjabat Ketua DMI Kota Pontianak, menyampaikan apresiasi atas penilaian Ketua Umum DMI terhadap wajah kota. Ia menegaskan, penataan kota yang hijau dan berkelanjutan tidak terlepas dari peran aktif masyarakat serta penguatan nilai-nilai keagamaan.

“Lingkungan yang bersih, hijau, dan tertata merupakan bagian dari ibadah. Ini menjadi komitmen kami bersama masyarakat, termasuk melalui peran masjid,” ungkap Edi.

Sebagai Ketua DMI Kota Pontianak, Edi menekankan pentingnya masjid menjadi pusat edukasi umat, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga kepedulian sosial dan lingkungan. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis menanamkan kesadaran menjaga kebersihan, penghijauan, serta pengelolaan lingkungan di tingkat komunitas.

“Masjid harus menjadi teladan. Dari masjid kita ajak jamaah peduli lingkungan, menjaga kebersihan, menanam pohon, dan membangun kebersamaan sosial. Inilah makna memakmurkan masjid dan dimakmurkan oleh masjid,” tutupnya. (Red)