Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
doa lintas agama
Hadapi Kekeringan dan Ancaman Karhutla, Kodim Putussibau Gelar Doa Lintas Agama
Hadapi Kekeringan dan Ancaman Karhutla, Kodim Putussibau Gelar Doa Lintas Agama
Tuesday, 25/08/2026

KALBARONLINE.com – Di tengah kondisi cuaca yang masih kering dan ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kodim 1206/Putussibau melakukan ikhtiar melalui doa lintas agama untuk memohon turunnya hujan, Selasa (25/8/2026).

Personel Kodim 1206/Putussibau yang beragama Islam melaksanakan Sholat Istisqa di Lapangan Tenis Kodim 1206/Putussibau. Sementara personel beragama Nasrani mengikuti doa bersama di Aula Alambhana Makodim 1206/Putussibau.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan tata cara ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Meski berbeda dalam pelaksanaan, seluruh personel memiliki harapan yang sama, yakni hujan segera turun dan kondisi alam kembali membaik.

Bagi umat Islam, Sholat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar untuk memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT agar hujan segera diturunkan. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan dan memanjatkan doa agar wilayah Kapuas Hulu mendapat curah hujan yang cukup.

Sementara itu, personel beragama Nasrani memanjatkan doa bersama di Aula Alambhana. Doa tersebut menjadi bentuk pengharapan agar hujan segera turun, kondisi alam kembali membaik, serta masyarakat diberikan keselamatan dan kesehatan.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama di lingkungan Kodim 1206/Putussibau.

Di tengah kondisi kekeringan yang berkepanjangan, potensi Karhutla juga menjadi perhatian. Kodim 1206/Putussibau terus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta bersama-sama menjaga wilayah dari ancaman kebakaran.

Dandim 1206/Putussibau mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menghadapi kondisi tersebut. Selain langkah di lapangan, doa juga menjadi bagian dari ikhtiar yang dilakukan personel sesuai agama dan keyakinan masing-masing.

“Kita telah berikhtiar melalui berbagai upaya di lapangan. Hari ini kita juga memanjatkan doa sesuai agama dan keyakinan masing-masing, memohon agar hujan segera turun dan membawa keberkahan serta keselamatan bagi seluruh masyarakat,” ungkap Dandim 1206/Putussibau.

Melalui Sholat Istisqa dan doa bersama tersebut, Kodim 1206/Putussibau berharap hujan segera mengguyur wilayah Kapuas Hulu. Selain mengurangi dampak kekeringan, hujan diharapkan membantu mencegah Karhutla dan memberikan kesejukan bagi masyarakat. (Haq)

Doa Lintas Agama di Ketapang, Alexander Wilyo Ajak Warga Perkuat Ikhtiar Hadapi Kekeringan
Doa Lintas Agama di Ketapang, Alexander Wilyo Ajak Warga Perkuat Ikhtiar Hadapi Kekeringan
Monday, 10/08/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama tokoh lintas agama dan masyarakat menggelar doa bersama lintas agama di halaman Kantor Bupati Ketapang, Minggu (9/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon keselamatan, perlindungan, keberkahan, serta turunnya hujan di tengah kondisi cuaca kering yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang dalam beberapa pekan terakhir.

Doa bersama dihadiri para pemuka agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar doa bersama, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Menjaga Ketapang merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah daerah,” kata Alexander Wilyo.

Menurutnya, doa harus berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan, khususnya selama kondisi cuaca masih kering.

“Menghadapi kondisi alam tidak cukup hanya dengan doa, tetapi harus disertai tindakan nyata. Mari kita hemat penggunaan air, tingkatkan kewaspadaan, jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan bersama-sama menjaga lingkungan,” ujarnya.

Alexander juga mengajak masyarakat di seluruh 20 kecamatan di Kabupaten Ketapang untuk turut melaksanakan doa bersama dengan melibatkan pemuka agama dan tokoh masyarakat di wilayah masing-masing.

Ia berharap doa yang dipanjatkan secara bersama-sama dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk memohon turunnya hujan sehingga kondisi lingkungan kembali membaik dan masyarakat terhindar dari ancaman karhutla.

“Kita semua berpijak di tanah yang sama, menghirup udara yang sama dan mencari rezeki di bumi yang sama. Karena itu, ketika Ketapang menghadapi kekeringan dan ancaman karhutla, sudah semestinya seluruh masyarakat ikut mengambil bagian dalam menjaganya,” tutur Alexander.

Doa Lintas Agama di Ketapang, Alexander Wilyo Ajak Warga Perkuat Ikhtiar Hadapi Kekeringann
Alexander Wilyo ajak warga Ketapang memperkuat ikhtiar menghadapi kekeringan dan ancaman karhutla melalui doa bersama lintas agama (Foto: Adi LC/KALBARONLINE.com)​

Sementara itu, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang kondisi lahannya kering dan mudah terbakar.

Kepolisian menegaskan akan mengambil tindakan tegas dan memproses secara hukum apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan.

Ketua PCNU Ketapang Dr. KH. Abdullah Al-Faqir juga mengajak masyarakat dan para pemuka agama untuk terus memperbanyak doa, khususnya setelah melaksanakan ibadah.

Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan kembali membaik dan masyarakat terhindar dari berbagai musibah serta bencana.

Doa bersama lintas agama tersebut sekaligus menjadi gambaran kuatnya kerukunan masyarakat Ketapang yang hidup dalam keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat.

Alexander menegaskan, keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan untuk bersama-sama menjaga daerah.

“Berbeda dalam identitas, kita tetap bersatu dalam kehidupan. Beragam dalam budaya, kita tetap satu dalam menjaga Ketapang,” pungkasnya. (Adi LC)