Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
donor darah
HUT Humas Polri ke-75, Polres Ketapang Gelar Donor Darah untuk Bantu Sesama
HUT Humas Polri ke-75, Polres Ketapang Gelar Donor Darah untuk Bantu Sesama
Wednesday, 21/10/2026

KALBARONLINE.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Humas Polri ke-75, Seksi Hubungan Masyarakat (Si Humas) Polres Ketapang menggelar kegiatan donor darah di Rumah Sakit dr. Agoesdjam Ketapang, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan sosial tersebut diikuti Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama, para kapolsek jajaran, serta personel Polres Ketapang yang secara sukarela mendonorkan darah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengatakan, donor darah merupakan wujud kepedulian Polri terhadap sesama, terutama pasien yang membutuhkan transfusi darah untuk keperluan medis.

“Melalui kegiatan donor darah ini, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Polri bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan darah dan menumbuhkan semangat solidaritas kemanusiaan,” ujarnya.

Pelaksanaan donor darah melibatkan petugas medis Rumah Sakit dr. Agoesdjam Ketapang. Sebelum mendonorkan darah, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi tubuh memenuhi persyaratan sebagai pendonor.

Putra berharap, momentum HUT Humas Polri ke-75 dapat semakin memperkuat semangat pengabdian personel Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dan saling membantu.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi masyarakat serta semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, Si Humas Polres Ketapang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Peringatan HUT Humas Polri ke-75 pun menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian, menumbuhkan kepedulian, dan membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat. (Adil LC)

Donor Darah Aston dan Transera Hotel Kumpulkan 100 Kantong Darah
Donor Darah Aston dan Transera Hotel Kumpulkan 100 Kantong Darah
Wednesday, 07/10/2026

KALBARONLINE.com – Sebanyak 100 kantong darah terkumpul dalam kegiatan donor darah yang digelar Aston Pontianak Hotel & Convention Center bersama Transera Hotel dan Palang Merah Indonesia (PMI), Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Khatulistiwa Room, Lantai 1 Aston Pontianak, mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB tersebut merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-16 Aston Pontianak dan HUT ke-14 Transera Hotel.

General Manager Aston Pontianak, Udik Setiadi, mengatakan antusiasme dari berbagai kalangan membuat target kegiatan donor darah tersebut tercapai.

“Kami sangat bersyukur melihat antusiasme dari berbagai pihak yang hadir dan ikut berpartisipasi. Terkumpulnya 100 kantong darah menjadi pencapaian yang luar biasa bagi kami. Ini membuktikan bahwa ketika kita bergerak bersama, sebuah kegiatan sederhana dapat memberikan manfaat yang besar bagi sesama,” ujar Udik.

Para pendonor berasal dari berbagai kalangan, mulai dari karyawan Aston Pontianak dan Transera Hotel, mitra bisnis, perusahaan, perbankan, TNI, Kepolisian, tamu dan pengunjung hotel, masyarakat umum, hingga pekerja industri perhotelan di Pontianak.

Menurut penyelenggara, 100 kantong darah yang terkumpul menjadi catatan tersendiri dan merupakan jumlah terbanyak yang berhasil dikumpulkan dalam kegiatan donor darah yang mereka gelar.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketersediaan stok darah di PMI. Selain donor darah, kegiatan diisi dengan pemeriksaan mata dari Optik Bintang Terang serta pemeriksaan kesehatan dari NMC Klinik.

Udik mengatakan, momentum ulang tahun kedua hotel tidak hanya dimanfaatkan untuk perayaan internal, tetapi juga untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat kepedulian dan kebiasaan untuk berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Pontianak,” katanya.

Aston Pontianak dan Transera Hotel juga menyampaikan apresiasi kepada para pendonor, PMI, mitra bisnis, komunitas, instansi, serta berbagai pihak yang ikut mendukung kegiatan tersebut.

Kegiatan donor darah ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah sekaligus membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. (Lid)

Sehari Butuh 50-200 Kantong Darah, PMI Pontianak Ajak Warga Rutin Donor
Sehari Butuh 50-200 Kantong Darah, PMI Pontianak Ajak Warga Rutin Donor
Wednesday, 07/10/2026

KALBARONLINE.com – Kebutuhan darah di Kota Pontianak mencapai sekitar 50 hingga 200 kantong per hari. Tingginya kebutuhan tersebut salah satunya dipengaruhi banyaknya pasien dari berbagai daerah di Kalimantan Barat yang dirujuk ke rumah sakit di Pontianak.

Wakil Ketua Bidang Bantuan dan Bencana PMI Kota Pontianak, AKBP Purnawirawan Syarifah Salbiah, mengatakan salah satu rumah sakit dengan kebutuhan darah cukup tinggi adalah RSUD dr. Soedarso Pontianak.

“Permintaan darah yang paling banyak itu di Rumah Sakit Soedarso. Walaupun mereka sudah ada UDD, mereka belum bisa meng-cover kebutuhan mereka. Mereka masih meminta kebutuhan itu dipenuhi oleh PMI Kota Pontianak,” kata Salbiah saat menghadiri aksi donor darah di Aston Pontianak, Rabu (7/10/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PMI Kota Pontianak terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak. Mulai dari hotel, organisasi, instansi pemerintah hingga masyarakat diajak rutin menggelar kegiatan donor darah.

“Saat ini Aston, dan biasanya juga ada hotel-hotel lain yang melaksanakan donor darah. Ini sangat membantu untuk pemenuhan kebutuhan darah di Kota Pontianak, khususnya untuk meng-cover pasien-pasien di Provinsi Kalimantan Barat yang dirawat di rumah sakit rujukan, Rumah Sakit Soedarso,” ujarnya.

Salbiah mengatakan kebutuhan 50 hingga 200 kantong darah per hari belum selalu terpenuhi. Dalam kondisi tertentu, stok darah dapat kosong. Namun, PMI berupaya mengatasinya melalui jaringan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Ya, kadang kosong, tapi perlahan-lahan bisa terpenuhi karena berkat kerja sama. Kerja sama dari pihak perhotelan, organisasi, dinas dan instansi, serta masyarakat juga sudah menyadari betapa pentingnya untuk bersama-sama kita berjuang untuk kemanusiaan,” katanya.

PMI juga memiliki mekanisme komunikasi dengan para mitra melalui hotline. Ketika stok darah tertentu kosong dan membutuhkan pendonor, operator akan menghubungi pihak-pihak yang telah bekerja sama.

“Kita ada hotline. Apabila darah kosong, kita cek. Apabila sudah harus berdonor, dari pihak operator kami akan menghubungi dan alhamdulillah bisa terpenuhi sesuai dengan permintaan,” ujar Salbiah.

Dalam kegiatan donor darah, kata Salbiah, PMI tidak hanya mengandalkan pendonor baru. Sebagian besar pendonor yang sudah terdata merupakan pendonor rutin. Namun, pendonor pemula juga tetap berdatangan untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan darah.

Menurut Salbiah, pendonor darah dapat berasal dari usia 18 hingga 65 tahun. Saat ini, pendonor paling banyak berada pada rentang usia sekitar 40 tahun.

Namun, PMI juga mulai melihat semakin banyak anak muda yang tertarik menjadi pendonor.

“Sekarang sih sudah cukup banyak. Karena kita juga di sekolah ada yang namanya relawan. Kemudian mereka juga memberikan edukasi kepada teman-teman sebayanya,” ujarnya.

Salbiah mengatakan kebutuhan darah saat ini cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu, PMI perlu memperluas jaringan agar ketersediaan darah tetap terjaga.

“Kebutuhan meningkat, jadi untuk pemenuhan juga harus meningkat. Karena kita harus memperluas jaringan kita. Kita membuka diri untuk bekerja sama dengan siapa saja untuk memenuhi kebutuhan,” pungkasnya. (Lid)

Edi Ajak Warga Rutin Donor Darah, Waspadai Modus Penipuan Berkedok PMI
Edi Ajak Warga Rutin Donor Darah, Waspadai Modus Penipuan Berkedok PMI
Sunday, 24/05/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat untuk semakin aktif melakukan donor darah secara rutin. Ajakan itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan donor darah dalam rangka HUT ke-54 PMI Kota Pontianak, Minggu (24/5/2026).

Menurut Edi, kebutuhan darah di Kota Pontianak setiap harinya cukup tinggi. Rata-rata stok darah yang tersedia dari para pendonor hanya berkisar 75 hingga 100 kantong per hari, sementara kebutuhan darah mencapai sekitar 125 hingga 140 kantong setiap harinya.

“Kekurangannya biasanya kita cari dari pendonor-pendonor yang sudah terdata. Oleh karena itu saya mengajak semua untuk menjadi pejuang kemanusiaan lewat donor darah,” katanya.

Selain mengajak masyarakat aktif mendonor, Edi juga mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan donor darah, PMI, maupun kebutuhan darah pasien.

Ia meminta masyarakat memastikan setiap informasi kebutuhan darah melalui kanal resmi PMI, rumah sakit, atau keluarga pasien yang jelas agar tidak dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab.

“Kalau ada informasi kebutuhan darah, pastikan dulu sumbernya. Jangan mudah percaya jika ada pihak yang meminta uang atau memanfaatkan situasi atas nama donor darah,” tegasnya.

Menurut Edi, donor darah merupakan kegiatan kemanusiaan yang harus dijaga kepercayaan dan ketulusannya. Karena itu, jangan sampai niat baik masyarakat untuk membantu sesama justru dimanfaatkan menjadi ajang mencari keuntungan pribadi.

Ia juga menilai PMI menjadi lembaga yang sangat penting dalam membantu pemenuhan kebutuhan darah masyarakat, baik untuk kebutuhan rutin maupun kondisi darurat.

“Saya harapkan pengurus PMI dan kepala UDD bisa terus bekerja maksimal, bagaimana kita bisa melayani secara optimal kebutuhan darah, dan bagaimana pelayanan semakin baik serta meningkat,” ujarnya.

Edi turut mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung kegiatan donor darah tersebut, mulai dari panitia, komunitas pendonor, PMI, hingga masyarakat yang ikut berpartisipasi.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan selamat untuk PMI. Mudah-mudahan momentum ini memperluas semangat kemanusiaan dan semakin banyak warga Pontianak yang mau mendonorkan darah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak Endang Tri Purwanto juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan berkedok donor darah.

Ia mengungkapkan, pihaknya menerima informasi adanya oknum yang mengaku bersedia mendonorkan darah, namun meminta imbalan berupa uang atau makanan kepada keluarga pasien yang sedang membutuhkan darah.

“Yang bersangkutan membutuhkan pendonor darah, tetapi tiba-tiba ada orang yang mau mendonorkan, lalu meminta uang atau diberikan makanan dan sebagainya. Ada yang menyebut Rp50 ribu atau mungkin sejumlah uang yang lain,” katanya.

Menurut Endang, pola seperti itu patut diwaspadai karena berpotensi mengarah pada tindak pidana, baik berupa penipuan maupun pemerasan.

“Dari situ kita bisa melihat bahwa ini merupakan salah satu modus yang bisa diduga sebagai kejahatan. Entah pemerasan, entah penipuan, sesuai nanti fakta hukum yang ditemukan,” ujarnya.

Meski belum ada laporan resmi terkait tindak pidana tersebut, kepolisian mengaku terus melakukan pemantauan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menjadi korban.

Ia menegaskan, donor darah sejatinya dilakukan secara sukarela tanpa meminta imbalan apa pun.

“Saya yakin orang yang mendonorkan darah itu tidak meminta imbalan. Karena imbalannya hanya dari Allah SWT atau dari Sang Pencipta. Kita semua bergerak atas nama kemanusiaan,” tegasnya.

Kapolresta Pontianak juga meminta masyarakat untuk tidak langsung percaya apabila ada pihak yang meminta uang dengan alasan donor darah. Warga diimbau memastikan informasi melalui PMI, rumah sakit, atau keluarga pasien yang jelas.

“Jangan sampai ada orang yang membutuhkan justru dijadikan ladang bisnis atau ladang mencari cuan. Abaikan saja orang-orang seperti itu. Jangan tergoda, jangan langsung membayar atau memberikan sesuatu,” pesannya.

Menurutnya, jika modus seperti ini dibiarkan, bukan tidak mungkin akan berkembang menjadi tindak kejahatan yang lebih besar di kemudian hari.

“Kalau dibiarkan, ini bisa menjadi awal munculnya kejahatan seperti pemerasan dan penipuan. Jadi masyarakat harus berhati-hati,” pungkasnya. (*)