Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
flona bumi khatulistiwa
Durian Asal Punggur Dominasi Kontes Durian di Pameran Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa
Durian Asal Punggur Dominasi Kontes Durian di Pameran Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa
Sunday, 19/07/2026

KALBARONLINE.com – Petani durian asal Punggur mendominasi ajang Kontes Durian yang menjadi salah satu rangkaian Pameran Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa di Halaman Kolam Renang Ampera, Pontianak, Minggu (19/7/2026).

Kontes tersebut menjadi wadah untuk menampilkan kualitas durian unggulan dari berbagai daerah sekaligus mempromosikan potensi buah lokal Kalimantan Barat kepada masyarakat.

Penyerahan hadiah kepada para pemenang dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menampilkan durian terbaik hasil budidaya masing-masing.

Juara pertama diraih Ismail dengan varietas durian Jantung Hati asal Punggur. Posisi kedua ditempati Roan dengan varietas Kabu asal Balai Karangan. Sementara juara ketiga diraih Arjuna melalui varietas Kulit Hijau yang juga berasal dari Punggur.

Amirullah mengatakan, penyelenggaraan kontes durian tidak hanya bertujuan menentukan buah terbaik, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan plasma nutfah dan keunggulan varietas durian lokal kepada masyarakat.

Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki banyak varietas durian dengan cita rasa khas yang berpotensi menjadi komoditas unggulan daerah.

"Kontes ini merupakan bentuk apresiasi kepada para petani yang terus berupaya menghasilkan durian berkualitas. Pemerintah berharap kegiatan seperti ini dapat memotivasi petani untuk terus meningkatkan kualitas budidaya, mulai dari pemeliharaan tanaman hingga menghasilkan buah yang memiliki daya saing," ujarnya.

Ia menambahkan, sektor hortikultura, khususnya komoditas durian, memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola secara berkelanjutan. Karena itu, pemerintah mendorong agar potensi tersebut terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, promosi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Menurut Amirullah, pameran yang menghadirkan berbagai jenis flora dan fauna ini juga menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai kekayaan hayati yang dimiliki Kalimantan Barat.

Selain menjadi destinasi rekreasi keluarga, kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi para petani dan pelaku usaha lokal.

"Melalui pameran ini masyarakat dapat mengenal lebih dekat berbagai varietas durian unggulan daerah. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap produk lokal sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para petani," tuturnya.

Ia berharap Pameran Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai wadah promosi, edukasi, dan pengembangan sektor pertanian. Dengan demikian, berbagai komoditas unggulan daerah, termasuk durian, semakin dikenal luas dan memiliki nilai tambah yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. (*)

Edi Kamtono Dorong Pameran Flona Jadi Agenda Tahunan, Angkat Potensi Hayati dan Ekonomi Kalbar
Edi Kamtono Dorong Pameran Flona Jadi Agenda Tahunan, Angkat Potensi Hayati dan Ekonomi Kalbar
Wednesday, 15/07/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong Pameran Flora dan Fauna (Flona) Bumi Khatulistiwa menjadi agenda tahunan sebagai upaya mempromosikan kekayaan hayati Kalimantan Barat sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama saat musim panen buah.

Hal itu disampaikannya saat membuka Pameran Flona Bumi Khatulistiwa yang digelar di halaman Kolam Renang Ampera, Pontianak, pada 15–20 Juli 2026.

Menurut Edi, Kalimantan Barat memiliki potensi besar di sektor flora, mulai dari tanaman hias, tanaman produktif, hingga aneka buah lokal seperti rambutan, manggis, langsat, dan durian. Potensi tersebut perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat melalui pameran agar semakin dikenal luas.

"Pontianak ini sedang dibanjiri buah-buahan khas Kalimantan Barat. Rambutannya, manggisnya, langsatnya, bahkan duriannya, ini sangat luar biasa," ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Ia menilai pameran semacam ini bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga menjadi wadah yang mempertemukan petani, pelaku usaha, komunitas, pehobi, UMKM, dan masyarakat dalam satu ruang yang produktif.

Selain menampilkan aneka buah lokal, kegiatan tersebut juga diramaikan berbagai aktivitas komunitas, bazar, hingga kontes durian yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Edi menambahkan, Pontianak sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat memiliki peran strategis dalam mempromosikan kekayaan hayati daerah. Menurutnya, potensi tanaman hias maupun tanaman produktif masih sangat terbuka untuk terus dikembangkan.

Meski lahan di kawasan perkotaan semakin terbatas, ia mengajak masyarakat memanfaatkan lahan-lahan kosong yang belum produktif untuk penghijauan maupun budidaya tanaman.

"Lahan-lahan kosong yang tidak produktif harus kita hijaukan," ucapnya.

Edi juga mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan pohon dan ruang terbuka hijau di Kota Pontianak. Ia mengaku memiliki hobi menanam pohon dan menilai penghijauan menjadi salah satu faktor yang membuat Kota Pontianak tetap asri dan nyaman.

"Karena saya juga hobinya menanam pohon. Hasilnya yang kita lihat sekarang, Kota Pontianak alhamdulillah hijau," katanya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak menebang pohon sembarangan. Apabila penebangan harus dilakukan karena kebutuhan pembangunan atau akses jalan, maka wajib disertai penanaman kembali pohon pengganti.

"Kalaupun diizinkan, mereka harus mengganti minimal 50 sampai 100 bibit pohon pengganti," tegasnya.

Edi berharap Pameran Flona Pontianak dapat terus digelar secara rutin setiap tahun. Bahkan, jika antusiasme masyarakat terus meningkat, kegiatan tersebut dinilai layak dilaksanakan lebih dari sekali dalam setahun.

"Insya Allah ini akan menjadi agenda tetap tahunan, bahkan kalau bisa setahun lebih dari satu kali," ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk semakin mencintai flora dan fauna serta memanfaatkan potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, pelestarian kekayaan hayati tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Mari kita galakkan cinta flora dan fauna untuk keberlangsungan kehidupan alam yang lestari," pungkasnya. (*)

Ayam Brahma hingga America Silkie Ramaikan Flona Bumi Khatulistiwa, Harga Tembus Rp1 Juta per Ekor
Ayam Brahma hingga America Silkie Ramaikan Flona Bumi Khatulistiwa, Harga Tembus Rp1 Juta per Ekor
Wednesday, 15/07/2026

KALBARONLINE.com – Pameran Flora dan Fauna (Flona) Bumi Khatulistiwa di Halaman Kolam Renang Ampera, Pontianak, tak hanya menyuguhkan koleksi tanaman hias dan aneka satwa. Ajang yang berlangsung pada 15–19 Juli 2026 ini juga menjadi daya tarik bagi pencinta ayam hias dengan menghadirkan sedikitnya 15 jenis ayam dari berbagai negara.

Mulai dari ayam Brahma asal India hingga America Silkie yang dikenal dengan bulunya yang lembut, berbagai jenis ayam hias dipamerkan untuk memperkenalkan keunikan sekaligus mengembangkan hobi masyarakat terhadap unggas hias.

Salah seorang peserta pameran, Udin, pemilik Parma Farm, membawa koleksi ayam hias miliknya ke ajang tersebut. Selain 15 jenis ayam, ia juga menampilkan seekor Golden Pheasant dan Merak Biru India sebagai daya tarik bagi pengunjung.

"Untuk jenis ayam ada 15, kemudian ditambah satu jenis Golden Pheasant dan Merak Biru India," ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Udin mengaku mulai menekuni usaha ayam hias sejak 2019. Ketertarikannya berawal dari kekaguman terhadap bentuk tubuh, karakter, hingga warna bulu setiap jenis ayam yang dinilai memiliki keunikan tersendiri.

"Melihat bentuk tubuh, karakter, dan warnanya itu menjadi hiburan tersendiri. Ada kepuasan batin saat melihat ayam-ayam ini," katanya.

Ia menceritakan, pada awalnya dirinya bersama komunitas pencinta ayam hias di Kalimantan Barat patungan membeli bibit dari Pulau Jawa. Setelah itu, ayam-ayam tersebut dikembangbiakkan di daerah masing-masing.

Kini, di penangkarannya yang berlokasi di Jalan Tanjung Raya II, Gang Nusakarya, Parit Mayor, Pontianak, Udin memelihara sekitar 20 jenis ayam hias dengan populasi hampir 200 ekor.

Menurutnya, perawatan ayam hias pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan ayam pada umumnya. Perbedaan utamanya terletak pada pemberian protein dan vitamin agar kesehatan serta kualitas bulu tetap terjaga.

"Pakan utamanya jagung halus dan beras merah. Tidak ada pakan khusus, sama seperti ayam lainnya, hanya proteinnya lebih diperhatikan," jelasnya.

Dari berbagai koleksi yang dimiliki, ayam Brahma asal India menjadi jenis yang paling banyak diburu kolektor di Pontianak. Posturnya yang besar serta corak bulunya yang beragam menjadi daya tarik utama.

Sementara itu, America Silkie juga memiliki banyak penggemar, terutama dari kalangan perempuan. Ayam ini dikenal karena tekstur bulunya yang sangat lembut hingga kerap disebut menyerupai bulu kucing anggora.

"Silkie banyak peminatnya karena bulunya lembut, katanya mirip kucing anggora. Warnanya juga ada lima varian," ujarnya.

Udin menilai minat masyarakat terhadap ayam hias di Pontianak terus mengalami peningkatan. Harga jualnya pun bervariasi, bergantung pada jenis, usia, serta kualitas ayam.

"Anakan mulai sekitar Rp100 ribu. Semakin besar usianya, harganya naik terus. Yang paling mahal rata-rata di atas Rp1 juta per ekor seperti Ayam America Silkie itu," pungkasnya. (Lid)

Jelajahi Kekayaan Flora dan Fauna Kalbar di Pameran Flona Bumi Khatulistiwa Pontianak
Jelajahi Kekayaan Flora dan Fauna Kalbar di Pameran Flona Bumi Khatulistiwa Pontianak
Wednesday, 15/07/2026

KALBARONLINE.com – Warga Pontianak kini bisa menikmati "miniatur" kekayaan hayati Kalimantan Barat dalam satu lokasi. Tak hanya menyuguhkan beragam tanaman hias, Pameran Flora dan Fauna (Flona) Bumi Khatulistiwa juga menghadirkan koleksi satwa eksotis, bazar durian, hingga berbagai kegiatan edukatif yang berlangsung di Halaman Kolam Renang Ampera, 15–19 Juli 2026.

Ketua Panitia, Misriwanto, mengatakan penyelenggaraan pameran ini bertujuan memperkenalkan kekayaan flora dan fauna Kalimantan Barat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.

"Harapan kami, pemerintah dan instansi terkait terus mendukung kegiatan seperti ini karena juga berkaitan dengan pengembangan pariwisata. Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi agenda rutin sehingga masyarakat semakin mengetahui potensi yang harus dikembangkan dan dilestarikan di Kalimantan Barat," ujarnya.

Menurut Misriwanto, pada penyelenggaraan perdana ini panitia lebih banyak menampilkan koleksi tanaman karena komunitas pecinta tanaman di Kalimantan Barat sudah berkembang cukup pesat. Sementara itu, kehadiran koleksi reptil dan satwa menjadi sarana memperkenalkan komunitas pencinta fauna yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat.

"Kami ingin menunjukkan bahwa komunitas flora dan fauna di Kalimantan Barat juga tidak kalah dengan daerah lain. Harapannya semakin banyak penghobi yang ikut melestarikan tanaman maupun satwa," katanya.

Dalam Pameran Flona Bumi Khatulistiwa, pengunjung dapat melihat berbagai jenis tanaman hias seperti aglaonema, bougenville, dan sansevieria. Selain itu, tersedia pula koleksi tanaman buah seperti durian, alpukat, dan belimbing.

Tak hanya itu, sejumlah satwa juga dipamerkan, mulai dari kelinci, ayam serama, hingga burung cenderawasih yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Meski demikian, Misriwanto menjelaskan tanaman langka belum dapat ditampilkan karena masih harus memenuhi persyaratan perizinan dan belum dapat diikutsertakan dalam kontes.

"Tanaman langka sementara belum bisa kami tampilkan karena harus memenuhi berbagai persyaratan perizinan. Selain itu, tanaman tersebut masih dalam tahap pengembangbiakan," jelasnya.

Selama lima hari penyelenggaraan, masyarakat juga dapat menikmati bazar flora dan fauna, bazar durian dan produk lokal, kontes tanaman hias, pelatihan budidaya, bincang santai, hingga pembagian bibit tanaman gratis. Panitia juga menyiapkan hiburan dan doorprize untuk menambah kemeriahan acara.

Pada Sabtu (18/7), pengunjung akan disuguhkan agenda spesial berupa makan durian sepuasnya, kontes ayam serama, serta pelatihan teknik budidaya dan pembuahan durian.

Sementara itu, puncak kegiatan pada Minggu (19/7) akan diisi dengan kontes durian, sarasehan durian, penyerahan hadiah lomba, sekaligus penutupan pameran.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan kunjungan ke Sentral Kebun Durian Punggur pada Senin (20/7) sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi durian unggulan Kalimantan Barat kepada masyarakat. (Lid)