Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
genangan air
Pemkot Pontianak Normalisasi Parit Tokaya dan Tambah Dua Pompa untuk Atasi Genangan
Pemkot Pontianak Normalisasi Parit Tokaya dan Tambah Dua Pompa untuk Atasi Genangan
Friday, 09/10/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan normalisasi saluran drainase untuk mengantisipasi genangan, terutama saat hujan deras bertepatan dengan pasang air Sungai Kapuas. Salah satu saluran yang menjadi perhatian adalah Parit Tokaya, yang berfungsi sebagai saluran primer di kawasan Kota Baru dan Pontianak Selatan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pemeliharaan drainase dilakukan secara rutin setiap tahun, mulai dari saluran primer, sekunder hingga tersier, untuk menjaga kelancaran aliran air.

“Parit Tokaya ini salah satu saluran primer utama. Setiap tahun terjadi pendangkalan, sehingga kita lakukan pengerukan baik menggunakan ekskavator amfibi maupun secara manual,” ujarnya saat memantau saluran tersebut, Jumat (9/10/2026).

Selain pengerukan, Pemkot Pontianak tahun ini menambah dua unit pompa berkapasitas besar untuk mempercepat surutnya genangan. Pompa tersebut terutama dibutuhkan ketika hujan turun bersamaan dengan pasang air sungai yang memperlambat aliran dari parit menuju Sungai Kapuas.

“Kalau hujan bersamaan dengan air pasang, aliran dari parit menuju Sungai Kapuas menjadi lebih lambat. Pompa ini kita gunakan untuk membantu menarik air dari kawasan yang masih tergenang supaya lebih cepat kering,” jelasnya.

Edi menerangkan, kondisi topografi Pontianak yang relatif datar menjadi tantangan dalam pengelolaan drainase. Kemiringan lahan yang kecil membuat aliran air sangat bergantung pada kondisi pasang surut Sungai Kapuas.

“Pontianak ini relatif datar. Jadi ketika Sungai Kapuas sedang pasang dan debitnya tinggi, air dari parit-parit akan lebih lambat mengalir. Ketika surut, alirannya akan lebih cepat menuju sungai,” katanya.

Pemkot Pontianak juga memanfaatkan pompa bergerak untuk menangani genangan di titik-titik tertentu. Peralatan tersebut dapat digunakan ketika ditemukan sumbatan pada saluran, tali air maupun parit lingkungan.

Menurut Edi, jaringan saluran primer, sekunder dan tersier secara umum tetap berfungsi sebagai sistem drainase sekaligus saluran pasang surut. Namun, pemeliharaan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah sedimentasi dan penumpukan sampah yang dapat menghambat aliran.

Upaya memperbesar kapasitas saluran juga menghadapi kendala keterbatasan lahan. Sejumlah parit berada di kawasan permukiman padat sehingga pelebaran saluran tidak selalu mudah dilakukan.

“Kalau ingin melebarkan penampang, kita terkendala lahan. Di kanan-kiri saluran sudah cukup padat. Jadi penanganannya harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing kawasan,” jelas Edi.

Selain penanganan fisik, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran drainase. Sampah yang dibuang ke parit dapat menyumbat aliran dan memperlambat surutnya genangan.

“Kuncinya juga masyarakat jangan membuang sampah ke parit. Pemerintah melakukan normalisasi, tetapi kalau salurannya kembali tersumbat sampah, tentu fungsinya tidak maksimal,” tegasnya.

Edi memastikan penanganan genangan tetap menjadi salah satu prioritas Pemkot Pontianak. Ia meminta jajaran terkait terus memantau kondisi saluran dan segera menangani titik-titik yang berpotensi mengalami hambatan aliran.

“Setelah ini kita akan terus berkeliling dan memantau. Saya minta jangan sampai ada lagi sumbatan-sumbatan yang mengganggu jalannya air. Penanganan genangan ini menjadi prioritas dan harus dilakukan terus-menerus,” pungkasnya. (*)

Drainase Gang Pancasila 1 Pontianak Rampung, Warga Lega Tak Lagi Dihantui Genangan
Drainase Gang Pancasila 1 Pontianak Rampung, Warga Lega Tak Lagi Dihantui Genangan
Sunday, 04/10/2026

KALBARONLINE.com – Warga Gang Pancasila 1, Kota Pontianak, kini merasa lega setelah pengerjaan saluran air di lingkungan permukiman mereka rampung.

Perbaikan dan penataan saluran tersebut dinilai berhasil memperlancar aliran air serta mengurangi potensi genangan yang selama ini menjadi persoalan setiap kali hujan dengan intensitas tinggi.

Tokoh warga setempat, Lutfi, mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengerjaan infrastruktur drainase tersebut.

Menurut Lutfi, saluran yang telah diperbaiki kini dapat mengalirkan air dengan lebih lancar karena tidak lagi mengalami sumbatan seperti sebelumnya.

"Kami mewakili warga Gg. Pancasila 1 mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak pelaksana, Dinas Perkim Kota Pontianak, serta pihak konsultan yang sudah melakukan pengawasan dengan sangat baik. Pengerjaan saluran ini benar-benar sangat membantu lingkungan kami agar terhindar dari banjir," ujar Lutfi di Pontianak.

Warga juga mengapresiasi pihak pelaksana yang dinilai telah menyelesaikan pekerjaan dengan baik, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pontianak atas perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur warga, serta konsultan pengawas yang melakukan pengawasan selama proses pengerjaan.

Dengan rampungnya pembangunan saluran tersebut, warga berharap fungsi drainase dapat terus dijaga dan dirawat sehingga mampu bertahan dalam jangka panjang.

Warga juga berharap lingkungan Gang Pancasila 1 menjadi lebih bersih, sehat, nyaman, dan tidak lagi dihantui persoalan genangan saat hujan deras. (*)

Usai Kemarau Panjang, Pemkot Pontianak Mulai Antisipasi Genangan
Usai Kemarau Panjang, Pemkot Pontianak Mulai Antisipasi Genangan
Wednesday, 30/09/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak mulai mengantisipasi potensi genangan setelah berakhirnya musim kemarau panjang. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan perhatian kini mulai diarahkan pada pembersihan drainase dan saluran air sebagai persiapan menghadapi peningkatan curah hujan.

Menurutnya, perubahan kondisi cuaca perlu direspons sejak awal agar persoalan genangan tidak muncul ketika hujan dengan intensitas tinggi mulai terjadi.

“Setelah kemarau ini, yang kita khawatirkan berikutnya genangan. Karena itu, saluran-saluran harus mulai kita persiapkan,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).

Bahasan mengatakan perangkat daerah terkait telah diminta menggerakkan kegiatan pembersihan saluran dan gotong royong di tingkat kecamatan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Prioritas diberikan pada saluran yang tersumbat, mengalami penyempitan, atau tidak terkoneksi dengan baik sehingga berpotensi menghambat aliran air.

“Kalau ada selokan atau saluran sekunder yang tidak terkoneksi, tolong diinformasikan. Kalau masih bisa diselesaikan dengan gotong royong, kita kerjakan bersama. Kalau butuh penanganan dinas teknis, laporkan kepada kami,” katanya.

Ia menilai partisipasi masyarakat sangat diperlukan karena pemerintah tidak mungkin mengetahui seluruh titik persoalan tanpa informasi langsung dari warga. Karena itu, RT, RW, perangkat kelurahan dan kecamatan diharapkan aktif menyampaikan kondisi drainase di wilayah masing-masing.

“Berikan informasi kepada kami. Kalau memang membutuhkan penanganan teknis, insyaallah pemerintah hadir,” ujarnya.

Bahasan menambahkan, pembangunan jalan lingkungan juga harus diiringi dengan penataan drainase yang memadai. Menurutnya, perbaikan jalan tanpa memperhatikan saluran air justru berpotensi menimbulkan persoalan baru ketika curah hujan meningkat.

Ia juga mendorong masyarakat menjaga kebersihan saluran dengan tidak membuang sampah ke parit maupun drainase. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran aliran air.

“Kalau bisa diselesaikan bersama melalui gotong royong, tentu itu lebih cepat. Pemerintah dan masyarakat harus sama-sama bergerak,” katanya.

Bahasan berharap kolaborasi pemerintah dan masyarakat dapat mengurangi titik-titik genangan sekaligus mendukung penataan lingkungan yang lebih aman, bersih, dan asri menjelang musim hujan. (*)