Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
gotong royong
Bahasan Sebut Gotong Royong dan Kesadaran Warga Jadi Kunci Atasi Persoalan Sampah di Pontianak
Bahasan Sebut Gotong Royong dan Kesadaran Warga Jadi Kunci Atasi Persoalan Sampah di Pontianak
Sunday, 21/06/2026

KALBARONLINE.com – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan yang harus ditangani bersama karena masih ditemukan sejumlah titik pembuangan sampah liar di Kota Pontianak.

Ajakan tersebut disampaikan Bahasan saat memimpin kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan bersama warga Kecamatan Pontianak Selatan di Jalan Nirbaya, Minggu (21/6/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, masih terdapat tumpukan sampah liar di kawasan Jalan Merdeka. Bahkan sebagian sampah dibuang ke saluran drainase yang berpotensi menghambat aliran air dan memicu genangan saat hujan turun.

"Kita juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Berdasarkan informasi yang saya terima, di sekitar Jalan Merdeka masih terdapat tumpukan sampah liar, bahkan ada yang dibuang ke saluran drainase," ujarnya.

Menurut Bahasan, menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Karena itu, kegiatan gotong royong dinilai penting untuk terus digalakkan sebagai sarana membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ia berharap kegiatan gotong royong yang dilakukan secara rutin, ditambah penyediaan fasilitas pendukung yang memadai, dapat mendorong masyarakat untuk lebih disiplin membuang sampah pada tempatnya.

"Mudah-mudahan melalui kegiatan gotong royong dan penempatan fasilitas yang memadai, masyarakat dapat semakin teredukasi untuk menjaga kebersihan lingkungan," katanya.

Selain persoalan sampah, Bahasan juga menyoroti pentingnya menjaga fungsi saluran drainase. Menurutnya, banyak genangan yang terjadi bukan semata akibat tingginya curah hujan, melainkan karena saluran air tersumbat sampah dan sedimentasi.

Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk memulai kepedulian terhadap lingkungan dari rumah masing-masing, kemudian diterapkan di lingkungan sekitar hingga menjadi budaya bersama.

Bahasan juga menilai peran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan aparatur pemerintah sangat penting dalam mengedukasi warga agar menerapkan pola hidup bersih dan peduli terhadap lingkungan.

"Pemerintah akan terus berupaya melakukan penanganan drainase dan pengelolaan lingkungan. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan kota," pungkasnya. (*) 

Edi-Bahasan Pimpin Gotong Royong Serentak, Warga Diajak Budayakan Lingkungan Bersih
Edi-Bahasan Pimpin Gotong Royong Serentak, Warga Diajak Budayakan Lingkungan Bersih
Sunday, 03/05/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak terus menggencarkan budaya gotong royong dengan menggelar aksi bersih-bersih lingkungan secara serentak di enam kecamatan, Minggu (3/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap ruang publik.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memimpin langsung aksi gotong royong di sepanjang Jalan Budi Karya, Kecamatan Pontianak Selatan. Di lokasi tersebut, Edi tampak berbaur bersama warga menebas rumput dan membersihkan tanaman liar di pinggir jalan.

Menurut Edi, gotong royong harus menjadi kebiasaan bersama, bukan sekadar kegiatan sesaat. Dengan budaya lingkungan bersih yang konsisten, kawasan permukiman, jalan, drainase, hingga ruang publik akan tetap tertata dan nyaman.

“Gotong royong ini kita lakukan untuk membersihkan lingkungan, memperbaiki dan meningkatkan kualitas prasarana lingkungan supaya semakin baik. Ini juga momentum bagaimana kita membiasakan lingkungan kita bersih dan tertata,” ujarnya saat membuka aksi gotong royong serentak se-Kota Pontianak.

Ia menambahkan, Kota Pontianak terus berkembang, baik dari sisi jumlah penduduk maupun aktivitas masyarakat. Karena itu, di tengah keterbatasan lahan, kualitas lingkungan harus dijaga agar kota tetap layak huni dan nyaman bagi warga.

“Lahan kita sangat terbatas. Karena itu, kalau lahan yang terbatas ini kita jaga, kita tata baik kualitas maupun penataannya, termasuk penghijauan dan kebersihan, maka dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan,” katanya.

Edi juga menjelaskan karakter geografis Pontianak yang memiliki tantangan tersendiri. Selain berada di garis khatulistiwa, sebagian wilayah kota ini merupakan tanah endapan dan lahan gambut yang rentan terhadap genangan saat hujan deras maupun air pasang.

“Tantangan kita adalah genangan. Saat air pasang, ada beberapa titik daratan yang masih berada di bawah permukaan air laut. Kalau hujan lebat dan air pasang tinggi, airnya lambat surut,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan memimpin gotong royong di Jalan Ya’M Sabran, Kecamatan Pontianak Timur. Ia mengajak masyarakat terus melestarikan nilai gotong royong sebagai warisan budaya bangsa.

“Gotong royong ini adalah warisan budaya leluhur yang harus kita lestarikan. Saya yakin semua suku bangsa di Indonesia memiliki nilai gotong royong yang sudah diwariskan sejak dahulu,” ujarnya.

Bahasan menilai kegiatan seperti ini bukan hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan spiritual karena membawa manfaat bagi banyak orang.

“Jangan kita anggap kegiatan seperti ini tidak bernilai. Justru gotong royong ini memiliki nilai pahala yang besar karena kita menjaga kebersihan dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” tambahnya.

Di lokasi berbeda, Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah memimpin aksi gotong royong di Jalan Ampera, Kecamatan Pontianak Kota. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, gotong royong juga menjadi sarana mempererat kebersamaan serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.

“Kegiatan ini bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kebersamaan dan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat kita tinggal,” katanya.

Amirullah menambahkan, peran Ketua RT dan RW sangat penting sebagai ujung tombak dalam mengedukasi serta menggerakkan warga agar peduli terhadap kebersihan lingkungan masing-masing.

“RT dan RW menjadi ujung tombak dalam menyampaikan informasi sekaligus menggerakkan warga untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan,” pungkasnya. (*)

Pemkot Pontianak Galakkan Gotong Royong Ajak Warga Jaga Lingkungan
Pemkot Pontianak Galakkan Gotong Royong Ajak Warga Jaga Lingkungan
Sunday, 25/01/2026

KALBARONLINE.com - Taman Pallima di Jalan Karet Kecamatan Pontianak Barat mendadak ramai oleh suara sapu, cangkul, dan obrolan ringan warga. Sebagian memenuhi parit di bahu jalan, mengangkat sisa daun yang terendap di comberan. Sebagian lain mengangkut segala yang tersisa ke truk sampah.

Mereka merupakan warga sekitar dan unsur Pemerintah Kota Pontianak yang menjadi bagian dalam gotong-royong bersama, pada Minggu (25/1/2026). Agenda ini digelar serentak di lima titik lain, menyebar di enam kecamatan se-Kota Pontianak.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Ismail menjelaskan, pihaknya terus menggiatkan kegiatan gotong-royong atau kerja bakti warga sebagai bagian dari program unggulan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, dan Wakil Wali Kota Bahasan.

Kegiatan tersebut tidak hanya sebagai ruang menjaga lingkungan, namun juga mengangkat kembali kearifan lokal masyarakat, khususnya budaya kerja bersama yang selama ini menjadi kekuatan sosial warga kota.

“Kegiatan gotong royong ini sudah terus berjalan. Ini memang salah satu program unggulan Pak Wali Kota untuk menghidupkan kembali kearifan lokal kerja bakti di tengah masyarakat,” terangnya.

Dalam setiap kegiatan, lanjut Ismail, Pemerintah Kota Pontianak juga mengimbau para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turut berbaur langsung bersama masyarakat. Kehadiran OPD di tengah warga diharapkan dapat menciptakan komunikasi yang lebih cair dan tidak kaku.

Ismail menambahkan, dalam kegiatan gotong-royong yang dilaksanakan di Kelurahan Pallima, sejumlah aspirasi warga berhasil disampaikan dan langsung didengar oleh OPD terkait yang hadir di lokasi. Aspirasi tersebut akan dikaji dan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan kebutuhan di lapangan.

“Tadi pagi ada beberapa aspirasi yang disampaikan warga. Kebetulan OPD terkait ada di tempat, sehingga bisa langsung mendengar dan nanti akan kita kaji untuk diambil langkah-langkah positif,” jelasnya.

Ia menegaskan, gotong-royong akan terus dipertahankan sebagai ruang interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus sebagai upaya memperkuat kepercayaan dan kolaborasi dalam membangun Kota Pontianak.

“Harapannya, gotong-royong ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi budaya bersama dalam menjaga lingkungan dan membangun kota secara partisipatif,” pungkas Ismail.

Ketua RT 06 RW 06, Kelurahan Pallima, Zainal Arifin menyatakan, bahwa ia bersama warga menyambut baik kegiatan gotong-royong rutin yang diinisiasi Pemerintah Kota Pontianak bersama perangkat wilayah. Menurutnya, tradisi ini adalah warisan sosial yang patut dijaga dan dikembangkan.

“Kerja bakti rutin ini satu hal yang sangat bagus. Ini tradisi yang patut kita kembangkan ke depan,” katanya.

Di balik semangat kebersamaan itu, Zainal juga menyimpan harapan besar terhadap masa depan lingkungannya. Kawasan tempat ia tinggal diproyeksikan menjadi jalur strategis ketika Jembatan Kapuas III beroperasi. Arus lalu lintas dari Mempawah, Sambas, dan daerah lain diperkirakan akan melintas di wilayah tersebut.

“Kalau jembatan Kapuas III sudah berfungsi, otomatis ini jadi jalan protokol. Orang luar kota akan lewat sini. Jadi lingkungan ini harus ditata sebaik mungkin, seindah mungkin,” katanya.

Sementara itu, Lurah Pallima, Deni Saputra mengatakan, gotong royong ini tidak hanya sebagai wadah guyub untuk menjaga lingkungan, namun juga tempat silaturahmi warga dengan pemerintah. Lewat gotong-royong, sinergi keduanya akan jauh lebih cair ketimbang pertemuan-pertemuan formal.

"Ini juga jadi kesempatan warga untuk kenal lebih dekat dan menyampaikan aspirasi terkait lingkungan tempat tinggalnya," tuturnya. (Jau)