Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
hardiknas
Hardiknas 2026, Edi Kamtono Tekankan Pendidikan Berkualitas dan Penguatan Karakter Generasi Muda
Hardiknas 2026, Edi Kamtono Tekankan Pendidikan Berkualitas dan Penguatan Karakter Generasi Muda
Monday, 04/05/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 melalui upacara yang digelar di lingkungan Pemkot Pontianak, Senin (4/5/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan kembali komitmen menghadirkan pendidikan berkualitas, merata, dan mudah diakses seluruh masyarakat.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan, pendidikan tidak hanya soal proses belajar di ruang kelas, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan zaman.

“Pendidikan bukan sekadar proses belajar di sekolah, tetapi bagaimana membentuk karakter, pola pikir, dan kemampuan generasi muda agar siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya usai upacara di Aula SSA Kantor Wali Kota.

Dalam konteks peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah pusat saat ini mendorong pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam. Metode ini diarahkan agar proses belajar lebih bermakna, kritis, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Edi menambahkan, Pemerintah Kota Pontianak mendukung penuh berbagai kebijakan strategis di sektor pendidikan, termasuk peningkatan kualitas guru dan pemerataan akses pendidikan.

“Kita ingin seluruh anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama. Karena itu, peningkatan fasilitas sekolah, kualitas guru, dan lingkungan belajar harus terus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Secara nasional, pemerintah juga telah menjalankan sejumlah program strategis pendidikan. Di antaranya pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru, hingga penguatan karakter peserta didik dan literasi numerasi.

Data tahun 2025 mencatat sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi. Selain itu, sekitar 288 ribu satuan pendidikan telah menerima papan interaktif digital untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih modern.

Upaya peningkatan kualitas guru juga terus dilakukan melalui program beasiswa, sertifikasi, serta pemberian insentif bagi guru honorer.

Melalui momentum Hardiknas 2026 ini, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari sekolah, keluarga, media, hingga lingkungan sekitar, untuk ikut terlibat dalam membangun pendidikan yang lebih baik.

“Selain itu, penguatan karakter peserta didik dilakukan melalui berbagai program seperti budaya asri, aman, sehat, resik, dan indah, serta penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” tutup Edi. (*)

Momentum Hardiknas 2026, Indikator Pendidikan Kalbar Alami Peningkatan Positif
Momentum Hardiknas 2026, Indikator Pendidikan Kalbar Alami Peningkatan Positif
Saturday, 02/05/2026

KALBARONLINE.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum refleksi atas capaian sektor pendidikan di Kalimantan Barat. Sejumlah indikator pendidikan Kalbar yang digunakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat (Disdikbud Kalbar) menunjukkan tren positif dan terus mengalami peningkatan.

Data tahun 2025 mencatat, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Kalbar mencapai 8,07 tahun. Angka ini naik 0,29 dibanding tahun 2024 yang berada di level 7,78 tahun. Sementara Harapan Lama Sekolah (HLS) juga meningkat menjadi 12,69 tahun dari sebelumnya 12,68 tahun.

Kenaikan RLS tersebut menandakan rata-rata masyarakat Kalbar kini mampu menempuh pendidikan hingga setara kelas II SMP. Ini menjadi sinyal bahwa angka putus sekolah mulai menurun dan semakin banyak anak bertahan di bangku pendidikan dasar hingga menengah pertama.

Plt Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal, menegaskan Pemprov Kalbar akan terus mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah.

“Untuk mencapai itu tentu kita perlu akses, kita perlu guru, kita perlu sekolah-sekolah yang dibangun, kita perlu buku-buku yang dibelanjakan, dan masih banyak lainnya. Nah itu juga yang berusaha kita bangun,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, perbaikan infrastruktur pendidikan juga terus berjalan. Tercatat sebanyak 26 SMA di Kalimantan Barat tuntas direvitalisasi sepanjang 2025 dengan total anggaran Rp36,16 miliar melalui Disdikbud Kalbar.

Sementara itu, angka HLS sebesar 12,69 tahun menggambarkan peluang pendidikan yang bisa ditempuh anak usia sekolah saat ini. Dengan capaian tersebut, anak-anak di Kalbar diproyeksikan memiliki kesempatan bersekolah hingga jenjang SMA, bahkan mendekati perguruan tinggi.

Selain pembangunan fisik, Pemprov Kalbar juga berupaya menekan angka putus sekolah melalui Program Retrieval yang mengacu pada Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 88 Tahun 2021.

Program ini menyasar siswa putus sekolah agar bisa kembali melanjutkan pendidikan, dengan dukungan bantuan Rp2 juta per bulan per siswa. Pada 2025, program tersebut menjangkau lima siswa SMK dengan total anggaran Rp120 juta selama satu tahun.

Bantuan yang diberikan tidak hanya mencakup administrasi sekolah, tetapi juga perlengkapan belajar, alat tulis, transportasi, makan, penginapan, hingga uang saku. Skema ini dirancang untuk mengatasi hambatan non-akademik yang kerap menjadi penyebab utama anak berhenti sekolah.

Syarif Faisal menjelaskan, data penerima bantuan berasal dari satuan pendidikan dan diverifikasi lebih lanjut oleh bidang terkait serta pengawas sekolah.

“Agar stimulus ini tepat sasaran, kita dari Disdikbud meminta data ini dari satuan pendidikan yang nantinya juga akan diverifikasi oleh bidang PSMK maupun pengawas sekolah,” katanya.

Ia berharap program tersebut dapat menekan angka putus sekolah di Kalbar sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Tentu kita berharap dengan adanya program ini dapat mengurangi angka putus sekolah di Kalbar,” tambahnya.

Momentum Hardiknas 2026 menjadi pengingat bahwa pemerataan akses pendidikan dan keberlanjutan sekolah anak-anak merupakan tolok ukur penting keberhasilan pembangunan manusia di daerah. Dengan tren indikator pendidikan Kalbar yang terus naik, optimisme menuju SDM unggul semakin terbuka lebar. (*)