Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
jamu keliling
Penjual Jamu Keliling Sarankan Minum Jahe untuk Jaga Kebugaran Saat Kabut Asap
Penjual Jamu Keliling Sarankan Minum Jahe untuk Jaga Kebugaran Saat Kabut Asap
Tuesday, 11/08/2026

KALBARONLINE.com – Kabut asap yang mulai menyelimuti Kota Pontianak membuat sebagian warga mencari cara untuk menjaga kebugaran tubuh. Selain mengenakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, jamu tradisional berbahan rempah menjadi salah satu pilihan yang kembali diminati.

Sri Andini (60), penjual jamu di sekitar Puskesmas Kampung Bali, Pontianak, mengatakan minuman berbahan jahe menjadi salah satu yang banyak dicari saat kondisi udara memburuk.

“Lebih bagus minum air jahe karena jahe itu kan ada jahe merah, ada jahe putih,” kata Sri, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, minuman berbahan rempah banyak dipilih ketika kondisi tubuh mulai terasa kurang fit. Ia meyakini rempah seperti jahe, kunyit, dan kencur dapat membantu menjaga kebugaran tubuh.

“Jadi memperkuat daya tahan tubuh,” ujarnya.

Sri menjelaskan, seluruh jamu yang dijualnya dibuat dari bahan-bahan segar tanpa tambahan bahan kimia. Resep tersebut merupakan warisan keluarganya di Jawa yang terus dipertahankan hingga kini.

“Ini memang resep dari Jawa. Jadi resep-resep tradisional yang itu terutama dari rempah-rempah, kayak jahe, kencur, kunyit,” katanya.

Selain minuman jahe, kunyit asam juga menjadi salah satu menu favorit. Menurut Sri, peminat jamu kini tidak hanya berasal dari kalangan lanjut usia, tetapi juga anak muda yang mulai rutin mengonsumsi minuman tradisional.

“Yang dari dulu-dulu pun masih ada. Dia bilang enggak bisa pindah ke jamu yang lain karena sudah cocok di badan,” tuturnya.

Setiap hari Sri berjualan mulai pukul 07.00 hingga sekitar pukul 10.30 WIB di kawasan Puskesmas Kampung Bali. Pelanggannya beragam, mulai dari tenaga kesehatan, pekerja kantoran, warga yang melintas, hingga pelajar.

Harga jamu yang dijual pun relatif terjangkau, yakni Rp5.000 per gelas untuk jamu biasa. Sementara jamu dengan tambahan bahan tertentu dibanderol mulai Rp10.000 hingga Rp15.000.

Meski jamu tradisional dapat menjadi pilihan minuman untuk menunjang kebugaran, konsumsinya bukan pengganti pengobatan medis. Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap tetap disarankan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila keluhan berlanjut atau memburuk. (Lid)