Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
jemaah haji kalbar
Kloter Pertama Jemaah Haji Kalbar Tiba di Pontianak, Satu Jemaah Masih Jalani Perawatan di Batam
Kloter Pertama Jemaah Haji Kalbar Tiba di Pontianak, Satu Jemaah Masih Jalani Perawatan di Batam
Wednesday, 17/06/2026

KALBARONLINE.com – Sebanyak 439 jemaah haji asal Kalimantan Barat bersama empat petugas yang tergabung dalam Kloter 14 tiba di Asrama Haji Pontianak, Rabu (17/6/2026). Kepulangan kloter pertama ini disambut penuh haru oleh keluarga dan kerabat yang sejak pagi menunggu kedatangan para tamu Allah tersebut.

Jemaah yang tiba berasal dari Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Sanggau, Bengkayang, dan Landak. Momen kepulangan ini menjadi kabar yang dinanti setelah para jemaah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalbar, Kamaludin, memastikan seluruh jemaah Kloter 14 telah meninggalkan Arab Saudi. Namun, satu orang jemaah belum dapat melanjutkan perjalanan ke Pontianak karena harus menjalani perawatan medis di Batam.

“Alhamdulillah, seluruh jemaah Kloter 14 yang berjumlah 444 orang tidak ada yang tertinggal di Arab Saudi. Namun saat tiba di Batam, ada satu jemaah yang sakit di pesawat dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan,” kata Kamaludin.

Ia menjelaskan, kondisi kesehatan jemaah tersebut masih memerlukan observasi sehingga belum mendapatkan izin dari tim medis untuk melanjutkan perjalanan ke Kalimantan Barat.

“Hingga hari ini, yang bersangkutan belum diizinkan pulang oleh tim medis. Mudah-mudahan segera pulih dan bisa dipulangkan ke Kalimantan Barat,” ujarnya.

Kamaludin juga memaparkan bahwa proses pemulangan jemaah haji melibatkan beberapa unsur panitia secara berjenjang, mulai dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Panitia Embarkasi Batam, hingga PPIH daerah.

Menurutnya, tanggung jawab terhadap jemaah berpindah sesuai lokasi keberadaan mereka.

“Saat jemaah masih berada di Arab Saudi menjadi tanggung jawab PPIH Arab Saudi. Ketika tiba di Batam, menjadi tanggung jawab Embarkasi Batam. Setelah sampai di Pontianak, tanggung jawab diserahkan kepada panitia daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh jemaah yang tiba di Embarkasi Batam wajib menjalani masa istirahat selama 24 jam sebelum diterbangkan ke daerah asal masing-masing.

Berdasarkan data Kanwil Kemenhaj Kalbar, total jemaah haji asal Kalbar yang dipulangkan tahun ini mencapai 1.845 orang, termasuk 17 petugas kloter. Selain itu, terdapat 11 jemaah yang lebih dahulu kembali ke Indonesia secara mandiri karena alasan kesehatan, kedinasan, maupun keperluan keluarga.

Di sisi lain, Kamaludin menyampaikan bahwa hingga saat ini tercatat tiga jemaah haji asal Kalbar meninggal dunia selama proses penyelenggaraan ibadah haji. Rinciannya, satu orang meninggal di Arab Saudi, satu orang saat proses kepulangan di Jeddah, dan satu orang lainnya meninggal di Embarkasi Batam.

Meski demikian, ia menilai pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan cukup baik. Berdasarkan laporan dan evaluasi yang diterima, mayoritas jemaah memberikan respons positif terhadap pelayanan yang diberikan.

“Dari laporan yang kami terima, pelayanan haji tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, mulai dari transportasi, konsumsi, hingga akomodasi. Tidak ada keluhan berarti dari jemaah Kalimantan Barat,” tutupnya. (Lid)

Haru Kepulangan Jemaah Haji Kalbar, Syukur Usai 12 Tahun Menunggu hingga Bawa Boneka Unta untuk Anak
Haru Kepulangan Jemaah Haji Kalbar, Syukur Usai 12 Tahun Menunggu hingga Bawa Boneka Unta untuk Anak
Wednesday, 17/06/2026

KALBARONLINE.com – Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai kedatangan 444 jemaah haji asal Kalimantan Barat yang tergabung dalam Kloter 14 di Asrama Haji Pontianak, Rabu (17/6/2026). Setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, para jemaah akhirnya kembali ke kampung halaman dan disambut hangat oleh keluarga yang telah lama menanti.

Kloter 14 menjadi rombongan pertama jemaah haji yang tiba di Kalbar tahun ini. Mereka berasal dari Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Sanggau, Bengkayang, dan Landak.

Senyum lega dan rasa syukur tampak jelas di wajah para jemaah. Salah satunya dirasakan Safarudin Harun Rasid (68), jemaah asal Pontianak yang berangkat bersama sang istri setelah menunggu selama 13 tahun.

Safarudin mengaku bersyukur karena seluruh proses ibadah haji berjalan lancar, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air.

“Semua Allah mudahkan segala urusannya. Mulai dari akomodasi, berangkat sampai pulang. Di Embarkasi Batam luar biasa, sampai di Makkah, Madinah, Arafah juga begitu. Makannya enak, tidak ada masalah. Semua kendala dilancarkan,” katanya.

Pensiunan swasta tersebut juga memberikan apresiasi terhadap pelayanan petugas haji yang dinilainya sangat membantu para jemaah selama berada di Arab Saudi.

“Kami bersyukur tahun ini karena Kementerian Agama benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik. Kami diberi kesempatan sehat, diberi kenyamanan, baik yang reguler, yang sakit maupun yang lansia. Luar biasa,” ujarnya.

Menurut Safarudin, berbagai tantangan kecil yang ditemui selama menjalankan ibadah justru menjadi bagian dari pengalaman spiritual yang berharga.

“Kalau ada sedikit kendala itu biasa dalam haji. Itulah nikmat haji,” ucapnya sambil tersenyum.

Meski harus menghadapi cuaca panas di Tanah Suci, ia bersyukur kondisinya tetap sehat hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.

“Alhamdulillah, saya diberi kesehatan dari awal sampai akhir,” katanya.

Setibanya di Pontianak, Safarudin langsung dijemput anaknya untuk kembali ke rumah di kawasan Pal 5.

“Mulai dari berangkat sampai pulang semuanya dikawal. Nikmat haji itu luar biasa,” tuturnya.

Rasa syukur yang sama juga dirasakan Khusnul Khatimah (43), jemaah asal Kabupaten Sambas yang harus menunggu selama 12 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

Perempuan yang sebelumnya melakukan mutasi kependudukan dari Lampung ke Sambas itu mengaku seluruh rangkaian ibadah hajinya berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah lancar. Kita makmum saja karena tidak paham semua doa. Ada yang kita ikuti, ada imamnya, kita makmum saja,” katanya.

Ia juga mengaku kebutuhan selama berada di Tanah Suci terpenuhi dengan baik.

“Makan lancar, minuman lancar, banyak sedekah di sana. Petugas hajinya juga baik-baik dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Bagi Khusnul, kebahagiaan setelah berhasil menunaikan rukun Islam kelima sulit untuk digambarkan.

“Rasa gembira, senang, tiada tara pokoknya. Enggak bisa diimbangi dengan kata-kata,” tuturnya.

Ia berharap suatu saat nanti kembali mendapat kesempatan untuk beribadah ke Baitullah.

“Kami hanya berdoa semoga diberi rezeki yang berlimpah lagi, sehingga bisa beribadah ke Baitullah lagi,” katanya.

Di tengah suasana penyambutan yang penuh haru, Khusnul juga sempat mencuri perhatian. Ia membawa oleh-oleh yang tidak biasa, yakni puluhan boneka unta yang dikalungkan di lehernya.

Total ada delapan boneka unta berukuran besar, satu boneka domba, dan 12 boneka unta berukuran kecil yang dibawanya pulang untuk anak-anak di rumah.

“Ini buat anak-anak. Anak yang sudah besar pun pada minta. Jadi penuh perjuangan bawa unta ini di bandara,” ujarnya sambil tertawa. (Lid)

Pulang Haji, Khusnul Khatimah Bawa 20 Boneka Unta Untuk Anak
Pulang Haji, Khusnul Khatimah Bawa 20 Boneka Unta Untuk Anak
Wednesday, 17/06/2026

KALBARONLINE.com – Kepulangan jemaah haji Kalimantan Barat di Asrama Haji Pontianak, Rabu (17/6/2026), berlangsung penuh haru dan kebahagiaan. Keluarga yang telah lama menanti tampak antusias menyambut para jemaah yang baru kembali dari Tanah Suci.

Di tengah suasana tersebut, ada pemandangan unik yang mencuri perhatian. Selain membawa oleh-oleh khas seperti kurma dan air zamzam, sejumlah jemaah juga terlihat membawa boneka unta dalam jumlah yang tidak sedikit.

Salah satunya adalah Khusnul Khatimah (43), jemaah haji asal Kabupaten Sambas yang tergabung dalam Kloter 14. Ia menjadi perhatian karena membawa delapan boneka unta berukuran besar, satu boneka domba, serta 12 boneka unta berukuran kecil yang dikalungkan di lehernya.

“Ini buat anak-anak. Ini anak yang tua pun pada minta. Jadi penuh perjuangan bawa unta ini di bandara,” ujarnya sambil tersenyum.

Khusnul mengaku cukup kerepotan saat membawa puluhan boneka tersebut selama perjalanan pulang dari Arab Saudi menuju Indonesia. Namun semua itu dilakukan demi memenuhi permintaan anak-anak dan keluarganya di rumah.

Meski harus membawa banyak oleh-oleh, Khusnul bersyukur seluruh rangkaian ibadah hajinya berjalan lancar. Ia mengaku dapat menjalankan setiap tahapan ibadah dengan baik selama berada di Tanah Suci.

“Alhamdulillah lancar. Ya, kita makmum saja karena kita enggak paham semua doa. Ada yang kita ikuti, ada imamnya, kita makmum saja,” katanya.

Ia juga mengaku tidak mengalami kendala berarti selama menunaikan ibadah haji. Menurutnya, layanan konsumsi, minuman, hingga pendampingan dari petugas haji berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah lancar. Makan lancar, minuman lancar, banyak sedekah di sana. Petugasnya juga baik-baik dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Perjalanan menuju Tanah Suci bagi Khusnul bukanlah hal yang singkat. Ia mengungkapkan harus menunggu selama 12 tahun untuk bisa berangkat haji. Bahkan, ia berangkat seorang diri setelah melakukan mutasi kependudukan dari Lampung ke Sambas.

“Sudah dua belas tahun nunggu. Saya sendiri, kami mutasi dari Lampung ke Sambas,” ucapnya.

Usai menunaikan rukun Islam kelima, Khusnul mengaku sulit menggambarkan rasa bahagia yang dirasakannya. Menurutnya, pengalaman berhaji menjadi momen yang sangat berharga dalam hidupnya.

“Alhamdulillah rasa gembira, senang, tiada tara pokoknya. Enggak bisa diimbangin dengan kata-kata,” katanya.

Ke depan, ia berharap masih diberikan kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang cukup agar dapat kembali beribadah ke Baitullah.

“Kami hanya berdoa semoga diberi rezeki yang berlimpah lagi, supaya bisa ibadah ke Baitullah lagi,” tutupnya. (Lid)