Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
jemaah haji pontianak
Jemaah Haji Pontianak Tiba di Embarkasi Batam, Suasana Haru Warnai Kepulangan dari Tanah Suci
Jemaah Haji Pontianak Tiba di Embarkasi Batam, Suasana Haru Warnai Kepulangan dari Tanah Suci
Wednesday, 17/06/2026

KALBARONLINE.com – Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai penyambutan jemaah haji asal Kota Pontianak di Embarkasi Batam, Rabu (17/6/2026). Tangis haru, pelukan hangat, hingga ucapan syukur menjadi pemandangan yang tak terhindarkan saat para jemaah kembali ke tanah air usai menunaikan ibadah haji 2026 di Tanah Suci.

Sebanyak 403 jemaah haji asal Pontianak yang tergabung dalam Kloter BTH 15 tiba di Bandara Hang Nadim Batam dan selanjutnya memasuki Asrama Haji Batam pada pukul 16.29 WIB. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan.

Sementara itu, sehari sebelumnya atau Selasa (16/6/2026), sebanyak 132 jemaah asal Pontianak yang tergabung dalam kelompok sebelumnya telah lebih dulu tiba dan disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Amirullah.

Setelah mengikuti rangkaian penyambutan di Asrama Haji Batam, para jemaah akan diberangkatkan secara bertahap menuju Pontianak untuk kembali berkumpul bersama keluarga.

Dari total 1.509 jemaah haji asal Kota Pontianak yang berangkat tahun ini, tercatat satu orang meninggal dunia di Tanah Suci dan dua jemaah lainnya wafat di Batam.

Atas musibah tersebut, Bahasan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Kami mendoakan agar amal ibadah para jemaah yang telah wafat diterima Allah SWT dan memperoleh predikat haji mabrur. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini," ujarnya usai menyambut kedatangan jemaah haji.

Di sisi lain, Bahasan juga bersyukur karena seluruh jemaah yang tiba pada hari itu dalam kondisi sehat dan selamat setelah menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

"Alhamdulillah, jemaah yang datang hari ini sehat semua. Mereka tiba dengan selamat dan mudah-mudahan terus diberikan kesehatan hingga kembali ke Kota Pontianak," tuturnya.

Ia berharap seluruh jemaah yang telah menuntaskan rukun Islam kelima tersebut dapat menjadi haji yang mabrur dan membawa nilai-nilai kebaikan bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

Menurut Bahasan, proses pemulangan jemaah haji asal Pontianak masih akan berlangsung secara bertahap hingga Jumat mendatang. Setelah menjalani proses debarkasi di Batam, para jemaah akan diterbangkan ke Pontianak.

Terpisah, Sekda Kota Pontianak Amirullah memastikan seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak.

"Alhamdulillah, seluruh rangkaian kedatangan jemaah haji berjalan dengan lancar. Memang ada beberapa jemaah yang tercatat dalam kondisi sakit, namun semuanya telah ditangani oleh petugas sesuai prosedur yang berlaku," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat, mulai dari Pemerintah Kota Pontianak, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat hingga Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sebagai tuan rumah Embarkasi Batam.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Berdasarkan pemantauan kami, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sehingga para jemaah dapat kembali ke daerah asal dengan aman dan nyaman," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Rombongan Kloter BTH 15, H Muhammad Habibi Sarabiti, menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 semakin tertata dan memberikan kenyamanan bagi para jemaah.

Menurutnya, pelayanan yang diberikan sejak keberangkatan hingga kepulangan berjalan baik dan didukung sistem yang semakin terintegrasi.

"Alhamdulillah, sejak berangkat dari tanah air hingga kembali lagi, kami merasakan pelayanan yang sangat baik. Pemeriksaan dilakukan secara berulang dan semuanya sudah berbasis sistem. Tidak ada kekhawatiran terkait tenda, tempat tidur maupun konsumsi karena seluruh data jemaah sudah terdeteksi dengan baik," ungkapnya.

Habibi menilai sistem yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi berhasil memberikan kepastian layanan sehingga pelaksanaan ibadah dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang mendampingi Kloter BTH 15 selama berada di Tanah Suci.

"Para dokter dan seluruh petugas kesehatan telah memberikan pelayanan yang luar biasa. Mereka sangat sigap membantu jemaah sehingga kondisi kesehatan para jemaah dapat terjaga dengan baik," sebutnya.

Meski demikian, cuaca ekstrem di Makkah dan Madinah tetap menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah. Suhu udara yang tinggi menyebabkan sebagian jemaah mengalami gangguan kesehatan ringan seperti batuk dan pilek.

"Cuaca di sana memang sangat panas. Namun Alhamdulillah semuanya dapat terkondisikan dengan baik. Walaupun ada jemaah yang mengalami batuk dan pilek, secara umum seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar," tuturnya.

Bagi Habibi, perjalanan haji bukan hanya tentang menunaikan ibadah, tetapi juga memberikan pelajaran hidup yang berharga mengenai kepedulian dan semangat saling membantu.

"Hidup tidak bisa dijalani sendiri. Ketika kita membantu sesama hamba Allah, pertolongan juga akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Itu menjadi pelajaran yang sangat berkesan bagi saya selama berhaji," pungkasnya. (*)

Aila Afifah, Jemaah Haji Termuda Asal Pontianak Berangkat ke Tanah Suci untuk Doakan Ibunya
Aila Afifah, Jemaah Haji Termuda Asal Pontianak Berangkat ke Tanah Suci untuk Doakan Ibunya
Friday, 08/05/2026

KALBARONLINE.com – Di tengah ribuan jemaah haji Indonesia musim haji 2026, sosok Aila Afifah menjadi perhatian. Gadis asal Pontianak yang baru berusia 13 tahun itu resmi bertolak dari Embarkasi Batam menuju Tanah Suci, Jumat (8/5/2026) dini hari.

Bukan tanpa alasan nama Aila ramai diperbincangkan. Calon haji termuda asal Pontianak ini berangkat dengan niat yang begitu menyentuh. Ia ingin mendoakan almarhumah ibunya di Tanah Suci.

Saat ditemui di Embarkasi Batam, Aila mengaku sangat bahagia akhirnya mendapat kesempatan menjalankan ibadah haji. Namun raut wajahnya berubah haru ketika mengingat sang ibu.

“Saya ingin mendoakan ibu, memohonkan ampun untuk ibu,” ucap Aila pelan.

Di usianya yang masih sangat muda, Aila membawa perjalanan spiritual yang penuh makna. Kerinduan kepada ibunya menjadi doa yang ingin ia panjatkan langsung di depan Ka’bah.

Ayah Aila, Ismail Oemar, menjelaskan bahwa putrinya berangkat menggantikan ibunya yang telah meninggal dunia. Menurutnya, keluarga menilai Aila sudah cukup siap secara fisik maupun mental untuk menjalani rangkaian ibadah haji.

“Dari pertimbangan saya, memungkinkan dia untuk menggantikan ibunya. Saya berharap nanti dia bisa menjalankan ibadah sucinya di Tanah Suci Mekkah,” ujarnya.

Selama menjalankan ibadah, Aila akan didampingi langsung oleh sang ayah. Meski masih anak-anak, ia dinilai mampu mengikuti seluruh proses ibadah haji dengan baik.

Kehadiran Aila di tengah hiruk-pikuk keberangkatan jemaah haji di Embarkasi Batam memang mencuri perhatian. Dengan wajah polos dan pembawaannya yang sederhana, Aila membawa kisah yang membuat banyak orang tersentuh.

Perjalanan gadis kecil asal Pontianak itu bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang bakti seorang anak kepada orang tua.

Wali Kota Pontianak, Bahasan, yang turut melepas keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH), menilai kisah Aila menjadi inspirasi bagi banyak orang.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa usia muda bukan penghalang untuk memiliki niat ibadah yang kuat dan ketulusan hati. Aila membawa doa untuk ibunya, dan itu sangat menyentuh,” ucapnya.

Ia juga mengaku bangga karena Pontianak memiliki jemaah haji termuda Indonesia pada musim haji tahun ini. Pemerintah Kota Pontianak berharap Aila dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan sehat hingga kembali ke tanah air.

Selain itu, Wali Kota menyebut musim haji sebagai perjalanan spiritual yang istimewa karena tidak semua umat muslim mendapat kesempatan yang sama.

“Kami berharap dengan niat, meluruskan hati, dan keikhlasan sebaik langkah ibadah haji Bapak-Ibu menjadi haji yang mabrur,” katanya.

Tahun ini, sebanyak 1.509 jemaah haji asal Kota Pontianak diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji. Pemerintah Kota Pontianak juga memastikan kesiapan jemaah melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, mulai dari aspek kesehatan, fisik, mental hingga spiritual.

“Semoga jemaah haji kita selalu diberikan kesehatan yang paling utama, lancarkan dalam beribadah, dan insyaallah menjadi haji yang mabrur,” tutupnya. (*)