Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
journalist collaboration forum
Bapperida Kalbar Dukung JCF Jadi Tim Fasilitasi Program CSR
Bapperida Kalbar Dukung JCF Jadi Tim Fasilitasi Program CSR
Tuesday, 27/01/2026

KALBARONLINE.com - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendukung keterlibatan pengurus Journalist Collaboration Forum (JCF) dalam pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan atau CSR.

Keterlibatan Journalist Collaboration Forum dinilai mampu meningkatkan efektivitas serta menggugah perusahaan-perusahaan untuk membuat dan menyalurkan program TJSL-nya.

"Kami sangat senang apabila pengurus JCF bisa menjadi bagian dari pengawasan dan pelaksanaan Perda tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan," kata Kepala Bapperida Provinsi Kalbar, Linda Purnama, tatkala menerima audiensi Journalist Collaboration Forum pada Selasa, (27/01/2026).

Linda berpandangan, masuknya pengurus JCF ke tim fasilitasi pelaksanaan perda TJSL merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan program CSR. Dia berharap, ke depan semakin banyak perusahaan yang sadar membuat program dan menyalurkan CSR untuk kepentingan pembangunan di Kalimantan Barat.

Ke depan, Linda juga berharap, JCF bisa bersama-sama Bapperida Kalbar berkolaborasi dalam berbagai program dan kegiatan. Baik yang diinisiasi pemerintah maupun dicanangkan bersama, seperti sosialisasi, diskusi, expo, dan lain sebagainya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, juga mendukung keterlibatan aktif wartawan untuk pembangunan daerah seperti program yang digagas Journalist Collaboration Forum agar TJSL atau CST perusahaan dapat tersalurkan efektif sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

“Kami pemerintah daerah ini kan memiliki keterbatasan-keterbatasan (aturan dan kewenangan). Oleh karena itu kami perlu bantuan (peran) kawan-kawan wartawan sebagai mitra strategis untuk mengakselerasi program pembangunan di daerah kita,” ujarnya.

Harisson pun menyebutkan, secara aturan, beleid keikutsertaan wartawan sebagai mitra strategis ini dimungkinkan dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Provinsi Kalimantan Barat, serta Pergub Kalbar Nomor 56 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Tanggung Jawab Sosial dan Bina Lingkungan Perusahaan.

“Dalam aturan itu disebutkan, keikutsertaan Journalist Collaboration Forum bisa—sebagai ‘Tim Kelembagaan Fasilitasi’—yang salah satu tugasnya mengkomunikasikan, mensinkronisasikan, antara kebutuhan pembangunan daerah dengan program CSR perusahaan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Journalist Collaboration Forum, Deska Irnan Syafara menerangkan, sejak resmi dibentuk pada 10 November 2025, lembaga ini memang memiliki beberapa concern, yang salah satunya berfokus pada isu-isu sosial, lingkungan dan kemasyarakatan.

"Saat ini Journalist Collaboration Forum tengah mempersiapkan program CSR Connect Kalbar. Kegiatan ini merupakan aksi untuk menggali kebutuhan pembangunan di Kalimantan Barat yang nantinya akan disinergikan dengan program CSR perusahaan," katanya.

Dalam program tersebut, JCF berperan mempertemukan semua stakeholder, khususnya perusahaan yang berinvestasi di daerah, seperti perkebunan, pertambangan, kehutanan, hingga BUMN/BUMD. Harapannya, program CSR yang dijalankan perusahaan-perusahaan itu bisa selaras dengan kebutuhan pembangunan Kalbar.

“Lahirnya gagasan ini karena melihat kondisi aktual yang ada. (Satu sisi) pemerintah memiliki keterbatasan untuk pembangunan. Oleh karenanya kami mendorong bagaimana terciptanya sinkronisasi antara prioritas kebutuhan masyarakat melalui program pemerintah dengan penyaluran CSR perusahaan,” tutup Deska. (**)

Dirut Bank Kalbar Diundang Resmi Hadir di HPN 2026 Banten
Dirut Bank Kalbar Diundang Resmi Hadir di HPN 2026 Banten
Friday, 23/01/2026

KALBARONLINE.com – Direktur Utama (Dirut) Bank Kalbar menjadi salah satu pejabat yang mendapat undangan resmi untuk hadir pada momen puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Kota Serang, Provinsi Banten, pada 9 Februari mendatang.

Undangan dari panitia pusat HPN 2026 tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua Journalist Collaboration Forum (JCF), Deska Irnan Syafara Adila Putra, saat beraudiensi ke Secretary Bank Kalbar, Jumat (23/01/2026).

“Kami sangat menghargai dan mengapresiasi undangan yang diberikan panitia HPN. Ini merupakan kehormatan bagi Bank Kalbar untuk bisa turut hadir dalam momentum nasional yang strategis bagi insan pers,” ujar Azmi Haqqi selaku Kepala Bidang Humas dan Kesekretariatan Bank Kalbar.

Azmi yang didampingi oleh dua analisnya, Ardian dan Fitriyanti, menyampaikan bahwa saat ini Dirut Bank Kalbar, Rokidi, sedang menghadiri agenda di luar daerah. Meski demikian, pihaknya memastikan undangan tersebut akan disampaikan kepada pimpinan.

“Pak Dirut mohon maaf sedang ada agenda di luar. Namun pada prinsipnya, beliau biasanya akan hadir apabila diundang, sepanjang tidak bentrok dengan agenda lain. Kami juga akan mengecek jadwal Pak Dirut pada tanggal tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua JCF, Deska Irnan Syafara mengatakan, bahwa kehadiran perwakilan Bank Kalbar pada peringatan HPN 2026 sangat penting untuk memperkuat sinergi antara pers dan dunia perbankan dalam mendukung pembangunan daerah.

“HPN bukan hanya perayaan insan pers, tetapi juga momentum strategis untuk mempererat kolaborasi lintas sektor. Kehadiran Dirut Bank Kalbar diharapkan dapat memperkuat peran media dalam literasi keuangan, transparansi, serta pembangunan ekonomi Kalimantan Barat,” ujar Deska.

Sebagai informasi, Journalist Collaboration Forum atau JCF merupakan wadah kolaborasi jurnalis lintas media yang berfokus pada penguatan kapasitas profesional wartawan, advokasi kebebasan pers, serta pengembangan ekosistem media yang independen dan berintegritas.

JCF juga aktif mendorong kerja sama strategis antara media, lembaga publik, dunia usaha, dan masyarakat sipil dalam mendukung pembangunan daerah berbasis informasi yang kredibel.

Melalui berbagai program diskusi, pelatihan, dan audiensi kelembagaan, JCF berupaya memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi dan agen perubahan sosial di tingkat lokal maupun nasional.

HPN 2026 di Provinsi Banten sendiri diagendakan akan menjadi ajang nasional yang bakal dihadiri oleh pejabat pemerintah, pimpinan lembaga, pelaku industri media, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dari seluruh Indonesia. (**)

Bank Mandiri Siap Dukung Program CSR Connect Kalbar 2025
Bank Mandiri Siap Dukung Program CSR Connect Kalbar 2025
Friday, 05/12/2025


KALBARONLINE.com – Human Capital Officer Bank Mandiri Area Pontianak, Mada Kawijayaan menyambut baik program CSR Connect Kalbar 2025 yang dipelopori Journalist Collaboration Forum.

Mada berpendepat, aksi yang dilakukan JCF patut diapresiasi lantaran sangat membantu masyarakat dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan.

“Saya apresiasi sekali upaya rekan-rekan JCF dalam menyambungkan program CSR perusahaan dengan pemerintah. Artinya niat yang baik saja pahalanya sudah besar sekali,” kata Mada saat menerima audiensi pengurus JCF di kantor Bank Mandiri Pontianak, Kamis (04/12/2025).

Mada menambahkan, akan meng-eskalasikan usulan kolaborasi langsung ke pimpinan. Karena program CSR Connect Kalbar 2025 merupakan momentum untuk membangun daerah.

“Prinsipnya, Bank Mandiri patuh dengan ketentuan yang ada. Kita eksis selama ini juga karena adanya support dari Masyarakat. Makanya kita sangat peduli dengan CSR,” ucapnya.

Mada menjelaskan, selama ini CSR yang disalurkan Bank Mandiri lebih bersifat stimulus. Ia berharap, di event CSR Connect Kalbar 2025, pihaknya dapat mengetahui kebutuhan Pembangunan dari pemerintah. Sehingga bisa dipilih untuk menjadi binaan CSR perusahaan.

“Kami sifatnya lebih kepada pemberdayaan. Seperti pendampingan, pelatihan, peningkatan kompetensi atau skill yang memang dibutuhkan masyarakat. Andaipun ada pemberian berupa barang, tujuannya juga sebagai stimulus. Bagaimana masyarakat kita bisa terbantu usahanya atau kerjanya,” urai Mada.

Sementara itu, Ketua Journalist Collaboration Forum Deska Irnan Syafara menjelaskan, program CSR Connect Kalbar 2025 adalah strategi untuk percepatan Pembangunan daerah.

“Hari-hari ini kita ketahui bersama, bahwa pembangunan lamban dilaksanakan karena keterbatasan anggaran pemerintah. Sehingga kami berpandangan, perlu adanya bantuan dari luar pemerintah untuk membangun daerah,” kata Deska (**)

PT Pegadaian Dukung Program CSR Connect Kalbar Besutan Journalist Collaboration Forum
PT Pegadaian Dukung Program CSR Connect Kalbar Besutan Journalist Collaboration Forum
Friday, 05/12/2025


KALBARONLINE.com – PT Kantor Pegadaian Area Kalimantan Barat mendukung penuh program CSR Connect Kalbar 2025 besutan Journalist Collaboration Forum. JCF sendiri merupakan wadah berkumpulnya sejumlah wartawan di Kalbar yang concern pada isu-isu sosial dan kemanusian.

Deputi Bisnis PT Kantor Pegadaian Area Kalimantan Barat, Abdul Lafaz Isnainy berpandangan, program CSR Connect Kalbar 2025 yang digaungkan JCF sejalan dengan visi misi perusahaannya.

“Kendati di BUMN terdapat perubahan nomenklatur dari CSR ke TJSL. Kemudian berubah ke Environment Social and Government (ESG). Tapi prinsipnya sama, kita mendukung pembangunan di daerah,” ujar Abdul Lavaz saat menerima audiensi pengurus JCF di ruang kerjanya, Kamis (04/12/2025).

Abdul menyampaikan, mesiki sektor bisnis yang dijalankan korporasinya lebih berfokus pada pembiayaan dan layanan keuangan. Namun pihaknya tidak pernah absen dalam memberikan perhatian sosial dan kemasyarakatan.

“Saat ini kami di BUMN memang lebih berfokus pada pembangunan lingkungan. Salah satunya melakukan penanaman mangrove di Kabupaten Mempawah. Namun, kami tetap menerima aspirasi pembangunan apa saja sepanjang membantu lingkungan dan sumber daya manusia,” lugasnya.

Sementara itu, Ketua JCF, Deska Irnan Syafara menjelaskan, bahwa program CSR Connect Kalbar 2025 ini bermula dari diskusi rekan-rekan wartawan yang memiliki interest terhadap isu-isu pembangunan, sosial dan kemanusiaan.

Dari pemikiran-pemikiran itu, pengurus JCF melahirkan ide dan gagasan CSR Connect Kalbar 2025 sebagai upaya mensinergikan kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP), dengan rencana pembangunan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kita mendorong supaya terciptanya sinkronisasi antara prioritas kebutuhan masyarakat melalui program pemerintah dengan penyaluran CSR Perusahaan, di tengah isu efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat saat ini,” pungkasnya. (**)