Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
kabupaten ketapang
Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam dan Alat Tulis di Ketapang Mulai Meningkat
Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam dan Alat Tulis di Ketapang Mulai Meningkat
Sunday, 12/07/2026

KALBARONLINE.com – Menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027 pada Senin (13/7/2026), aktivitas belanja perlengkapan sekolah di sejumlah toko di Kabupaten Ketapang mulai meningkat. Orang tua bersama anak tampak memadati toko untuk membeli seragam, tas, sepatu, buku tulis, hingga alat tulis.

Salah satu toko yang ramai diserbu pembeli adalah Toko Ari Utama. Berbagai kebutuhan sekolah tersedia di toko tersebut, mulai dari seragam SD, SMP, SMA, seragam Pramuka, atribut sekolah, tas, buku tulis, hingga perlengkapan alat tulis.

Pemilik Toko Ari Utama, Nurhayati, mengatakan lonjakan pembeli mulai terlihat sekitar sepekan sebelum hari pertama masuk sekolah. Bahkan, beberapa jenis barang sempat cepat habis akibat tingginya permintaan, sementara pasokan harus didatangkan dari Pontianak dan Pulau Jawa.

"Setiap tahun memang seperti ini. Biasanya seminggu sebelum masuk sekolah, pembeli mulai ramai mencari seragam dan perlengkapan sekolah," ujar Nurhayati, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, tingkat penjualan tahun ini relatif sama dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Seragam sekolah dasar (SD) menjadi produk yang paling banyak dicari, disusul seragam SMP, sedangkan permintaan seragam SMA masih belum terlalu tinggi.

"Kalau dibandingkan tahun lalu hampir sama. Yang paling banyak terjual seragam SD, kemudian SMP, sedangkan SMA masih belum terlalu ramai," katanya.

Nurhayati menilai sebagian besar pembeli merupakan siswa yang naik ke jenjang kelas berikutnya, bukan peserta didik baru.

Ia menjelaskan, harga seragam sekolah untuk SD, SMP, maupun SMA saat ini masih berada di kisaran Rp110 ribu hingga Rp150 ribu per stel. Sementara seragam Pramuka dijual sekitar Rp10 ribu lebih mahal dibandingkan seragam harian.

Meski demikian, ia mengaku telah menerima pemberitahuan dari pihak pabrik terkait rencana kenaikan harga yang diperkirakan mulai berlaku pada Agustus 2026.

"Saat ini harga masih normal. Namun kami sudah mendapat informasi dari pabrik bahwa mulai Agustus nanti akan ada kenaikan harga pembelian per kodi. Selama lebih dari tiga tahun terakhir belum pernah ada kenaikan," jelasnya.

Selain seragam, penjualan buku tulis dan alat tulis juga mengalami peningkatan. Namun khusus buku tulis, Nurhayati mengaku penjualannya belum setinggi tahun-tahun sebelumnya.

Di sisi lain, masyarakat mulai memanfaatkan akhir pekan untuk melengkapi kebutuhan sekolah anak sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Salah seorang pembeli, Susan (36), mengaku baru sempat berbelanja setelah menghabiskan masa liburan bersama keluarga. Ia membeli seragam, buku, dan alat tulis untuk anaknya yang akan memasuki jenjang SMP.

"Kemarin masih sibuk liburan bersama keluarga, jadi sekarang baru sempat belanja seragam, buku dan alat tulis untuk anak yang akan masuk SMP. Syukurlah harganya masih normal," ujarnya.

Susan berharap seluruh perlengkapan sekolah anaknya sudah lengkap sebelum hari pertama masuk sekolah sehingga proses belajar dapat dimulai tanpa kendala. (Adi LC)

Polisi Ringkus Begal Karyawan Sawit di Ketapang, Korban Dijatuhkan di Jalan Sepi Menuju Kebun
Polisi Ringkus Begal Karyawan Sawit di Ketapang, Korban Dijatuhkan di Jalan Sepi Menuju Kebun
Wednesday, 20/05/2026

KALBARONLINE.com – Polres Ketapang berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan atau begal yang menimpa seorang karyawan perempuan di jalur menuju area perkebunan sawit di Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU), Kabupaten Ketapang. Kasus ini kembali menyoroti rawannya aksi kriminal di jalan-jalan sepi yang kerap dilalui pekerja saat dini hari.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris melalui Kapolsek Matan Hilir Utara AKP Ruswanto menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (19/05/2026) sekitar pukul 05.30 WIB di Jalan Desa Satong Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara.

Korban bernama Siti Hawa saat itu sedang mengendarai sepeda motor menuju tempat kerjanya di salah satu perusahaan perkebunan sawit. Namun di tengah perjalanan, korban diduga dibuntuti pelaku yang juga menggunakan sepeda motor.

Saat melintas di ruas jalan yang sepi, pelaku memepet kendaraan korban dari sisi kanan hingga korban kehilangan kendali dan terjatuh. Setelah itu, pelaku langsung merampas tas milik korban yang berisi satu unit handphone sebelum melarikan diri.

“Korban mengalami nyeri di sekujur tubuh akibat terjatuh dan mengalami kerugian sekitar Rp2,3 juta. Setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku di kediamannya,” ujar AKP Ruswanto, Rabu (20/05/2026).

Polisi kemudian mengamankan pelaku berinisial TH (49), warga Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Dari tangan pelaku, polisi turut menyita barang bukti berupa tas milik korban, satu unit handphone, serta sepeda motor yang digunakan saat beraksi.

Kasus begal di Ketapang ini menjadi perhatian karena jalur menuju area perkebunan sawit dinilai cukup rawan. Minimnya penerangan jalan serta lokasi yang jauh dari permukiman membuat kawasan tersebut rentan menjadi sasaran tindak kriminal, terutama bagi pekerja yang berangkat saat subuh.

Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Matan Hilir Utara. Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 479 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. (Adi LC)