Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
kafilah pontianak
Pontianak Bawa Pulang 12 Emas dari MTQ XXXIV Kalbar, Terbanyak Meski Bukan Juara Umum
Pontianak Bawa Pulang 12 Emas dari MTQ XXXIV Kalbar, Terbanyak Meski Bukan Juara Umum
Tuesday, 11/08/2026

KALBARONLINE.com – Kafilah Kota Pontianak membawa pulang catatan prestasi membanggakan dari Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara. Meski belum meraih juara umum berdasarkan akumulasi poin, Pontianak menjadi daerah dengan raihan medali emas terbanyak.

Pada MTQ yang berlangsung 1 hingga 9 Agustus 2026 di Sukadana, kafilah Pontianak meraih 12 juara pertama. Raihan tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 11 medali emas.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah, pelatih, pendamping, dan ofisial yang telah berjuang membawa nama Kota Pontianak.

“Walaupun tidak juara umum, saya bangga dari sisi kualitas. Kita juara dari medali emas,” ujarnya saat menyambut kepulangan kafilah di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (11/8/2026).

Menurut Edi, hasil MTQ kali ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Sistem penilaian MTQ menggunakan akumulasi poin dari seluruh peringkat, sehingga perolehan medali emas tidak menjadi satu-satunya dasar penentuan juara umum.

Ia meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak memperkuat pembinaan secara berkelanjutan. Para peraih juara juga didorong untuk tetap berlatih setelah kompetisi, dengan dukungan insentif serta pembinaan bagi pelatih dan pembimbing.

“Yang dapat emas sekarang ini harus terus berlatih. Bahkan setiap bulan kita kasih insentif. Yang kedua, yang ketiga, jangan lupa ikut berlatih. Termasuk pelatih dan pembimbing,” katanya.

Edi menilai pembinaan ke depan perlu dilakukan lebih serius dan terarah, termasuk dalam menemukan bibit-bibit baru.

Menurutnya, proses tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi MTQ tahun berikutnya, tetapi juga untuk membangun prestasi dalam jangka panjang.

Terlebih, Kota Pontianak akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 2027. Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah sekaligus meningkatkan prestasi kafilah.

“Kita sudah mulai melakukan upaya, termasuk yang sudah juara ini terus kita latih. Kita akan datangkan mungkin pelatih-pelatih. Ini cita-cita kita sehingga tahun depan sebagai tuan rumah kita sudah merasa siap dan bisa memberikan yang terbaik untuk Kota Pontianak,” ungkapnya.

Ketua LPTQ Kota Pontianak Amirullah menambahkan, dari keikutsertaan pada MTQ XXXIV, Pontianak meraih 34 prestasi dari berbagai cabang lomba.

Selain 12 medali emas, kafilah Pontianak juga meraih medali perak dan perunggu serta sejumlah juara harapan.

Ia menyebut peningkatan raihan emas dari 11 menjadi 12 medali menjadi salah satu indikator perkembangan prestasi Pontianak. Namun, evaluasi tetap diperlukan untuk meningkatkan jumlah peserta yang mampu menembus babak final dan memperkuat perolehan poin secara keseluruhan.

“Secara medali emas, Pontianak berada di posisi pertama. Tahun lalu 11 emas, tahun ini 12 emas. Artinya secara prestasi ada peningkatan,” jelasnya.

Amirullah berharap prestasi tersebut menjadi pijakan untuk menghadapi agenda MTQ berikutnya, termasuk MTQ tingkat nasional.

“Pembinaan harus diarahkan pada peningkatan kualitas, sehingga kafilah Pontianak tidak hanya kuat di tingkat Kalimantan Barat, tetapi mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” tutupnya. (*)

Kafilah Pontianak Raih Juara III MTQ Kalbar ke-34, Tahun Depan Jadi Tuan Rumah
Kafilah Pontianak Raih Juara III MTQ Kalbar ke-34, Tahun Depan Jadi Tuan Rumah
Sunday, 09/08/2026

KALBARONLINE.com – Kafilah Kota Pontianak berhasil meraih juara III pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara.

Selain meraih juara III pada MTQ, Kota Pontianak juga berhasil menempati posisi kedua dalam pawai taaruf kategori mobil hias dan peringkat keenam dalam kategori stand pameran.

Capaian tersebut menjadi hasil dari perjuangan para peserta, pelatih, official, pendamping, serta seluruh tim yang telah mempersiapkan diri sejak sebelum pelaksanaan hingga seluruh rangkaian MTQ berakhir.

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kafilah Kota Pontianak yang telah tampil maksimal membawa nama daerah. Menurutnya, setiap peserta telah menunjukkan ikhtiar terbaik dalam mengikuti berbagai cabang perlombaan.

“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kafilah, pelatih, official, pendamping, dan tim Kota Pontianak yang telah berjuang pada MTQ ke-34 Kalimantan Barat,” ujarnya usai penutupan MTQ, Sabtu (8/8/2026) malam.

Bahasan mengatakan, peringkat III yang diraih tetap menjadi prestasi yang patut disyukuri. Ia menilai perjuangan para kafilah tidak hanya diukur dari posisi akhir, tetapi juga dari semangat, kedisiplinan, adab, dan komitmen dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Juara III ini harus kita syukuri. Para peserta sudah berusaha dan memberikan kemampuan terbaik. Yang terpenting, semangat mencintai dan membumikan Al-Qur’an harus terus kita jaga,” katanya.

Ia menambahkan, MTQ bukan semata ajang kompetisi, melainkan sarana pembinaan generasi Qur’ani. Karena itu, hasil MTQ ke-34 Kalbar akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan tilawah, tahfiz, qiraat, kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, dan cabang lainnya di Kota Pontianak.

Menurut Bahasan, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tingkat kecamatan, kota, hingga persiapan menuju tingkat provinsi. Dengan evaluasi yang baik, ia optimistis prestasi kafilah Pontianak dapat terus meningkat pada pelaksanaan MTQ berikutnya.

“Kita akan evaluasi bersama. Apa yang sudah baik kita pertahankan, yang masih perlu diperkuat akan kita benahi. Pembinaan harus terus berjalan, tidak hanya menjelang lomba,” jelasnya.

Bahasan juga mengapresiasi dukungan LPTQ Kota Pontianak, perangkat daerah, para pembimbing, orang tua, dan masyarakat yang telah memberikan semangat kepada para peserta. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga mental dan kesiapan kafilah selama mengikuti MTQ.

Ia menambahkan, Kota Pontianak memiliki tanggung jawab lebih besar pada pelaksanaan MTQ berikutnya karena akan menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun depan.

Oleh sebab itu, persiapan harus dilakukan lebih awal dengan melibatkan seluruh pihak. Bahasan meminta seluruh kafilah dan tim tidak berhenti pada capaian tahun ini, tetapi menjadikannya sebagai motivasi untuk meningkatkan prestasi pada MTQ berikutnya.

“Terima kasih kepada seluruh kafilah Kota Pontianak. Tetap semangat, terus berlatih, dan jadikan hasil ini sebagai motivasi. Insya Allah tahun depan, saat Pontianak menjadi tuan rumah, kita bisa tampil lebih baik lagi,” pungkasnya. (*)

19 Kafilah Pontianak Melaju ke Final MTQ Kalbar XXXIV di Kayong Utara
19 Kafilah Pontianak Melaju ke Final MTQ Kalbar XXXIV di Kayong Utara
Friday, 07/08/2026

KALBARONLINE.com – Sebanyak 19 peserta Kafilah Kota Pontianak berhasil melaju ke babak final Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Kabupaten Kayong Utara.

Para finalis tersebut berasal dari berbagai cabang lomba, mulai dari tilawah, qiraat, hifzhil Qur'an, musabaqah karya tulis ilmiah Al-Qur'an, hingga kaligrafi digital.

Ketua Rombongan Kafilah Kota Pontianak, Yusnaldi, mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan 19 peserta menembus babak final merupakan hasil dari proses pembinaan, latihan, dan seleksi yang dilakukan secara berjenjang sejak tingkat kecamatan hingga pembinaan di tingkat kota.

"Alhamdulillah, 19 kafilah Kota Pontianak berhasil masuk final. Ini tentu menjadi kabar yang membanggakan dan mudah-mudahan seluruh peserta dapat tampil maksimal pada babak final," ujarnya.

Pada cabang tilawah, peserta Kota Pontianak yang berhasil melaju ke final yakni Rayatul Husna pada Tilawah Anak-anak Putri, Muhammad Khairan A. Rahman pada Tilawah Anak-anak Putra, Malikah Khaira Khalogillah pada Tilawah Remaja Putri, Muhammad Raihan Jamil pada Tilawah Remaja Putra, Agustiani pada Tilawah Dewasa Putri, dan Dr. Anas Al Hifni pada Tilawah Dewasa Putra.

Selain itu, Siti Farhatun Nufus lolos ke final Tilawah Netra Putri, Sa'dah pada Tilawah Usia Emas Putri, serta H. Ahmad Marhoto pada Tilawah Usia Emas Putra.

Pada cabang qiraat, tiga peserta Kota Pontianak juga berhasil melaju ke final, yakni Akmal Fadillah pada Qiraat Murattal Remaja Putra, Ummi Khairiyah pada Qiraat Murattal Dewasa Putri, dan Hasnawi pada Qiraat Mujawwad Dewasa Putra.

Sementara itu, pada cabang hifzhil Qur'an, Nayla Zakiyatil Fikriyah lolos ke final Hifzhil Qur'an 1 Juz dan Tilawah Putri, Raya Salsabila pada Hifzhil Qur'an 5 Juz dan Tilawah Putri, serta Abang Nabil Putra Setiawan pada Hifzhil Qur'an 10 Juz Putra.

Kota Pontianak juga menempatkan finalis pada cabang Musabaqah Khattil Qur'an (MKQ), yakni Syaripuddin pada MKQ Naskah Putra, Shahnibul Fadhli pada MKQ Dekorasi Putra, dan Dadang Indra Nurhadiansah pada MKQ Kontemporer Putra.

Sementara pada cabang Kaligrafi Digital Putri, Syarifah Nabila berhasil melaju ke babak final dan menjadi salah satu wakil Kota Pontianak.

Yusnaldi berharap seluruh finalis dapat menjaga kesehatan, fokus, dan tampil maksimal pada babak penentuan.

"Babak final tentu membutuhkan kesiapan mental dan fisik. Kami berharap peserta tetap tenang, menjaga kesehatan, dan menampilkan kemampuan terbaiknya," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat Kota Pontianak memberikan doa dan dukungan kepada seluruh kafilah yang sedang berjuang di Kabupaten Kayong Utara.

"Mohon doa masyarakat Kota Pontianak. Semoga para finalis diberi kelancaran, kemudahan, dan hasil terbaik," ujarnya.

Menurut Yusnaldi, prestasi dalam MTQ bukan hanya diukur dari perolehan juara, tetapi juga dari keberhasilan membina generasi Qur'ani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

"Semoga capaian ini semakin menguatkan semangat kita dalam membumikan Al-Qur'an dan memperkuat pembinaan generasi Qur'ani di Kota Pontianak," pungkasnya. (*)

Kunjungi Kafilah MTQ Pontianak, Edi Kamtono Minta Peserta Jaga Kesehatan dan Kejar Nilai Terbaik
Kunjungi Kafilah MTQ Pontianak, Edi Kamtono Minta Peserta Jaga Kesehatan dan Kejar Nilai Terbaik
Sunday, 02/08/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengunjungi kafilah Kota Pontianak yang mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara, Minggu (2/8/2026) sore.

Kehadiran Edi bersama Ketua TP PKK Kota Pontianak dan jajaran Pemerintah Kota Pontianak tersebut disambut Ketua LPTQ Kota Pontianak Amirullah, para official, pembimbing, pelatih, serta peserta kafilah Kota Pontianak.

Edi mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan langsung pemerintah kota kepada seluruh peserta yang akan tampil dalam berbagai cabang perlombaan.

Ia berharap kehadiran pemerintah dapat menambah semangat para kafilah dalam membawa nama baik Kota Pontianak di ajang tingkat provinsi.

“Tentunya kehadiran saya di sini pada sore hari ini untuk memberikan semangat kepada adik-adik semua, kepada official, agar mudah-mudahan bisa tampil maksimal,” ujarnya.

Edi juga berpesan agar seluruh peserta menjaga kondisi kesehatan selama berada di Kabupaten Kayong Utara.

Menurutnya, kondisi fisik menjadi salah satu faktor penting agar peserta mampu tampil optimal saat perlombaan. Ia mengingatkan peserta menjaga pola makan, waktu istirahat, serta menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kondisi tubuh menjelang tampil.

Selain itu, kondisi cuaca panas di Kayong Utara juga perlu menjadi perhatian para peserta.

“Kayong ini panas juga, jadi harus hati-hati. Jangan terlalu banyak minum es, nanti bisa batuk. Kalau mau lomba, memang harus sedikit menahan diri supaya saat tampil bisa optimal,” pesannya.

Edi juga meminta para official dan pendamping terus memperhatikan kebutuhan peserta, terutama terkait makanan dan konsumsi selama mengikuti rangkaian kegiatan MTQ.

Menurutnya, kenyamanan peserta menjadi bagian penting agar mereka dapat fokus memberikan penampilan terbaik.

Ia menegaskan bahwa MTQ bukan hanya sekadar ajang untuk mengejar juara, tetapi juga menjadi ruang meningkatkan kualitas bacaan, pemahaman, serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.

Meski demikian, Edi tetap mendorong kafilah Kota Pontianak untuk membidik capaian terbaik. Menurutnya, nilai tinggi menjadi modal penting apabila nantinya peserta berkesempatan mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional.

“Kalau dulu saya selalu sampaikan, kita memang mengejar nilai. Tidak hanya juara, tetapi nilai tertinggi. Karena kalau nanti mewakili Kalbar di level nasional, nilainya harus lebih tinggi lagi,” jelasnya.

Edi berharap peserta yang berhasil meraih juara di tingkat provinsi dapat melanjutkan prestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Menurutnya, keberhasilan tersebut akan menjadi kebanggaan bagi peserta, keluarga, dan Kota Pontianak.

Sebagai bentuk motivasi, Edi menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pontianak akan menyiapkan apresiasi bagi peserta yang berhasil meraih juara. Dalam kunjungan tersebut, Pemkot Pontianak juga menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada kafilah.

“Yang juara satu nanti akan ada hadiah, nanti kita diskusikan. Kalau bonus pasti. Ini penyemangat untuk adik-adik agar bisa meraih juara satu,” ungkapnya.

Edi menambahkan, perjuangan kafilah Kota Pontianak telah melalui proses panjang sejak seleksi tingkat kecamatan, kota, hingga akhirnya tampil pada MTQ tingkat provinsi.

Ia berharap seluruh latihan dan persiapan yang telah dilakukan dapat menghasilkan capaian terbaik.

“Selamat berlomba, selamat berkompetisi. Ikhtiar sudah kita lakukan, latihan sudah dimulai sejak seleksi kecamatan, kota, sekarang provinsi. Mudah-mudahan nanti bisa lanjut ke nasional,” pungkasnya. (*)

MTQ ke-34 Kalbar di Kayong Utara, Kafilah Pontianak Targetkan Juara Umum
MTQ ke-34 Kalbar di Kayong Utara, Kafilah Pontianak Targetkan Juara Umum
Thursday, 30/07/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melepas keberangkatan Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Kota Pontianak yang akan berlaga pada MTQ ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara.

Edi berharap seluruh peserta mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama baik Kota Pontianak dalam ajang keagamaan tingkat provinsi tersebut.

Ia meminta seluruh kafilah tetap fokus mempersiapkan diri dengan menjaga semangat berlatih, memperbanyak doa, serta menjaga kondisi fisik selama mengikuti perlombaan.

"Harapan masyarakat Kota Pontianak ada di pundak para kafilah. Ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sebaik-baiknya dan berikan penampilan terbaik agar mampu meraih prestasi yang membanggakan," ujar Edi usai acara pelepasan di Gedung LPTQ Kota Pontianak, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, para peserta yang mewakili Kota Pontianak telah melalui proses pembinaan dan seleksi mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kota.

Dengan proses tersebut, Edi optimistis para kafilah memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat provinsi, bahkan berpeluang melaju ke tingkat nasional.

Edi juga mengingatkan bahwa Kota Pontianak akan menjadi tuan rumah MTQ ke-35 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2027.

Karena itu, ia meminta pembinaan terhadap para peserta terus ditingkatkan dan tidak berhenti setelah pelaksanaan MTQ tahun ini.

"Saya berharap kita terus meningkatkan kualitas pembinaan. Target kita bukan hanya menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga mampu meraih prestasi terbaik, bahkan menjadi juara umum," katanya.

Selain kesiapan kemampuan, Edi menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama perjalanan maupun selama mengikuti perlombaan.

Mengingat perjalanan menuju Kayong Utara ditempuh melalui jalur darat, ia mengimbau seluruh kafilah menjaga kebugaran, beristirahat cukup, serta memperhatikan pola makan.

Ia juga mengingatkan peserta menjaga kualitas suara, melakukan pemanasan sebelum tampil, serta mempersiapkan diri secara fisik dan mental agar mampu memberikan penampilan maksimal.

"Ikhtiar harus dilakukan sebaik mungkin. Yang terpenting, Al-Qur'an tidak hanya dibaca dan dilombakan, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari," pesannya.

Edi kemudian mendoakan seluruh kafilah diberikan keselamatan, kesehatan, kemudahan, dan keberkahan selama mengikuti MTQ ke-34 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Ketua LPTQ Kota Pontianak, Amirullah, menyampaikan seluruh kebutuhan administrasi maupun teknis telah dipersiapkan secara optimal untuk mendukung keikutsertaan kafilah selama pelaksanaan MTQ di Kabupaten Kayong Utara.

"Seluruh kesiapan keikutsertaan kafilah Kota Pontianak dalam MTQ ke-34 tingkat Provinsi Kalimantan Barat telah kami laksanakan seoptimal mungkin. Persiapan tersebut meliputi administrasi, kelengkapan surat-menyurat, hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, rombongan kafilah diberangkatkan menggunakan dua unit bus dengan jumlah sekitar 113 orang yang terdiri dari peserta, official, pendamping, serta pengurus lainnya.

Menurut Amirullah, seluruh persiapan telah dilakukan sejak jauh hari sehingga para peserta dinilai siap mengikuti seluruh tahapan perlombaan.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Pontianak terhadap pembinaan dan pengembangan tilawatil Qur'an.

"Kami bersyukur seluruh persiapan dapat diselesaikan dengan baik. Semoga seluruh kafilah dapat mengikuti MTQ dengan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi Kota Pontianak," pungkasnya. (*)