Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
kampung yuka
GAHARU Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Warga untuk Kembangkan Kampung Yuka
GAHARU Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Warga untuk Kembangkan Kampung Yuka
Wednesday, 21/10/2026

KALBARONLINE.com – Gerakan Pembaharu (GAHARU) Pontianak mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah kota, masyarakat sipil, dan warga untuk mewujudkan Kampung Yuka, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, sebagai kawasan yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan.

Upaya tersebut menjadi salah satu agenda pertemuan antara Ashoka Indonesia, Center for Innovation Policy and Governance (CIPG), JustSystems, Wali Kota Pontianak, organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah pemangku kepentingan di Pontive Center Pontianak, Kamis (22/10/2026).

Koordinator GAHARU Pontianak, Octavia Shinta Aryani, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari program SAMA-SAMA yang diinisiasi Ashoka Indonesia dan CIPG, dengan dukungan JustSystems dan Ford Foundation.

“Kita ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam mendorong kebijakan serta pembangunan berkelanjutan melalui pertukaran perspektif dan pembelajaran bersama,” kata Shinta dalam siaran pers, Rabu (21/10/2026).

GAHARU bersama dua kohort organisasi masyarakat sipil (CSO) di Pontianak mengembangkan inisiatif kolaboratif di Kampung Yuka. Program ini mengintegrasikan pengelolaan lingkungan hidup, promosi kesehatan, informasi dan komunikasi, serta pengembangan ekonomi kreatif untuk memperkuat kapasitas masyarakat.

Melalui pertemuan tersebut, para pihak akan membahas perkembangan inisiatif Kampung Yuka, mengidentifikasi tantangan pelaksanaan program, serta merumuskan peluang kolaborasi dan dukungan yang dibutuhkan agar kegiatan dapat berkelanjutan.

Sejumlah OPD Pemerintah Kota Pontianak turut dilibatkan, di antaranya Bapperida, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata. Camat Pontianak Barat dan Lurah Sungai Beliung juga dijadwalkan mengikuti pertemuan tersebut.

Selain unsur pemerintah, kegiatan ini melibatkan perguruan tinggi, lembaga sosial, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas. Sejumlah peserta yang terlibat antara lain Universitas Tanjungpura, Universitas Muhammadiyah Pontianak, LAZISMU Kalimantan Barat, Eco Bhinneka Muhammadiyah, PPSW Borneo, PEGAS PEKKA, Yayasan Kolase, Akademi Ide Kalimantan, Akademi Anak Desa, Pena Borneo, dan Yayasan Webe.

Sebelumnya, tim Ashoka Indonesia dan CIPG juga dijadwalkan bertemu dengan perwakilan warga Kampung Yuka pada Rabu (21/10/2026) malam. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk mendengar langsung pengalaman warga berkolaborasi dengan GAHARU dalam mewujudkan Kampung Yuka yang sehat, bersih, maju, dan sejahtera.

Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan membuka ruang untuk menyelaraskan program, berbagi pengalaman, dan memperkuat dukungan lintas sektor terhadap inisiatif warga.

GAHARU merupakan gerakan kolaboratif yang mendorong perubahan sosial dan ekologis berbasis masyarakat. Melalui pengembangan Kampung Yuka, gerakan ini berupaya menciptakan ruang bagi warga untuk belajar, berinovasi, memperkuat kepedulian sosial dan lingkungan, serta membangun aksi kolektif.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil dinilai penting agar inisiatif warga tidak berhenti sebagai kegiatan jangka pendek. Dukungan kebijakan, koordinasi antarlembaga, dan keterlibatan aktif masyarakat diperlukan untuk memperluas dampak program sekaligus menjaga keberlangsungannya.

Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat merumuskan langkah konkret untuk memperkuat inisiatif Kampung Yuka dan menjadikannya ruang pembelajaran bersama bagi pembangunan sosial dan ekologis yang berkelanjutan. (*)

Keseruan Lomba Sampan Bidar di Kampung Yuka Pontianak, 24 Tim Adu Cepat di Sungai Kapuas
Keseruan Lomba Sampan Bidar di Kampung Yuka Pontianak, 24 Tim Adu Cepat di Sungai Kapuas
Saturday, 15/08/2026

KALBARONLINE.com – Terik matahari tak menyurutkan antusiasme warga menyaksikan lomba sampan bidar tradisional di Kampung Yuka, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Sabtu (15/8/2026).

Deretan sampan dengan delapan pendayung berpacu di atas Sungai Kapuas. Sorak warga pun terdengar setiap kali sampan mulai melaju mengejar garis finis.

Lomba ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Robo-Robo 2026 sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut digelar Organisasi Putera Kapuas.

Ketua Panitia, Onie Burhan, mengatakan tahun ini lomba diikuti sekitar 24 tim. Pesertanya tak hanya berasal dari Kota Pontianak, tetapi juga sejumlah daerah di Kalimantan Barat.

“Ada dari Kabupaten Sambas, Sekadau, Kubu Raya, dan Kota Pontianak. Kita memang mengadakan event ini untuk se-Kalimantan Barat,” kata Onie.

Setiap tim terdiri dari 10 orang, yakni delapan pendayung dan dua orang cadangan. Mereka harus menaklukkan lintasan sepanjang sekitar 1.200 meter.

Pemenang ditentukan berdasarkan tim yang lebih dulu mencapai garis finis. Seluruh peserta bertanding dalam satu kategori.

Menurut Onie, lomba sampan bidar bukan sekadar perlombaan. Tradisi tersebut menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat yang ingin terus mereka hidupkan.

“Sampan bidar ini boleh dikatakan warisan dari nenek moyang kita. Bukan hanya orang Bugis, tetapi semua kalangan, baik Melayu, Bugis, dan lainnya,” ujarnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali tradisi yang sempat vakum selama beberapa tahun. Organisasi Putera Kapuas sebenarnya rutin menggelar kegiatan tersebut sejak berdiri pada 2011.

Namun, kegiatan sempat terhenti setelah terakhir digelar pada 2018. Rencana pelaksanaan berikutnya terkendala pandemi COVID-19 hingga akhirnya lomba kembali digelar tahun ini.

“Sayang kalau tidak kita hidupkan kembali. Ini salah satu momen yang berada di Kota Pontianak yang mengadakan festival budaya sekaligus sampan bidar,” tutur Onie.

Tahun ini, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian agenda besar yang digelar Putera Kapuas. Selain Festival Budaya Robo-Robo dan peringatan HUT ke-81 RI, rangkaian kegiatan juga disiapkan bertepatan dengan momentum Maulid Nabi.

Onie berharap kembalinya lomba sampan bidar dapat membuat tradisi tersebut semakin dikenal sekaligus menarik lebih banyak peserta dari berbagai daerah pada tahun-tahun berikutnya.

“Kita ingin tradisi ini terus hidup dan bisa menjadi salah satu agenda budaya yang ditunggu masyarakat setiap tahun,” pungkasnya. (Lid)

Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka Didorong Jadi Agenda Tahunan Kota Pontianak
Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka Didorong Jadi Agenda Tahunan Kota Pontianak
Saturday, 15/08/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong Lomba Sampan Bidar di Kampung Yuka, Kecamatan Pontianak Barat, menjadi agenda tahunan. Ia menilai kegiatan ini dapat dipromosikan lebih luas hingga tingkat Kalimantan Barat, nasional maupun internasional.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa mendapat intervensi dari Pemerintah Kota dan dipersiapkan lebih matang. Ini bisa menjadi agenda tetap tahunan, bukan hanya untuk warga Kampung Yuka, tetapi juga agenda Kota Pontianak,” jelasnya usai membuka Lomba Sampan Bidar tersebut, Sabtu (15/8/2026).

Ia menyebut, lomba sampan bidar juga berpeluang melibatkan peserta dari negara tetangga, seperti Sarawak, Brunei dan Sabah. Menurutnya, kesamaan budaya sungai dan tradisi perahu dapat menjadi daya tarik untuk memperluas jejaring kegiatan.

“Ke depan bisa saja dipromosikan hingga tingkat Kalbar bahkan internasional, diikuti peserta dari Sarawak, Brunei, Sabah, dan negara tetangga lainnya yang memiliki tradisi lomba sampan bidar,” ujarnya.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu berlangsung meriah dan menarik antusiasme warga. Sedikitnya 22 tim sampan bidar ambil bagian.

Edi mengatakan, lomba sampan bidar tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memberi dampak positif bagi aktivitas warga, pelaku UMKM serta penguatan budaya tepian sungai di Kota Pontianak.

“Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Saya berharap berjalan lancar, aman, dan memberi manfaat bagi warga,” ujarnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut sangat besar. Tidak hanya warga Kampung Yuka, peserta dan pengunjung juga datang dari berbagai wilayah, termasuk Sungai Kupah, Kubu Raya hingga Mempawah.

“Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan olahraga dan budaya seperti sampan bidar sangat tinggi. Apalagi dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Edi juga menanggapi aspirasi warga terkait kebutuhan infrastruktur di kawasan tersebut. Ia menyebut beberapa keluhan, seperti akses jalan, gertak dan lingkungan sekitar, akan menjadi perhatian pemerintah.

“Apa yang menjadi keluhan warga terkait infrastruktur sudah saya lihat. Insya Allah akan menjadi perhatian kami dan akan diusahakan secepat mungkin untuk direnovasi atau ditingkatkan kualitasnya,” katanya.

Edi menambahkan, dukungan pemerintah terhadap kegiatan masyarakat harus diiringi dengan persiapan yang baik dari panitia. Ia meminta penyelenggara mulai melakukan evaluasi sejak dini agar pelaksanaan tahun berikutnya lebih matang, aman dan semakin meriah.

Selain itu, ia mengajak masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan Kampung Yuka, untuk menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke parit maupun sungai.

“Jaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah di parit, apalagi di sungai, supaya biota sungai dan parit tetap sehat, bersih, dan asri,” pesannya.

Edi juga meminta panitia memperhatikan keselamatan penonton maupun atlet yang bertanding. Menurutnya, kegiatan di sungai harus dijalankan dengan pengamanan yang baik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Keselamatan penonton dan atlet harus betul-betul dijaga. Panitia bersama petugas harus memastikan kegiatan berlangsung aman,” tegasnya.

Ia berharap Lomba Sampan Bidar Kampung Yuka terus berkembang sebagai ruang pelestarian budaya, olahraga air, hiburan rakyat sekaligus penggerak ekonomi warga.

“Terima kasih kepada panitia dan seluruh warga yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga lomba sampan bidar semakin meriah, menjadi kebanggaan masyarakat, dan memberi manfaat bagi Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)