Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
kecelakaan kerja
Tim Gabungan Evakuasi Pekerja Usai Insiden Jatuh ke Laut di Area Jetty Pagar Mentimun
Tim Gabungan Evakuasi Pekerja Usai Insiden Jatuh ke Laut di Area Jetty Pagar Mentimun
Friday, 14/08/2026

KALBARONLINE.com – Insiden kerja terjadi di area konstruksi Jetty PT Borneo Alumindo Prima, Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Ketapang, Jumat (14/8/2026) dini hari.

Seorang pekerja bernama Edi Wahyudi, yang merupakan helper dari PT Naga Jaya Sahabat selaku subkontraktor PT Rong Makmur Mulia, terjatuh ke laut saat melakukan pemindahan material besi sekitar pukul 03.05 WIB.

Humas Manager PT Borneo Alumindo Prima, Budi Matheus, mengatakan berdasarkan laporan awal, insiden terjadi setelah rakit atau ponton apung di sekitar lokasi kerja bergeser akibat arus laut. Kondisi tersebut membuat Edi kehilangan keseimbangan dan jatuh ke laut.

“Rekan kerja yang berada di lokasi langsung melakukan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pengawas,” kata Budi Matheus saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).

Tim gabungan dari PT Naga Jaya Sahabat, PT Rong Makmur Mulia dan PT Borneo Alumindo Prima kemudian melakukan pencarian awal sekaligus mengamankan lokasi kejadian.

Pencarian selanjutnya melibatkan BASARNAS dan tim penyelam profesional. Setelah berlangsung selama beberapa jam, Edi akhirnya ditemukan oleh tim penyelam sekitar pukul 15.35 WIB.

“Proses evakuasi dan penanganan selanjutnya dilaksanakan sesuai prosedur serta dikoordinasikan dengan BASARNAS, Kepolisian, fasilitas kesehatan, pihak kontraktor dan keluarga,” ujarnya.

Budi menyebut, berdasarkan keterangan awal, Edi diduga tidak mengenakan jaket pelampung saat kejadian. Padahal, penggunaan alat pelindung tersebut diwajibkan dalam pekerjaan di atas maupun di sekitar perairan.

Namun, pihak manajemen menegaskan belum mengambil kesimpulan mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Hal tersebut masih menjadi bagian dari investigasi bersama aspek lainnya, termasuk metode kerja, pengawasan, kondisi lingkungan, serta penerapan prosedur keselamatan,” katanya.

“Manajemen tidak akan menyimpulkan penyebab maupun kesalahan pihak tertentu sebelum investigasi selesai,” lanjut Budi.

Selama proses pencarian berlangsung, seluruh kegiatan di lokasi kejadian dihentikan dan area diamankan. Aktivitas terbatas di area lain hanya diperbolehkan setelah dinyatakan aman, tidak mengganggu proses pencarian maupun investigasi, serta telah dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Atas kejadian tersebut, manajemen menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam kepada keluarga Edi Wahyudi.

“Manajemen berkomitmen memberikan pendampingan dan memastikan pemenuhan hak pekerja sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Budi.

Manajemen juga menyatakan siap bekerja sama dengan Kepolisian, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), serta instansi berwenang lainnya dalam proses investigasi dengan memberikan data maupun keterangan yang diperlukan. (Adi LC)

Kecelakaan Kerja di PT BAP Ketapang, TKA dan Pekerja Lokal Jadi Korban
Kecelakaan Kerja di PT BAP Ketapang, TKA dan Pekerja Lokal Jadi Korban
Sunday, 25/01/2026


KALBARONLINE.com – Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan smelter bauksit PT Borneo Alumindo Prima (BAP) di Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Sabtu (24/1/2026) siang.

Insiden tersebut mengakibatkan dua orang karyawan laki-laki mengalami luka serius. Satu korban diketahui merupakan tenaga kerja asing (TKA), sementara satu lainnya adalah pekerja lokal. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Fatima Ketapang untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Matan Hilir Selatan, IPTU Jumadi Hutabarat, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di area site PT BAP, tepatnya di tikungan depan mess kayu milik perusahaan.

“Dua korban sudah dirawat di RS Fatima Ketapang,” ujar Jumadi saat dikonfirmasi, Sabtu sore.

Berdasarkan keterangan awal, kecelakaan bermula saat sebuah truk DT melintas sambil mengangkut material tanah untuk keperluan penimbunan pembangunan mess baru. Namun, pada saat bersamaan, tiba-tiba muncul sepeda motor berboncengan yang keluar dari area mesin kayu.

“Pada saat bersamaan, tiba-tiba muncul sepeda motor yang berboncengan keluar dari area mesin kayu,” kata Jumadi.

Sopir truk DT diduga tidak menyadari keberadaan sepeda motor tersebut di jalur lintasan, sehingga kecelakaan pun tidak dapat dihindari.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan serta penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT Borneo Alumindo Prima belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi. (Adi LC)