Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
ketua komisi ii dpr ri
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Apresiasi Rifqinizamy, Buka Akses Beasiswa Kuliah ke China bagi Siswa Kalbar
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Apresiasi Rifqinizamy, Buka Akses Beasiswa Kuliah ke China bagi Siswa Kalbar
Thursday, 25/06/2026

KALBARONLINE.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memberikan apresiasi kepada Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, atas inisiatifnya membuka akses beasiswa kuliah ke Tiongkok bagi 10 siswa Tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) SMAN 1 Pontianak.

Apresiasi tersebut disampaikan Abdul Mu'ti saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) program beasiswa antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Yangzhou Polytechnic Institute, dan PT Semen Conch Indonesia di Aula SMAN 1 Pontianak, Kamis (25/6/2026).

Menurut Abdul Mu'ti, program yang digagas Rifqinizamy menjadi contoh nyata kontribusi seorang tokoh dalam memajukan dunia pendidikan melalui jejaring dan kolaborasi yang dimiliki.

"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pak Rifki yang telah memberikan contoh bagaimana para tokoh dapat berkontribusi dalam memajukan pendidikan. Dengan komunikasi dan jejaring yang beliau miliki, beliau telah membuka jalan bagi anak-anak kita, khususnya siswa SMA ini, untuk dapat melanjutkan studi ke Tiongkok," kata Abdul Mu'ti.

Ia menilai program tersebut tidak hanya membuka kesempatan bagi para siswa untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, tetapi juga memberikan prospek karier setelah lulus.

Menurutnya, program studi yang ditawarkan telah disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja sehingga para penerima beasiswa memiliki peluang yang lebih besar untuk berkarier setelah menyelesaikan pendidikan.

"Program ini tidak sekadar memberikan kesempatan kuliah, tetapi juga sudah memiliki keterkaitan dengan dunia kerja di negara tempat mereka belajar. Program studi yang dipilih pun relevan dengan kebutuhan dunia kerja di masa depan," ujarnya.

Abdul Mu'ti mengatakan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor industri seperti yang terjalin dalam program tersebut merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Ia berharap inisiatif serupa dapat diikuti lebih banyak tokoh dan pemangku kepentingan di berbagai daerah agar semakin banyak generasi muda Indonesia memperoleh akses pendidikan yang lebih luas.

"Ini contoh yang sangat baik dan mudah-mudahan dapat menginspirasi para tokoh lainnya untuk ikut berkontribusi dalam menyukseskan pendidikan bermutu untuk semua. Dengan berbagai jaringan dan kreativitas yang dimiliki, semakin banyak anak Indonesia yang dapat memperoleh kesempatan menjadi generasi yang hebat dan kuat," tuturnya.

Abdul Mu'ti menambahkan, program beasiswa tersebut sejalan dengan visi pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

"Seperti yang sering disampaikan Presiden Prabowo, kita ingin menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Program seperti ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mewujudkan cita-cita tersebut," pungkasnya. (*)

Pemprov Kalbar Teken MoU Beasiswa ke China, 10 Siswa Tim LCC SMAN 1 Pontianak Dapat Kuliah Gratis
Pemprov Kalbar Teken MoU Beasiswa ke China, 10 Siswa Tim LCC SMAN 1 Pontianak Dapat Kuliah Gratis
Thursday, 25/06/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) program beasiswa pendidikan ke China bagi 10 siswa Tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) SMAN 1 Pontianak. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemprov Kalbar, Yangzhou Polytechnic Institute, dan PT Semen Conch Indonesia.

Penandatanganan MoU sekaligus penyerahan simbolis beasiswa berlangsung di Aula SMAN 1 Pontianak, Kamis (25/6/2026). Program tersebut tidak hanya mencakup pembiayaan pendidikan, tetapi juga memberikan kesempatan bekerja setelah para penerima menyelesaikan studi.

MoU ditandatangani oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, Kepala Yangzhou Polytechnic Institute, Ni Yong Hong, serta Direktur PT Semen Conch Indonesia, Wang Hai Wing.

Kegiatan itu turut disaksikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda selaku penggagas program beasiswa, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong, perwakilan Kementerian Luar Negeri, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Syarif Indahmawan Alkadri, serta jajaran guru dan siswa.

Dalam sambutannya, Ria Norsan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam terwujudnya program tersebut. Menurutnya, beasiswa ini menjadi peluang besar bagi generasi muda Kalimantan Barat untuk memperoleh pendidikan bertaraf internasional.

"Melalui MoU antara Yangzhou Polytechnic Institute, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan PT Semen Conch Indonesia, terbuka jalan baru bagi putra-putri Kalbar untuk memperoleh akses pendidikan bertaraf internasional dengan dukungan dunia usaha dan mitra global," kata Norsan.

Ia menilai kerja sama tersebut bukan hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi pendidikan yang mempererat hubungan Indonesia dan China.

Norsan juga memberikan apresiasi kepada Rifqinizamy Karsayuda, alumni SMAN 1 Pontianak yang menjadi inisiator lahirnya program beasiswa tersebut.

"Kami berharap semakin banyak alumni yang mengikuti jejak Pak Rifqi dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan," ujarnya.

Kepada para penerima beasiswa, Norsan berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu dan pengalaman sebelum kembali membangun Kalimantan Barat.

Adapun 10 siswa penerima beasiswa tersebut adalah Josepha Alexander, Almira, Khasandra, Ahmad, Louisa, Ansella, Khansa, Rajiq, Naurah, dan Zerlinda.

Program beasiswa ini bermula dari polemik LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang sempat menjadi perhatian publik. Saat itu, Tim Grup C SMAN 1 Pontianak memprotes keputusan dewan juri terkait penilaian salah satu jawaban pada babak final.

Dalam momen tersebut, Josepha Alexander atau Ocha menyampaikan keberatan secara santun kepada dewan juri. Sikapnya kemudian mendapat apresiasi luas, termasuk dari Rifqinizamy Karsayuda yang saat itu berjanji memberikan beasiswa kepada para siswa.

Polemik tersebut kini telah berakhir setelah SMAN 1 Sambas ditetapkan sebagai wakil Kalimantan Barat pada LCC Empat Pilar tingkat nasional 2026. Sementara itu, SMAN 1 Pontianak menerima hasil perlombaan dan menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah memperoleh penjelasan atas proses penilaian, bukan membatalkan hasil kompetisi.

SMAN 1 Pontianak juga menyatakan menolak opsi pertandingan ulang dan memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas untuk mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional. (Lid)