Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
korban tenggelam
Korban Tenggelam di Sungai Batang Bunut Kapuas Hulu Ditemukan Meninggal Dunia
Korban Tenggelam di Sungai Batang Bunut Kapuas Hulu Ditemukan Meninggal Dunia
Saturday, 25/07/2026

KALBARONLINE.com – Pencarian terhadap Rasidin (50), warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di Sungai Batang Bunut, Dusun Penemur I, Desa Teluk Geruguk, Kecamatan Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu, akhirnya membuahkan hasil.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (24/07/2026) sekitar pukul 15.05 WIB, tidak jauh dari lokasi awal tempat korban diduga tenggelam.

Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, Iptu Jamali, mengatakan operasi pencarian memasuki hari kedua dengan melibatkan tim gabungan dari Basarnas Sintang, Polsek Boyan Tanjung, Pemerintah Kecamatan Boyan Tanjung, Pemerintah Desa Teluk Geruguk, keluarga korban, dan masyarakat setempat.

"Pencarian hari kedua ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Tim Basarnas Kabupaten Sintang, personel Polsek Boyan Tanjung, Pemerintah Kecamatan Boyan Tanjung, Pemerintah Desa Teluk Geruguk, bersama keluarga korban dan masyarakat setempat menyisir sungai dengan teknik penyelaman dan penyisiran di pinggiran sungai," ujarnya.

Pencarian sempat dihentikan sementara pada pukul 11.00 WIB untuk istirahat dan dilanjutkan kembali pukul 14.00 WIB dengan menyisir lokasi menggunakan perahu di sekitar titik korban diduga tenggelam.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika jenazah korban ditemukan sekitar pukul 15.05 WIB di aliran Sungai Batang Bunut.

Tim gabungan kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Boyan Tanjung untuk dilakukan pemeriksaan dan visum. Selanjutnya, atas permintaan keluarga, jenazah dirujuk ke RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau untuk dilakukan penyuntikan formalin.

"Dengan ditemukannya jenazah korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai," kata Iptu Jamali.

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa jenazah akan dipulangkan ke kampung halamannya di Dukuh Rejosari RT 002/RW 004, Desa Clapar, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, untuk dimakamkan.

Keluarga melalui adik kandung korban juga meminta agar jenazah tidak dilakukan autopsi.

Selama proses pencarian hingga evakuasi, situasi berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

Operasi pencarian melibatkan Tim Basarnas Sintang, personel Polsek Boyan Tanjung, Pemerintah Kecamatan Boyan Tanjung, Pemerintah Desa Teluk Geruguk, keluarga korban, serta masyarakat setempat. (Haq)

Warga Batang Lupar yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Meninggal di Sungai Batang Leboyan
Warga Batang Lupar yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Meninggal di Sungai Batang Leboyan
Sunday, 05/07/2026

KALBARONLINE.com – Personel Polsek Batang Lupar bersama unsur Muspika bergerak cepat menindaklanjuti laporan hilangnya seorang warga Dusun Lubuk Bandung, Desa Sei Ajung, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (4/7/2026).

Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, IPTU Jamali, mengatakan informasi mengenai hilangnya korban diterima anggota Polsek Batang Lupar sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah menerima laporan, personel kepolisian langsung berkoordinasi dengan unsur Muspika Kecamatan Batang Lupar untuk melakukan pencarian dan menuju lokasi kejadian.

Sekitar pukul 10.30 WIB, tim berangkat menggunakan kendaraan roda dua menuju titik keberangkatan. Perjalanan kemudian dilanjutkan sekitar pukul 13.30 WIB menggunakan transportasi air karena lokasi berada di kawasan pedalaman yang belum memiliki akses jalan darat.

Tim akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, sebelum rombongan sampai, sekitar pukul 16.15 WIB masyarakat setempat mengabarkan bahwa korban telah ditemukan di aliran Sungai Batang Leboyan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Jabuh, lahir di Lubuk Bandung pada 10 September 1965, beragama Kristen, dan merupakan warga Dusun Lubuk Bandung, Desa Sei Ajung, Kecamatan Batang Lupar.

Dalam penanganan peristiwa tersebut, Polsek Batang Lupar telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari menerima laporan masyarakat, berkoordinasi dengan unsur Muspika, mendatangi lokasi kejadian, hingga berkoordinasi dengan pihak keluarga korban, tokoh masyarakat, dan tokoh adat setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi. Sementara itu, pihak keluarga menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas dan tidak mempermasalahkan kejadian yang menimpa korban.

IPTU Jamali menjelaskan, lokasi penemuan korban berada di aliran Sungai Batang Leboyan yang hanya dapat diakses melalui jalur sungai. Selain belum memiliki akses jalan darat, kawasan tersebut juga belum terjangkau jaringan telekomunikasi sehingga menjadi tantangan dalam proses pencarian dan penanganan.

Polres Kapuas Hulu melalui Polsek Batang Lupar turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah sungai maupun kawasan pedalaman agar selalu mengutamakan keselamatan serta segera melaporkan kepada aparat apabila terjadi keadaan darurat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. (Haq)

Korban Jatuh dari Kapal Motor Tambang di Sanggau Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup
Korban Jatuh dari Kapal Motor Tambang di Sanggau Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup
Tuesday, 30/06/2026

KALBARONLINE.com – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban yang terjatuh dari Kapal Motor Tambang di Desa Penyelimau, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, pada hari ketiga operasi pencarian, Senin (30/6/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak I Made Junetra mengatakan, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian sejak pukul 06.00 WIB dengan menyisir permukaan sungai hingga radius dua nautical mile (Nm) dari lokasi kejadian.

"Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian secara maksimal sejak pagi hari dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga ke arah hilir sungai," ujar I Made Junetra.

Upaya pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 10.05 WIB. Korban bernama Lorensius Oskar (40) ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat 0°2'33.335"S - 110°5'28.24"E atau sekitar 26 Nm ke arah hilir dari lokasi kejadian.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju Puskesmas Tayan Hilir untuk menjalani proses visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Kami turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban," kata I Made Junetra.

Selanjutnya, pada pukul 14.20 WIB, Search Mission Coordinator (SMC) mengusulkan penutupan operasi SAR setelah seluruh rangkaian pencarian dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.

Korban diketahui bernama Lorensius Oskar (40), warga Desa Sungai Alan RT 06/RW 03, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. (*)

Pria Asal Sanggau Diduga Tenggelam di Sungai Kapuas, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Pria Asal Sanggau Diduga Tenggelam di Sungai Kapuas, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Sunday, 28/06/2026

KALBARONLINE.com – Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap seorang pria yang dilaporkan terjatuh ke Sungai Kapuas dari kapal motor tambang di Desa Penyelimau, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Sabtu (27/6/2026).

Korban diketahui bernama Lorensius Oskar (40), warga Dusun Sungai Kodang, Desa Sungai Alan, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait insiden tersebut dan langsung memberangkatkan tim rescue menuju lokasi kejadian.

"Korban diketahui menyeberangi Sungai Kapuas menggunakan kapal motor tambang dari Dusun Sungai Tapang menuju Desa Penyelimau. Sekitar 50 meter sebelum tiba di Dermaga Penyelimau, korban tiba-tiba mengalami kejang dan terjatuh ke sungai. Hingga laporan diterima, korban masih belum ditemukan," ujar I Made Junetra.

Berdasarkan kronologi kejadian, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah korban terjatuh ke sungai, warga setempat langsung melakukan pencarian dengan menyisir permukaan sungai di sekitar lokasi. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Pontianak mengerahkan satu tim rescue menggunakan kendaraan operasional Rescue Car D-Max yang dilengkapi rubber boat, peralatan selam, peralatan navigasi, peralatan evakuasi, peralatan medis, serta peralatan komunikasi untuk mendukung operasi pencarian.

"Kami telah mengerahkan satu tim rescue lengkap dengan peralatan pendukung untuk melaksanakan operasi pencarian. Tim SAR Gabungan akan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan berupaya semaksimal mungkin agar korban dapat segera ditemukan," tambah I Made Junetra.

Hingga berita ini diterbitkan, Tim SAR Gabungan bersama unsur terkait dan masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap Lorensius Oskar di perairan Sungai Kapuas, Desa Penyelimau, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. (*)

Tim SAR Temukan Warga Pangkalan Telok yang Tenggelam di Sungai Kinjil
Tim SAR Temukan Warga Pangkalan Telok yang Tenggelam di Sungai Kinjil
Wednesday, 20/05/2026

KALBARONLINE.com – Setelah dua hari pencarian, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Maga (34), warga Desa Pangkalan Telok, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, yang sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Kinjil, Dusun Sungai Kinjil.

Korban ditemukan pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 20.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah ditemukan mengapung sekitar 270 meter ke arah hilir dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

Koordinator Pos SAR Ketapang, Ayub, mengatakan proses pencarian dilakukan secara intensif sejak korban dinyatakan hilang hingga memasuki hari kedua operasi SAR.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 270 meter dari lokasi kejadian awal. Selanjutnya korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Ayub.

Menurutnya, korban ditemukan saat tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sekitar aliran Sungai Kinjil. Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi pada pukul 20.50 WIB dan dibawa ke rumah duka.

Suasana haru menyelimuti lokasi ketika keluarga menyambut kedatangan jenazah korban yang sebelumnya sempat hilang saat mandi di sungai tersebut.

Ayub menambahkan, setelah korban ditemukan, operasi pencarian resmi ditutup pada pukul 21.00 WIB. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing.

“Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup setelah korban ditemukan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam proses pencarian,” tambahnya.

Operasi SAR gabungan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pos SAR Ketapang, BPBD Ketapang, Polsek Nanga Tayap, Koramil Nanga Tayap, Satpol PP Ketapang, perangkat Desa Pangkalan Telok, masyarakat setempat, hingga keluarga korban. (Adi LC)

Diduga Tenggelam di Sungai Melawi, Tim SAR Gabungan Cari Warga Nanga Pinoh
Diduga Tenggelam di Sungai Melawi, Tim SAR Gabungan Cari Warga Nanga Pinoh
Sunday, 04/01/2026


KALBARONLINE.com – Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Syaparden (43), warga Dusun Lengkong, Desa Semadin Lengkong, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, yang diduga tenggelam di Sungai Melawi. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, menyampaikan bahwa pihaknya menerima informasi pada Minggu (4/1/2026) dari Kepala Desa Semadin Lengkong, Sumri. Laporan tersebut menyebutkan adanya seorang warga yang diduga tenggelam di Sungai Melawi, tepatnya di Dusun Lengkong.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, korban bernama Syaparden, laki-laki berusia 43 tahun, hingga kini belum ditemukan,” ujar I Made Junetra.

Ia menjelaskan, kronologi kejadian bermula pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Seorang saksi yang hendak mencari durian menggunakan sampan melintasi Sungai Melawi menemukan sebuah perahu tanpa awak. Di dalam dan sekitar sampan tersebut ditemukan sandal, topi, serta ikan hasil tangkapan, namun tidak ada orang di atas perahu.

“Dari temuan tersebut, warga menduga korban terjatuh ke sungai. Informasi dari masyarakat setempat menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit ayan,” jelasnya.

Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh pihak keluarga bersama masyarakat sekitar sejak kejadian. Namun hingga Minggu pagi, korban belum berhasil ditemukan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kansar Pontianak langsung mengerahkan satu tim rescue dari Pos SAR Sintang menuju lokasi kejadian. Tim diberangkatkan menggunakan Rescue Car D-Max dengan membawa satu set rubber boat.

Adapun perlengkapan yang dibawa meliputi perlengkapan evakuasi, medis, navigasi, komunikasi, serta peralatan pendukung lainnya untuk melaksanakan operasi pencarian di Sungai Melawi.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian oleh Tim SAR gabungan masih terus berlangsung. (Red)

Anak Tenggelam di Pontianak Utara, Edi Kamtono Imbau Orang Tua Awasi Anak Saat Air Pasang
Anak Tenggelam di Pontianak Utara, Edi Kamtono Imbau Orang Tua Awasi Anak Saat Air Pasang
Thursday, 25/12/2025


KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengimbau para orang tua—khususnya yang tinggal di kawasan tepian Sungai Kapuas—untuk lebih waspada dan mengawasi anak-anak mereka saat kondisi air pasang.

Imbauan itu disampaikan Edi usai bertakziah ke rumah orang tua Asmiranda (9 tahun), siswi kelas III SD Negeri 09 Pontianak Utara yang ditemukan meninggal dunia pada Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 18.25 WIB setelah tenggelam di Sungai Malaya, Jalan Selat Panjang 2, Kecamatan Pontianak Utara.

“Saya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mengawasi anak-anaknya, terutama bagi anak-anak yang belum bisa berenang,” kata Edi, Kamis (25/12/2025).

Ia juga meminta perangkat kelurahan dan kecamatan aktif mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca dan pasang air yang tidak menentu.

“Keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama. Saya berharap seluruh pihak dapat lebih peduli dan waspada, sehingga kejadian yang sama tidak kembali terulang di Kota Pontianak,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan duka mendalam. Kedatangannya disambut langsung oleh Firnawati, ibu dari almarhumah Asmiranda.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Pontianak menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda Asmiranda. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” ucap Edi. (Lid)

Sampaikan Belasungkawa, Wali Kota Pontianak Takziah ke Rumah Duka Anak Korban Tenggelam di Sungai Malaya
Sampaikan Belasungkawa, Wali Kota Pontianak Takziah ke Rumah Duka Anak Korban Tenggelam di Sungai Malaya
Thursday, 25/12/2025


KALBARONLINE.com – Musibah tenggelamnya Asmiranda (9) meninggalkan duka mendalam bagi kedua orang tuanya, Rio Chandra dan Firnawati, warga Komplek Tiara Pesona, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara. Siswi kelas III SD Negeri 09 Pontianak Utara itu ditemukan meninggal dunia di Sungai Malaya, Jalan Selat Panjang 2, pada Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 18.25 WIB setelah proses pencarian.

Mendapat kabar duka tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono langsung bertakziah ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Kedatangannya disambut langsung oleh Firnawati, ibu almarhumah.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Pontianak menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda Asmiranda. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini,” ucap Edi, Kamis (25/12/2025).

Peristiwa ini menjadi kejadian kedua di bulan yang sama. Sebelumnya, seorang anak bernama Bayanaka Patal Ramlan (10) juga meninggal dunia akibat tenggelam di Parit Tokaya dan ditemukan oleh Tim Basarnas pada Selasa (9/12/2025).

Agar kejadian serupa tidak terulang, Edi mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi air sedang pasang.

“Masyarakat diminta lebih berhati-hati dan mengawasi anak-anaknya, khususnya yang belum bisa berenang,” imbaunya.

Ia juga meminta perangkat kecamatan dan kelurahan aktif mengingatkan warga terkait bahaya aktivitas di sekitar sungai di tengah kondisi cuaca dan pasang air yang tidak stabil.

“Keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama. Saya berharap semua pihak lebih peduli agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Sebagai orang tua, Firnawati tak kuasa menahan kesedihan. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian Wali Kota yang hadir langsung memberikan dukungan moral.

“Semoga kepedulian Bapak Wali Kota bisa menjadi penguat bagi keluarga kami,” ungkapnya lirih.

Firnawati juga menceritakan kronologi kejadian. Saat itu, Asmiranda bermain bersama teman-temannya di tangga pemandian pinggir Sungai Malaya. Tiba-tiba ia terpeleset. Sempat ditolong teman-temannya, namun terlepas akibat derasnya arus sungai.

“Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang membantu proses pencarian,” katanya.

Camat Pontianak Utara, Indrawan, turut menyampaikan duka mendalam dan memastikan pihak kecamatan meningkatkan kewaspadaan di wilayah bantaran sungai.

“Kami akan terus mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar sungai, agar lebih waspada terhadap pasang air dan tidak membiarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan,” ujarnya.

Sebelumnya, saat laporan masuk pada Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIB, tim gabungan dari Polairud, Basarnas, PMI Kota Pontianak, relawan damkar swasta, serta Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan bersama Camat Pontianak Utara langsung turun melakukan pencarian hingga korban ditemukan. (Red)