Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
krisantus
787 Rider Ramaikan Trabas Sanggau, Wagub Kalbar Dorong Jadi Event Nasional
787 Rider Ramaikan Trabas Sanggau, Wagub Kalbar Dorong Jadi Event Nasional
Monday, 28/09/2026

KALBARONLINE.com – Sebanyak 787 rider mengikuti Hibun Trail Adventure Lintas Melindo yang digelar Komunitas Hibun Trail Adventure (HUTAN) Kabupaten Sanggau di Dusun Sanjan Emberas, Desa Pandan Sembuat, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Sabtu (26/9/2026).

Peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, tetapi juga datang dari luar Kalbar, di antaranya Jawa dan Sulawesi.

Kegiatan tersebut dibuka dan dilepas Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan. Tak hanya melepas peserta, Krisantus juga ikut menjajal langsung lintasan trabas menggunakan motor trail.

Krisantus mengatakan antusiasme peserta menunjukkan kegiatan trabas di Sanggau memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi event yang lebih besar.

“Kabupaten Sanggau ini selalu sukses melaksanakan trabas. Pesertanya luar biasa, bukan hanya dari Kalbar, tetapi juga ada dari Sulawesi, Jawa Barat dan daerah lainnya di Pulau Jawa,” kata Krisantus.

Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai ratusan rider menjadi modal untuk mengembangkan kegiatan tersebut ke tingkat nasional.

“Hari ini tercatat 787 peserta. Kalau ditambah dengan yang datang dan belum melakukan registrasi, informasinya bisa lebih dari seribu orang. Ini tentu menjadi potensi yang luar biasa untuk kita kembangkan bersama,” ujarnya.

Krisantus juga menilai trabas bukan sekadar kegiatan olahraga dan menyalurkan hobi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kondisi serta potensi wilayah pedalaman Kalimantan Barat.

Ia pun sengaja ikut menjajal lintasan untuk melihat langsung kondisi wilayah yang dilalui para peserta.

“Saya juga tadi ikut menjajal track menggunakan motor trail. Ini menjadi momentum yang sangat baik bagi kita untuk mengetahui bagaimana kondisi pelosok dan pedalaman Kalbar,” katanya.

Saat menjajal lintasan, Krisantus melihat sejumlah jalur alam yang melewati kawasan perkebunan. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan kegiatan trabas dapat menjadi salah satu cara untuk mengenalkan karakter wilayah Kalbar kepada masyarakat dari luar daerah.

Krisantus kemudian mendorong agar penyelenggaraan trabas di Kabupaten Sanggau terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas maupun jumlah peserta. Ia berharap kegiatan tersebut ke depan dapat berkembang menjadi event bertaraf nasional.

“Kita ingin trabas di Kabupaten Sanggau ini ke depan menjadi trabas nasional. Kualitas dan kuantitasnya harus terus kita tingkatkan,” tegasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia meminta komunitas dan panitia memperkuat promosi melalui berbagai platform media.

Menurutnya, promosi melalui media sosial, media elektronik hingga televisi dapat membantu memperkenalkan event tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa disiarkan secara nasional sehingga masyarakat Indonesia bisa melihat bagaimana trabas menjelajah alam di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Krisantus bahkan berharap kegiatan tersebut nantinya mampu menarik perhatian rider dari negara-negara ASEAN untuk datang dan menjajal langsung lintasan di Kalimantan Barat.

“Kalau terus kita promosikan secara nasional, saya berharap ke depan bukan hanya masyarakat Indonesia yang mengetahui kegiatan ini. Bahkan mungkin peserta dari negara-negara ASEAN bisa tertarik datang dan melihat langsung alam Provinsi Kalbar yang sungguh menantang,” katanya.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan mendukung kegiatan trabas yang dinilai dapat menjadi ruang olahraga sekaligus promosi potensi daerah.

“Saya akan terus mendukung kegiatan trabas seperti ini. Setiap ada trabas, kalaupun saya tidak bisa hadir, motor untuk hadiah juga selalu hadir. Jadi saya tentu mendukung agar kegiatan ini semakin berkembang,” pungkasnya. (Lid)

Dolar AS Menguat, Wagub Kalbar Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Pangan
Dolar AS Menguat, Wagub Kalbar Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Pangan
Tuesday, 02/06/2026

KALBARONLINE.com – Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah diperkirakan akan berdampak pada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan komoditas di daerah, termasuk di Kalimantan Barat. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengatakan pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam menghadapi dampak gejolak ekonomi global yang memengaruhi nilai tukar rupiah dan harga berbagai komoditas.

Menurutnya, pemerintah daerah hanya dapat berupaya menjaga stabilitas harga melalui pengendalian inflasi agar dampak kenaikan harga tidak terlalu membebani masyarakat.

“Sekarang dolar melejit, otomatis akan berdampak pada harga pangan. Pemerintah daerah hanya bisa mengendalikan inflasi, tapi kalau berkaitan dengan ekonomi dunia tentu menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah pusat,” kata Krisantus.

Ia menjelaskan, dinamika ekonomi global berada di luar kewenangan pemerintah daerah. Oleh karena itu, langkah yang dapat dilakukan pemerintah daerah adalah memastikan distribusi barang berjalan lancar, menjaga ketersediaan stok pangan, serta melakukan intervensi pasar apabila diperlukan.

Krisantus berharap pemerintah pusat dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global yang saat ini masih berlangsung.

Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengantisipasi dampak kenaikan harga kebutuhan pokok dan komoditas yang berpotensi terjadi.

“Yang bisa kita lakukan di daerah adalah menjaga inflasi tetap terkendali agar daya beli masyarakat tidak terlalu terpengaruh,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan harga pangan dan kondisi pasar sebagai langkah antisipasi agar gejolak ekonomi global tidak berdampak signifikan terhadap masyarakat Kalimantan Barat. (Lid)