Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
kuching
Nadhif Basalamah hingga Ari Lesmana Bakal Ramaikan Konser Manggung Di Muara di Kuching
Nadhif Basalamah hingga Ari Lesmana Bakal Ramaikan Konser Manggung Di Muara di Kuching
Thursday, 13/08/2026

KALBARONLINE.com – Warga Kalimantan Barat yang berencana berlibur ke Sarawak pada November mendatang bisa sekaligus menikmati konser lintas negara. Ajang Manggung Di Muara akan digelar di Kuching Waterfront Esplanade, Sarawak, Malaysia, pada 14 November 2026.

Konser yang diprakarsai Wazai Creative Solution ini menghadirkan deretan musisi dari Indonesia, Malaysia dan Brunei. Mengusung konsep pertunjukan musik di tepi Sungai Sarawak, acara ini memadukan suasana malam Kota Kuching dengan penampilan para musisi populer di kawasan Asia Tenggara.

Empat penyanyi akan mengisi panggung Manggung Di Muara, yakni Nadhif Basalamah dari Indonesia, Ari Lesmana yang dikenal sebagai vokalis Fourtwnty, penyanyi Malaysia Aisha Retno serta penyanyi asal Brunei Aziz Harun.

Nadhif dijadwalkan membawakan sejumlah lagu andalannya, termasuk Penjaga Hati. Sementara Ari Lesmana akan menghadirkan nuansa musik alternatif-pop yang identik dengan karya-karya Fourtwnty. Adapun Aisha Retno dan Aziz Harun melengkapi penampilan dengan warna musik pop, R&B dan soul.

Penyelenggara menargetkan lebih dari 4.000 penonton hadir dalam konser tersebut. Selain masyarakat Sarawak, acara ini juga menyasar penonton dari Sabah, Semenanjung Malaysia, Brunei hingga Kalimantan Barat.

Kehadiran pengunjung dari luar daerah diharapkan turut memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian Kuching, mulai dari industri perhotelan, kuliner, transportasi hingga pelaku usaha di kawasan pusat kota.

Tiket Manggung Di Muara telah dijual dalam beberapa kategori dengan harga mulai RM190. Penyelenggara juga menyediakan paket Fan Bundle yang dilengkapi merchandise eksklusif. Seluruh kategori tiket yang tersedia merupakan tiket berdiri. (Lid)

Rute Baru Bus Putussibau–Kuching Belum Beroperasi, Damri Masih Tunggu Izin Malaysia
Rute Baru Bus Putussibau–Kuching Belum Beroperasi, Damri Masih Tunggu Izin Malaysia
Sunday, 04/01/2026


KALBARONLINE.com – Rencana pembukaan rute Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) Putussibau–Kuching melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, hingga kini belum dapat dioperasionalkan. Perum Damri masih menunggu persetujuan resmi dari Pemerintah Malaysia untuk merealisasikan layanan lintas negara tersebut.

General Manager Perum Damri Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan bahwa dari sisi Pemerintah Indonesia, rencana operasional rute Putussibau–Kuching telah mendapatkan persetujuan. Namun, perizinan dari pihak Malaysia masih dalam proses.

“Rute antarnegara Putussibau–Kuching via perbatasan Badau dan Lubuk Antu memang masih menunggu persetujuan dari pihak Malaysia. Jika sudah disetujui, insya Allah rute baru LBN Putussibau–Kuching akan segera beroperasi,” jelas Bukhari.

Untuk tahap awal operasional, Damri akan menerapkan skema yang sama seperti rute LBN Singkawang–Kuching, yakni sistem back to back atau transit bus. Perjalanan dari Putussibau menuju PLBN Badau akan dilayani oleh Damri, sementara rute dari Badau menuju Kuching akan dilayani oleh bus milik Malaysia Sarawak.

Menurut Bukhari, pembukaan rute ini merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi di Pulau Kalimantan, khususnya di wilayah perbatasan. Keberadaan angkutan lintas negara dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, serta interaksi sosial dan budaya masyarakat perbatasan.

“Dengan konektivitas yang kuat, terutama antarwilayah perbatasan, aktivitas ekonomi, perdagangan, dan sosial budaya bisa lebih hidup. Harapannya, pergerakan ekonomi juga semakin lancar,” ujarnya.

Dari sisi potensi pasar, Damri mengaku telah melakukan survei dan melihat peluang yang cukup besar jika rute tersebut segera dioperasionalkan. Karena itu, Damri berharap persetujuan dari Pemerintah Malaysia dapat segera diterbitkan agar layanan transportasi publik lintas negara di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dapat terwujud.

“Mudah-mudahan persetujuan dari pemerintah Malaysia bisa segera diberikan, sehingga angkutan transportasi publik di kawasan perbatasan bisa segera tersedia,” pungkas Bukhari. (Lid)