Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
listrik pln
PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Pontianak, Dipicu Gangguan Pembangkit akibat Cuaca Panas
PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Pontianak, Dipicu Gangguan Pembangkit akibat Cuaca Panas
Saturday, 04/07/2026

KALBARONLINE.com – PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat memastikan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Pontianak bukan disebabkan oleh krisis pasokan batu bara maupun energi primer.

Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, menjelaskan gangguan listrik dipicu oleh terganggunya salah satu mesin pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) yang dipengaruhi cuaca panas ekstrem.

Menurut Mukhlis, suhu lingkungan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah mesin pembangkit mengalami derating atau penurunan kapasitas produksi listrik. Kondisi tersebut kemudian diperparah dengan gangguan pada salah satu unit pembangkit IPP sehingga pasokan daya ke sistem kelistrikan Kalimantan Barat berkurang.

"Karena itu, dilakukan pengaturan sistem agar tidak terjadi pemadaman yang lebih luas," kata Mukhlis, Jumat (3/7/2026).

Ia menegaskan, secara umum sistem kelistrikan di Kalimantan Barat masih berada dalam kondisi surplus daya. Namun, cadangan daya yang tersedia tidak terlalu besar sehingga ketika terjadi gangguan pada pembangkit, keandalan pasokan listrik ikut terdampak.

"Pemadaman ini bukan karena kekurangan batu bara maupun energi primer. Sistem Kalimantan Barat masih surplus daya, hanya saja cadangannya tidak terlalu besar," ujarnya.

Untuk menjaga kestabilan sistem selama proses perbaikan berlangsung, PLN menerapkan pemadaman listrik bergilir yang dibagi ke dalam tiga sesi di sejumlah wilayah terdampak.

Mukhlis memastikan PLN terus berupaya mempercepat proses pemulihan unit pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal secepat mungkin.

"Kami terus berupaya mempercepat proses pemulihan. Mohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan ini," tutupnya. (Lid)

Listrik Padam Hampir 7 Jam di Parit Banjar, Warga Keluhkan Sinyal dan Internet Ikut Lumpuh
Listrik Padam Hampir 7 Jam di Parit Banjar, Warga Keluhkan Sinyal dan Internet Ikut Lumpuh
Friday, 03/07/2026

KALBARONLINE.com – Warga di kawasan Parit Banjar, Kabupaten Kubu Raya, mengeluhkan pemadaman listrik yang berlangsung hingga hampir tujuh jam pada Jumat (3/7/2026). Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga menyebabkan jaringan telepon seluler dan internet tidak dapat digunakan.

Salah seorang warga Jalan Parit Banjar, Puput, mengatakan aliran listrik di wilayahnya padam sejak sekitar pukul 14.00 WIB. Hingga melewati pukul 19.00 WIB, listrik belum juga kembali menyala.

Puput mengaku sempat mengetahui adanya informasi jadwal pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kota Pontianak. Namun, menurutnya, durasi pemadaman di kawasan tempat tinggalnya jauh lebih lama.

"Kalau di Pontianak ada informasi jadwal pemadamannya. Tapi di sini listrik padam sampai lebih dari lima jam, bahkan hampir tujuh jam belum juga menyala," katanya.

Menurut Puput, dampak pemadaman tidak hanya membuat rumah menjadi gelap, tetapi juga melumpuhkan jaringan seluler dan internet sehingga warga kesulitan berkomunikasi.

"Rasanya seperti terisolasi. Keluar rumah gelap, sinyal tidak ada, internet juga hilang. Bayangkan saja, hampir tujuh jam mati lampu tanpa sinyal dan internet, tentu sangat menyulitkan," ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut juga berdampak pada anaknya yang masih balita. Cuaca panas membuat kipas angin maupun pendingin ruangan tidak dapat digunakan sehingga anaknya kesulitan beristirahat.

"Anak saya jadi tidak bisa tidur siang karena kepanasan," ucapnya.

Puput berharap pasokan listrik di wilayah Parit Banjar segera kembali normal dan pemadaman berkepanjangan tidak kembali terulang. Menurutnya, gangguan listrik dalam waktu lama sangat memengaruhi aktivitas masyarakat, pekerjaan, hingga komunikasi sehari-hari.

"Semoga kondisi seperti ini tidak terus terjadi. Kami berharap listrik bisa kembali normal agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa," tutupnya. (Lid)