Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
menteri perdagangan
Mendag Puji Komoditas Sarang Walet Pontianak, Pemerintah Siapkan Strategi Perluas Pasar
Mendag Puji Komoditas Sarang Walet Pontianak, Pemerintah Siapkan Strategi Perluas Pasar
Thursday, 11/12/2025


KALBARONLINE.com – Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong ekspansi produk sarang burung walet nasional, termasuk memperluas pasar ekspor dan membuka ceruk pasar domestik.

Hal itu disampaikannya usai meninjau proses produksi Ong Birdnest di Pontianak, Kalimantan Barat, salah satu pelaku usaha yang mengelola produksi sarang walet dari hulu hingga hilir, Kamis (11/12/2025).

Menurut Budi, proses pengolahan sarang walet di Ong Birdnest telah memenuhi standar kebersihan dan ketelitian tinggi. “Prosesnya bersih, bagus, dan semuanya dilakukan manual sehingga sangat teliti. Produknya juga beragam,” ujarnya.

Budi mengungkapkan, bahwa produk Ong Birdnest selama ini diekspor ke Cina melalui Singapura. Pemerintah mendorong agar pelaku usaha dapat memperluas jaringan pembeli dan memanfaatkan program UMKM Bisa Ekspor.

“Kita ingin dapat lebih banyak buyer lagi. Nanti kita ikutkan di program UMKM Bisa Ekspor,” kata Budi.

Ia menjelaskan, pemerintah melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) terus memperluas jaringan pemasaran produk Indonesia.

“ITPC kita ada 46 di 33 negara. Tugasnya memastikan produk ekspor kita bisa masuk ke negara-negara tersebut,” jelasnya.

Hingga Oktober 2025, Kemendag telah memfasilitasi 1.132 UMKM untuk masuk pasar ekspor, dengan transaksi mencapai 134,4 juta dolar AS atau setara Rp 2,1 triliun.

“Kebanyakan dari mereka sebelumnya belum pernah ekspor,” ujarnya.

Meski permintaan terbesar datang dari Cina, Budi menilai pasar dalam negeri sebenarnya belum tergarap maksimal.

“Di Indonesia sebetulnya belum terbiasa minum sarang walet. Padahal ini pasar yang cukup besar,” katanya.

Kemendag pun berencana menjalankan kampanye konsumsi sarang walet di dalam negeri agar ekosistem industri walet dari peternak hingga UMKM dapat tumbuh berkelanjutan. (Lid)

Banjir Ganggu Panen Cabai, Harga Melonjak hingga Rp 76 Ribu di Pontianak
Banjir Ganggu Panen Cabai, Harga Melonjak hingga Rp 76 Ribu di Pontianak
Thursday, 11/12/2025


KALBARONLINE.com – Harga cabai di Kota Pontianak meroket hingga Rp 76 ribu per kilogram. Kenaikan ini dipicu banjir dan cuaca buruk yang menghambat proses panen, sementara komoditas pangan lainnya terpantau tetap stabil menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso saat meninjau Pasar Flamboyan Pontianak, Kamis (11/12/2025), memastikan bahwa kenaikan harga cabai bukan disebabkan masalah produksi, melainkan kendala pemetikan di lapangan.

“Produksi cabai itu cukup, cuma karena cuaca sehingga memetiknya agak susah. Teman-teman produksi sudah koordinasi untuk tetap memasok. Mudah-mudahan Natal dan Tahun Baru ini tidak ada masalah,” ujarnya.

Sementara itu, harga komoditas lain justru berada dalam kondisi cukup baik. Beras SPHP stabil, bawang merah berkisar Rp 20 ribu–Rp 38 ribu per kilogram, lebih rendah dari harga acuan Rp 41.500. Bawang putih juga dijual pada level Rp 28 ribu, di bawah acuan Rp 40 ribu.

Di lapangan, pedagang merasakan dampak banjir secara langsung. Feri, salah satu pedagang cabai di Pasar Flamboyan, menyebut tanaman cabai banyak yang rusak akibat air pasang.

“Kemarin sempat Rp 38 ribu, sekarang Rp 76 ribu. Ini musim banjir, jadi banyak panen yang mentah,” tuturnya.

Ia bahkan memprediksi harga bisa tembus Rp 100 ribu jika cuaca buruk terus berlanjut menjelang puncak Nataru.

Mendag Budi menegaskan bahwa pemerintah terus memantau pergerakan harga di seluruh daerah, terutama untuk komoditas yang sedang bergejolak seperti cabai. Ia memastikan pasokan tetap aman dan bantuan ke daerah terdampak bencana akan diprioritaskan.

“Kami pastikan stok aman, dan bantuan untuk daerah yang terkena musibah tetap menjadi prioritas,” katanya. (Lid)

Mendag Budi Santoso Pastikan Harga Beras di Pontianak Stabil Jelang Nataru
Mendag Budi Santoso Pastikan Harga Beras di Pontianak Stabil Jelang Nataru
Thursday, 11/12/2025


KALBARONLINE.com – Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, melanjutkan rangkaian pemantauan harga kebutuhan pokok dengan meninjau salah satu ritel modern di Kota Pontianak, Kamis (11/12/2025), setelah sebelumnya mengecek kondisi Pasar Flamboyan. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan stabilitas harga dan ketersediaan barang menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dari hasil pengecekan, Mendag Budi menyebut sebagian besar harga bahan pokok dalam kondisi stabil, mulai dari beras, gula, hingga minyak goreng. Ia juga memastikan pasokan yang masuk ke ritel-ritel masih aman.

“Pasokannya cukup bagus. Harga juga stabil ya di sini,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga di seluruh Indonesia, pemerintah mengandalkan pemantauan melalui Sistem Informasi SB2KP yang mencatat pergerakan harga secara real time di tiap kabupaten/kota.

“Melalui SB2KP, kita bisa tahu per kabupaten harga naik atau turun. Kemarin kita sudah rapat bersama pemda seluruh Indonesia dan para produsen, distributor, serta asosiasi. Mereka sepakat untuk tetap mensuplai, dan laporan produsen menunjukkan kondisi surplus,” terang Mendag.

Dengan kondisi tersebut, ia memastikan pasokan bahan pokok—terutama beras, salah satu komoditas yang paling sensitif menjelang hari besar—dalam kondisi aman untuk masyarakat Pontianak dan Kalbar.

“Menurut para pemasok, tidak ada masalah. Jadi masyarakat, khususnya di Pontianak yang banyak merayakan Natal dan Tahun Baru, tidak usah khawatir. Barang-barang terjamin, harganya stabil,” tegasnya.

Terkait masih adanya temuan praktik pengoplosan beras SPHP di sejumlah daerah, Mendag menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperketat pengawasan.

“Pengawasan tetap dilakukan,” singkatnya. (Lid)

Tinjau Pasar Flamboyan, Mendag Budi Santoso Pastikan Harga Bapok Stabil Jelang Nataru
Tinjau Pasar Flamboyan, Mendag Budi Santoso Pastikan Harga Bapok Stabil Jelang Nataru
Thursday, 11/12/2025


KALBARONLINE.com – Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, meninjau Pasar Flamboyan Pontianak, Kamis (11/12/2025), untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dari hasil pengecekan di lapangan, mayoritas harga pangan terpantau stabil, meski ada kenaikan pada komoditas tertentu.

Mendag Budi menyebut sebagian besar harga berada pada kondisi normal. Beras SPHP tersedia dengan harga stabil, sementara bawang merah dijual pada kisaran Rp20 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram—lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp41.500. Bawang putih juga relatif aman dengan harga sekitar Rp28 ribu per kilogram, di bawah acuan Rp40 ribu.

Kenaikan justru terjadi pada komoditas cabai. Menurut Mendag, cuaca menjadi faktor utama yang memengaruhi proses panen sehingga distribusi sedikit terhambat.

“Kami sudah koordinasi dengan Asosiasi Champion Cabai Indonesia. Pada prinsipnya, pasokan cabai cukup, hanya saja karena cuaca metiknya susah jadi butuh waktu. Teman-teman produsen tetap memasok, semoga pasokan tetap aman,” ujarnya.

Ia berharap stabilitas harga dapat terjaga hingga akhir tahun dan masyarakat bisa berbelanja dengan nyaman.

“Terima kasih juga kepada Pak Wali, harga-harga cukup stabil dan warga ramai berbelanja. Saya pikir pasarnya sangat hidup,” tambahnya. (Lid)

Mendag Budi Pastikan Harga dan Stok Pangan di Pontianak Stabil Jelang Libur Akhir Tahun
Mendag Budi Pastikan Harga dan Stok Pangan di Pontianak Stabil Jelang Libur Akhir Tahun
Thursday, 11/12/2025


KALBARONLINE.com – Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, meninjau langsung kondisi harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di Kota Pontianak, Kamis (11/12/2025). Didampingi Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Mendag mengunjungi Pasar Flamboyan dan ritel modern Mitra Anda untuk memastikan stabilitas harga menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dalam pengecekan tersebut, Mendag memantau sejumlah komoditas utama seperti beras, bawang merah, bawang putih, cabai, telur ayam ras, minyak goreng hingga daging sapi. Ia menilai sebagian besar harga pangan di Pontianak berada pada level yang stabil, bahkan beberapa komoditas dijual lebih rendah dari harga acuan pemerintah.

“Secara umum harga-harga di sini cukup baik,” ujar Mendag Budi usai peninjauan.

Untuk beras SPHP, harganya masih normal. Bawang merah tercatat dijual Rp20.000–Rp38.000 per kilogram, lebih rendah dari HET Rp41.500. Sedangkan bawang putih stabil di Rp28.000 per kilogram, jauh di bawah acuan Rp40.000.

“Terima kasih Pak Wali, harga-harga relatif stabil. Suasana pasar juga ramai dan masyarakat banyak berbelanja,” kata Mendag Budi.

Ia memastikan stok kebutuhan pokok aman hingga beberapa bulan ke depan, termasuk menjelang Lebaran. Selain stabilitas harga, Mendag juga mengapresiasi keberadaan 284 produk UMKM lokal yang masuk ke jaringan ritel modern di Pontianak.

Meski demikian, Mendag mengakui adanya kenaikan pada komoditas cabai. Kondisi cuaca ekstrem membuat proses panen terganggu sehingga mempengaruhi pasokan.

“Produksi cabai sebenarnya cukup, hanya saja proses metik lebih sulit karena cuaca. Tapi para produsen sudah berkomitmen menjaga pasokan hingga pergantian tahun,” jelasnya.

Untuk memastikan harga tetap terkendali, pemerintah memantau pergerakan harga harian melalui SP2KP, sehingga perubahan harga di tiap daerah dapat dipantau secara real time.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menuturkan bahwa Pemkot terus menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga demi mengendalikan inflasi daerah.

“Alhamdulillah harga terkendali dan bahkan ada yang di bawah HET. Cabai memang agak tinggi, tapi bawang merah, bawang putih, dan beras tetap stabil,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipatif, Pemkot Pontianak juga menyiapkan pasar murah di enam kecamatan serta memastikan suplai barang kebutuhan pokok tetap lancar agar tidak terjadi gejolak harga.

“Kita pastikan distribusi lancar dan stok aman di pasaran,” pungkas Edi. (Red)