Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
mtq pontianak
Pontianak Timur Juara Umum MTQ ke-34 Kota Pontianak, Edi Kamtono Bidik Prestasi Terbaik di MTQ Kalbar
Pontianak Timur Juara Umum MTQ ke-34 Kota Pontianak, Edi Kamtono Bidik Prestasi Terbaik di MTQ Kalbar
Wednesday, 24/06/2026

KALBARONLINE.com – Kafilah Kecamatan Pontianak Timur berhasil keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Tingkat Kota Pontianak setelah mengumpulkan nilai 251. Posisi kedua diraih Kecamatan Pontianak Barat dengan nilai 239, sementara Kecamatan Pontianak Utara menempati peringkat ketiga dengan raihan nilai 146.

Trofi dan piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono pada acara penutupan MTQ ke-34 Tingkat Kota Pontianak di Taman Alun Kapuas, Selasa (23/6/2026) malam.

Meski memberikan apresiasi kepada para juara, Edi mengingatkan agar para peserta tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menghadapi MTQ ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang akan digelar dalam waktu dekat.

Berdasarkan hasil penilaian, nilai tertinggi yang diraih peserta mencapai 96, sedangkan rata-rata nilai berada di kisaran 80 hingga 90. Hal itu dinilai menjadi modal yang baik untuk meningkatkan kualitas kafilah Kota Pontianak di tingkat provinsi.

"Masih ada waktu untuk meningkatkan kualitas, baik dari sisi bacaan, suara, maupun mental. Saya berharap kafilah Kota Pontianak dapat tampil maksimal di tingkat provinsi, meraih prestasi terbaik, dan mengharumkan nama Kota Pontianak serta Kalimantan Barat hingga tingkat nasional," ujarnya.

Edi menilai penyelenggaraan MTQ Kota Pontianak menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan kota yang religius dan bermartabat. Lantunan ayat suci Al-Qur'an selama pelaksanaan MTQ juga dinilai membawa suasana positif bagi masyarakat.

"MTQ bukan hanya sekadar lomba, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk membangun Pontianak menjadi kota yang religius dan bermartabat. Nilai-nilai Al-Qur'an harus menjadi pedoman dalam kehidupan, seperti kejujuran dalam bekerja, keadilan dalam memimpin, kepedulian terhadap sesama, serta kecintaan terhadap lingkungan," tuturnya.

Kepada seluruh peserta, Edi turut menyampaikan apresiasi atas semangat yang telah ditunjukkan selama kompetisi berlangsung. Ia juga memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil meraih prestasi.

“Setiap usaha yang dilakukan dalam mempelajari dan melantunkan Al-Qur'an memiliki nilai ibadah di sisi Allah SWT,” pesannya.

Ketua Umum Panitia MTQ ke-34 Tingkat Kota Pontianak, Yusnaldi, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Pontianak, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), dewan hakim, panitia, hingga masyarakat.

"Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan MTQ ke-34 Tingkat Kota Pontianak dapat berlangsung dengan baik, aman, dan lancar. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan seluruh pihak yang terlibat," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum LPTQ Kota Pontianak, Amirullah, menjelaskan bahwa peserta terbaik hasil MTQ tingkat kota akan dipersiapkan untuk mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 9 Agustus 2026 di Kabupaten Kayong Utara.

Ia berharap MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu memperkuat syiar Islam, membangun karakter generasi muda, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

"Kami berharap nilai-nilai Al-Quran yang dipelajari dan dilombakan dalam MTQ ini dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memberikan dampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia yang religius dan berakhlak mulia di Kota Pontianak," pungkasnya.

Selain tiga besar, peringkat keempat diraih Kecamatan Pontianak Kota dengan total nilai 133. Posisi kelima ditempati Kecamatan Pontianak Tenggara dengan nilai 129, sedangkan Kecamatan Pontianak Selatan berada di urutan keenam dengan total nilai 114. (*)

Buka MTQ ke-34 Pontianak, Edi Kamtono Targetkan Qari dan Qariah Tembus Standar Juara Nasional
Buka MTQ ke-34 Pontianak, Edi Kamtono Targetkan Qari dan Qariah Tembus Standar Juara Nasional
Saturday, 20/06/2026

KALBARONLINE.com - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menargetkan peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Kota Pontianak mampu mencapai kualitas yang setara dengan standar juara nasional. Menurutnya, nilai di atas 97 menjadi tolok ukur penting bagi qari dan qariah yang ingin bersaing di level lebih tinggi.

Hal itu disampaikan Edi saat membuka MTQ ke-34 Kota Pontianak di Taman Alun Kapuas, Jumat (19/6/2026) malam.

“Kalau bisa nilainya di atas 97, karena itu standar yang bisa bersaing di tingkat nasional. Kita ingin qari dan qariah Kota Pontianak mampu membawa nama harum tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga provinsi, nasional, bahkan internasional,” ungkapnya.

Menurut Edi, Kota Pontianak telah memiliki sejumlah qari dan qariah yang sukses menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang berkelanjutan mampu melahirkan generasi Qurani yang berprestasi.

Karena itu, ia berpesan kepada dewan hakim dan pengawas agar menjaga objektivitas serta kualitas penilaian, sekaligus terus mendorong peningkatan kemampuan para peserta. MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara juga disebutnya menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan kafilah Kota Pontianak.

“Bukan hanya mengejar juara umum, tetapi bagaimana kualitas peserta kita benar-benar mampu membawa nama harum Kota Pontianak dan Kalimantan Barat,” jelasnya.

Selain sebagai ajang kompetisi, Edi menilai MTQ memiliki peran strategis dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus memperkuat nilai sosial di tengah masyarakat. Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi Kota Pontianak, kolaborasi seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci menciptakan lingkungan yang aman, damai, harmonis, dan toleran.

“Kita harus bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi untuk menciptakan Kota Pontianak yang aman, damai, harmonis dan toleran,” ucapnya.

Ia berharap penyelenggaraan MTQ tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Nilai-nilai Al-Quran diharapkan tidak hanya dibaca dan dilantunkan, tetapi juga dipahami serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kita, MTQ ini bisa meningkatkan ukhuwah Islamiah dan tali silaturahmi. Yang paling penting, bagaimana Al-Quran menjadi pedoman hidup masyarakat Kota Pontianak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-34 Kota Pontianak, Yusnaldi, menjelaskan bahwa ajang tahun ini diikuti 269 peserta yang merupakan utusan dari enam kecamatan se-Kota Pontianak.

Perlombaan berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Juni 2026. Kegiatan dipusatkan di Taman Alun Kapuas, Aula Lingkungan Kantor Wali Kota Pontianak, Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kota Pontianak, serta Masjid Al-Khalifah di Kompleks Kantor Wali Kota Pontianak.

Sebanyak tujuh cabang perlombaan dipertandingkan, yakni Tilawah Al-Quran kategori anak-anak, remaja, dewasa dan tuna netra, Qiraat Sab’ah dan usia emas, Hifzil Quran, Syarhil Quran, Fahmil Quran, Khattil Quran, serta Karya Tulis Ilmiah Hadis.

Untuk cabang Hifzil Quran, kategori yang dilombakan meliputi 1 juz ma’at tilawah, 5 juz ma’at tilawah, 10 juz, 20 juz, 30 juz, serta Tartil Anak. Sedangkan cabang Khattil Quran terdiri dari kategori naskah, mushaf, dekorasi, kontemporer, dan digital.

Menurut Yusnaldi, MTQ juga menjadi sarana untuk menumbuhkan budaya literasi dan dakwah Qurani di tengah masyarakat sekaligus memperkuat karakter religius dalam kehidupan sosial.

“Melalui MTQ ini, kita ingin budaya literasi dan dakwah Qurani semakin tumbuh di masyarakat. Nilai-nilai Al-Quran diharapkan tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (*) 

MTQ Kecamatan Dinilai Jadi Ajang Lahirkan Bibit Unggul Qari-Qariah Pontianak
MTQ Kecamatan Dinilai Jadi Ajang Lahirkan Bibit Unggul Qari-Qariah Pontianak
Saturday, 16/05/2026

KALBARONLINE.com –Bahasan menilai pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan menjadi wadah penting untuk melahirkan bibit unggul qari dan qariah di Kota Pontianak.

Menurutnya, ajang MTQ di tingkat wilayah menjadi ruang strategis bagi peserta dari setiap kelurahan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.

“Pembukaan MTQ ke-34 di Kecamatan Pontianak Utara ini sangat meriah. Kehadiran masyarakat luar biasa, ada drum band dan kafilah dari empat kelurahan. Ini bukti nyata antusiasme masyarakat,” ujar Bahasan saat membuka MTQ ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Utara di halaman Kantor Camat Pontianak Utara, Sabtu (16/5/2026).

Ia mengatakan, MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana membangun motivasi masyarakat agar semakin dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Bahasan berharap kegiatan tersebut mampu mendorong semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, untuk terus belajar membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.

“Semoga pelaksanaan MTQ di Pontianak Utara ini membawa motivasi kepada masyarakat, mulai dari anak usia dini, remaja, dewasa hingga orang tua, untuk terus mengamalkan Al-Qur’an,” katanya.

Kepada para peserta MTQ, ia berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan tertib, sportif, dan penuh semangat.

Menurutnya, kompetisi seperti ini harus menjadi sarana untuk terus mengasah kemampuan agar kualitas bacaan maupun pemahaman Al-Qur’an semakin baik.

“Ikuti kontestasi MTQ ini secara sportif, tidak ada hal-hal negatif, tetap tertib dan terus semangat mengasah diri agar semakin baik,” pesannya.

Bahasan juga berharap peserta yang berhasil menjadi juara tidak berhenti berprestasi di tingkat kecamatan saja.

Ia meminta agar para pemenang terus dibina sehingga mampu membawa nama baik Kota Pontianak pada ajang MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang rencananya digelar di Kayong Utara.

“Yang mendapat juara harus terus kita tingkatkan agar bisa ke jenjang lebih tinggi dan membawa nama baik Kota Pontianak di tingkat provinsi,” ujarnya.

Selain itu, Bahasan turut mengingatkan dewan juri agar menjunjung tinggi sportivitas dan memberikan penilaian secara objektif.

Menurutnya, proses penilaian yang adil dan transparan sangat penting agar MTQ benar-benar melahirkan peserta terbaik yang berkualitas.

“Kami berharap dewan juri memberikan penilaian secara objektif, tanpa hal-hal subjektif. Dengan begitu, MTQ kecamatan ini bisa menghasilkan bibit-bibit unggul yang benar-benar berkualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, Kota Pontianak tetap menargetkan hasil maksimal pada MTQ tingkat Provinsi Kalbar mendatang.

Meski selama ini Pontianak kerap berada di posisi runner-up, target juara umum tetap menjadi semangat utama.

“Targetnya tetap juara umum. Walaupun Pontianak sering juara dua, target kita tetap menjadi yang terbaik,” pungkasnya. (*)

Dorong Generasi Qurani, Bahasan Buka MTQ XXXIV Kecamatan Pontianak Kota
Dorong Generasi Qurani, Bahasan Buka MTQ XXXIV Kecamatan Pontianak Kota
Tuesday, 12/05/2026

KALBARONLINE.com – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXIV tingkat Kecamatan Pontianak Kota Tahun 2026 di Aula Kantor Kecamatan Pontianak Kota, Selasa (12/5/2026).

Pelaksanaan MTQ ini menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya generasi Islami yang cerdas, berkarakter, dan adaptif menghadapi perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Bahasan menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar agenda rutin tahunan atau perlombaan membaca Al-Qur’an semata. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan transformasi menuju Kota Pontianak yang religius dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Tema yang diangkat tahun ini adalah gerakan transformasi menuju Kota Pontianak yang Qurani, cerdas, berkarakter, dan adaptif. Ini merupakan komitmen bersama dalam membangun fondasi kota ke depan,” ujarnya.

Bahasan menjelaskan, ada empat pilar utama yang ingin diwujudkan melalui pelaksanaan MTQ XXXIV Kecamatan Pontianak Kota, yakni Qurani, cerdas, berkarakter, dan adaptif.

Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita ingin generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki tuntunan moral dan akhlak yang baik. Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup,” katanya.

Ia menilai, penguatan karakter menjadi hal yang sangat penting di tengah derasnya pengaruh budaya global dan perkembangan teknologi saat ini. Bahasan meyakini, generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an akan tumbuh menjadi pribadi yang jujur, amanah, dan memiliki integritas.

Karena itu, ia mengajak para peserta MTQ untuk menjadikan ajang tersebut sebagai sarana syiar Islam sekaligus ruang pembelajaran, bukan semata-mata mengejar gelar juara.

“Juara itu bonus. Yang paling penting adalah menjadi duta Al-Qur’an di lingkungan masing-masing,” pesannya. (*)

Sempat Grogi dan Salah Irama, Dimi Tetap Percaya Diri Tampil di MTQ Pontianak Tenggara
Sempat Grogi dan Salah Irama, Dimi Tetap Percaya Diri Tampil di MTQ Pontianak Tenggara
Wednesday, 06/05/2026

KALBARONLINE.com – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan di Kota Pontianak terus bergulir. Setelah digelar di Pontianak Barat dan Pontianak Timur, kini giliran Kecamatan Pontianak Tenggara yang menjadi tuan rumah MTQ tingkat kecamatan, Selasa (5/5/2026).

Antusiasme peserta MTQ Pontianak Tenggara terlihat tinggi. Berbagai cabang lomba diikuti dengan semangat, termasuk kategori tahfiz Al-Qur’an yang menjadi salah satu sorotan dalam ajang ini.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Dimi Tree Gharin (16), yang tampil di kategori tahfiz 5 juz ma’atilawah. Meski sempat grogi dan mengalami kesalahan kecil saat tampil, Dimi tetap mampu menyelesaikan penampilannya dengan percaya diri.

“Pas terakhir sempat kaget, lagunya lari, terus lidah juga sempat kepeleset salah baca ayat. Tapi alhamdulillah masih bisa lanjut sampai selesai,” ujarnya.

Pengalaman tersebut tidak membuatnya patah semangat. Dimi mengaku tetap bersyukur bisa tampil hingga akhir di MTQ Pontianak Tenggara. Ia juga bercerita, awal mula dirinya menghafal Al-Qur’an berangkat dari dorongan orang tua. Namun seiring waktu, ia justru menikmati proses tersebut.

“Awalnya karena orang tua, tapi lama-lama saya merasa asyik dengan Al-Qur’an,” katanya.

Untuk menghadapi lomba MTQ ini, Dimi mempersiapkan diri dengan latihan intensif selama enam hari. Sementara untuk menghafal 5 juz, ia membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dengan rutinitas setoran hafalan kepada ustaz di pondok Smata Labaik dan diuji setiap satu juz.

“Biasanya satu juz itu sekitar dua minggu, tapi tetap diulang setiap hari supaya lancar,” jelasnya.

Menariknya, ini merupakan pengalaman pertama Dimi mengikuti lomba MTQ. Dukungan dari ustaz, pelatih, serta teman-temannya yang hadir langsung di lokasi lomba menjadi faktor penting yang membantu meningkatkan kepercayaan dirinya.

“Karena banyak teman, jadi tidak terlalu grogi,” tambahnya.

MTQ tingkat Kecamatan Pontianak Tenggara sendiri mempertandingkan berbagai cabang lomba, mulai dari tartil Al-Qur’an untuk kategori anak hingga usia emas, tilawah anak, remaja, dan dewasa, hingga cabang qiraat seperti murattal remaja dan dewasa serta qiraat mujawwad dewasa.

Selain itu, cabang kaligrafi, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, serta tahfiz Al-Qur’an turut meramaikan ajang ini, yang menjadi bagian penting dalam pembinaan generasi Qurani di Kota Pontianak. (Lid)

MTQ Pontianak Tenggara Digelar, Tekankan Kedekatan Generasi Muda dengan Al-Qur’an di Era Digital
MTQ Pontianak Tenggara Digelar, Tekankan Kedekatan Generasi Muda dengan Al-Qur’an di Era Digital
Monday, 04/05/2026

KALBARONLINE.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Tenggara resmi digelar, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kedekatan umat, khususnya generasi muda, dengan Al-Qur’an di tengah tantangan era digital.

Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menegaskan bahwa Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup, terutama dalam menghadapi perubahan zaman yang serba cepat.

“Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan, insyaallah kehidupan kita akan selamat dan penuh keberkahan,” ujarnya saat membuka kegiatan di Aula Kantor Camat Pontianak Tenggara.

Ia menyebut, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi sumber petunjuk yang membawa keselamatan dan keberkahan bagi umat manusia. Karena itu, masyarakat diajak untuk tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, Amirullah juga menyoroti perubahan perilaku masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, akibat perkembangan teknologi. Penggunaan gawai dan media sosial yang berlebihan dinilai berdampak pada menurunnya interaksi dengan lingkungan, termasuk dengan Al-Qur’an.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama, baik orang tua maupun masyarakat. MTQ menjadi salah satu upaya untuk mendorong umat Islam agar lebih dekat dengan Al-Qur’an,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak sejak dini agar mencintai Al-Qur’an. Menurutnya, nilai-nilai dalam Al-Qur’an memiliki peran besar dalam membentuk akhlak dan karakter generasi muda.

Selain itu, Amirullah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat pembinaan kehidupan beragama di Kota Pontianak. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari sisi fisik, tetapi juga kualitas moral dan spiritual masyarakat.

Berdasarkan laporan panitia, MTQ ke-34 tingkat Kecamatan Pontianak Tenggara diikuti sebanyak 66 peserta dari 11 cabang lomba, masing-masing kategori putra dan putri. Jumlah peserta yang masih terbatas dinilai wajar mengingat Kecamatan Pontianak Tenggara merupakan wilayah yang relatif baru.

“Semoga pelaksanaan MTQ ini dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” pungkasnya. (*)

MTQ Pontianak Timur Jadi Ruang Cetak Generasi Cerdas, Berkarakter dan Siap Hadapi Perubahan
MTQ Pontianak Timur Jadi Ruang Cetak Generasi Cerdas, Berkarakter dan Siap Hadapi Perubahan
Friday, 01/05/2026

KALBARONLINE.com – Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menegaskan pentingnya membina generasi muda yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat serta mampu beradaptasi di tengah perubahan zaman. Menurutnya, ajang MTQ Pontianak Timur menjadi salah satu wadah strategis untuk membentuk generasi berkualitas dan berakhlak mulia.

Hal itu disampaikannya usai membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Tingkat Kecamatan Pontianak Timur di Aula BPMP, Kamis (30/4/2026) malam.

Bahasan menilai, tantangan global saat ini menuntut anak muda memiliki bekal ilmu pengetahuan, nilai budaya, serta kreativitas tinggi agar mampu bersaing di masa depan.

“Generasi kita harus cerdas berbasis ilmu pengetahuan, memiliki karakter yang kuat, serta mampu beradaptasi dengan perubahan dunia yang sangat cepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembentukan karakter menjadi fondasi penting agar generasi muda tidak mudah menyerah, punya kesabaran, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut, kata dia, sejalan dengan ajaran Islam dalam membangun kehidupan yang baik.

Dalam kesempatan itu, Bahasan juga mengingatkan peserta MTQ Pontianak Timur agar menjadikan kompetisi ini sebagai ruang belajar, bukan sekadar mengejar juara.

“Kemenangan itu bonus. Yang utama adalah proses, pengalaman, dan nilai-nilai yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Ia juga berpesan kepada dewan juri agar menjalankan tugas secara objektif dan profesional. Menurutnya, integritas penilaian sangat penting demi menjaga kepercayaan peserta dan masyarakat.

Selain itu, Bahasan turut menyoroti pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Pontianak. Ia menyebut kerukunan antarumat beragama di kota ini telah berjalan baik dan wajib terus dipertahankan.

“Di Pontianak, kita bisa melihat masjid dan gereja berdiri berdampingan tanpa konflik. Ini menjadi bukti bahwa toleransi di masyarakat kita berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Ia berharap nilai toleransi, kebersamaan, dan kehidupan harmonis terus dijaga sebagai modal utama mewujudkan Pontianak maju dan sejahtera.

MTQ ke-34 Tingkat Kecamatan Pontianak Timur diikuti 300 peserta dari tujuh kelurahan se-Kecamatan Pontianak Timur, terdiri dari 153 peserta putri dan 147 peserta putra.

Adapun cabang yang diperlombakan meliputi Tilawah anak, remaja, dewasa, tuna netra, Tilawah Usia Emas, Murattal, Mujawwad/munajat, Hifzil Qur’an 1 juz hingga 30 juz, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Kaligrafi Al-Qur’an, hingga Karya Tulis Ilmiah Hadis. (*)