Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
operasi sar
Korban Hilang Kebakaran Kapal Pengangkut BBM Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
Korban Hilang Kebakaran Kapal Pengangkut BBM Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
Sunday, 03/05/2026

​KALBARONLINE.com – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban terakhir dalam insiden kebakaran kapal KM Laut Anugerah di Sungai Pawan, Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Minggu (03/05/2026) pagi.

​Korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB di bagian haluan depan kapal dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

​Koordinator Pos SAR Ketapang, Ayub, mengatakan pencarian dilakukan sejak pagi hari dengan metode penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga radius 4 mil laut.

​“Pencarian dimulai pukul 06.00 WIB oleh tim SAR gabungan dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian hingga radius 4 nautical mile. Pada pukul 10.00 WIB, korban berhasil ditemukan di bagian depan kapal dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Ayub.

​Korban diketahui bernama Aldi (15 tahun), seorang remaja laki-laki warga Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang.

​Setelah korban ditemukan, lanjut Ayub, pihaknya mengusulkan penghentian operasi SAR.

​“Dengan ditemukannya korban terakhir, maka operasi SAR diusulkan untuk ditutup pada pukul 10.30 WIB dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing,” tambahnya.

​Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Ketapang, Polairud Ketapang, Koramil Delta Pawan, Polsek Delta Pawan, BPBD Ketapang, Pos AL Ketapang, Satpol PP, Puskesmas Delta Pawan, potensi SAR, serta aparat Desa Sukabangun Dalam.

​Sebelumnya, kebakaran terjadi pada kapal KM Laut Anugerah yang berada di Sungai Pawan. Dari total enam korban dalam insiden tersebut, satu orang sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. (Adi LC)​

Kapal Angkut BBM Meledak di Ketapang, Satu ABK Hilang dan Empat Terluka
Kapal Angkut BBM Meledak di Ketapang, Satu ABK Hilang dan Empat Terluka
Sunday, 03/05/2026

KALBARONLINE.com – Sebuah kapal kayu bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) terbakar hebat di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (02/05/2026) malam.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.30 WIB saat kapal tengah bersandar di sungai di belakang permukiman warga. Kapal tersebut diketahui akan mengangkut barang menuju perusahaan di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara.

Salah seorang warga, Yudi, mengatakan kebakaran diawali dengan suara ledakan dari arah kapal.

“Kejadiannya sekitar pukul 22.30 WIB. Sempat ada suara ledakan dari arah kapal yang terbakar,” ujarnya di lokasi kejadian.

Usai ledakan, warga berhamburan keluar rumah dan melihat asap tebal membumbung tinggi dari kapal. Api dengan cepat membesar dan melahap hampir seluruh bagian kapal.

Diduga, kobaran api cepat meluas karena kapal membawa BBM dalam jumlah besar. Bahkan, api sempat menjalar di permukaan air di sekitar lokasi kejadian.

“Api cepat membesar karena kapal membawa minyak. Bahkan sempat menjalar di permukaan air,” tambah Yudi.

Warga lainnya, Apek, menyebut kapal tersebut sebelumnya merupakan kapal nelayan yang kini difungsikan sebagai kapal angkut barang.

“Setahu saya awalnya kapal itu untuk mencari ikan, tapi sekarang dipakai untuk bawa barang,” katanya.

Apek juga mengaku mengalami luka pada telunjuk tangan kiri saat membantu memotong tali kapal untuk mencegah api semakin meluas.

“Kami panik karena apinya menyebar. Tangan saya luka saat ikut memotong tali kapal dan membantu memadamkan api,” ungkapnya.

Sementara itu, warga lain, Agung, mengatakan ledakan yang terjadi sempat membuat rumahnya bergetar.

“Saya di dalam rumah, tiba-tiba ada suara ledakan dan rumah bergetar. Begitu keluar, suasana sudah terang karena api,” katanya.

Menurut Agung, kapal tersebut membawa berbagai jenis BBM seperti Pertalite, solar, dan Pertamax. Selain itu, terdapat pula tabung oksigen berukuran besar serta bahan kebutuhan pokok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, terdapat enam anak buah kapal (ABK) dalam kejadian tersebut. Satu orang dilaporkan selamat, empat lainnya mengalami luka bakar dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sementara satu ABK lainnya hingga sekitar pukul 01.30 WIB masih belum ditemukan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kebakaran maupun jumlah korban secara rinci. (Adi LC)