Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
oso
OSO Beri Bantuan Rp81 Juta dan Alat Pijat untuk Kafilah Ketapang Jelang Penutupan MTQ Kalbar
OSO Beri Bantuan Rp81 Juta dan Alat Pijat untuk Kafilah Ketapang Jelang Penutupan MTQ Kalbar
Thursday, 06/08/2026

KALBARONLINE.com – Kafilah Kabupaten Ketapang yang mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat menerima bantuan uang saku sebesar Rp81 juta serta dua unit alat pijat menjelang penutupan ajang tersebut.

Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang (OSO) dan diserahkan melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, H. Erwin Sudrajat, S.Sos., M.A.P., kepada Ketua Kafilah Kabupaten Ketapang, H. Arifinsyah, S.Sos.I, di Rumah Kafilah Kabupaten Ketapang, Rabu (5/8/2026).

Bantuan itu diberikan sebagai bentuk dukungan moril dan materiil agar para peserta Kabupaten Ketapang dapat mengikuti seluruh rangkaian MTQ dalam kondisi prima dan tetap bersemangat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, H. Erwin Sudrajat, yang juga menjabat Ketua Umum Panitia MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengatakan bantuan tersebut berasal dari Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang.

Ia juga mengajak seluruh anggota Kafilah Kabupaten Ketapang untuk mendoakan agar Oesman Sapta Odang senantiasa diberikan kesehatan, kesembuhan, serta umur panjang yang penuh keberkahan.

"Kami mohon doa dari seluruh kafilah Kabupaten Ketapang untuk kesembuhan, kesehatan, dan umur panjang yang barokah bagi Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang selaku penyandang dana bantuan ini," ujar Erwin.

Pada kesempatan itu, Erwin turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan MTQ masih terdapat kekurangan dalam pelayanan kepada seluruh kafilah.

"Mudah-mudahan ini adalah pelayanan yang terbaik. Kalau pelayanan ini baik, tolong sampaikan kepada masyarakat. Namun apabila masih ada kekurangan, silakan sampaikan kepada panitia sebagai bahan evaluasi," katanya.

Sementara itu, Ketua Kafilah Kabupaten Ketapang, H. Arifinsyah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada seluruh peserta.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada panitia MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat atas pelayanan yang telah diberikan selama kegiatan berlangsung di Kabupaten Kayong Utara.

"Kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang telah diberikan panitia, serta bantuan dari Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang kepada Kafilah Kabupaten Ketapang. Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan, kesembuhan, serta umur panjang yang penuh keberkahan," ujar Arifinsyah.

Bantuan uang saku sebesar Rp81 juta tersebut dibagikan kepada 54 peserta Kafilah Kabupaten Ketapang. Masing-masing peserta menerima uang saku sebesar Rp1,5 juta sebagai dukungan selama mengikuti MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Selain itu, dua unit alat pijat juga diserahkan untuk membantu menjaga kebugaran para peserta sehingga diharapkan mampu tampil maksimal pada setiap cabang perlombaan yang diikuti. (Adi LC)

Mahfud MD dan Rocky Gerung Warnai Wisuda ke-2 Universitas OSO di Pontianak
Mahfud MD dan Rocky Gerung Warnai Wisuda ke-2 Universitas OSO di Pontianak
Thursday, 22/01/2026

KALBARONLINE.com - Kehadiran dua tokoh nasional, Mohammad Mahfud MD dan Rocky Gerung, menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan Wisuda ke-2 Universitas OSO (Unoso) yang digelar di Pontianak Convention Center (PCC), Kota Pontianak, Kamis (22/01/2026). 

Kehadiran keduanya tidak hanya menambah bobot akademik kegiatan wisuda, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi intelektual bagi para wisudawan, sivitas akademika, dan para pemangku kepentingan daerah.

Mahfud MD hadir memberikan orasi ilmiah yang menekankan pentingnya integritas, pengalaman hidup, dan tanggung jawab moral kaum terdidik dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Sementara Rocky Gerung hadir memberikan perspektif kritis mengenai cara berpikir, kebebasan intelektual, serta pentingnya keberanian intelektual dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam orasi ilmiahnya, Mahfud MD mengingatkan para wisudawan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan formal, mereka akan memasuki fase kehidupan yang sesungguhnya, yang ia sebut sebagai “laboratorium kehidupan”.

“Di kampus, jika gagal masih bisa diperbaiki. Tapi di laboratorium kehidupan, kegagalan sering kali tidak bisa diulang. Kerusakannya bisa panjang dan berdampak luas,” ujar Mahfud MD di hadapan para wisudawan.

Ia menegaskan, bahwa kecerdasan akademik semata tidak cukup tanpa integritas dan kejujuran dalam bertindak. Menurutnya, banyak orang yang memiliki gelar tinggi, namun gagal memberi manfaat bagi masyarakat karena tidak mampu menjaga nilai-nilai moral dan etika.

“Gelar akademik hanya simbol keberhasilan akademik. Yang menentukan adalah integritas. Jangan jadikan ijazah sebagai berhala yang dikejar dengan cara-cara tidak benar. Itu justru berbahaya,” tegas Mahfud.

Mahfud juga menyoroti pentingnya pengalaman hidup sebagai bekal untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan. Ia menekankan bahwa ilmu harus berpihak pada kepentingan publik dan keadilan sosial.

“Pengalaman hidup itu penting. Dari pengalaman lah ilmu diuji. Terutama bagi lulusan hukum, kalian harus menjadi gelombang baru dalam penegakan keadilan,” katanya.

Sementara itu, Rocky Gerung hadir sebagai figur intelektual yang mendorong keberanian berpikir kritis. Kehadirannya, sebagaimana disampaikan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan OSO, Oesman Sapta Odang, dimaksudkan untuk memperkaya sudut pandang mahasiswa terhadap realitas sosial, budaya, dan politik.

“Rocky Gerung memiliki kemampuan mengaitkan ilmu yang ada di buku dengan realitas kehidupan. Itu yang kami harapkan bisa memberi kecerdasan berpikir bagi anak-anak yang lulus hari ini,” ujar OSO.

OSO menegaskan, bahwa kehadiran Mahfud MD dan Rocky Gerung merupakan bagian dari upaya Unoso menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengejar gelar, tetapi membangun kualitas sumber daya manusia yang berpihak pada daerah dan bangsa.

“Kami tidak mengejar jumlah, tapi kualitas. Sedikit tapi bermakna bagi daerah. Pendidikan harus menggunakan hati, bermartabat, dan berpihak kepada daerah,” tegasnya.

Menurut OSO, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun daerah. Daerah yang maju adalah daerah yang mampu mendidik warganya, melahirkan ide-ide canggih, dan menciptakan masyarakat yang berdaya.

Kehadiran Mahfud MD dan Rocky Gerung dalam wisuda ini juga dinilai memberi warna tersendiri bagi Universitas OSO yang meskipun masih tergolong muda, namun terus berupaya membangun tradisi akademik yang kuat dan terbuka terhadap dialektika pemikiran.

Wisuda ke-2 Unoso ini meluluskan 46 wisudawan dari program studi Manajemen, Ilmu Kelautan, dan Hukum. Momentum ini menjadi tonggak penting bagi Unoso dalam mengantar para lulusan memasuki fase pengabdian nyata di tengah masyarakat.

Melalui orasi ilmiah Mahfud MD dan kehadiran Rocky Gerung, Universitas OSO menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas, kritis, dan memiliki keberanian moral dalam menghadapi tantangan zaman. (Lid)