Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pajak reklame
Tunggak Pajak, Billboard Vivo dan Teh Botol Sosro di Pontianak Dibongkar Pemkot
Tunggak Pajak, Billboard Vivo dan Teh Botol Sosro di Pontianak Dibongkar Pemkot
Thursday, 25/06/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menertibkan sejumlah reklame yang belum memenuhi kewajiban pajak daerah. Dalam penertiban yang dilakukan Tim Penertiban Pajak Daerah, dua billboard milik merek smartphone Vivo dan Teh Botol Sosro dibongkar karena wajib pajaknya belum melunasi tunggakan, Kamis (25/6/2026).

Penertiban dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pontianak dan Satpol PP Kota Pontianak sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Kepala Bapenda Kota Pontianak, Ruli Sudira, menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan setelah seluruh tahapan administratif ditempuh sesuai ketentuan yang berlaku. Sebelum pembongkaran, pemerintah telah beberapa kali memberikan kesempatan kepada wajib pajak untuk menyelesaikan kewajibannya.

"Kami telah melaksanakan mekanisme, mulai dari melayangkan surat peringatan. Kemudian pemilik produk juga sudah datang ke kantor dan telah mendapat penjelasan dari petugas. Namun hingga saat ini wajib pajak belum menyelesaikan kewajibannya, sehingga dilakukan tindakan penertiban," terangnya.

Selain membongkar billboard, Bapenda juga memasang stiker penanda pada sejumlah media reklame milik wajib pajak yang masih menunggak. Pemasangan stiker tersebut menjadi bentuk peringatan kepada pemilik reklame sekaligus informasi kepada masyarakat bahwa objek reklame tersebut belum memenuhi kewajiban perpajakan.

Ruli menegaskan, penertiban bukan semata-mata bersifat represif, tetapi merupakan langkah untuk menegakkan kepatuhan terhadap peraturan daerah di bidang perpajakan.

Ia berharap para wajib pajak segera melunasi tunggakan agar tidak dikenai sanksi maupun tindakan penertiban lanjutan.

"Kami tetap membuka ruang bagi wajib pajak untuk menyelesaikan kewajibannya. Harapan kami, seluruh pelaku usaha dapat lebih tertib dalam membayar pajak karena penerimaan pajak daerah sangat penting untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Kota Pontianak," imbuhnya.

Secara terpisah, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa penertiban tersebut merupakan bentuk penegakan aturan sekaligus upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Menurutnya, Pemerintah Kota Pontianak telah mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan surat peringatan serta waktu yang cukup sebelum tindakan pembongkaran dilakukan.

"Kami mengedepankan langkah persuasif dengan memberikan surat peringatan dan waktu yang cukup kepada wajib pajak. Namun apabila kewajiban tersebut tetap tidak dipenuhi, maka penertiban menjadi langkah yang harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Edi menjelaskan, pajak reklame merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Pajak yang dibayarkan masyarakat dan pelaku usaha akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, pendidikan, kesehatan, dan berbagai program pembangunan lainnya," katanya.

Ia menambahkan, Pemkot Pontianak akan terus melakukan pengawasan terhadap seluruh penyelenggara reklame agar mematuhi ketentuan perizinan maupun kewajiban perpajakan. Penertiban juga akan dilakukan secara berkala tanpa tebang pilih terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan.

"Kami berharap seluruh wajib pajak dapat kooperatif. Pemerintah tidak ingin melakukan pembongkaran, tetapi kepatuhan terhadap aturan harus ditegakkan demi terciptanya keadilan bagi seluruh pelaku usaha yang telah memenuhi kewajibannya," pungkasnya. (*)