Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pekan gawai dayak
Bupati Fransiskus Diaan Buka Pekan Gawai Dayak IV Kapuas Hulu 2026
Bupati Fransiskus Diaan Buka Pekan Gawai Dayak IV Kapuas Hulu 2026
Friday, 24/07/2026

KALBARONLINE.COM – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, resmi membuka Pekan Gawai Dayak IV Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola GOR Uncak Kapuas, Putussibau, Selasa (21/07/2026).

Pembukaan diawali dengan prosesi penyambutan tamu secara adat, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, laporan ketua panitia, sambutan Ketua Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (Sekberkesda), sambutan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kapuas Hulu, hingga pembukaan resmi oleh Bupati.

Tahun ini, Pekan Gawai Dayak mengusung tema "Melestarikan Adat dan Budaya Dayak yang Bermartabat Menuju Kapuas Hulu Semakin Hebat."

Dalam sambutannya, Fransiskus Diaan menegaskan bahwa Gawai Dayak bukan sekadar tradisi tahunan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan dan menjaga warisan budaya.

"Gawai Dayak bukan sekadar tradisi tahunan sebagai ungkapan syukur atas hasil panen, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan, memperkuat silaturahmi, serta menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya Dayak kepada generasi penerus," ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu untuk terus mendukung pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Menurutnya, budaya Dayak merupakan identitas masyarakat sekaligus aset yang memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga perlu terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sebelum membuka secara resmi Pekan Gawai Dayak IV Tahun 2026, Bupati mengajak seluruh masyarakat, panitia, dan peserta untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Pekan Gawai Dayak tahun ini.

Usai pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan malam pentas seni budaya yang menampilkan berbagai atraksi sebagai bagian dari rangkaian perayaan Gawai Dayak IV Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2026. (Haq)

Polres Kapuas Hulu Siagakan Personel Amankan Pekan Gawai Dayak IV 2026
Polres Kapuas Hulu Siagakan Personel Amankan Pekan Gawai Dayak IV 2026
Tuesday, 21/07/2026

KALBARONLINE.com – Polres Kapuas Hulu menggelar Apel Persiapan Pengamanan Pekan Gawai Dayak Ke-IV Tahun 2026 guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Apel yang digelar pada Selasa (21/7/2026) pukul 07.00 WIB di Halaman Kantor SATAP Polres Kapuas Hulu itu dipimpin langsung Kapolres Kapuas Hulu AKBP Roberto Aprianto Uda.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Kapuas Hulu, para pejabat utama (PJU), para perwira, serta personel Polres Kapuas Hulu yang akan diterjunkan dalam pengamanan kegiatan.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab. Personel juga diminta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tamu undangan, maupun wisatawan dengan menerapkan prinsip senyum, sapa, dan salam sebagai wujud kehadiran Polri yang Presisi.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang dapat muncul selama pelaksanaan Pekan Gawai Dayak.

"Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk mewaspadai berbagai potensi kerawanan yang dapat terjadi selama pelaksanaan Pekan Gawai Dayak, seperti kemacetan arus lalu lintas, tindak pencopetan, kehilangan barang, penyalahgunaan minuman keras, kepemilikan senjata tajam, hingga potensi kebakaran yang dapat timbul akibat aktivitas budaya dan keramaian masyarakat," ungkap AKBP Roberto Aprianto Uda.

Sebagai langkah antisipasi, Kapolres memerintahkan seluruh satuan tugas melaksanakan patroli dialogis di lokasi kegiatan dan kawasan sekitarnya, melakukan sterilisasi panggung utama maupun area parkir, serta memperkuat sinergi dengan panitia penyelenggara guna menjamin keamanan seluruh rangkaian acara.

Dalam pelaksanaan pengamanan, personel dibagi ke dalam beberapa satuan tugas sesuai fungsi masing-masing.

Satgas Preventif bertugas melaksanakan patroli dan pengamanan terbuka. Satgas Pengamanan Objek bertanggung jawab mengamankan lokasi kegiatan serta tamu VIP. Sementara Satgas Lalu Lintas mengatur kelancaran arus kendaraan, sedangkan Satgas Operasional melaksanakan kegiatan intelijen dan pengamanan tertutup.

Apel persiapan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Seluruh personel telah memahami tugas, ploting, serta cara bertindak sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan.

Selama pelaksanaan apel, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Kapuas Hulu juga terpantau aman dan kondusif.

Melalui kesiapan personel dan pengamanan yang optimal, Polres Kapuas Hulu berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat sehingga pelaksanaan Pekan Gawai Dayak Ke-IV Tahun 2026 dapat berlangsung sukses, tertib, sekaligus menjadi ajang pelestarian budaya yang membanggakan. (Haq)

PGD 2026 Angkat Budaya Dayak Ketapang, Hadirkan Ritual Meminta Mencatu
PGD 2026 Angkat Budaya Dayak Ketapang, Hadirkan Ritual Meminta Mencatu
Wednesday, 13/05/2026

​KALBARONLINE.com - Pekan Gawai Dayak (PGD) 2026 di Pontianak akan mengangkat tradisi Dayak Kabupaten Ketapang sebagai tema utama. Berlangsung pada 20–24 Mei 2026 di Rumah Radakng, perayaan budaya ini akan menghadirkan ritual adat, pawai budaya, seminar, hingga delegasi dari Sarawak.

​Wakil Ketua II PGD 2026, Maskendari mengatakan, pengangkatan budaya Dayak Ketapang bertujuan mengembalikan makna utama Gawai Dayak sebagai pesta panen yang sarat rasa syukur sekaligus doa untuk musim tanam berikutnya.

​“Gawai Dayak itu pesta panen, di mana kita semua bersyukur karena sudah berladang panen dan memohon berkat untuk tahun panen berikutnya,” kata Maskendari, saat konferensi pers di Rumah Betang, Pontianak pada Rabu (13/05/2026)

​Salah satu tradisi yang akan ditampilkan adalah ritual adat Dayak Jalay dari Ketapang, yakni prosesi “meminta mencatu”. Ritual ini merupakan doa adat untuk memohon berkat agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa kebaikan bagi masyarakat.

​Selain itu, PGD 2026 juga akan diawali dengan misa syukur sebagai simbol perpaduan nilai spiritual dan adat yang telah lama hidup di tengah masyarakat Dayak.

​Ketua PGD 2026, Thomas Aleksander, menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak boleh hanya sebatas seremoni atau hiburan, tetapi harus menjadi bagian penting dalam menjaga identitas masyarakat adat.

​“Budaya Dayak adalah bagian dari kehidupan masyarakat adat. Ini bukan hanya soal tampilan budaya yang dibagikan di media sosial, tetapi bagaimana budaya itu tetap hidup dan dihargai,” ujarnya.

​Menurut Thomas, tradisi adat Dayak merupakan warisan turun-temurun yang masih dijaga, mulai dari tingkat kampung hingga nasional. Lebih dari 30 sanggar budaya dijadwalkan ambil bagian dalam PGD 2026. Mereka akan menampilkan tarian tradisional, pertunjukan adat, serta keberagaman etnik di Kalimantan Barat.

​Panitia juga menghadirkan seminar budaya sebagai ruang diskusi untuk membahas berbagai isu aktual terkait masyarakat adat dan kebudayaan.

​“Seminar ini menjadi titik masuk untuk menjembatani berbagai persoalan aktual yang terjadi,” kata Thomas.

​Wakil Ketua III PGD 2026, Alexandra Djaoeng, menambahkan bahwa display budaya akan digelar pada 20 Mei 2026 setelah pembukaan resmi PGD.

​Pawai budaya dimulai dari Jalan Ahmad Yani, melintasi Jalan Veteran dan Jalan Gajah Mada, lalu kembali ke Rumah Radakng.

​“Ini juga menjadi bentuk toleransi masyarakat Dayak di Kalbar terhadap semua etnis, suku, dan kelompok,” ujar Alexandra.

​Tak hanya menjadi ajang budaya lokal, PGD 2026 juga akan dihadiri delegasi dari Sarawak, Malaysia. Kehadiran mereka diharapkan semakin mempererat hubungan budaya lintas negara. (Lid)​