Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pekan raya pontianak
PRP Dinilai Sukses Gairahkan UMKM Pontianak, Tahun Depan Diminta Libatkan Program Pemerintah
PRP Dinilai Sukses Gairahkan UMKM Pontianak, Tahun Depan Diminta Libatkan Program Pemerintah
Thursday, 14/05/2026

KALBARONLINE.com – Gelaran Pekan Raya Pontianak (PRP) tahun kedua di Rumah Radakng dinilai sukses menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kota Pontianak.

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin menyebut, PRP bukan sekadar event hiburan, tetapi juga mampu menghadirkan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi daerah.

“Pelaksanaan PRP di tahun kedua ini dilaksanakan selama dua minggu. Bertempat di Rumah Radakng, ternyata PRP mampu menjadi magnet masyarakat untuk hadir ke sini. Dari informasi yang saya dapatkan, selama pelaksanaan ini bisa tembus dua puluh ribu pengunjung,” ujar Satarudin saat menghadiri malam penutupan PRP, Rabu (13/5) malam.

Meski diguyur hujan di malam penutupan, antusias masyarakat tetap tinggi. Pengunjung masih memadati area PRP untuk menikmati berbagai hiburan yang disuguhkan. Mulai dari arena permainan, penampilan musik hingga kuliner UMKM yang ramai diburu pengunjung karena harganya terjangkau dan rasanya dinilai enak.

Satarudin juga mengapresiasi langkah Badan Pendapatan Daerah Kota Pontianak yang membuka layanan pembayaran PBB di lokasi acara.

Menurutnya, kehadiran layanan pemerintah di tengah event masyarakat menjadi contoh kolaborasi yang positif.

“Ini bukti nyata jika program pemerintah turut hadir di masyarakat. Di sana, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dari pemerintah sekaligus menikmati suguhan yang ada di PRP,” katanya.

Tak hanya layanan PBB, kolaborasi juga melibatkan tim kesehatan hingga petugas pemadam kebakaran dari BPBD yang disiagakan selama kegiatan berlangsung.

Ia berharap konsep seperti ini bisa diperluas pada penyelenggaraan PRP tahun depan. Satarudin mendorong seluruh OPD di lingkungan Pemkot Pontianak ikut membuka stand pelayanan publik di lokasi acara. Bahkan, keterlibatan BUMN, BUMD hingga instansi vertikal juga dinilai penting.

“Sebab setiap lembaga ini memiliki program masing-masing dan bisa disosialisasikan semuanya. Selain menghidupkan UMKM, ini menjadi penekanan saya agar tahun depan bisa diselaraskan,” tegasnya.

Ia pun berharap PRP edisi berikutnya dapat dikemas lebih besar, lebih kreatif dan semakin dinanti masyarakat.

Menurutnya, ruang bagi UMKM harus diperluas, sementara konsep hiburan perlu dibuat lebih menarik agar mampu menarik pengunjung lebih banyak, termasuk dari luar Kota Pontianak bahkan luar Kalbar.

Sementara itu, Ketua Panitia PRP, Solihin mengatakan antusias masyarakat selama pelaksanaan kegiatan sangat tinggi.

Berdasarkan data panitia, selama 10 hari pelaksanaan, pelaku UMKM kuliner di PRP mampu meraih omzet kotor hingga Rp20 juta. Total terdapat 65 stand UMKM yang terlibat dalam event tersebut.

“Artinya perputaran uang di kegiatan ini lumayan besar. Roda ekonomi mampu berputar meski di tengah kondisi ekonomi seperti ini,” ungkapnya.

Solihin memastikan pihaknya akan mengupayakan agar PRP kembali digelar tahun depan dengan konsep yang lebih besar dan lebih matang.

Ia juga menyambut baik usulan Ketua DPRD Pontianak terkait keterlibatan OPD, BUMN, BUMD hingga instansi vertikal dalam event tersebut.

“Ide beliau ini harus direalisasikan. Sebab beliau ingin di acara ini, masyarakat juga bisa mendapatkan pelayanan dari setiap lembaga pemerintahan. Ini bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Artinya ke depan PRP akan dikemas semakin apik,” pungkasnya. (*)

Ketua DPRD Dorong Pekan Raya Pontianak Jadi Event Tetap Hari Jadi Kota, UMKM Bisa Makin Hidup
Ketua DPRD Dorong Pekan Raya Pontianak Jadi Event Tetap Hari Jadi Kota, UMKM Bisa Makin Hidup
Friday, 01/05/2026

KALBARONLINE.com – Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mendorong agar Pekan Raya Pontianak (PRP) ke depan dijadikan agenda tetap dan disandingkan dengan perayaan Hari Jadi Kota Pontianak. Menurutnya, event tersebut bukan hanya punya nilai nostalgia, tetapi juga terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM Pontianak.

“Saya ingat, dulu PRP ini pernah diadakan setiap tahun pada era 90-an. Lokasinya di Gedung Arena Remaja atau PCC sekarang. Tahun ini PRP kembali digelar dan ini tahun kedua. Tahun pertama di PCC, sekarang di Rumah Radakng,” ujar Satarudin.

Ia menilai, PRP memiliki potensi besar menjadi magnet wisata dan hiburan keluarga di Pontianak. Dalam event tersebut, masyarakat bisa berbelanja, menikmati kuliner, hingga menyaksikan berbagai hiburan. Jika pengunjung ramai selama pelaksanaan, maka pelaku usaha kecil dan UMKM akan ikut merasakan dampak positif dari perputaran ekonomi.

Karena itu, Satarudin berharap PRP tahun depan bisa dikemas lebih besar dan masuk dalam rangkaian Hari Jadi Kota Pontianak. Menurutnya, PRP tidak cukup hanya menghadirkan hiburan dan kuliner, tetapi juga perlu melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, serta BUMD.

“Kalau sekarang saya lihat banyak stan pelaku usaha thrifting, pakaian, marketing perumahan, dan produk swasta. Mereka saja mau terlibat, seharusnya pemerintah, BUMN, dan BUMD juga bisa ikut,” katanya.

Ia menjelaskan, kehadiran stan pemerintah dapat mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Misalnya melalui layanan pembuatan KTP, pengurusan izin usaha, hingga konsultasi program daerah.

Diketahui, pada pelaksanaan tahun ini PRP belum mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Pontianak. Satarudin berharap tahun depan ada kolaborasi antara pemerintah dan pihak ketiga agar event ini bisa dikemas lebih maksimal, kreatif, dan profesional.

“Kita bisa buat event ini sejajar dengan Pekan Raya Jakarta. Kuncinya kolaborasi,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak Rizal menilai kemasan PRP saat ini sudah cukup baik. Namun ia setuju jika tahun depan pemerintah ikut berkontribusi agar event semakin meriah dan berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi Pontianak.

Menurut Rizal, promosi PRP juga harus diperkuat. Informasi event sebaiknya sudah terlihat sejak masyarakat tiba di bandara, dipasang di papan reklame, dan diperluas ke berbagai kanal promosi agar warga Pontianak maupun luar daerah mengetahui agenda tersebut.

“Ketika ini ramai maka pertumbuhan ekonomi akan meningkat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana PRP Solihin mengatakan pelaksanaan tahun ini merupakan edisi kedua setelah sebelumnya sukses digelar. Tujuan utama kegiatan tersebut adalah menghidupkan kembali kejayaan PRP era 90-an sekaligus merangkul UMKM agar ekonomi lokal semakin bergerak.

Ia berharap ke depan Pemerintah Kota Pontianak bisa ikut berkontribusi agar PRP menjadi event tahunan yang lebih besar dan lebih meriah.

“Mudah-mudahan tahun depan Pemkot Pontianak bisa turut bersumbangsih di kegiatan PRP ini. Dengan begitu, event ini bisa kita garap lebih maksimal dan meriah,” pungkasnya. (*)