Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pelabuhan internasional kijing
Ekspor Perdana Peti Kemas Langsung dari Terminal Kijing Resmi Dimulai, Nilainya Tembus Rp21,49 Miliar
Ekspor Perdana Peti Kemas Langsung dari Terminal Kijing Resmi Dimulai, Nilainya Tembus Rp21,49 Miliar
Tuesday, 30/06/2026

KALBARONLINE.com – Kalimantan Barat mencatat sejarah baru di sektor perdagangan internasional. Untuk pertama kalinya, ekspor peti kemas dilakukan langsung melalui Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Senin (29/6/2026).

Ekspor perdana tersebut dilepas langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan. Menurutnya, beroperasinya Terminal Kijing sebagai pelabuhan ekspor internasional akan memangkas rantai distribusi sekaligus meningkatkan daya saing komoditas asal Kalimantan Barat di pasar global.

"Selama ini sebagian besar komoditas ekspor Kalbar masih harus dikirim melalui pelabuhan di luar provinsi. Dengan beroperasinya Terminal Kijing sebagai pintu ekspor langsung, rantai logistik menjadi lebih singkat, biaya distribusi lebih efisien, dan daya saing produk daerah semakin meningkat," ujar Norsan.

Ia menilai kehadiran Terminal Kijing menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai salah satu gerbang perdagangan internasional di Indonesia bagian barat.

Norsan berharap operasional pelabuhan tersebut tidak hanya memperlancar arus ekspor, tetapi juga mampu menarik investasi baru, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Terminal Kijing harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat. Ketika biaya logistik semakin rendah, investasi akan tumbuh, lapangan kerja bertambah, dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya.

Ia juga mengajak Pelindo, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi, operator pelayaran, serta para pelaku usaha untuk terus memperkuat kolaborasi agar Terminal Kijing berkembang menjadi pusat logistik modern yang memiliki daya saing tinggi.

Sementara itu, CEO PT Pulau Laut Line Welter Ong mengatakan pihaknya melihat Terminal Kijing memiliki potensi besar untuk melayani pelayaran internasional. Menurutnya, fasilitas pelabuhan yang modern memungkinkan kapal-kapal berukuran besar bersandar dan mengangkut peti kemas ke berbagai negara.

"Terminal Kijing dibangun untuk kapal yang lebih besar dan pelayaran internasional. Kami fokus pada kargo internasional dan layanan feeder," ujarnya.

Welter optimistis semakin banyak perusahaan pelayaran internasional yang akan membuka layanan di Terminal Kijing seiring meningkatnya aktivitas ekspor dari Kalimantan Barat.

Pada ekspor perdana ini, total nilai komoditas yang dikirim mencapai USD1.206.388,36 atau sekitar Rp21,49 miliar. Produk yang diekspor meliputi alumina, alumina hydroxide, kelapa parut kering (desiccated coconut), dan kelapa bulat dengan tujuan Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Malaysia, hingga Tiongkok.

Pengiriman dilakukan melalui dua skema, yakni direct call untuk rute langsung menuju Pasir Gudang, Malaysia, serta transshipment, yaitu melalui Pasir Gudang sebelum diteruskan ke negara tujuan lain di kawasan Asia.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap layanan ekspor langsung melalui Terminal Kijing mampu menekan biaya logistik, mempercepat waktu pengiriman, sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah di pasar internasional. (Lid)

Simpul Vital Pergerakan Barang dan Jasa, Gubernur Ria Norsan Undang Investor untuk Pembangunan Tol Supadio–Kijing
Simpul Vital Pergerakan Barang dan Jasa, Gubernur Ria Norsan Undang Investor untuk Pembangunan Tol Supadio–Kijing
Thursday, 04/12/2025

KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa pembangunan jalan tol Supadio–Kijing merupakan game changer bagi percepatan ekonomi daerah. Infrastruktur ini akan menjadi simpul vital pergerakan barang dan jasa, menghubungkan Bandara Internasional Supadio dengan Pelabuhan Internasional Kijing sebagai dua pintu masuk utama logistik di Kalbar.

Untuk mempercepat realisasi proyek strategis tersebut, Gubernur Ria Norsan secara langsung mengundang calon investor untuk berdiskusi dan membahas peluang kerja sama pembangunan jalan tol tersebut.

“Kami sangat serius menyikapi ini. Karena itu, kita undang langsung investornya ke sini untuk membahas lebih detail wacana ini,” ujar Gubernur Ria Norsan saat menerima delegasi China Construction Fourth Engineering Division yang dipimpin Vinny Tju di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (3/12/2025).

Menurutnya, pembangunan Tol Supadio–Kijing akan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus logistik, mempercepat distribusi hasil sumber daya alam, dan meningkatkan daya saing ekonomi Kalimantan Barat. Tol ini menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemprov Kalbar selain upaya peningkatan prestasi pembangunan daerah.

Meskipun wacana ini telah bergulir sejak lama, langkah konkret kini dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan investor yang dinilai memiliki kapasitas dan rekam jejak kuat.

“Sekarang kita lagi cari investor yang cocok, yang pas untuk bangun ini,” tegas Gubernur.

Proyek tol Supadio–Kijing diperkirakan memiliki nilai investasi sekitar Rp23,24 triliun dan saat ini memasuki tahap awal. Dokumen Feasibility Study (FS) serta desain dasar akan mulai direview pada tahun 2026. Tahapan berikutnya adalah penyusunan dokumen Amdal pada 2027, dengan proyeksi proses berlangsung satu hingga satu setengah tahun. Setelah Amdal tuntas, penyusunan DPPT (Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah) dapat dimulai pada 2028 sebagai prasyarat proses lelang investasi.

Gubernur berharap rangkaian tahapan tersebut berjalan lancar agar proyek ini tidak kembali mengalami penundaan, mengingat perannya yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi Kalbar dan akselerasi pembangunan daerah.

Selain membahas proyek tol, Gubernur juga menyoroti pentingnya peningkatan prestasi pembangunan dan peluang perluasan program prioritas lainnya.

Perwakilan China Construction Fourth Engineering Division, Vinny Tju, menyampaikan respons positif terhadap peluang kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk melakukan kajian lebih mendalam.

“Pada intinya, dari pertemuan bersama Bapak Gubernur, kami ingin mengetahui secara detail langkah-langkah kerja sama yang bisa kita lakukan. Ini merupakan langkah besar yang kita bangun bersama demi kemajuan Kalimantan Barat,” ungkapnya. (Red)