Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pelang
Hotspot Ketapang Capai 1.182 Titik, BPBD Kerahkan Tim dan Siapkan Helikopter Tangani Karhutla Pelang
Hotspot Ketapang Capai 1.182 Titik, BPBD Kerahkan Tim dan Siapkan Helikopter Tangani Karhutla Pelang
Tuesday, 18/08/2026

KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Salah satu lokasi yang saat ini mendapat penanganan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang berada di wilayah Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 1.182 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kabupaten Ketapang pada Senin (17/8/2026), mulai pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Barat.

Dari total 1.182 hotspot, sebanyak 56 titik memiliki tingkat kepercayaan rendah, 1.011 titik tingkat kepercayaan menengah dan 115 titik tingkat kepercayaan tinggi.

Hotspot tersebut terdeteksi menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada sejumlah satelit pemantau.

Di tengah tingginya jumlah titik panas tersebut, BPBD Kabupaten Ketapang terus melakukan upaya penanganan karhutla di sejumlah lokasi, termasuk di wilayah Pelang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar, mengatakan pihaknya telah menerjunkan dua regu untuk menangani karhutla yang masih terjadi di wilayah tersebut.

"Kondisi karhutla di wilayah Pelang masih terjadi, saat ini dua regu sudah diterjunkan ke lokasi," kata Yunifar.

Namun, tidak seluruh personel dikerahkan ke lokasi karhutla. BPBD tetap menyiagakan personel di Kota Ketapang untuk mengantisipasi adanya kejadian kebakaran maupun bencana lainnya.

"Tidak semua tim diturunkan, ada satu regu standby di kota dan satu regu di-off-kan," ujarnya.

Selain penanganan melalui jalur darat, BPBD Ketapang juga akan mendapat dukungan helikopter untuk membantu proses pemadaman karhutla.

Helikopter tersebut dijadwalkan tiba dari Pontianak pada Selasa (18/8/2026) sore untuk disiagakan di Kabupaten Ketapang.

"Untuk helikopter insyaallah sore ini tiba di Ketapang dari Pontianak untuk standby di sini," pungkasnya.

Dengan dukungan personel di lapangan dan bantuan helikopter, penanganan karhutla di Pelang diharapkan dapat berjalan lebih optimal sehingga api tidak meluas ke wilayah lainnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (Adi LC)

Sekda Ketapang Serahkan Tali Asih kepada Keluarga Korban Karhutla di Pelang
Sekda Ketapang Serahkan Tali Asih kepada Keluarga Korban Karhutla di Pelang
Thursday, 06/08/2026

KALBARONLINE.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Repalianto, mewakili Bupati Ketapang Alexander Wilyo, menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan tali asih kepada keluarga Taufik Hidayat, korban meninggal dunia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Pelang.

Kunjungan belasungkawa tersebut dilakukan pada Rabu (5/8/2026) di kediaman keluarga korban di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang.

Dalam kesempatan itu, Repalianto menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa keluarga almarhum. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Ketapang turut merasakan kehilangan atas peristiwa tersebut.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Taufik Hidayat. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," ujar Repalianto.

Ia juga mendoakan agar segala dosa dan kekhilafan almarhum diampuni serta seluruh amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.

"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, serta diterima seluruh amal ibadahnya," tambahnya.

Selain menyampaikan duka cita, Repalianto memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap keluarga diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut.

"Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini," ucapnya.

Dalam kunjungan itu, Repalianto bertemu langsung dengan kedua orang tua korban, istri, serta anak almarhum yang masih berusia enam tahun.

Pemerintah Kabupaten Ketapang juga menyerahkan tali asih sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada keluarga korban. (Adi LC)