Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pemadaman listrik bergilir
RSUD Agoesdjam Minta Prioritas Listrik ke PLN, Pemadaman Bergilir Ganggu Operasional dan Pasokan Air
RSUD Agoesdjam Minta Prioritas Listrik ke PLN, Pemadaman Bergilir Ganggu Operasional dan Pasokan Air
Sunday, 05/07/2026

KALBARONLINE.com – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kabupaten Ketapang mulai berdampak pada operasional pelayanan di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Meski layanan kesehatan hingga kini masih berjalan normal, rumah sakit harus mengandalkan genset sebagai sumber listrik cadangan setiap kali pasokan listrik dari PLN terhenti.

Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang melalui Pelaksana Harian (Plh) Direktur, Yulia Ningsih, mengatakan pihak rumah sakit sebenarnya telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menyiapkan genset berkapasitas besar yang mampu menyuplai kebutuhan listrik di seluruh area rumah sakit.

“Sebetulnya listrik itu memang sudah diantisipasi. Kita punya genset, begitu PLN mati lima detik dia langsung bisa backup. Berarti pelayanan pasien masih aman,” ujar Yulia saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).

Namun, penggunaan genset secara terus-menerus membuat konsumsi bahan bakar meningkat drastis. Dalam satu kali pemadaman listrik bergilir yang berlangsung sekitar lima hingga tujuh jam, RSUD dr. Agoesdjam menghabiskan sekitar tiga drum solar.

Karena jadwal pemadaman masih terus berlangsung, pihak rumah sakit kini harus menambah stok bahan bakar agar operasional tetap berjalan tanpa hambatan.

“Jadi pemakaian tiga drum untuk sekali pemadaman listrik selama lima sampai tujuh jam. Nah ini saya lihat ada jadwal lagi, kami harus siapkan lagi empat sampai lima drum lagi. Karena kita khawatir kalau tiga drum takut pas-pasan. Tadi ibu direktur dan bagian keuangan juga sudah melakukan rapat, bahwa kita harus menyiapkan BBM solar sebanyak empat sampai lima drum,” jelasnya.

Selain berdampak pada pasokan listrik, pemadaman juga mengganggu distribusi air bersih dari PDAM. Kondisi tersebut memaksa rumah sakit mengambil langkah darurat dengan mendatangkan sekitar 10 tangki air hingga tengah malam untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pasien di seluruh ruangan.

Menurut Yulia, listrik dan air merupakan dua kebutuhan vital yang tidak bisa dipisahkan dalam pelayanan kesehatan. Berbagai peralatan medis seperti ventilator, monitor jantung, infus pump di ruang ICU, hingga peralatan di kamar operasi bergantung pada pasokan listrik yang stabil. Begitu pula layanan hemodialisa yang membutuhkan air bersih hasil pengolahan melalui sistem reverse osmosis (RO).

Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan, RSUD dr. Agoesdjam Ketapang berencana mengirimkan surat kepada PLN dengan tembusan kepada Bupati Ketapang agar rumah sakit mendapat layanan prioritas selama masa pemadaman bergilir.

“Kami minta layanan prioritas PLN terhadap rumah sakit. Kalaupun kami harus masuk giliran mati lampu, jangan lama-lama, maksimal satu jam,” tegas Yulia.

Ia menegaskan, seluruh langkah yang dilakukan rumah sakit bertujuan menjaga keselamatan pasien agar pelayanan tetap berjalan optimal, terutama bagi pasien yang bergantung pada alat-alat medis.

Pihak rumah sakit juga tidak ingin pengalaman buruk di masa lalu kembali terulang, ketika keterbatasan kapasitas genset sempat mengganggu pelayanan hingga berdampak pada keselamatan pasien.

Di tengah kondisi tersebut, Yulia turut mengimbau masyarakat, khususnya keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan, agar menggunakan air secara bijak. Menurutnya, keterbatasan pasokan air saat ini merupakan dampak langsung dari terganggunya distribusi akibat pemadaman listrik.

“Untuk masyarakat yang tengah dirawat, mohon berhemat air. Karena kita tahu sekarang kita sedang krisis listrik, karena listrik air juga ikut krisis. Mohon pengertiannya jika ada kendala-kendala di air jangan langsung menyalahkan rumah sakit, karena kami akan terus berupaya sekuat tenaga agar seluruh pelayanan berjalan maksimal,” ucapnya.

RSUD dr. Agoesdjam berharap PLN dapat memberikan pengecualian atau layanan prioritas bagi rumah sakit agar tidak terdampak pemadaman bergilir dalam durasi yang lama. Menurut pihak rumah sakit, keberlangsungan pelayanan kesehatan berkaitan langsung dengan keselamatan dan nyawa pasien.

“Harapan kami, rumah sakit tidak masuk dalam jadwal pemadaman bergilir demi menjaga keselamatan dan nyawa pasien yang sedang kami rawat,” pungkas Yulia. (Adi LC)

Bandara Rahadi Oesman Tetap Beroperasi Normal di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir di Ketapang
Bandara Rahadi Oesman Tetap Beroperasi Normal di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir di Ketapang
Sunday, 05/07/2026

KALBARONLINE.com – Bandara Rahadi Oesman Ketapang memastikan operasional penerbangan tetap berjalan normal meski Kabupaten Ketapang masih dilanda pemadaman listrik bergilir sejak Kamis (2/7/2026).

Meski durasi pemadaman yang semula sekitar lima jam per hari kini meningkat menjadi tujuh hingga delapan jam, pelayanan kepada penumpang dan jadwal penerbangan di bandara sejauh ini tetap berlangsung tanpa kendala.

Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Donny Suryana Harris, mengatakan pihak bandara telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menyiapkan sumber listrik cadangan berupa genset berkapasitas 250 kVA.

“Alhamdulillah operasional bandara udara tidak terkendala oleh pemadaman listrik bergilir yang saat ini terjadi di Ketapang. Hal ini karena Bandara Rahadi Oesman telah memiliki back up power berupa genset dengan daya 250 kVA,” ujar Donny.

Menurutnya, penggunaan genset dalam durasi yang lebih lama memang berdampak pada meningkatnya konsumsi bahan bakar. Namun, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran operasional dan memastikan seluruh layanan di bandara tetap berjalan optimal.

“Hanya saja konsumsi bahan bakar untuk genset mengalami kenaikan volume karena durasi operasional genset yang lebih lama dari biasanya,” katanya.

Donny menegaskan, hingga saat ini jadwal penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang masih berjalan normal dan belum mengalami perubahan akibat pemadaman listrik bergilir.

“Untuk jadwal penerbangan saat ini masih normal,” ucapnya.

Meski demikian, pihak bandara tetap mengimbau calon penumpang agar datang lebih awal sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kendala teknis pada genset.

Menurut Donny, jika genset mengalami gangguan, proses registrasi atau check-in penumpang harus dilakukan secara manual. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi waktu keberangkatan penerbangan.

“Kami mengimbau para calon penumpang agar datang lebih awal ke bandara untuk melakukan registrasi atau check-in sebagai antisipasi apabila terjadi kendala pada genset sehingga perlu dilakukan proses check-in secara manual maupun adanya perubahan jadwal penerbangan,” pungkasnya. (Adi LC)

PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Pontianak, Dipicu Gangguan Pembangkit akibat Cuaca Panas
PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Pontianak, Dipicu Gangguan Pembangkit akibat Cuaca Panas
Saturday, 04/07/2026

KALBARONLINE.com – PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat memastikan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Pontianak bukan disebabkan oleh krisis pasokan batu bara maupun energi primer.

Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, menjelaskan gangguan listrik dipicu oleh terganggunya salah satu mesin pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) yang dipengaruhi cuaca panas ekstrem.

Menurut Mukhlis, suhu lingkungan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah mesin pembangkit mengalami derating atau penurunan kapasitas produksi listrik. Kondisi tersebut kemudian diperparah dengan gangguan pada salah satu unit pembangkit IPP sehingga pasokan daya ke sistem kelistrikan Kalimantan Barat berkurang.

"Karena itu, dilakukan pengaturan sistem agar tidak terjadi pemadaman yang lebih luas," kata Mukhlis, Jumat (3/7/2026).

Ia menegaskan, secara umum sistem kelistrikan di Kalimantan Barat masih berada dalam kondisi surplus daya. Namun, cadangan daya yang tersedia tidak terlalu besar sehingga ketika terjadi gangguan pada pembangkit, keandalan pasokan listrik ikut terdampak.

"Pemadaman ini bukan karena kekurangan batu bara maupun energi primer. Sistem Kalimantan Barat masih surplus daya, hanya saja cadangannya tidak terlalu besar," ujarnya.

Untuk menjaga kestabilan sistem selama proses perbaikan berlangsung, PLN menerapkan pemadaman listrik bergilir yang dibagi ke dalam tiga sesi di sejumlah wilayah terdampak.

Mukhlis memastikan PLN terus berupaya mempercepat proses pemulihan unit pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal secepat mungkin.

"Kami terus berupaya mempercepat proses pemulihan. Mohon pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan ini," tutupnya. (Lid)

BPM Kalbar Ancam Demo PLN jika Pemadaman Listrik Bergilir Tak Segera Teratasi
BPM Kalbar Ancam Demo PLN jika Pemadaman Listrik Bergilir Tak Segera Teratasi
Saturday, 04/07/2026

KALBARONLINE.com – Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PT PLN (Persero) apabila pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat tidak segera teratasi.

Ketua Umum BPM Kalbar, Gusti Eddy, mengatakan pemadaman listrik bergilir yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir telah berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, kegiatan dunia usaha, hingga pelayanan publik ikut terganggu akibat gangguan pasokan listrik.

"Pemadaman listrik ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Kami berharap PLN segera menuntaskan permasalahan ini dan menyampaikan perkembangan penanganannya secara terbuka kepada masyarakat," kata Gusti Eddy dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas dan transparan mengenai penyebab pemadaman listrik bergilir, langkah-langkah yang sedang dilakukan PLN untuk memulihkan sistem, hingga estimasi waktu normalisasi pasokan listrik.

Karena itu, BPM Kalbar menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa apabila dalam waktu dekat kondisi kelistrikan di Kalimantan Barat belum juga kembali normal.

Melalui aksi tersebut, BPM ingin meminta penjelasan langsung dari pihak PLN terkait penyebab gangguan, perkembangan proses pemulihan, serta langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Kami ingin ada kepastian dan keterbukaan dari PLN. Masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana upaya agar kejadian seperti ini tidak terulang," ujar Gusti Eddy.

BPM Kalbar berharap PLN dapat segera menghentikan pemadaman listrik bergilir, memulihkan pasokan listrik secara menyeluruh, serta meningkatkan transparansi informasi kepada masyarakat selama proses penanganan gangguan berlangsung. (Lid)