Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pembawa baki
Celine dan Mirza Harumkan Nama Kalbar di Istana Merdeka
Celine dan Mirza Harumkan Nama Kalbar di Istana Merdeka
Wednesday, 19/08/2026

KALBARONLINE.com – Dua putra-putri Kalimantan Barat (Kalbar), Celine Olivia Apriani Theo dan Mirza, sukses menjalankan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Celine, siswi SMKN 5 Pontianak, dipercaya sebagai pembawa baki saat upacara pengibaran Bendera Merah Putih. Sementara Mirza, siswa SMA Negeri 1 Sintang, mendapat tugas sebagai pembentang bendera pada upacara penurunan bendera.

Gubernur Kalbar Ria Norsan mengapresiasi keberhasilan keduanya. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kalbar.

Norsan mengatakan, sebelum berangkat ke Jakarta, Celine dan Mirza sempat menghadap dirinya. Saat itu, ia berpesan agar keduanya memberikan kemampuan terbaik dan tidak lupa berdoa.

“Kan kemarin sebelum berangkat, dia menghadap saya. Saya hanya berdoa, sebisanya berdoa. Mudah-mudahan kalian sampai di sana nanti terpilih yang terbaik,” ujar Norsan saat diwawancarai, Selasa (18/8/2026).

Doa dan usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Celine dan Mirza dipercaya mengemban tugas penting dalam upacara kenegaraan di Istana Merdeka.

“Alhamdulillah doa kita dijabah. Celine pembawa baki dan Mirza pengibar bendera, dua-duanya berhasil,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Kalbar juga berencana menyambut kepulangan Celine dan Mirza setelah keduanya menyelesaikan seluruh rangkaian tugas di Jakarta.

“Pulangnya nanti kita sambut karena membawa harum nama Kalbar,” ucapnya.

Bukan dari Keluarga Berada

Bagi Norsan, kisah Celine dan Mirza juga menunjukkan bahwa latar belakang ekonomi bukan alasan untuk berhenti mengejar prestasi.

Ia mencontohkan Mirza yang berasal dari keluarga sederhana. Orang tua Mirza diketahui berjualan kerupuk. Meski memiliki keterbatasan ekonomi, Mirza tetap memiliki semangat untuk maju.

“Mirza itu orang tuanya jualan kerupuk. Berapalah penghasilan jual kerupuk, tapi dia semangat untuk maju yang luar biasa,” ungkap Norsan.

Hal serupa juga disampaikan Norsan mengenai Celine. Menurutnya, Celine juga bukan berasal dari keluarga berada. Namun, kemauan dan kerja keras membuatnya mampu meraih kesempatan hingga dipercaya menjadi pembawa baki di Istana Merdeka.

“Demikian juga Celine, bukan dari orang yang berada, tapi punya semangat dan kemauan,” katanya.

Norsan berharap keberhasilan keduanya bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Kalbar. Ia ingin generasi muda tidak minder dengan kondisi keluarga maupun ekonomi selama memiliki kemauan untuk berusaha.

“Anak-anakku sekalian, tidak ada yang tidak bisa kalau kita mau berusaha dan berdoa,” pungkasnya. (Lid)

Siswi SMKN 5 Pontianak Jadi Pembawa Baki di Istana Negara
Siswi SMKN 5 Pontianak Jadi Pembawa Baki di Istana Negara
Tuesday, 18/08/2026

KALBARONLINE.com – Celine Olivia Apriani Theo, siswi SMK Negeri 5 Pontianak, Kalimantan Barat, dipercaya menjadi pembawa baki dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Celine merupakan salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Momen Celine saat menjalankan tugas sebagai pembawa baki disambut haru dan antusias oleh warga Kalbar, termasuk keluarga besar SMKN 5 Pontianak. Para siswa dan guru menyaksikan langsung jalannya upacara melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar pihak sekolah.

Perhatian para siswa dan guru tertuju kepada Celine ketika ia menjalankan tugas membawa baki Bendera Merah Putih dalam upacara pengibaran di Istana Merdeka.

Kepala SMKN 5 Pontianak, Millu Hatriwati, mengaku bangga melihat Celine mampu menjalankan tugasnya dengan baik hingga rangkaian upacara selesai.

“Alhamdulillah, kami mewakili warga SMKN 5 Pontianak sangat bangga dan terharu sejak pagi melihat secara live. Saat Celine melakukan tugasnya dengan baik, kami merasa bangga, haru dan luar biasa,” ujarnya.

Menurut Millu, pihak sekolah bahkan tidak mengetahui sebelumnya bahwa Celine akan mendapat tugas sebagai pembawa baki. Seluruh anggota Paskibraka menjalani latihan bersama tanpa mengetahui posisi yang akan mereka emban saat upacara.

Celine baru mengetahui dirinya terpilih sebagai pembawa baki pada Senin pagi.

“Baru tadi pagi Celine mendapatkan kabar dari panitia. Selama ini mereka latihan saja, semua dilatih. Kami juga tidak tahu Celine itu pembawa baki atau bukan,” katanya.

Di mata pihak sekolah, Celine dikenal sebagai siswi yang disiplin, rendah hati, serta memiliki semangat belajar dan berlatih yang tinggi.

“Kalau Celine itu anaknya sangat baik, rendah hati, disiplin. Belajarnya giat, latihan juga giat. Dalam pembelajaran Celine juga termasuk yang baik,” ungkap Millu.

Keberhasilan Celine menjadi pembawa baki di Istana Negara juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa SMKN 5 Pontianak, khususnya anggota ekstrakurikuler Paskibra.

Millu mendorong siswa kelas 10 yang mengikuti Paskibra untuk menjadikan Celine sebagai contoh bahwa kerja keras dan kedisiplinan dapat membuka kesempatan untuk berprestasi di tingkat nasional.

“Ini menjadi motivasi untuk anak-anak Paskibra yang ada di SMKN 5. Kami menginformasikan kepada kelas 10 yang memiliki kemampuan di ekskul Paskibra untuk berlatih dengan baik, baik mental maupun kekuatan fisiknya,” jelasnya.

Pihak sekolah juga berencana menyambut kepulangan Celine ke Pontianak. Rencana tersebut akan dikoordinasikan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

“Kalau tidak ada halangan, rencananya tanggal 23. Kami akan koordinasi dengan provinsi terkait jam kepulangan dan penyambutannya. Sekolah ingin menyambut, provinsi juga ingin menyambut,” tuturnya.

Bagi keluarga besar SMKN 5 Pontianak, Celine bukan hanya menjalankan tugas membawa baki dalam upacara kemerdekaan. Ia juga membawa kebanggaan bagi sekolah dan menjadi bukti bahwa siswa dari Pontianak mampu tampil di panggung nasional. (Lid)