Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pemuda pancasila
Tak Mau HUT Sekadar Seremoni, Pemuda Pancasila Pontianak Hadirkan Cerdas Cermat
Tak Mau HUT Sekadar Seremoni, Pemuda Pancasila Pontianak Hadirkan Cerdas Cermat
Saturday, 26/09/2026

KALBARONLINE.com – Peringatan HUT ke-67 Pemuda Pancasila (PP) di Kota Pontianak tahun ini tidak hanya akan diisi kegiatan sosial dan seremoni organisasi.

Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Pontianak menyiapkan lomba cerdas cermat sebagai salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan HUT Pemuda Pancasila sekaligus Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat persiapan yang digelar MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak, Jumat (25/9/2026).

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak, Muhammad Firdaus, mengatakan cerdas cermat sengaja dimasukkan sebagai kegiatan yang berbeda dari agenda organisasi pada umumnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membawa sisi keilmuan dan akademik ke dalam peringatan HUT Pemuda Pancasila.

"Saya ingin melaksanakan tidak seperti biasa Pemuda Pancasila. Maka ada kegiatan ilmiah pada tahun ini. Ini bisa disukseskan jika didukung semua pihak, baik di tingkat MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak maupun PAC Pemuda Pancasila se-Kota Pontianak. Tentunya kita harus merapatkan barisan,” ujar Firdaus.

Bagi Firdaus, cerdas cermat bukan sekadar perlombaan. Ada pesan yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut, terutama mengenai pentingnya pengetahuan dan ruang bagi anggota maupun generasi muda untuk mengembangkan kemampuan akademik.

Ia menyebut kegiatan itu sebagai sesuatu yang relatif baru dalam rangkaian kegiatan Pemuda Pancasila Kota Pontianak.

"Cerdas cermat baru kali ini ada kegiatan di luar kebiasaan Pemuda Pancasila,” katanya.

Firdaus berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperluas ruang kontribusi organisasi.

Menurutnya, Pemuda Pancasila tidak hanya dapat dilihat dari kegiatan organisasi di lapangan, tetapi juga memiliki anggota dan kader yang memiliki kemampuan akademik serta keilmuan yang dapat dikembangkan.

"Saya ingin mengajak kita berbagi keilmuan, sisi akademik. Pemuda Pancasila ini, bukan organisasi brutal. Banyak orang-orang bagus, maka harus diberikan kesempatan. Banyak kawan-kawan yang bisa,” tegasnya.

Karena itu, pelaksanaan cerdas cermat diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tambahan dalam peringatan HUT.

MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak ingin kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bertemu, belajar, sekaligus membangun suasana kompetitif yang sehat antarkader dan peserta.

Selain cerdas cermat, rangkaian HUT ke-67 Pemuda Pancasila juga akan diisi sejumlah kegiatan lain, seperti bakti sosial, donor darah, santunan, pembagian sembako, dialog kepemudaan, lomba paduan suara antar-PAC, serta kegiatan kebangsaan.

Pada 28 Oktober, agenda juga direncanakan mencakup apel akbar dan ziarah ke tokoh Pemuda Pancasila, termasuk almarhum Firman Muntaco, serta ziarah ke makam pahlawan.

Malam puncak akan diisi syukuran, tausiah kebangsaan, dan kegiatan lainnya. Namun, di antara rangkaian tersebut, cerdas cermat menjadi salah satu agenda yang ingin diberi perhatian khusus oleh kepengurusan MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak.

Firdaus meminta seluruh jajaran organisasi mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut agar berjalan sesuai rencana.

"Saya minta teman-teman semangat. Kita berharap ini menjadi contoh se-Kalbar,” ujarnya.

Ia juga berharap seluruh program kerja kepengurusan dapat berjalan dan keberadaan MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak dapat meninggalkan kesan positif bagi para anggotanya.

"Saya berharap di kepemimpinan kami ini Pemuda Pancasila berjalan sesuai program kerja. Saya ingin keberadaan MPC Pemuda Pancasila ini membekas untuk seluruh anggota MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak,” katanya.

Jika berjalan sesuai rencana, cerdas cermat akan menjadi salah satu wajah baru dalam peringatan HUT Pemuda Pancasila ke-67 di Kota Pontianak.

Bukan sekadar merayakan usia organisasi, tetapi membuka ruang bagi pengetahuan, kompetisi, dan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan organisasi. (Lid)

Edi Ajak Pemuda Pancasila Kolaborasi Bangun Pontianak, Soroti SDM hingga Kondusivitas Kota
Edi Ajak Pemuda Pancasila Kolaborasi Bangun Pontianak, Soroti SDM hingga Kondusivitas Kota
Saturday, 02/05/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak Pemuda Pancasila Kota Pontianak memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menjaga kondusivitas kota.

Ajakan itu disampaikan Edi saat menghadiri Pelantikan Pengurus MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak periode 2026-2027 di Hotel Ibis Pontianak, Sabtu (2/5/2026) pagi.

“Kita harus sama-sama berkolaborasi untuk membangun negeri ini, khususnya Kota Pontianak,” ujarnya.

Edi menjelaskan, Pontianak sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat memiliki karakteristik yang khas. Kota ini menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, ekonomi, dan pelayanan masyarakat dari berbagai daerah di Kalbar. Tingginya mobilitas warga membuat tantangan pembangunan semakin kompleks.

“Sebagai kota provinsi, Pontianak memiliki arus mobilitas masyarakat yang sangat tinggi, baik dari dalam kota maupun dari kabupaten dan kota lain di Kalimantan Barat,” katanya.

Ia menambahkan, keberagaman suku, agama, dan latar belakang masyarakat menjadi tantangan sekaligus kekuatan Kota Pontianak. Karena itu, pemerintah harus memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan rasa aman, nyaman, dan tenteram bagi warga.

Dalam kesempatan itu, Edi juga memaparkan sejumlah capaian Kota Pontianak. Dari sisi tata kelola pemerintahan, Pontianak menempati peringkat 19 dari seluruh kota di Indonesia berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak mencapai 80,82, tertinggi di Kalimantan Barat dan berada di atas rata-rata nasional.

“Ini menunjukkan tren positif dari pemerintahan kota yang sudah kita lakukan. Tetapi kita juga menyadari masih banyak hal yang perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Meski begitu, Edi menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan, terutama terkait penanganan kemiskinan dan peningkatan standar hidup masyarakat.

Dalam konteks tersebut, ia menilai Pemuda Pancasila Pontianak memiliki potensi besar menjadi mitra strategis pemerintah. Dengan jaringan anggota yang tersebar luas, organisasi ini dinilai bisa membantu menyampaikan informasi dan kondisi masyarakat di lapangan.

“Pemuda Pancasila ini ada di mana-mana. Artinya, di setiap sudut Kota Pontianak ada anggotanya. Kalau ada warga yang membutuhkan bantuan atau ada persoalan di lapangan, ini bisa disampaikan,” ujarnya.

Edi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial di era digital. Menurutnya, media sosial bisa menjadi sarana efektif untuk menyampaikan informasi pembangunan, aspirasi warga, hingga persoalan yang perlu segera ditangani.

Ia berharap kepengurusan MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak periode 2026-2027 dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kebersamaan, memperkuat stabilitas, dan mendorong pembangunan Pontianak yang maju, sejahtera, berwawasan lingkungan, serta humanis. (*)

Polemik Internal Pemuda Pancasila Pontianak Resmi Selesai, Ketua MPW Pastikan Syarifal dan Mashudi Berdamai
Polemik Internal Pemuda Pancasila Pontianak Resmi Selesai, Ketua MPW Pastikan Syarifal dan Mashudi Berdamai
Wednesday, 31/12/2025

KALBARONLINE.com – Polemik internal antara dua kader Pemuda Pancasila (PP), yakni Syarifal dan Mashudi (Lonjong), dipastikan tuntas. Keduanya sepakat berdamai setelah dipertemukan langsung oleh Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PP Kalimantan Barat, Abriansyah, pada Selasa 30 Desember 2025.

Abriansyah membenarkan bahwa ia memediasi pertemuan antara Mashudi selaku Pengurus Anak Cabang (PAC) PP Kecamatan Pontianak Utara dengan Wakil Ketua III Bidang Kemasyarakatan MPW PP Kalbar, Syarifal.

“Keduanya sudah saya panggil dan sudah sepakat berdamai,” kata Abriansyah, Rabu 31 Desember 2025.

Ia menegaskan bahwa perdamaian tersebut murni terkait kesalahpahaman di internal organisasi, bukan berkaitan dengan pengaduan dugaan penjualan minuman beralkohol tanpa izin maupun dugaan pembuangan limbah cair sisa olahan daging babi oleh salah satu restoran di Pontianak.

“Perlu saya pertegas, kami tidak mencampuri pengaduan dugaan penjualan minuman alkohol tanpa izin dan dugaan pelanggaran lingkungan yang sudah disampaikan kepada Pemerintah Kota Pontianak dan kepolisian,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan hukum tetap dilanjutkan dan sepenuhnya menjadi ranah aparat penegak hukum serta Pemerintah Kota Pontianak.

Sebelumnya, MPW Pemuda Pancasila Kalimantan Barat resmi melayangkan pengaduan ke Polresta Pontianak atas dugaan penjualan minuman beralkohol tanpa izin dan dugaan pembuangan limbah cair tanpa pengolahan oleh pengelola restoran Unyuk-unyuk Sedap Rasa di Jalan Teuku Umar, Pontianak.

Wakil Ketua III MPW PP Kalbar, Syarifal, saat itu menyebut laporan tersebut dilayangkan pada Rabu, 24 Desember 2025, dan telah diterima kepolisian.

Ia berharap aparat segera menindaklanjuti laporan tersebut demi menjaga stabilitas Kota Pontianak serta memastikan pelaku usaha patuh terhadap aturan, baik terkait peredaran minuman beralkohol maupun pengelolaan limbah lingkungan.

“Pada prinsipnya kami mendukung pelaku usaha menjalankan bisnis di Kota Pontianak. Namun tentu harus sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Syarifal.