Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
penemuan mayat
Pria 27 Tahun Ditemukan Meninggal di Bilik Toilet Kawasan Rumah Pelangi Kubu Raya
Pria 27 Tahun Ditemukan Meninggal di Bilik Toilet Kawasan Rumah Pelangi Kubu Raya
Saturday, 19/09/2026

KALBARONLINE.com – Seorang pria berinisial AU (27) ditemukan meninggal dunia di salah satu bilik toilet kawasan konservasi hijau Rumah Pelangi, Jalan Trans Kalimantan Km 64, Dusun Gunung Benuah, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

AU ditemukan setelah dua kerabatnya mencari keberadaannya. Korban diketahui meninggalkan rumah sejak Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB dan tidak kunjung diketahui keberadaannya.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya AKP Ambril melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, pencarian dilakukan keluarga pada Sabtu pagi. Sekitar pukul 07.29 WIB, dua kerabat korban berangkat menuju kawasan Rumah Pelangi.

Sesampainya di halaman Gereja Katolik Stasi Kalvari, keduanya menemukan sepeda motor milik AU terparkir di samping gereja. Dari kendaraan tersebut, ditemukan helm, jaket Maxim, dan tempat tidur gantung atau hammock milik korban.

Salah satu kerabat kemudian mencari AU ke area hutan di belakang gereja sambil memanggil namanya. Namun, pencarian belum membuahkan hasil.

Saat berada di area toilet gereja, kerabat korban mencurigai salah satu dari tiga bilik yang pintunya tertutup rapat. Ia mengetuk pintu tersebut, tetapi tidak mendapat jawaban.

Karena tidak ada respons, pintu bilik kemudian didobrak. Di dalamnya, kerabat korban menemukan AU dalam kondisi meninggal dunia.

Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada kerabat lainnya. Mereka meminta bantuan warga sekitar dan biarawan Stasi Kalvari sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Mereka selanjutnya menemui Pastor Warsito. Setelah menerima laporan, Pastor Warsito menghubungi Ketua RT setempat dan Polsek Sungai Ambawang.

“Setelah mendapat laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan,” kata Ade.

Tim Inafis Polres Kubu Raya bersama Unit Reskrim Polsek Sungai Ambawang kemudian mengamankan lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta identifikasi forensik.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan identitas korban sekaligus mengetahui ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan luar atau visum et repertum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi atau pemeriksaan bagian dalam terhadap jenazah.

“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya jenazah akan diproses untuk pemakaman,” ujar Ade.

Polisi tetap melakukan penanganan sesuai prosedur untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan.

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Jelai Ketapang, Warga Diminta Bantu Identifikasi
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Jelai Ketapang, Warga Diminta Bantu Identifikasi
Sunday, 14/06/2026

KALBARONLINE.com – Warga Desa Sengkuang Merabong, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengapung di aliran Sungai Jelai, Minggu (14/6/2026) pagi.

Penemuan mayat di Sungai Jelai tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 WIB oleh warga yang hendak memeriksa pukat ikan di sungai. Informasi itu kemudian cepat menyebar dan mengundang perhatian masyarakat yang berdatangan ke lokasi.

Salah seorang warga, Dicky, mengatakan saat ditemukan korban berada dalam posisi telungkup dan hanya mengenakan celana dalam. Kondisi jasad juga sudah mengalami pembengkakan.

“Belum diketahui identitasnya. Kami khawatir korban bukan warga sekitar karena tidak ada yang mengenalinya,” ujar Dicky.

Menurutnya, informasi terkait penemuan mayat tanpa identitas itu telah disebarluaskan ke sejumlah desa dan permukiman di wilayah Kecamatan Manis Mata. Namun hingga kini belum ada keluarga maupun warga yang datang untuk mengenali korban.

Sementara itu, Kapolsek Manis Mata IPTU Meinardus Yudiansyah membenarkan adanya temuan jasad tersebut. Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Manis Mata bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Manis Mata langsung menuju lokasi kejadian.

“Benar terjadi penemuan mayat di aliran Sungai Jelai tepatnya di Desa Sengkuang Merabong, Kecamatan Manis Mata. Saat ini personel sedang menuju lokasi bersama tim tenaga kesehatan Puskesmas Manis Mata. Untuk perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kembali,” kata Meinardus.

Hingga pukul 09.30 WIB, jasad korban masih berada di lokasi sambil menunggu proses evakuasi dan pemeriksaan awal oleh petugas.

Kasus penemuan mayat pria tanpa identitas di Ketapang itu kini dalam penanganan kepolisian. Aparat akan melakukan proses identifikasi korban sekaligus menyelidiki penyebab kematiannya.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera berkoordinasi dengan pihak berwenang guna membantu proses identifikasi korban. (Adi LC)

Penemuan Mayat di Pinggir Parit Gegerkan Warga Dusun Bangan Mentebah
Penemuan Mayat di Pinggir Parit Gegerkan Warga Dusun Bangan Mentebah
Friday, 30/01/2026

KALBARONLINE.com - Warga Dusun Bangan Permai, Desa Tanjung Intan, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat, pada Kamis (29/01/2026) malam.

Jenazah yang dikemudian diketahui berinisial R (35 tahun) itu ditemukan di sebuah parit atau sungai kecil yang tak jauh dari Jalan Lintas Selatan.

Saksi penemuan, Agung (23 tahun), awalnya mengaku curiga saat ia menemukan sebuah sepeda motor Honda Beat yang terparkir tanpa pengemudi di pinggir jalan sejak Rabu sore. Agung menyatakan sempat mengecek lokasi tersebut namun hanya menemukan alat pancing di tepi sungai tanpa ada tanda-tanda keberadaan pemiliknya.

Puncak rasa penasaran Agung terjadi di Kamis malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Ia mengajak temannya, Faisal (18 tahun), untuk kembali mengecek lokasi. Dengan membawa senter, keduanya terkejut karena melihat sepasang kaki dan sandal yang mengapung di permukaan air parit.

"Saksi segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mentebah. Personel kami langsung bergerak cepat menuju TKP untuk melakukan evakuasi dan mengumpulkan keterangan," ujar Kapolsek Mentebah, IPTU Didik Rianto.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban. Pihak keluarga menyatakan bahwa korban memiliki riwayat penyakit ayan (epilepsi). Diduga kuat, penyakit korban kambuh saat ia sedang memancing sendirian, sehingga korban terjatuh ke dalam air tanpa ada yang menolong.

Meskipun petugas sempat menyarankan untuk dilakukan visum di RSUD Achmad Diponegoro Putussibau guna memastikan penyebab kematian, pihak keluarga menolak dan memilih untuk langsung membawa korban ke rumah duka.

Selain mengevakuasi jenazah, polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban yang berada di lokasi kejadian, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Beat, tas pinggang berisi uang tunai senilai lebih dari Rp 3,4 juta, identitas pribadi berupa NPWP, STNK, ATM, alat pancing, telepon genggam, dan perlengkapan pribadi lainnya.

Saat ini, barang-barang tersebut telah diamankan di Mapolsek Mentebah dan akan diserahkan kembali kepada keluarga korban. Diketahui pula, bahwa saat peristiwa terjadi, istri korban sedang dalam perjalanan dari Jawa dan diperkirakan tiba di Kapuas Hulu tak lama setelah jenazah ditemukan.

Kapolsek Mentebah mengingatkan warga untuk selalu berhati-hati jika bepergian sendiri di luar rumah, apalagi yang punya penyakit bawaan, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. (Haq)

Jasad di Sungai Pawan Teridentifikasi, Korban Pemuda Asal Kayong Utara
Jasad di Sungai Pawan Teridentifikasi, Korban Pemuda Asal Kayong Utara
Sunday, 25/01/2026


KALBARONLINE.com – Kepolisian akhirnya mengungkap identitas jasad laki-laki yang ditemukan mengapung di alur Sungai Pawan, Kabupaten Ketapang, pada Sabtu (24/1/2026) pagi.

Kapolsek Muara Pawan IPDA Lukman Hakim mengatakan, korban diketahui berinisial AEP (21), warga Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Korban tercatat berstatus sebagai pelajar/mahasiswa.

“Korban telah teridentifikasi dan saat ini sudah diserahkan kepada pihak keluarga di Kayong Utara,” ujar Lukman saat dikonfirmasi, Sabtu malam.

Ia menjelaskan, identitas korban dipastikan setelah kepolisian melakukan serangkaian proses identifikasi. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian.

“Kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban,” kata Lukman.

Sebelumnya, warga dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad laki-laki yang mengapung di tengah alur Sungai Pawan. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar pukul 09.55 WIB.

Koordinator SAR Ketapang, Ayub, menyebutkan jasad korban pertama kali ditemukan dalam kondisi terapung di tengah sungai sebelum kemudian ditepikan oleh warga.

“Lokasinya dekat area PT GLG, tidak jauh dari Jembatan Pawan II,” ujar Ayub.

Ia menambahkan, sejumlah warga sempat menduga mengenali korban. Namun, kondisi jasad yang sudah membengkak membuat identitasnya belum dapat dipastikan saat itu.

Usai dievakuasi, jasad korban ditangani oleh Tim INAFIS Polres Ketapang dan dibawa ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Saat ditemukan, korban mengenakan kaus yang dibalut switer serta celana jeans biru. Kondisi tubuh korban telah mengalami pembengkakan, terutama pada bagian wajah. (Adi LC)

Penemuan Mayat Mengapung di Sungai Pawan Gegerkan Warga Ketapang
Penemuan Mayat Mengapung di Sungai Pawan Gegerkan Warga Ketapang
Sunday, 25/01/2026


KALBARONLINE.com – Warga Kabupaten Ketapang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di alur Sungai Pawan, Sabtu (24/1/2025) pagi.

Jasad tersebut berhasil dievakuasi tim SAR gabungan sekitar pukul 09.55 WIB. Koordinator SAR Ketapang, Ayub, mengungkapkan bahwa saat pertama kali ditemukan, posisi mayat berada di tengah sungai sebelum kemudian ditepikan oleh warga.

“Lokasinya berada di sekitar area PT GLG, tidak jauh dari Jembatan Pawan II,” ujar Ayub saat dikonfirmasi.

Korban diketahui mengenakan baju dan celana jeans berwarna biru. Kondisi tubuh korban sudah mengalami pembengkakan, terutama di bagian wajah, sehingga menyulitkan proses identifikasi awal.

“Wajah korban sudah terlihat bengkak,” katanya.

Ayub menambahkan, sejumlah warga yang berada di lokasi sempat menduga mengenali korban. Namun hingga kini, identitas jasad belum dapat dipastikan karena kondisi fisik yang sudah berubah.

“Sampai saat ini belum ada laporan orang hilang yang masuk ke pihak SAR,” jelasnya.

Usai dievakuasi, jasad korban langsung ditangani Tim INAFIS Polres Ketapang dan dibawa ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Sebelumnya, pada Jumat (23/1/2025), tim SAR juga menerima laporan penemuan satu unit sepeda motor beserta sebuah helm yang terparkir di Jembatan Pawan II tanpa diketahui pemiliknya. Namun, hingga kini keterkaitan temuan tersebut dengan korban masih belum dapat dipastikan.

“Belum ada saksi dan belum ada keluarga yang melapor kehilangan,” pungkas Ayub. (Adi LC)

Mayat Wanita Ditemukan Membusuk di Lantai Dua Ruko Pasar Puring Siantan
Mayat Wanita Ditemukan Membusuk di Lantai Dua Ruko Pasar Puring Siantan
Monday, 05/01/2026


KALBARONLINE.com – Warga Pasar Puring Siantan, Kecamatan Pontianak Utara, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat wanita di lantai dua sebuah ruko, Senin pagi (5/1/2026). Korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan diduga meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.

Usai ditemukan, jenazah langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Pontianak untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian korban.

Salah seorang warga setempat, Fauzi, mengungkapkan bahwa mayat tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 WIB. Warga mulai curiga setelah mencium bau menyengat yang berasal dari dalam ruko tersebut.

“Yang menemukan pertama kali memang orang sekitar sini. Di depan lokasi itu ada tetangga yang menempati ruko. Kemungkinan karena mencium bau tidak sedap, lalu timbul kecurigaan,” ujar Fauzi.

Kecurigaan warga kemudian disampaikan kepada pedagang ayam yang beraktivitas di sekitar lokasi. Setelah itu, pintu ruko dibuka secara paksa untuk memastikan kondisi di dalam bangunan tersebut.

“Setelah pintu dibuka, korban ditemukan sudah meninggal dunia,” katanya.

Fauzi menyebut korban berjenis kelamin perempuan dan diduga berasal dari Singkawang. Korban diketahui sudah cukup lama tinggal di kawasan Pasar Puring Siantan sejak pasar tersebut mulai beroperasi.

Menurut warga sekitar, korban tidak memiliki keluarga di Pontianak dan dalam kesehariannya juga tidak diketahui memiliki pekerjaan tetap.

Sementara itu, aparat kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian korban. (Lid)