Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
penerbangan
Kabut Asap Tebal, Seluruh Penerbangan di Bandara Ketapang Batal Lima Hari
Kabut Asap Tebal, Seluruh Penerbangan di Bandara Ketapang Batal Lima Hari
Wednesday, 07/10/2026

KALBARONLINE.com – Kabut asap yang kembali menebal mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Kalimantan Barat. Kondisi jarak pandang yang rendah membuat seluruh penerbangan di bandara tersebut dibatalkan selama sekitar lima hari terakhir.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Dwi Muji Raharjo, membenarkan pembatalan penerbangan tersebut.

Menurutnya, keputusan itu diambil karena jarak pandang di sekitar bandara belum memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.

“Betul penerbangan dicancel karena kondisi cuaca, jarak pandang yang rendah,” ujar Dwi saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).

Dwi mengatakan, kondisi tersebut telah berlangsung sejak Sabtu. Kabut asap menyebabkan jarak pandang, terutama pada pagi hari, turun cukup drastis.

“Sudah terjadi sekitar lima hari sejak hari Sabtu kemarin,” katanya.

Ia menjelaskan, jarak pandang terburuk terjadi pada pagi hari yang hanya mencapai sekitar 300 meter. Kondisi tersebut belum membaik secara signifikan hingga sore hari.

“Jarak pandang rendah, di pagi hari sekitar 300 meter dan sampai sore belum membaik sesuai persyaratan minimalnya, yaitu 2.800 meter untuk pendaratan dan 1.600 meter untuk lepas landas,” jelasnya.

Dengan kondisi jarak pandang yang masih jauh di bawah batas minimal tersebut, seluruh penerbangan terpaksa dibatalkan.

Pembatalan dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan hingga kondisi jarak pandang kembali memenuhi standar operasional dan penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang dapat kembali dilaksanakan. (Adi LC)

Kabut Asap Pekat Lumpuhkan Penerbangan Ketapang-Pontianak Sepekan Terakhir
Kabut Asap Pekat Lumpuhkan Penerbangan Ketapang-Pontianak Sepekan Terakhir
Thursday, 24/09/2026

KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin mengganggu aktivitas penerbangan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Jarak pandang di Bandara Rahadi Oesman Ketapang pada Kamis (24/9/2026) pagi hanya sekitar 50 meter.

Kondisi tersebut membuat penerbangan rute Ketapang-Pontianak terganggu. Bahkan, penerbangan dari dan menuju Pontianak disebut telah tidak beroperasi selama lebih dari sepekan.

Kepala Kantor UPBU Kelas II Rahadi Oesman Ketapang Dwi Muji Raharjo mengatakan, rendahnya jarak pandang menjadi faktor utama yang menghambat penerbangan menuju Pontianak.

“Sudah lebih sepekan penerbangan dari dan ke Pontianak batal,” kata Dwi, Kamis.

Menurutnya, rendahnya jarak pandang di sekitar Bandara Rahadi Oesman dipengaruhi kabut asap dari karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Ketapang.

Gangguan penerbangan mulai dirasakan sejak awal September 2026. Sejak 2 September, kondisi cuaca dan jarak pandang mulai memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Rahadi Oesman.

Meski rute Ketapang-Pontianak terganggu, penerbangan Ketapang-Jakarta masih dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jarak pandang dan aspek keselamatan penerbangan.

Dwi mengatakan, penerbangan Ketapang-Jakarta saat ini masih dilayani satu kali perjalanan pulang-pergi setiap hari.

“Sesuai jadwal penerbangan ke Jakarta pagi, karena faktor jarak pandang, sore baru bisa terbang,” ujarnya.

Ia menegaskan, penerbangan dapat kembali dilakukan apabila kondisi jarak pandang telah memenuhi ketentuan keselamatan penerbangan.

Kabupaten Ketapang sendiri masih menghadapi kemarau ekstrem yang telah berlangsung hampir tiga bulan tanpa hujan. Kondisi tersebut turut meningkatkan risiko karhutla di sejumlah wilayah.

Kabut asap yang ditimbulkan karhutla kemudian berdampak langsung terhadap jarak pandang, termasuk di kawasan Bandara Rahadi Oesman.

Jarak pandang sekitar 50 meter pada Kamis pagi menjadi salah satu kondisi terburuk yang terjadi sejak karhutla dan kemarau ekstrem melanda Ketapang tahun ini. (Adi LC)

2 Hari Penerbangan Batal Akibat Erupsi Anak Krakatau, Satria Apresiasi Layanan Maskapai
2 Hari Penerbangan Batal Akibat Erupsi Anak Krakatau, Satria Apresiasi Layanan Maskapai
Monday, 07/09/2026

KALBARONLINE.com – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional Supadio Pontianak menuju Jakarta terdampak. Salah satunya dialami Satria, yang sudah dua hari menunggu kepastian keberangkatannya.

Satria seharusnya terbang dari Pontianak menuju Jakarta pada Minggu (6/9/2026). Namun, penerbangannya dibatalkan setelah adanya informasi terkait dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan penutupan Bandara Soekarno-Hatta.

“Saya hari Minggu mau ke Jakarta. Karena ada pengumuman terkait dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, akhirnya penerbangan saya dari Pontianak ke Jakarta dibatalkan,” ujar Satria, Senin (7/9/2026).

Ia kemudian kembali memantau informasi penerbangannya pada hari kedua. Namun, status penerbangannya masih dibatalkan karena Bandara Soekarno-Hatta masih ditutup.

“Saya update hari ini, ternyata masih dibatalkan karena bandara masih ditutup. Nah, akhirnya saya terus meng-update sampai Bandara Soekarno-Hatta dibuka,” katanya.

Pada hari pertama, Satria mengaku sempat menunggu sekitar empat jam di bandara untuk mendapatkan kepastian mengenai penerbangannya.

“Sempat empat jam. Saya juga menunggu keberangkatan jam 6. Tapi alhamdulillah ada jawaban bahwa bandara ditutup, akhirnya saya pulang,” tuturnya.

Meski penerbangannya dibatalkan, Satria mengatakan pelayanan dari pihak maskapai berjalan dengan baik. Penumpang diberikan pilihan untuk melakukan refund maupun reschedule.

“Pihak maskapai pun tidak mempermasalahkan apakah refund atau reschedule. Mereka siap melayani. Tadi saya juga sempat bertanya kepada petugas, katanya tidak ada masalah untuk refund atau reschedule, mereka siap melayani,” ujarnya.

Menurut Satria, pihak maskapai juga tidak mempersulit penumpang yang ingin menentukan kembali jadwal keberangkatannya.

“Untuk pelayanan juga tidak ada masalah, semua melayani dengan baik. Artinya, bisa refund, bisa reschedule, tidak ada masalah. Pihak maskapai pun tidak mempermasalahkan bagi penumpang untuk kapan mau berangkat, mereka siap melayani,” katanya.

Kini, Satria berharap kondisi akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau segera berakhir sehingga penerbangan kembali normal.

“Mudah-mudahan segera bisa diberangkatkan ataupun masalah dampak Gunung Anak Krakatau ini bisa segera berakhir. Kita berharap itu sebagai penumpang,” ucapnya.

Memasuki hari kedua terdampak, Satria berharap dapat kembali terbang ke Jakarta pada Selasa (8/9/2026).

“Hari kedua saya. Mudah-mudahan besok sudah bisa terbang,” pungkasnya. (Lid)

Erupsi Anak Krakatau, 25 Penerbangan Jakarta-Supadio Terdampak Hari Ini
Erupsi Anak Krakatau, 25 Penerbangan Jakarta-Supadio Terdampak Hari Ini
Monday, 07/09/2026

KALBARONLINE.com – Sebanyak 25 penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).

Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak, Joko Wahyudi, mengatakan penerbangan yang terdampak mencakup keberangkatan dan kedatangan, terutama rute Jakarta.

“Kalau hari ini, ada 25 penerbangan yang terdampak, baik keberangkatan maupun kedatangan,” ujar Joko.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Minggu (6/9/2026), sekitar 24 penerbangan di Bandara Supadio terdampak, baik keberangkatan maupun kedatangan.

Joko mengatakan pihak bandara belum dapat memastikan sampai kapan kondisi tersebut berlangsung. Evaluasi masih dilakukan dengan menunggu informasi dari kantor pusat.

“Kalau itu kita tetap akan melihat dan mengevaluasi. Kita menunggu kabar dari kantor pusat. Nantinya kantor pusat yang akan mengevaluasi sampai kapan,” katanya.

Untuk penumpang yang penerbangannya dibatalkan, maskapai telah memberikan informasi mengenai mekanisme pengembalian dana atau refund.

“Maskapai sudah memberitahu bahwa untuk pesawat yang dibatalkan, penumpang dapat melakukan refund melalui konter check-in di bandara,” jelasnya.

Joko menambahkan, penerbangan yang terdampak saat ini terutama berkaitan dengan rute Jakarta, baik penerbangan dari Supadio menuju Jakarta maupun sebaliknya.

Sementara itu, Airport Quality and SMS Department Head Bandara Internasional Supadio, Yakobus Thomry Toto, mengatakan pihak bandara terus melakukan service recovery untuk memenuhi kebutuhan penumpang selama kondisi tersebut.

Menurutnya, langkah tersebut tetap berpedoman pada aspek safety, security, service dan compliance.

“Service recovery yang kami berikan adalah yang pertama terkait dengan pemberitahuan informasi. Karena dalam kondisi seperti ini, tentunya pengguna membutuhkan informasi yang lebih up to date. Kemudian juga menjawab keperluan pelanggan,” ujarnya.

Pihak bandara juga memberikan bantuan berupa masker dan air minum bagi penumpang yang membutuhkan. Penanganan tersebut dilakukan bersama sejumlah stakeholder di bandara, termasuk maskapai, pihak kesehatan, BKK dan BMKG.

Yakobus mengatakan sejauh ini kebutuhan penumpang yang disampaikan masih dapat dipenuhi.

“Sejauh ini yang kami lihat adalah permintaan yang memang dibutuhkan. Jadi, sejauh ini bisa kita penuhi, seperti kebutuhan air minum dan masker,” katanya.

Selain bantuan bagi penumpang, Bandara Supadio juga menambah fasilitas kursi tunggu dan personel untuk mengantisipasi kepadatan akibat penerbangan yang terdampak.

“Kalau untuk penambahan kursi tunggu, tentunya dari sisi fasilitas kami juga melakukan penambahan kursi. Kemudian dari sisi personel juga ada penambahan personel,” pungkasnya. (Lid)

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Supadio, Jarak Pandang di Bawah 1.000 Meter, 6 Pesawat Delay
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Supadio, Jarak Pandang di Bawah 1.000 Meter, 6 Pesawat Delay
Thursday, 20/08/2026

KALBARONLINE.com - Kabut asap mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam dua hari terakhir, sebanyak enam penerbangan mengalami keterlambatan akibat jarak pandang (visibility) yang berada di bawah standar keselamatan penerbangan.

Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak, Joko Wahyudi, mengatakan gangguan terutama terjadi pada penerbangan pagi.

“Benar ada kendala untuk penerbangan. Dampak dari kabut asap ini sudah mulai terasa di Bandara Supadio, terutama untuk penerbangan pagi,” kata Joko, Kamis (20/8/2026).

Menurut Joko, jarak pandang pada pagi hari sempat berada di bawah 1.000 meter. Kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan harus ditunda hingga visibility kembali memenuhi standar.

“Untuk penerbangan di atas jam 8 sudah tidak ada pengaruh karena tingkat visibility-nya sudah di atas 1.000 meter,” ujarnya.

Pada Kamis pagi, terdapat dua penerbangan yang mengalami keterlambatan, yakni rute Pontianak-Surabaya dan Pontianak-Ketapang.

“Untuk hari ini ada dua yang delay, PNK-Surabaya sama PNK-Ketapang,” kata Joko.

Sementara pada Rabu (19/8), sebanyak empat penerbangan juga terdampak. Dengan demikian, total ada enam penerbangan yang mengalami keterlambatan akibat jarak pandang rendah dalam dua hari terakhir.

Joko menegaskan, seluruh penerbangan tersebut tidak dibatalkan. Pesawat hanya mengalami penundaan keberangkatan hingga kondisi jarak pandang dinilai aman.

“Bukan gagal penerbangan, tapi delay. Jadi penerbangannya diundur karena menunggu visibility mencapai standar, yaitu di atas 1.000 meter,” jelasnya.

Joko menjelaskan, gangguan penerbangan akibat kabut asap umumnya terjadi pada pagi hari. Kondisi biasanya mulai membaik setelah matahari terbit sehingga jarak pandang kembali memenuhi standar.

“Rata-rata dari jam 6 sampai jam 7, jam 8 sudah mulai normal,” ungkapnya.

Untuk penerbangan yang tiba di Bandara Supadio pada Kamis, sejauh ini belum terdapat kendala akibat kabut asap.

Joko juga meluruskan informasi mengenai adanya pesawat yang mendarat di Pangkalpinang. Menurutnya, kondisi tersebut tidak berkaitan dengan kabut asap, melainkan faktor angin.

“Kalau persoalan landing mendadak di Pangkalpinang itu kendala angin. Jadi bukan karena asap,” tegasnya.

Pihak Bandara Supadio berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga operasional penerbangan dapat kembali normal dan tidak terjadi penumpukan penumpang di ruang tunggu.

“Kita berharap besok normal, sehingga tidak terjadi penumpukan di ruang tunggu,” pungkasnya. (Lid)

Visibility Turun hingga 400 Meter, Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang
Visibility Turun hingga 400 Meter, Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang
Wednesday, 12/08/2026

KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Kalimantan Barat. Dalam tiga hari terakhir, penurunan jarak pandang pada pagi hari menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan.

Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Donny Suryana Harris, mengatakan dampak kabut asap paling terasa pada penerbangan pagi. Pada sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, jarak pandang di kawasan bandara dilaporkan berada pada kisaran 400 hingga 800 meter.

“3 hari ke belakang kabut asap sudah berdampak aktivitas penerbangan di Rahadi Oesman khususnya penerbangan yang pagi hari karena cenderung jarak pandang dari jam 6 - 8 WIB 400 sampai 800 meter,” kata Donny saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

Kondisi tersebut bahkan sempat menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan. Dampak paling lama terjadi pada Sabtu lalu.

Penerbangan Wings Air tujuan Pontianak mengalami keterlambatan selama 90 menit. Sementara penerbangan Fly Jaya dari Halim mengalami keterlambatan sekitar 30 menit.

“Delay akibat kabut asap paling lama terjadi di hari Sabtu dimana Wings Air tujuan Pontianak delay selama 90mnt dan Fly Jaya dari Halim delay 30 mnt,” ujarnya.

Mengantisipasi kondisi tersebut, pihak Bandara Rahadi Oesman terus berkoordinasi dengan AirNav, BMKG, dan maskapai penerbangan untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan jarak pandang.

Donny menegaskan keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama. Maskapai diminta tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi cuaca dan jarak pandang belum memenuhi aspek keselamatan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak AirNav, BMKG, maskapai penerbangan agar terus update informasi cuaca dan apabila kabut asap semakin pekat maskapai penerbangan jangan memaksakan diri untuk terbang. Pastikan cuaca benar aman agar pesawat dapat take off dan landing dengan aman. Safety first,” tegasnya.

Selain koordinasi, Bandara Rahadi Oesman bersama BMKG juga menyediakan display informasi cuaca yang dapat diakses masyarakat. Fasilitas tersebut memuat informasi kondisi cuaca di Bandara Rahadi Oesman maupun bandara tujuan.

Donny berharap fasilitas tersebut dapat membantu calon penumpang memantau perkembangan cuaca secara langsung, termasuk memahami apabila terjadi keterlambatan maupun pembatalan penerbangan akibat kondisi cuaca.

“Dan kami pun bekerja sama dengan pihak BMKG untuk menyediakan display cuaca yang memberikan informasi tentang cuaca di Bandara Rahadi Oesman dan bandara tujuan yang bisa diakses oleh publik sehingga para pengguna transportasi udara bisa memantau secara langsung perkembangan cuaca dengan harapan mereka bisa memahami apabila ada delay maupun cancel flight yang diakibatkan cuaca yang tidak mendukung keselamatan penerbangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Forecaster Stasiun Meteorologi Rahadi Oesman Ketapang, Sudirman, menjelaskan jarak pandang mendatar atau visibility di kawasan bandara pada pagi hari masih sangat terbatas.

Pada sekitar pukul 05.00 hingga 08.00 WIB, visibility berada pada kisaran 500 hingga 1.500 meter. Kondisi tersebut berangsur membaik setelah pukul 08.00 WIB seiring meningkatnya suhu udara dan kecepatan angin.

Menurut Sudirman, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Suhu udara yang rendah membuat partikel asap terperangkap di dekat permukaan. Sementara kecepatan angin yang masih di bawah 8 knot belum cukup kuat untuk mendorong dan menyebarkan partikel asap.

Kepadatan partikel asap kemudian menyebabkan cahaya matahari mengalami hamburan atau scattering light. Kondisi ini membuat pandangan mata maupun sensor optik menjadi kabur sehingga jarak pandang efektif berkurang.

“Jarak pandang mendatar (visibility) di kawasan Bandara Rahadi Oesman pada pagi hari sekitar pukul 05.00–08.00 WIB sangat terbatas, berkisar 500 - 1.500 meter, dan berangsur membaik setelah pukul 08.00 WIB seiring naiknya suhu udara dan kecepatan angin,” jelas Sudirman.

Ia menambahkan, berdasarkan regulasi keselamatan penerbangan sipil atau CASR, visibility di bawah 1.000 meter memiliki risiko tinggi terhadap proses lepas landas maupun pendaratan.

Risiko tersebut menjadi perhatian karena Bandara Rahadi Oesman memiliki landasan pacu sepanjang 1.400 meter.

“Secara regulasi keselamatan penerbangan sipil (CASR), kondisi visibility di bawah 1.000 meter sangat berisiko untuk proses take off maupun landing, terlebih Bandara Rahadi Oesman memiliki landasan pacu terbatas sepanjang 1.400 meter,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Sudirman menyebut penerbangan pada pagi hari masih berpotensi mengalami gangguan hingga jarak pandang kembali membaik.

“Karena itu, jadwal penerbangan pagi berpotensi terdampak hingga kondisi visibility membaik,” pungkasnya. (Adi LC)