Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
perpustakaan pontianak
Perpustakaan Pontianak Dorong Literasi Lewat Pelatihan dan Layanan Inklusif
Perpustakaan Pontianak Dorong Literasi Lewat Pelatihan dan Layanan Inklusif
Tuesday, 18/08/2026

KALBARONLINE.com – Perpustakaan Kota Pontianak terus mendorong peningkatan literasi masyarakat melalui layanan yang tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca, tetapi juga pengembangan keterampilan dan peningkatan kesejahteraan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Pontianak, Sri Sujiarti, saat Kunjungan Pers ke Perpustakaan Kota Pontianak, Selasa (18/8/2026).

Sri menjelaskan, perpustakaan menerapkan konsep inklusi sosial. Artinya, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung peningkatan penghasilan maupun kesejahteraan.

"Jadi, perpustakaan ini bukan hanya sekadar tempat membaca, tetapi masyarakat juga bisa mendapatkan keterampilan melalui pelatihan yang diberikan pustakawan maupun narasumber dari luar," katanya.

Saat ini, rata-rata kunjungan ke Perpustakaan Kota Pontianak mencapai sekitar 200 orang per hari. Pengunjung berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, guru hingga masyarakat umum.

Sri berharap peningkatan jumlah pengunjung turut berdampak terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Pontianak. Saat ini, nilai IPLM Kota Pontianak berada di angka 34,85 dan menempati peringkat kedua di Kalimantan Barat.

"Semakin banyak pengunjung perpustakaan, kita berharap nilai literasi masyarakat semakin meningkat. Kalau literasinya semakin baik, maka kota itu akan semakin maju," ujarnya.

Selain layanan tatap muka, masyarakat dapat mengakses koleksi secara daring melalui aplikasi PerpusKite, termasuk koleksi buku elektronik. Masyarakat juga dapat melakukan pemesanan buku secara daring sebelum datang untuk mengambil atau meminjam koleksi.

Disperpusip Kota Pontianak juga memiliki lima rumah baca yang tersebar di sejumlah lokasi, yakni Taman Catur, Taman Akcaya, Taman Digulis, Taman Alun dan Kecamatan Pontianak Timur.

"Intinya, semakin banyak pengunjung akan semakin baik. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia di perpustakaan," tuturnya.

Perpustakaan Kota Pontianak juga menyediakan layanan bagi penyandang disabilitas, termasuk koleksi buku Braille dan fasilitas pendampingan. Layanan Pojok Braille juga tersedia di Rumah Baca Taman Akcaya untuk memberikan akses bahan bacaan bagi masyarakat dengan hambatan penglihatan.

Dengan beragam layanan tersebut, Disperpusip Kota Pontianak berharap perpustakaan dapat menjadi ruang belajar bersama yang mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta budaya literasi masyarakat. (*)

Perpustakaan Kota Pontianak Resmi Beroperasi, Hadir dengan Konsep Modern, Nyaman, dan Instagramable
Perpustakaan Kota Pontianak Resmi Beroperasi, Hadir dengan Konsep Modern, Nyaman, dan Instagramable
Monday, 29/12/2025


KALBARONLINE.com – Kabar baik bagi pecinta literasi di Pontianak. Gedung Layanan Perpustakaan Kota Pontianak yang baru, berlokasi di Jalan Ampera tepat di samping SMAN 8 Pontianak, resmi dibuka dan mulai dapat dikunjungi masyarakat pada Selasa, 30 Desember 2025. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Senin (29/12/2025).

Perpustakaan yang sebelumnya berada di Jalan Alianyang ini hadir dengan konsep modern dan instagramable. Fasilitasnya juga dirancang inklusif, ramah untuk anak-anak, lansia, hingga penyandang disabilitas sehingga terasa lebih nyaman dan accessible bagi semua kalangan.

Edi menyampaikan, pembangunan gedung tiga lantai tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses literasi sekaligus menghadirkan ruang publik yang edukatif dan menyenangkan bagi masyarakat.

“Sumber pendanaan pembangunan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan nilai sebesar Rp10 miliar,” katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan gedung perpustakaan telah direncanakan sejak 2023 dan baru terealisasi pada 2025 usai melalui sejumlah tahapan, termasuk penyelesaian lahan. Desain bangunan sengaja dibuat atraktif agar semakin dekat dengan pelajar dan masyarakat secara luas.

“Sambil terus kita sempurnakan dengan sarana pendukung, terutama bagi pelajar agar bisa memperoleh edukasi yang lebih optimal,” lanjut Edi.

Edi juga berharap kehadiran perpustakaan ini tak hanya dimanfaatkan warga Pontianak, tetapi juga masyarakat sekitar seperti Kubu Raya dan Mempawah, sehingga benar-benar menjadi pusat literasi dan ruang belajar publik.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, Rendrayani, menjelaskan bahwa Perpustakaan Kota Pontianak beroperasi pukul 07.30–17.00 WIB pada hari kerja, serta pukul 08.00–17.00 WIB pada akhir pekan, kecuali hari libur nasional.

Ia menyebut, untuk saat ini operasional masih menyesuaikan sarana pendukung, terutama penerangan jalan. Ke depan, jam layanan direncanakan diperpanjang hingga malam hari.

“Setelah lampu penerangan jalan dilengkapi, kami menargetkan layanan bisa dibuka sampai pukul 20.00 WIB,” ujar Ririn.

Perpustakaan ini juga dilengkapi ruang rapat, ruang serbaguna, hingga ruang studio yang bisa dimanfaatkan komunitas dan masyarakat untuk kegiatan sosial, edukatif, dan kreatif. Semua fasilitas tersebut disediakan gratis dan tidak berorientasi komersial.

Bagi pengunjung yang ingin membaca di tempat tidak diwajibkan menjadi anggota. Namun keanggotaan diperlukan jika ingin meminjam koleksi buku. Selain itu, tersedia juga layanan perpustakaan digital dengan sekitar 4.000 judul e-book serta fasilitas baca daring melalui website.

“Perpustakaan ini tidak profit oriented. Semua ruang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan edukasi, tapi tidak diperkenankan untuk kegiatan berbayar atau penarikan tiket masuk,” tegasnya.

Ririn menambahkan, proposal pembangunan perpustakaan ini telah diajukan sejak 2023, dengan salah satu tantangan terbesar adalah pemenuhan lahan minimal 3.500 meter persegi milik pemerintah daerah. Dari lebih dari 200 daerah yang mengajukan, Pontianak menjadi satu dari 29 kabupaten/kota yang terpilih menerima DAK Fisik Perpusnas 2025.

Pembangunan dimulai pada 28 Februari 2025 dengan masa kerja 210 hari dan berhasil rampung tepat waktu pada 26 September 2025. (Lid)

Gedung Perpustakaan Baru Pontianak Resmi Dibuka, Hadirkan Ruang Literasi yang Lebih Nyaman dan Modern
Gedung Perpustakaan Baru Pontianak Resmi Dibuka, Hadirkan Ruang Literasi yang Lebih Nyaman dan Modern
Monday, 29/12/2025


KALBARONLINE.com – Kabar baik buat pecinta literasi di Kota Pontianak. Gedung Layanan Perpustakaan baru milik Pemerintah Kota Pontianak yang berlokasi di Jalan Ampera, tepat di sebelah SMAN 8 Pontianak, kini resmi beroperasi dan terbuka untuk publik.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, peresmian gedung baru ini sekaligus menandai pemindahan layanan perpustakaan dari lokasi sebelumnya di Jalan Alianyang. Kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan bisa meningkatkan akses dan kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan layanan literasi.

Edi menjelaskan, gedung perpustakaan dilengkapi berbagai fasilitas terbaru seperti ruang baca anak, ruang baca lansia hingga area ramah disabilitas.
“Sumber pendanaan pembangunan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan nilai sebesar Rp10 miliar,” ujarnya saat meresmikan gedung perpustakaan, Senin (29/12/2025).

Edi juga menyoroti tantangan rendahnya minat baca masyarakat Indonesia berdasarkan data UNESCO. Karena itu, kehadiran gedung perpustakaan empat lantai ini diharapkan bisa menjadi pusat literasi, bukan hanya bagi warga Pontianak, tetapi juga masyarakat sekitar seperti Kubu Raya dan Mempawah.
“Sambil terus kita sempurnakan dengan sarana pendukung, terutama bagi pelajar agar bisa memperoleh edukasi yang lebih optimal,” tambahnya.

Ia menyebutkan, rencana pembangunan perpustakaan ini sudah dimulai sejak 2023 dan baru terealisasi pada 2025 setelah melalui berbagai tahapan, termasuk penyelesaian persoalan lahan. Desain bangunan pun dibuat atraktif agar ramah bagi pelajar maupun masyarakat umum.

Edi juga mendorong pengelola perpustakaan untuk aktif menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, sosial, kreatif, serta memanfaatkan media sosial untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Perpustakaan ini juga akan dilengkapi layanan digital dan internet gratis agar selaras dengan kebutuhan era digital.

“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, kami menyampaikan terima kasih kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atas dukungan yang diberikan, termasuk dalam pengembangan sarana dan koleksi buku,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, Rendrayani menyampaikan, Gedung Layanan Perpustakaan Kota Pontianak dibuka mulai pukul 07.30–17.00 WIB pada hari kerja. Sedangkan akhir pekan, layanan dibuka mulai pukul 08.00–17.00 WIB, kecuali hari libur nasional.

Ia menyebutkan, jam layanan masih disesuaikan dengan kesiapan sarana pendukung, terutama penerangan jalan di sekitar kawasan perpustakaan. Jika sudah lengkap, jam operasional direncanakan diperpanjang hingga malam hari.
“Setelah sarana prasarana, khususnya lampu penerangan jalan, dilengkapi, kami menargetkan layanan dapat dibuka hingga pukul 20.00 WIB,” ujarnya.

Gedung perpustakaan ini juga memiliki ruang rapat, ruang serbaguna hingga studio yang bisa dimanfaatkan komunitas dan masyarakat untuk kegiatan edukatif dan sosial. Seluruh fasilitas tersebut dapat digunakan secara gratis dan tidak bersifat komersial.

Untuk membaca di tempat, masyarakat tidak diwajibkan menjadi anggota. Namun, keanggotaan tetap diperlukan bagi pemustaka yang ingin meminjam buku. Perpustakaan Kota Pontianak juga telah menyediakan layanan perpustakaan digital dengan sekitar 4.000 judul buku elektronik serta akses baca daring melalui website resmi.

“Perpustakaan ini tidak bersifat profit oriented. Seluruh ruang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan edukatif, namun tidak diperkenankan untuk kegiatan berbayar atau penarikan tiket masuk,” tegasnya.

Ririn menambahkan, proses pengajuan pembangunan telah dilakukan sejak 2023 dengan tantangan salah satunya memenuhi syarat luasan lahan minimal 3.500 meter persegi. Dari ratusan daerah yang mengajukan, Pontianak termasuk dalam 29 daerah yang ditetapkan Perpusnas RI dan Kementerian Keuangan sebagai penerima DAK Fisik Tahun 2025.

“Pelaksanaan pembangunan dimulai pada 28 Februari 2025 dengan masa kerja selama 210 hari kalender atau sekitar tujuh bulan, dan berhasil diselesaikan tepat waktu pada 26 September 2025,” tutupnya. (Red)