Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pesparani
Bupati Melawi Hadiri Pesparani Katolik II Kalbar, Perkuat Pesan Persaudaraan dan Toleransi
Bupati Melawi Hadiri Pesparani Katolik II Kalbar, Perkuat Pesan Persaudaraan dan Toleransi
Friday, 16/10/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa bersama Wakil Bupati Melawi Malin menghadiri pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Kota Pontianak, Jumat (16/10/2026).

Kehadiran pimpinan daerah Kabupaten Melawi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus pengembangan seni musik liturgi. Pesparani tidak hanya menjadi ajang bagi umat Katolik untuk menampilkan potensi dan kreativitas, tetapi juga menjadi momentum memperkuat iman, persaudaraan, toleransi, dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa, mengapresiasi penyelenggaraan Pesparani Katolik II tingkat provinsi. Menurutnya, kegiatan keagamaan yang dikemas melalui seni dan budaya memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antarsesama serta membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

“Pesparani bukan hanya tentang perlombaan paduan suara, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat iman, persaudaraan dan kebersamaan. Kita berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan menjadikan setiap penampilan sebagai bagian dari upaya mempererat persatuan,” ujar Bupati.

Ia berharap seluruh peserta, termasuk kontingen Kabupaten Melawi, mampu menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan. Menurutnya, semangat kompetisi harus berjalan beriringan dengan nilai persaudaraan sehingga Pesparani menjadi ruang silaturahmi antarkabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

“Yang paling penting bukan hanya hasil perlombaan, tetapi bagaimana kegiatan ini mampu meninggalkan nilai positif bagi kehidupan bersama. Semoga seluruh peserta dapat tampil maksimal dan membawa nama baik daerah masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM Cap., menekankan dimensi spiritual Pesparani bagi umat Katolik. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan sarana untuk memuji dan memuliakan Tuhan melalui talenta yang dimiliki setiap peserta.

Ia mengatakan, Pesparani juga menjadi kesempatan membangun persaudaraan di antara umat Katolik dari berbagai wilayah. Persaudaraan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan Gereja, tetapi berkembang menjadi semangat persaudaraan universal yang menghargai sesama manusia dan seluruh ciptaan.

“Setiap penampilan hendaknya dilakukan dengan hati dan cinta. Dengan demikian, perlombaan tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi persembahan terbaik bagi pertumbuhan Gereja Katolik di Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Ia turut mengajak seluruh peserta memberikan penampilan terbaik sesuai kemampuan serta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh sukacita dan semangat persaudaraan.

Pada kesempatan yang sama, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Barat, mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman sebagai salah satu kekuatan utama daerah.

Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki kekayaan suku, budaya, dan agama yang hidup berdampingan. Kondisi tersebut harus terus dirawat melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan komitmen menjaga persatuan.

Ia mengajak seluruh peserta menjadikan Pesparani sebagai momentum memperkuat persaudaraan sekaligus menampilkan kemampuan terbaik dengan ketulusan dan penghayatan. Semangat sportivitas juga diharapkan tetap dijunjung selama kegiatan berlangsung.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang berkontribusi dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung kehidupan masyarakat yang harmonis, adil, sejahtera, demokratis, dan religius.

Pesparani Katolik II Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 mempertandingkan tiga kategori paduan suara, yakni Paduan Suara Orang Muda Katolik (PS-OMK), Paduan Suara Dewasa Wanita (PSDW), serta Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria (PSGDP).

Selain menjadi ajang unjuk kemampuan dalam seni musik liturgi, Pesparani juga menjadi ruang perjumpaan umat Katolik dari berbagai kabupaten dan kota untuk membangun relasi, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.

Pesparani Katolik II tingkat provinsi ini berlangsung pada 16–17 Oktober 2026. Peserta terbaik dari setiap kategori diharapkan dapat menjadi bagian dari kontingen Kalimantan Barat pada Pesparani Nasional IV Tahun 2027 di Sulawesi Utara.

Pemerintah Kabupaten Melawi berharap keikutsertaan dalam Pesparani tidak hanya memberikan pengalaman dan prestasi bagi peserta, tetapi juga menumbuhkan nilai iman, persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus mewarnai kehidupan masyarakat dalam menjaga keharmonisan sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Melawi. (*)

Bupati Melawi Lepas Kontingen Pesparani Katolik, 55 Orang Siap Berlaga di Tingkat Provinsi
Bupati Melawi Lepas Kontingen Pesparani Katolik, 55 Orang Siap Berlaga di Tingkat Provinsi
Wednesday, 14/10/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, melepas secara resmi Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kabupaten Melawi yang akan mewakili daerah pada Pesparani Katolik II Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026.

Prosesi pelepasan berlangsung di Nanga Pinoh, Rabu (14/10/2026). Kontingen Melawi selanjutnya akan mengikuti perlombaan yang dijadwalkan berlangsung di Pontianak pada 16–17 Oktober 2026.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Melawi, para pelatih, peserta, ofisial, serta seluruh pihak yang telah mempersiapkan kontingen.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Melawi, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LP3KD, para pelatih, serta seluruh pihak yang telah memberikan waktu, tenaga, dan pemikiran dalam mempersiapkan kontingen Pesparani ini,” kata Bupati.

Menurutnya, keikutsertaan dalam Pesparani bukan semata-mata untuk mengejar prestasi. Para peserta juga membawa tanggung jawab menjaga nama baik Kabupaten Melawi sekaligus merepresentasikan iman dan budaya daerah di tingkat provinsi.

Ia menilai Pesparani menjadi ruang untuk memperdalam dan mengaktualisasikan nilai-nilai iman Katolik melalui seni musik dan budaya gerejani. Kegiatan ini juga diharapkan mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Jadikan setiap lantunan suara yang dipersembahkan sebagai doa yang tulus dan setiap penampilan sebagai kesaksian iman yang hidup. Dengan semangat tersebut, keikutsertaan dalam Pesparani diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi pembinaan mental dan spiritual umat,” pesannya.

Menjelang perlombaan pada 16–17 Oktober 2026, Bupati meminta seluruh anggota kontingen menjaga kesehatan, meningkatkan kedisiplinan, memperkuat kekompakan, serta mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan penuh tanggung jawab.

Ia berharap kontingen Melawi mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan meraih hasil membanggakan. Keikutsertaan tersebut juga diharapkan memotivasi generasi muda untuk terus mengembangkan bakat dan talenta.

“Selamat berjuang. Kami mendoakan yang terbaik bagi Kontingen Pesparani Kabupaten Melawi. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan rahmat dan berkat-Nya, melindungi setiap langkah perjalanan, serta menganugerahkan keberhasilan bagi perjuangan kontingen Kabupaten Melawi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua LP3K Kabupaten Melawi, Paulus, S.E., M.A.P., menjelaskan bahwa Melawi mengikuti dua dari tiga kategori yang diperlombakan pada Pesparani Katolik II Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026.

Kedua kategori tersebut adalah Paduan Suara Dewasa Wanita (PSDW) dan Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria (PSGDP).

“Untuk PSDW berjumlah 20 orang, terdiri dari 18 peserta, satu pelatih, dan satu dirigen. Sedangkan PSGDP berjumlah 19 orang, terdiri dari 18 peserta dan satu pelatih. Kemudian ditambah 16 orang ofisial, sehingga total kontingen yang akan diberangkatkan sebanyak 55 orang,” jelas Paulus.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Melawi, khususnya Bupati Melawi, atas dukungan yang diberikan kepada LP3K dan kontingen dalam mengikuti ajang tingkat provinsi tersebut.

Dengan dilepasnya kontingen, Kabupaten Melawi berharap para peserta dapat menjalani seluruh rangkaian Pesparani dengan penuh semangat serta menjunjung tinggi nilai keimanan, persaudaraan, sportivitas, dan kebersamaan.

Kontingen Melawi diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama baik daerah pada Pesparani Katolik II Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026.